Jaringan pada Hewan

Diposting pada

Pada pembahasan kali ini kita akan mempelajari macam-macam jaringan hewan yang menyusun organ-organ pada hewan yang masing-masing mempunyai ciri khas yang menarik untuk kita pelajari. Pada hewan terdapat 4 jaringan dasar yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot dan jaringan saraf.

Jaringan Pada Hewan
Jaringan Pada Hewan

Jaringan Epitel

Ketombe adalah pengelupasan sekumpulan sel kulit mati yang letaknya dibagian paling luar dari kulit kepala. Sekumpulan sel kulit mati yang melapisi kulit kepala tersebut merupakan salah satu jenis dari jaringan yang menyusun organ kulit yang disebut jaringan epitel.


Marteri Jaringan Epitel Secara Lengkap

Jaringan epitel merupakan salah satu dari empat jaringan dasar. Jaringan epitel melapisi bagian luar tubuh seperti kulit (eksotelium), membatasi rongga tubuh (mesotelium), maupun yang membatasi organ (endotelium).


Jaringan epitel dengan jaringan ikat yang berada dibawahnya dihubungkan oleh membran dasar. Membran dasar terdiri atas dua lapis, yaitu lamina basalis dan lamina retikularis.


Epitel terbagi menjadi dua jenis yakni epitel penutup atau pelapis yang merupakan epitel yang melapisi rongga, organ, maupun permukaan tubuh seperti kulit dan epitel kelenjar yang mengeluarkan enzim, hormon, maupun zat lainya (sekresi).


Berdasarkan bentuk dan lapisannya epitel terbagi menjadi 8 jenis yakni, epitel pipih selapis, epitel pipih berlapis, epitel kubus selapis, epitel kubus berlapis, epitel silindris selapis, epitel silindris berlapis dan epitel transisional.

Jaringan Epitel Secara Lengkap
Jaringan Epitel Secara Lengkap

Setelah mempelajari macam-macam jaringan epitel, selanjutnya Anda akan mempelajari jaringan epitel penyusun organ tubuh berdasarkan gambar preparat di bawah ini.

Artikel Lainnya : Contoh dan Struktur Chlorophyta (Ganggang Hijau)


Coba perhatikan gambar bangun segi 7 di bawah ini, setiap gambar berisi macam jaringan epitel penyusun organ tubuh pada manusia.

Macam Macam Jaringan Epitel
Macam Macam Jaringan Epitel

Strukturnya, Lapisan Epitel terdiri atas 3 Macam

  1. Epitel pipih (squamosa), berbentuk seperti lapisan pipih, nukelusnya bulat terletak di tengah.
  2. Epitel batang /silindris/ Columnar, berbentuk seperti batang, nukleusnya bulat terletak di dasar sel.
  3. Epitel kubus/ Cuboid, berbentuk seperti kubus, nukleusnya bulat besar terletak di tengah.

Lapisan Penyusunnya, Jaringan Epitel


Epitel Bipih Selapis

  • Tersusun atas selapis sel yang berbentuk pipih.
  • Berfungsi sebagai proteksi.
  • Contoh: Selaput perut, pleura, limfe, pembuluh darah, paru-paru dan ginjal.

Epitel Pipih Berlapis Banyak

  1. Tersusun atas berlapis-lapis sel yang berbentuk pipih.
  2. Berfungsi sebagai proteksi.
  3. Contoh: Telapak kaki, hidung, mulut, esofagus dan vagina.

Artikel Lainnya : Ciri Phaeophyta (Alga Coklat) 


Epitel Silindris Selapis

  • Tersusun atas selapis sel yang berbentuk batang.
  • Berfungsi sebagai sekresi dan absorbsi.
  • Contoh: Usus halus, kantung empedu, kelenjar pencernaan dan lambung.

Epitel Silindris Berlapis Banyak

  1. Tersusun atas berlapis-lapis sel yang berbentuk batang.
  2. Berfungsi sebagai sekresi dan proteksi.
  3. Contoh: Faring, laring, trakea dan kelenjar ludah.

Epitel Kubus Selapis

  • Tersusun atas selapis sel yang berbentuk kubus.
  • Berfungsi sebagai sekresi, proteksi dan filtrasi.
  • Contoh: Nefron, lensa mata, ginjal, kelenjar tiroid dan ovarium.

Epitel Kubus Berlapis Banyak

  1. Tersusun atas berlapis-lapis sel yang berbentuk kubus.
  2. Berfungsi sebagai sekresi, proteksi dan absorbs.
  3. Contoh: Folikel ovarium, permukaan ovarium, kelenjar minyak, kelenjar keringat dan testis.

Epitel Transisi

  • Tersusun atas berlapis-lapis sel yang dapat berubah bentuk dan menggembung.
  • Berfungsi sebagai proteksi.
  • Contoh: Kantong kemih, ureter, saluran pernapasan dan uretra.

Epitel Kelenjar

Berfungsi sebagai sekresi, digolongkan menjadi dua, yaitu:


Kelenjar Endokrin

Kelenjar endokrin Merupakan kelenjar buntu yang tidak memiliki saluran. Hasil sekresi (disebut hormon) langsung masuk ke system peredran darah.

Contoh: Kelenjar timus, kelenjar adrenal, kelenjar paratiroid dan kelenjar tiroid.

Artikel Lainnya : Klasifikasi dan Jenis Alga


Kelenjar Eksokrin

Kelenjar eksokrin Merupakan kelenjar yang hasil sekresinya dialirkan melalui saluran khusus. Berfungsi membantu metabolisme dan komunikasi.Contoh (metabolisme): Kelenjar ludah, kelenjar keringat dan kelenjar pankreas. Contoh (komunikasi) : Feromon


Jaringan Ikat

Jaringan ikat merupakan jaringan yang paling banyak terdapat di dalam tubuh, Jaringan ikat berasal dari perkembangan mesenkim yang berasal dari mesoderm (lapisan tengah embrio).


Fungsi Sel yang Jaringan Ikat Memiliki Berbagai Fungsi

  1. Menyokong dan memperkuat jaringan lain
  2. Melindungi organ-organ tubuh
  3. Menyimpan energi
  4. Membentuk struktur tubuh
  5. Menyusun system sirkulasi

Jaringan ikat terdiri atas Matriks dan Sel – sel Penyusun

Matriks

Matriks adalah bahan dasar tempat sesuatu melekat, Serat-serat itu mengisi rongga antar-sel dan memberi bentuk pada jaringan.


Matriks terdiri atas Serat – Serat dan Bahan Dasar


Serat Kolagen

Serat Kolagen. Berciri kuat, tingkat kelenturan rendah dan daya renggang tinggi. Berfungsi memebri kekuatan pada jaringan ikat. Tersusun dari protein kolagen. Terdapat pada: tendon, kulit dan tulang.


Serat Elastin

Serat Elastin. Berciri memiliki tingkat kelenturan yang tinggi Tersusun atas mukopolisakarida dan protein elastin. Protein elastin itu dikelilingi oleh glikoprotein yang disebut fibrilin. Terdapat pada: pembuluh darah, ligamen dan selaput tulang rawan laring.


Serat Retikuler

Serat Retikuler. Memiliki ciri yang sama dengan serat kolagen, namun lebih tipis dari serat kolagen. terdiri atas protein kolagen yang dilapisi oleh glikoprotein. Berperan untuk mengikat suatu jaringan ikat dengan jaringan ikat lainnya. Terdapat pada: hati, limpa dan limfe.

Artikel Lainnya : Klasifikasi dan Stuktur Bakteri


 Bahan Dasar

  • Merupakan bahan homogen separuh cair, yang terdiri atas asam mukopolisakarida.
  • Asam hialuronat berfungsi sebagai pengikat air, pelumas dan peredam benturan.
  • Berfungsi sebagai media pengantar bahan makanan dan zat buangan antar-sel.

Sel-sel Jaringan Ikat

Sel-sel yang terdapat pada matriks berfungsi menyokong aktivitas sel.


Macam – Macam Sel Jaringan Ikat

Berikut ada beberapa macam pada sel jaringan ikat di antaranya sebagai berikut :


Fibroblas

Fibroblas berfungsi sebagai sekresi protein penyusun matriks.


Sel Adiposa

Disebut juga sel lemak, berfungsi untuk menyimpan lemak sebagai cadangan energi, Memiliki kemampuan untuk menggembung sehingga dapat menampung lemak, Sebelum menggembung dan menimbun lemak, sel adipose bentuknya meyerupai fibroblas.


Sel Plasma

Terdapat secara melimpah dibawah membran epitel yang basah, Berfungsi menghasilkan antibody yang khas untuk proteion asing (antigen).


Sel Tiang

Berfungsi menghasilkan heparin dan histamin, Heparin adalah antikoagulan yang dibentuk dari polisakarida, Berfungsi untuk membekukan darah. Histamin adalah sekresi saat terjadi degradulasi sel tiang oleh antigen yang sesuai. Berfungsi untuk mengatur permeabilitas darah.


Merupakan sel jaringan ikat yang dapat berubah bentuk. Berfungsi untuk fagositosis sel buangan, sel mati dan bakteri. Terdapat di dekat pembuluh darah,Sel-sel tersebut kemudian bekerjasama dan membangun suatu jaringan yang bermacam- macam yang tergolong dalam jaringan ikat.

Artikel Lainnya : Pengertian Kompetisi dan Predasi Simbiosis


Jaringan Ikat Meliputi


Jaringan Ikat Longgar

Jaringan Ikat Longgar terdiri sebagian besar oleh serat kolagen, retikuler dan elastin, memiliki beberapa sel, seperti makrofag, sel plasma, sel tiang dan sel adipose, Berfungsi menyokong organ tubuh dan menghubungakan bagian jaringan lain terdapat di :


  1. Mesenterium (selaput perut)
  2. Dibawah epitel mukosa saluran pencernaan
  3. Pembungkus pembuluh darah
  4. Akson saraf
  5. Lapisan subkutan kulit

Jaringan Ikat Padat

  • Berciri memiliki sususan serat yang padat dan jumlah sel yang berkurang.
  • Terdiri oleh serat kolagen yang disisipi sel fibroblas diantaranya.
  • Bersifat tidak elastic.
  • Berfungsi menghubungkan antar organ tubuh.

Dua Jenis Jaringan Ikat Padat

  1. Jaringan ikat padat teratur yang terdapat pada ligamen dan tendon. Tendonadalah jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang. Ligamen adalah jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang.
  2. Jaringan ikat padat tidak teratur yang terdapat pada pembungkus tulang dan lapisan dermis pada kulit.

Artikel Lainnya : Tahapan Kultur Jaringan Secara Lengkap


Jaringan Lemak (Adiposa)

Tersusun atas sel-sel lemak yang tidak membentuk serat intraseluler atau matriks., Jaringan lemak berasal dari sel-sel mesenkim.

Berfungsi sebagai:

  • Bantalan peredam saat mengalami benturan.
  • Persediaan cadangan makanan (energi).
  • Pengatur panas, dengan menjaga suhu badan.

Jaringan Lemak Terdapat di:

  1. Seluruh bagian tubuh, yaitu dibawah kulit sekitar persendian
  2. Sekitar organ bagian dalam yang rentan benturan, seperti ginjal dan jantung.

Jaringan Tulang Rawan

  • Terdiri atas susunan kompleks protein dan karbohidrat, yang disebut kondromukoid.
  • Sel tulang rawan disebut kondrosit, berfungsi untuk mensintetis matriks.
  • Pada anak-anak, sel tulang rawan berasal dari sel-sel mesenkim.
  • Sel mesenkim itu membentuk serat-serat dan matriks padat disekitarnya.
  • Pembentukan matriks itu membuat ruang disekeliling sel mesenkim yang disebut lakuna.
  • Pada orang dewasa, jaringan tulang rawan dibentuk dari selaput tulang rawan (perikondrium).
  • Pertumbuhan tulang rawan menjadi tulang dewasa disebut osifikasi.

Artikel Lainnya :  Jenis Pencemaran Tanah


Tulang rawan terdiri atas tiga jenis, yaitu:


Tulang Rawan Hialin

  1. Berwarna putih kebiruan dan transparan.
  2. Terdiri atas serat yang berdaya elastisitas tinggi.
  3. Merupakan tulang rawan terbanyak dalam tubuh dan tulang rawan paling lemah.
  4. Tulang rawan ini adalah rangka semetra manusia pada saat masih embrio.
  5. Pada orang dewasa dapat diketemukan di: persendian, ujung tulang rusuk yang melekat pada tulang dada, saluran pernapasan

Tulang Rawan Elastis

  • Tersusun atas serat elastin yang berwarna kuning dan memiliki perikondrium.
  • Berfungsi menyokong jaringan dan memberikan daya lentur pada jaringan itu.
  • Terdapat di: embrio, Laring, Bagian telinga luar, Daun telinga, Epiglotis

Tulang Rawan Fibrosa

Terdiri atas serat kolagen, membutnya sebgai tulang rawan paling kuat.

  1. Berwarna gelap dan keruh.
  2. Berfungsi sebagai pelindung dan penyokokng jaringan
  3. Terdpat pada sambungan ruas-ruas tulang belakang dan tendon.

Jaringan Tulang Keras

Tersusun atas sel tulang yang disebut osteosit, yang dibentuk dari osteoblas, Osteoblas adalah sel yang berasal dari fibroblas, Unit dasar tulang disebut sistem Havers, terdiri atas lamela, lakuna, kanalikuli dan saluran Havers.

Artikel Lainnya : Proses Fertilisasi Pada Manusia


  • Lamela adalah lapisan konsentris matriks yang terdiri dari garam mineral dan serat kolagen. garam-garam mineral itulah yang membuat tulang menjadi keras.

  • Lakuna adalah suatu ruang kecil dinatara lamela yang di dalamnya mengandung osteosit.

  • Kanalikuli adalah sebuah saluran yang berfungsi menyalurkan makanan dan mengeluarkan zat sisa.

  • Saluran Havers adalah saluran ditengah-tengan tulang, yang berisi pembuluh darah dan saraf.

  • Didalam saluran ini ada sebuah saluran lagi yang disebut saluran Volkmann.

  • Saluran Volkmann berfungsi untuk menghubungkan dua saluran Havers.

Fungsi Jaringan Tulang

  1. Alat gerak pasif dalam tubuh
  2. Penyokong dan pemberi bentuk pada tubuh
  3. Tempat melekatnya otot
  4. Melindungi organ-organ lunak

Dalam proses osifikasi (perubahan tulang rawan menjadi tulang keras) ada proses mineralisasi, yaitu perubahan penyusunan materi organic menjadi materi anorganik. Dalam tulang, mineral utamanya adalah kalsium dan fosfat.

Artikel Lainnya : Sturktur Protozoa : Ciri dan Peranan

Berdasarkan strukturnya, tulang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

  • Tulang kompak, yaitu tulang yang tidak memiliki rongga.
  • Tulang spongiosa (tulang spons), yaitu tulang yang memiliki rongga.

Jaringan Darah

Terdiri dari sel-sel bebas dan matriks cair, Sel darah yang telah dewasa atau matang yang masuk dalam system peredaran darah.


Fungsi Jaringan Darah

Jaringan darah berfungsi: Membawa sari makanan, Membawa hormon, Membawa oksigen, Membawa sisa hasil metabolisme, Mencegah infeksi Berdasarkan spesialisasi fungsinya, jaringan darah tersusun atas empat bagian, yaitu:

Artikel Lainnya :  Pengertian Karbohidrat : Struktur, Penggolongan dan Sifat


Eritrosit (Sel Darah Merah)

  1. Berbentuk seperti lempengan bikonkaf dengan diameter ± 8 μm.
  2. Berwarna merah, sehingga disbut juga sel darah merah.
  3. Eritorsit tidak memiliki inti sel, namun mengandung protein yang disebut hemoglobin.
  4. Hemoglobin terdapat di sitoplasma sel eritrosit.
  5. Hemoglobin berikatan dengan oksigen menjadi oksihemoglobin di pembuluh darah arteri.
  6. Oksihemoglobin akan diurai di organ tubuh yang memerlukan oksigen lebih.
  7. Dalam pembulun darah vena, hemoglobin berikatan dengan karbondioksida.
  8. Karbondioksida kemudian diurai di paru-paru dan dibuang ke udara.

Leukosit (Sel Darah Putih)

  • Leukosit memiliki sebuah nucleus dan tidak mengandung hemoglobin.
  • Berwarna putih pucat, sehinga disebut sel darah putih.
  • Gerakan yang dilakukan adalah gerakan amuboid.

Jenis Sel Darah Putih:

  1. Granulosit, yaitu leukosit yang memiliki protein granula di sitoplasmanya.Granulosit terdiri dari nuetrofil, eosinofil dan basofil.
  2. Agranulosit, yaitu leukosit yang tidak memiliki protein granula di sitoplasmanya.Agranulosit terdiri dari limfosit dan monosit.

Trombosit (Keping Darah)

  • Berbentuk lempengan dengan diameter anrata 2 hingga 4 μm.
  • Trombosit memiliki banyak protein granula, namun tidak memiliki ini sel (nukleus).
  • Berfungsi mempercepat pembekuan darah dan perbaikan jaringan yan rusak saat luka.

Plasma Darah

  1. Merupakan bagian darah yang cair yang mengandung elektrolit.
  2. Plasma darah memiliki protein yang disebut protein plasma.
  3. Protein plasma terdiri atas albumin, globulin dan fibrinogen.

Plasma darah juga mengandung zat terlarut lain, seperti: zat sari pati makanan, hormon, faktor-faktor pembeku darah


Jaringan Limfe (Getah Bening)

Terdapat di: timus, kelenjar limfe, tonsil dan limpa, terdiri atas sel-sel dan serat-serat retikuler. terdapat sebagai berikut :

  1. Berfungsi sebagai rangka penunjang timbunan limfosit dan makrofag.
  2. Di daerah tertentu, lomfosit mengalami pemusatan yang disebut nodulus.
  3. Nodulus terdapat di tonsil, limpa, timus dan sepanjang saluran pencernaan.

Konsep Penting Jaringan Ikat

Jaringan Ikat
Jaringan Ikat

Jaringan Otot

Pernahkah Anda mengkonsumsi daging? Jawabannya pasti pernah, semua manusia pernah mengkonsumsi daging, baik itu daging ayam, daging sapi, daging kambing, daging pada ikan, dan daging-daging lainnya.


Tahukah Anda sebenarnya daging itu apa? Daging merupakan salah satu dari empat jaringan dasar pada hewan, yakni jaringan otot.


Otot  merupakan  salah  satu  jaringan  yang  memiliki  struktur  dan  fungsi  yang khusus. Otot memiliki protein kontraktil berupa aktin dan myosin. Oleh karena itu otot mampu berkontraksi yang menyebabkan suatu pergerakan. Otot tidak hanya berfungsi dalam pergerakan aktivitas sehari-hari tubuh kita.


Namun otot juga berperan dalam pergerakan organ-organ dalam tubuh. Pergerakan dari organ menyebabkan berpindahnya molekul dari satu tempat ke tempat lain. Misal makanan yang bergerak mulai dari mulut hingga anus.


Kini Anda sudah tahu bahwa otot bukanlah suatu organ melainkan suatu jaringan. Nah sekarang, menurut pemahamanmu, coba sebutkan contoh jaringan otot yang Anda ketahui!

Artikel Lainnya : Ciri Euglenophyta Secara lengkap dan jelas


Jenis Otot


Otot Lurik

Cepat dan Mudah Lelah


Oto Jantung

Lambat dan Mudah Lelah


Otot Polos

Lambat dan Mudah Lelah


Jaringan Saraf

Jaringan saraf tersebar di seluruh tubuh sebagai jaringan komunikasi yang terintegrasi. Secara anatomis, susunan saraf dibagi dalam susunan saraf pusat (SSP), yang terdiri atas otak dan medula spinalis; dan susunan saraf tepi, yang terdiri atas serabut saraf dan kumpulan kecil sel-sel saraf yang disebut ganglia saraf.


Secara struktural, jaringan saraf terdiri atas dua jenis sel: sel saraf atau neuron, yang umumnya memiliki banyak cabang panjang; dan beberapa jenis sel glia, yang memiliki cabang-cabang pendek, menyangga dan melindungi neuron, dan ikut serta dalam aktivasi saraf, nutrisi saraf, dan proses pertahanan susunan saraf. Untuk lebih memahami jaringan saraf.


Sel Neuron

  • Dendrit, yaitu penjuluran ke arah luar badan sel yang berperan sebagai penerima sinyal/impuls
  • Badan sel, yaitu bagian utama neuron yang memiliki inti sel.
  • Akson (neurit), yaitu penjuluran badan sel yang berfungsi mengirimkan sinyal/impuls.

Pada akson terdapat

  1. Selubung Mielin, yaitu bagian sel yang membungkus akson.
  2. Selubung Mielin terdiri atas sel-sel Schwan
  3. Terminal akson, yaitu tempat bertemunya sel saraf dengan sel saraf lainnya.
  4. Pada terminal akson ini terdapat sinaps, yaitu pertemuan antara dua terminal akson.
  5. Di sinaps ada cairan yang disebut neurotransmitter.
  6. Neurotransmitter berfungsi menghantarkan sinyal dari terminal akson yang satu ke terminal akson lainnya.

Setelah mempelajari struktur neuron, Anda lebih memahami bahwa jaringan saraf merupakan jaringan yang berfungsi untuk menghantarkan impuls saraf ke pusat saraf maupun ke efektor.


Beberapa hal yang dapat anda pahami lebih lanjut yaitu:

  • Sel-sel saraf (neuron) berkumpul menjadi satu disebut jaringan saraf
  • Jaringan saraf berfungsi untuk mengirimkan sinyal/impuls dari dan ke otak.
  • Sinyal yang dikirimkan yaitu rangsangan yang telah ditangkap oleh alat indera (reseptor) dalam bentuk arus listrik yang disebut impuls
  • Impuls akan mengalir disepanjang neuron dari neuron yang satu ke neuron yang lain
  • Arah impuls selalu mengalir dari dendrit hingga ke akson
  • Dendrit adalah bagian neuron yang berfungsi menangkap rangsangan dalam bentuk impuls dan menghantarkannya ke akson
  • Akson adalah bagian neuron yang berfungsi menghantarkan impuls dari akson ke sel neuron yang lain menuju saraf pusat yang nanti akan direspon menjadi suatu gerakan

Demikian Materi dari kami tentang Jaringan Pada Hewan Secara Lengkap dan Jelas, semoga bermanfaat jangan lupa di share ya sobat Murid.Co.Id