Tahapan Kultur Jaringan Secara Lengkap

Diposting pada

Hallo sobat Murid.Co.ID berjumpa kembali dalam kali ini kita akan membahas materi tentang Tahapan Kultur Jaringan : Mekanisme, Konsep, Dan Tujuan secara lengkap dan jelas untuk lebih jelasnya mari simak artikel kami di bawah ini, semoga bermanfaat

Pengertian dan Tujuan Kultur Jaringan
Pengertian dan Tujuan Kultur Jaringan

Pengertian Kultur Jaringan

Kultur jaringan tanaman (mikropropagasi) merupakan teknik perbanyakan (propagasi) tumbuhan secara vegetatif dengan memanipulasi jaringan somatik dengan menumbuh kembangkan bagian tanaman, baik berupa sel, jaringan atau organ dalam kondisi aseptik secara in vitro.


Teknik kultur jaringan dicirikan dengan kondisi yang aseptik atau steril dari segala macam bentuk kontaminan, menggunakan media kultur yang memiliki kandungan nutrisi yang lengkap dan menggunakan ZPT (zat pengatur tumbuh), serta kondisi ruang tempat pelaksanaan kultur jaringan diatur suhu dan pencahayaannya.

Baca Juga  : Keuntungan dan Kekurangan Kultur Jaringan


Kultur Jaringan Membudidayakan

Kultur Jaringan membudidayakan jaringan tanaman menjadi tanaman baru yang mempunyai sifat sama dengan induknya. Teori yang menjadi dasar Kultur Jaringan adalah teori totipotensi sel, yang ditulis oleh Schleiden dan Schwann, bahwa bagian tanaman yang hidup mempunyai totipotensi, jika dibudidayakan di lingkungan yang sesuai, dapat tumbuh menjadi tanaman yang sempurna.

Baca Juga  : Konsep Penting Beserta Teknik Kultur Jaringan


Tanaman Dengan Dua Cara

  1. Seksual (generatif), dengan biji
  2. Aseksual (vegetatif), dengan bagian dari tanaman selain biji

Kultur Jaringan sering dilakukan pada tanaman-tanaman yang mempunyai kendala dimana perbanyakan generatif tidak mungkin dapat dilakukan, sehingga perbanyakan vegetatif merupakan alternatifnya.

Misal :

  • Sangat sedikit atau tidak ada biji yang dihasilkan
  • Tidak mempunyai endosperm (pada biji anggrek)

Tujuan Kultur Jaringan

  1. Kultur jaringan dapat memperbanyak tanaman dengan sifat seperti induknya, pembiakan ini termasuk pembiakan secara vegetatif, yaitu individu baru terjadi dari bagian tubuh suatu induk. Oleh karena itu, individu yang baru terbentuk mempunyai sifat yang sama dengan induknya.
  2. Perbanyakan tanaman dengan teknik ini membuat tanaman bebas dari penyakit karena dilakukan secara aseptik.
  3. Penggunaan metode ini sangat ekonomis dan komersial karena bahan tanaman awal yang diperlukan hanya sedikit atau satu bagian kecil yang menghasilkan turunan dalam jumlah besar, sehingga penyediaan bibit dalam jumlah yang besar tidak memerlukan banyak tanaman induk.

Kultur jaringan dapat menghasilkan tanaman yang identik induknya dalam jumlah yang besar. Sedangkan perbanyakan tanaman dengan biji (kacang merah) hanya menghasilkan satu jenis tanaman yang sama.

Baca Juga  : Struktur Bakteri : Pengertian, Klasifikasi, Ciri, Bentuk dan Jenisnya


Tahapan Kultur Jaringan

Setelah anda mengetahui pengertian dan tujuan dari kultur jaringan, pada materi ini anda akan mempelajari tahapan kultur jaringan.

Tahapan Kultur Jaringan
Tahapan Kultur Jaringan

Proses Kultur Jaringan

Proses kultur jaringan dimulai dengan memotong bagian tanaman yang akan dibiakkan dalam media kultur. Bagian tanaman yang akan dikulturkan ini disebut sebagai eksplan. Bagaimana cara memilih jaringan yang baik? Bahan yang diperlukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik ini bukan sembarang jaringan, melainkan jaringan yang diperkirakan dapat tumbuh dan berkembang menjadi tanaman baru.

Bagian dari bahan tanaman yang diambil sekecil mungkin untuk langsung dibuat kultur jaringan disebut eksplan, yang harus memenuhi syarat berikut.


Jaringan tersebut sedang aktif pertumbuhannya bersifat meristematis, karena memiliki daya regenerasi yang tinggi dan masih aktif membelah dan diharapkan pada jaringan tersebut masih terdapat zat tumbuh yang masih aktif sehingga membantu perkembangan jaringan selanjutnya.

Baca Juga  : Ekosistem dan Komponen : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Tipe

Eksplan yang diambil berasal dari bagian daun, akar, mata tunas, serbuk sari (anther) kuncup, ujung batang dan umbi yang dijaga kesterilannya. Apabila perlu dapat diambil dari bagian yang masih terlindung secara alamiah seperti tertutup rapat oleh sisik, daun pelindung, dan sebagainya.

Eksplan yang diambil dari jaringan yang masih muda (bila ditusuk pisau akan terasa lunak sekali), kerena mempunyai kemampun untuk membelah sehingga bersifat meristematik.


Contoh Eksplan

Untuk lebih memahami jenis eksplan dapat dilihat beberapa contoh eksplan yang diambil dari daun, tangkai bunga dan anther Eksplan kemudian diletakkan dalam media kultur yang sesuai. Eksplan tadi akan terus membelah membentuk masa sel yang belum terdifferensiasi, yaitu kalus. Kalus kemudian dipindah dalam media differensiasi yang akan terus tumbuh dan berkembang menjadi tanaman kecil atau planlet.


 

Medium kultur membutuhkan gula, garam-garam anorganik, nitrogen organik dan unsur-unsur mikro serta hormon-hormon pertumbuhan misalnya auksin dan sitokinin. Untuk lebih memahami mekanisme kultur jaringan

Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah : Pembuatan media, Inisiasi, Sterilisasi, Multipikasi, Pengakaran, dan Aklimatisasi.

Baca Juga  : Ciri Protozoa : Pengertian, Bentuk, Habitat dan Cara Reproduksi


Pembuatan Media

Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Media yang di gunakan biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin, dan hormon. Selain itu di perlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lain-lain. Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan.

Media tumbuh dapat dibedakan menjadi media padat dan media cair. Media padat umumnya berupa padatan gel, seperti agar, dimana nutrisi dicampurkan pada agar. Media cair adalah nutrisi yang dilarutkan di air. Media cair dapat bersifat tenang atau dalam kondisi selalu bergerak, tergantung kebutuhan.


Inisiasi

Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah tunas. Eksplan dapat berasal dari : daun, tunas, cabang, batang, akar, embrio, kotiledon, hipokotil, epikotil


Sterilisasi

Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan. Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril.


Multiplikasi

Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan. Tabung reaksi yang telah ditanami eksplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.


Pengakaran

Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur.

Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukan gejala seperti berwarna putih atau biru (disebabkan oleh jamur) atau busuk (disebabkan bakteri).

Baca Juga  : Pengertian, Ruang Lingkup Fisiologi Dalam Biologi Beserta Fungsinya


Aklimatisasi

Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptik ke bedeng. Pemindahan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, yaitu dengan memberikan sungkup. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar.

Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif.


Mekanisme Kultur Jaringan

Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah : Pembuatan media, Inisiasi, Sterilisasi, Multipikasi, Pengakaran, dan Aklimatisasi.


Pembuatan Media

Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Media yang di gunakan biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin, dan hormon. Selain itu di perlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lain-lain. Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan.

Media tumbuh dapat dibedakan menjadi media padat dan media cair. Media padat umumnya berupa padatan gel, seperti agar, dimana nutrisi dicampurkan pada agar. Media cair adalah nutrisi yang dilarutkan di air. Media cair dapat bersifat tenang atau dalam kondisi selalu bergerak, tergantung kebutuhan.


 Inisiasi

Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah tunas. Eksplan dapat berasal dari : daun, tunas, cabang, batang, akar, embrio, kotiledon, hipokotil, epikotilProses Inisiasi.


Sterilisasi

Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan. Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril.


Multiplikasi

Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan. Tabung reaksi yang telah ditanami eksplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.


Pengakaran

Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukan gejala seperti berwarna putih atau biru (disebabkan oleh jamur) atau busuk (disebabkan bakteri).


Aklimatisasi

Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptik ke bedeng. Pemindahan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, yaitu dengan memberikan sungkup. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif.


Konsep Penting

Istilah-istilah dalam kultur jaringan


  • Aseptik : menumbuhkan jaringan tanaman pada kondisi bebas kontaminasi mikroba
  • Desinfektan : proses menghilangkan kontaminan permukaan eksplan yang kemungkinan dapat tumbuh di

Lingkungan kultur jaringan dan berakibat mematikan eksplan

  1. In vitro : kultur organ atau sel pada medium pertumbuhan yang mengandung nutrisi, di dalam suatu wadah terbuat dari kaca/gelas (erlenmeyer, botol kaca dsb) & dalam kondisi lingkungan yg terkontrol
  2. Ex vitro : menumbuhkan di luar wadah kaca, pada lingkungan yang terkendali
  3. Eksplan : bagian dari tanaman yang akan dikultur pada proses mikropropagasi atau kultur jaringan
  4. Kalus : Eksplan akan terus membelah membentuk masa sel yang belum terdifferensiasi
    Planlet : tanaman kecil hasil pertumbuhan kalus yang sudah terdifferensiasi

Demikian Pembahasan materi kita kali ini tentang Tahapan Kultur Jaringan : Mekanisme, Konsep, Dan Tujuan secara lengkap dan jelas, jangan lupa share ke teman  anda semoga bermanfaat terima kasih.