Pengertian Euglenophyta

Diposting pada

Pengertian Euglenophyta

Euglenophyta selnya berflagela dan merupakan sel tunggal yang berklorofil, tetapi dapat mengalami kehilangan klorofil dan kemampuan untuk berfotosintesa. Semua spesies Euglenophyta yang mampu hidup pada nutrien komplek tanpa adanya cahaya, beberapa ilmuwan memasukkannya ke dalam filum protozoa.


Contohnya strain mutan alga genus Chlamydomonas yang tidak berklorofil, dapat dimasukkan ke dalam kelas Protozoa genus Polytoma. Hal ini merupakan contoh bagaimana sulitnya membedakan dengan tegas antara alga dan protozoa.


Divisi Euglenophyta terdiri hanya satu kelas yaitu Euglenophyceae. Sebagian besar kelompok ini hidup di air tawar, tetapi ada beberapa yang hidup di air laut, contohnya Eutreptia dan klepsiella.


Euglenophyceae terutama banyak hidup di tempat yang banyak mengandung bahan organik, hidup bebas senagai zooplankton. Beberapa ada yang bersifat andozoik, contohnya Euglenomorpha (hidup pada perut berudu Rana sp). (Saptasari,2007)


Secara umum mempunyai cara hidup yang lengkap, yaitu dapat bersifat saprofit, holozoik, dan fototrofik. Oleh karena itu, dapat hidup secara heterotrof dan autotrof.


Tetapi yang lebih sering dilakukan adalah secara heterotrof, autotrof dilakukan apabila lingkungan kurang terdapat bahan organik.Oleh karena itu, Euglenophyceae sering disebut bersifat miksotrof.

Artikel Lainnya : Ciri Phaeophyta (Alga Coklat) 


Ciri-ciri Euglenophyta

Berikut beberapa ciri Euglenophyta diantaranya sebagai berikut :

Struktur sel euglenophyta
Struktur sel euglenophyta
  1. Unicelullar
  2. Pada umumnya memiliki flagel yang tidak sama panjang (Heterokontae) jumlah flagel 2 atau 4
  3. Umumnya hidup di air tawar yang kaya bahan organik (di laut sangat sedikit)
  4. Bersifat autorof, karena memiliki klorofil a dan b, β karoten dan beberapa xanthofilyaitu astaxanthin
  5. Bersifat heterotrof karena memakan bahan organic/ bakteri yang tersedia.
  6. Ada yang memiliki kloroplast (dapat berfotosintesis) ada juga yang tidak dapat berfotosintesis.
  7. Yang berfotosintesis disebut Phototrophic
  8. Yang tidak berfotosintesis disebut Osmotrophic (makan dengan cara diffusi)
  9. Kelompok yang ketiga disebut Phagotrophic (makan dengan cara menangkap makanan)
  10. Dinding sel tidak terbuat dari selulosa namun membran tipis tersusun atas lapisan-lapisan protein berbentuk spiral, yang disebut “pellicle“
  11. Jumlah genus hanya 40 dan jumlah spesies – /+ 800
  12. Memiliki bintik mata yang disebut stigma
  13. Eyespot (stigma) merah terang yang sensitive terhadap cahaya. Pigmen merah ini merupakan astaxanthin
  14. Juga disebut Euglenozoa, euglenoids, euglenophytes
  15. Cadangan makanan berupa paramilum yaitu bentuk antara dari polisakarida
  16. Ujung anterior dari sel berupa sitostom dan dibawahnya berupa “ kerongkongan ”/ gullet, Gullet terdiri atas leher yang sempit (cytopharynx) dan bagian posterior yang membesar berupa waduk (reservoir), Waduk berhubungan dengan vakoula kontraktil

Artikel Lainnya : Contoh dan Struktur Chlorophyta (Ganggang Hijau)


Sistem Pergerakan

Dengan flagellum, Prinsipnya sama dengan pergerakan baling-baling. Pergerakan flagellum pada 1 atau 2 bidang digunakan untuk dorongan atau sentakan.

  • Metaboly ( menggunakan dinding sel yang mengandung protein)

Morfologi Euglenophyta

Susunan tubuhnya dibatasi oleh perikel yang merupakan membran plasma yang menebal, ada yang kaku contohnya Phacus dan ada yang lentur contohnya Euglena dan Paranema.Pada yang bersifat lentur periplas juga sebagai alat gerak, gerak periplas ini juga disebut dengan gerak euglenoid.


Organisme ini mempunyai tingkat perkembangan lebih tinggi daripada Cyanophyta karena sudah mempunyai inti yang tetap dan mempunyai khloroplast seperti pada tumbuhan tinggi.Karena itu Euglena dapat melangsungkan fotosinthesis dan tumbuh seperti halnya pada tumbuhan tinggi.


Beberapa euglenoid berfotosintesis dan yang lain tidak. Anggota-anggota yang berpigmen memiliki kloroplas yang berisi klorofil a dan b. Hasil fotosintesis disimpan sebagai paramilon, sebuah polimer glukosa yang berbentuk butiran dalam sitoplasma.

Artikel Lainnya : Klasifikasi dan Jenis Alga


Dinding sel tidak dibungkus

Dinding sel tidak dibungkus oleh dinding selulosa, melainkan oleh perikel berprotein, yang berada didalam plasmalema.Pada kebanyakan Euglenoid, perikel itu bersifat lentur sehingga memungkinkan perubahan bentuk sel, tetapi pada beberapa jenis, perikel ini kaku sehingga sel memiliki bentuk tetap.


Ujung anterior dari sel berupa sitostoma, sel terbentuk dari ujung depan sel euglenoid melekuk kedalam membentuk saluran yang ujung dalamnya meluas menjadi rongga membulat membentuk reservoar. Saluran dan reservoar itu walaupun dianggap sebagai terusan tempat partikel makanan padat masuk kedalam sel. dan dibawahnya berupa “kerongkongan”/gullet.


Pada beberapa jenis celah ini berguna untuk memasukkan makanan berbentuk padat, tetapi pada beberapa jenis tidak demikian.Gullet terdiri atas leher yang sempit (cytopharynx) dan bagian posterior yang membesar berupa waduk (reservoir).Waduk berhubungan dengan vakoula kontraktil.


Pada genera tertentu pada gulletnya terdapat batang farink, terletak parallel dengan panjang gullet, dan ujung bawahnya sampai setinggi dasar waduk atau memanjang ke ujung posterior dari sel. Fungsi organ ini untuk menyokong sitostoma waktu menelan makanan padat.

Artikel Lainnya : Klasifikasi dan Stuktur Bakteri


Flagella dari Euglena

Flagella dari Euglena pangkalnya tertanam pada dasar waduk dan keluar sepanjang sitofarinx dan sitostoma.Yang mempunyai satu flagella, tumbuh ke muka. Genera yang mempunyai dua flagella, flagellanya sama panjang dan tumbuh ke arah depan tetapi lebih banyak genera yang flagellanya tidak sama panjang. Flagelanya mempunyai rumbai-rumbai sepanjang batang (tipe tinsel).


Sistem Pergerakan Flagella

Sistem pergerakan flagella pada prinsipnya sama dengan pergerakan baling-baling. Pergerakan flagellum pada 1 atau 2 bidang digunakan untuk dorongan atau sentakan.Gelombang dari sistem undulatori ini lewatnya dari dasar ke ujung dan langsung mengendalikan organisme dalam arah yang berlawanan atau pergerakan gelombang lewat dari ujung ke dasar dan ini gerakan sentakan organisme.

Artikel Lainnya : Pengertian Kompetisi dan Predasi Simbiosis


Sel mempunyai sebuah pigmen merah menyerupai bintik mata.Pigmen merah ini merupakan astaxanthin yang hanya dijumpai pada golongan Crustaceae.Cadangan makanan berupa paramilum yaitu bentuk antara dari polisakharida, jadi bukan berupa amilum seperti pada tumbuhan tinggi atau glycogen seperti pada binatang.


Euglenophyta Hidup Secara Autotrof

Euglenophyta dapat hidup secara autotrof tetapi juga secara saprofit; tidak dapat hidup dalam medium yang hanya mengandung garam-garam anorganik, tetapi akan cepat tumbuh bila dalam medium ditambah dengan sejumlah asam amino. Beberapa jenis hidup secara obligat saprofit sedang yang lain obligat autotrof, disamping ada yang hidup secara holozoik yaitu dapat menangkap dan menelan mangsanya seperti pada binatang.


Hubungan antara Euglenophyta

Hubungan antara Euglenophyta dengan alga lainnya masih belum jelas.Melihat adanya persamaan dalam hal warnanya, maka diduga ada persamaannya dengan Chlorophyta, tetapi organisasi protoplas antara keduanya jauh berbeda.Dalam kenyataannya kelompok euglenoid ini mempunyai persamaan dengan Chrysophyta, Dinoflagellata dan Volvox.


Morfologi

Euglenoida memiliki  tubuh yang menyerupai gelendong dan diselimuti oleh pelikel Euglena viridis. Ukuran tubuhnya 35 – 60 mikron dimana ujung tubuhnya meruncing dengan satu bulu cambuk.Hewan ini memilki stigma (bintik mata berwarna merah) yang digunakan untuk membedakan gelap dan terang.Euglena juga memiliki kloroplas yang mengandung klorofil untuk berfotosintesis. Euglena memasukkan makanannnya melalui sitofaring menuju vakuola dan ditempat  inilah makanan yang berupa hewan – hewan kecil dicerna.

Anatomi

Euglena memiliki satu flagella yaitu ekor sebagai alat gerak, satu panjang dan satu pendek organieme ini dapat melakukan simbiosis dengan jenis ganggang tertentu dan tubuhnya dapat memancarkan sinar bila terkena rangsangan mekanik. Untuk reproduksi Euglena berkembang biak secara vegetatif, yaitu dengan pembelahan biner secara membujur.


Pembelahan ini dimulai dengan membelahnya nukleus menjadi dua.Selanjutnya flagel dan sitoplasma serta selaput sel juga terbagi menjadi dua.Akhirnya terbentuklah dua sel euglena baru.Sistem sirkulasi euglena mengambil zat organik yang terlarut di sekitarnya. Pengambilan zat organik dilakukan dengan cara absorbsi melalui membran sel. Selanjutnya, zat makanan itu dicernakan secara enzimatis di dalam sitoplasma.

Artikel Lainnya : Tahapan Kultur Jaringan Secara Lengkap


Fisiologi Euglenophyta

Reproduksi Euglenophyta di bagi menjadi 2 di antaranya Aseksual  dan Seksual sebagai berikut :

Aseksual

Dengan pembelahan sel, baik waktu sedang aktif bergerak atau dalam keadaan istirahat.Pada genera yang mempunyai lorika (pembungkus sel) protoplast membelah di dalam lorika, kemudian salah satu anak protoplast keluar dari lorikanya dan membentuk lorika baru, sedang yang satu tetap di dalam lorika lamanya dan tumbuh menjadi sel baru. Pada sel yang bergerak aktif, pembelahan memanjang sel (longitudinal) dan dimulai dari ujung anterior.


Pada genera yang mempunyai satu flagella, mula-mula blepharoplast membelah menjadi dua, satu membawa flagelanya dan satu lagi akan menghasilkan flagella baru. Pada yang mempunyai dua flagella, dapat terjadi salah satu sel anakan membawa dua flagel lamanya dan sel anakan yang lain akan menghasilkan dua flagella baru atau dapat terjadi masing-masing sel anakan membawa satu flagella dan kemudian masing-masing menghasilkan satu flagella lagi.


Pembelahan sel pada yang tidak bergerak aktif dapat berlangsung dalam keadaan dibungkus oleh selaput lendir.Kadang-kadang protoplast anakan tidak keluar dari selaput pembungkusnya sebelum membelah lagi. Dalam kasus seperti ini akan terbentuk koloni yang tidak permanen, yang pada waktu tertentu selnya akan bergerak aktif kembali. Pada banyak genera dijumpai bentuk berupa siste berdinding tebal.


Bentuk siste ada yang menyerupai sel vegetatifnya, tetapi kebanyakan bentuknya berbeda, bulat atau polygonal.Protoplast dapat menghasilkan sangat banyak euglenarhodone, sehingga berwarna sangat merah.Biasanya siste berkecambah dengan keluarnya protoplast dari dalam dinding yang tebal dan tumbuh menjadi sel baru yang bergerak aktif.


Seksual

Adanya konjugasi/penggabungan sel vegetatif pernah dijumpai pada beberapa euglenoid, tetapi kasus ini masih sangat kabur.Autogami (penggabungan dua inti anakan dalam sel), Inti hasil fusi kemudian membelah meiosis membentuk empat nukleus yang masing-masing berkembang menjadi sel vegetatif.Hal ini pernah dijumpai pada Phacus.

Artikel Lainnya :  Jenis Pencemaran Tanah


Peranan Euglenophyta

Peranan Euglenophyta juga di bagi menjadi 2 diantaranya sebagai berikut :


Positif

  • Bidang Perikanan Ganggang merupakan fitoplankton (plankton tumbuhan; plankton hewan disebut zooplankton) yang berfungsi sebagai makanan ikan.

  • Ekosistem Perairan Dalam ekosistem perairan, ganggang merupakan produsen primer, yaitu sebagai penyedia bahan organik dan oksigen bagi hewan-hewan air seperti ikan, udang dan serangga air.

  • Bidang Industri Dinding sel diatom banyak mengandung silikat. Sisa-sisa dinding sel diatom yang hidup di jaman lampau membentuk lapisan tanah yang dikenal sebagai tanah diatom. Tanah dapat dimanfaatkan sebagai bahan penggosok, isolasi, bahan dasar industri kaca, dan penyaring (karena berpori).

  • Dalam dunia sains, Euglena sering dijadikan sebagi objek karena ganggang ini mudah didapat dan dibiakkan dan sebagai indikator adanya pencemaran organik.

Negatif

  1. Mencemari sumber air
  2. Penimbunan endapan tanah pada dasar kolam dan danau

Klasifikasi Euglenophyta

Klasifikasi Euglenophyta, Kelas Euglenoceae dibagi menjadi 3 ordo, yaitu:


Order : Euglenales

  • Family: Euglenaceae
  • Famili : Euglenaceae
  • Genus: Euglena
  • Genus: Phacus
  • Genus: Trachelomonas

Order : Peranemales/Eutreptiales

  1. Family: Eutreptiaceae
  2. Genus: Astacia
  3. Genus: Peranema
  4. Genus: Hyalophacus

Order : Rhabdomonadales

  • Family: Rhabdomonadaceae
  • Genus: Colacium
  • Genus: Petalomonas

Struktur Euglenophyta

Euglenophyta sudah memiliki inti yang tetap dan mempunyai khloroplast seperti pada tumbuhan tinggi.Karena itu Euglena dapat melangsungkan fotosinthesa dan tumbuh seperti halnya pada tumbuhan tinggi.


Semua euglenoid mempunyai satu atau dua flagella yang menyebabkan mereka dapat bergerak secara aktif.Selnya telah mempunyai bentuk yang tetap, dinding sel bukan terdiri dari selulosa melainkan suatu selaput tipis yang dapat mengikuti gerakan sel euglenoid yang sewaktu-waktu dapat berubah bentuk.

Artikel Lainnya : Proses Fertilisasi Pada Manusia


Bagian Sel Euglenophyta

  1. Ujung anterior dari sel berupa sitostoma, dan dibawahnya berupa “kerongkongan”/gullet. Pada beberapa jenis celah ini berguna untuk memasukkan makanan berbentuk padat, tetapi pada beberapa jenis tidak demikian.

  2. Gullet terdiri atas leher yang sempit (cytopharynx) dan bagian posterior yang membesar berupa waduk (reservoir). Waduk berhubungan dengan vakoula kontraktil. Pada genera tertentu pada gulletnya terdapat batang farink, terletak parallel dengan panjang gullet, dan ujung bawahnya sampai setinggi dasar waduk atau memanjang ke ujung posterior dari sel. Fungsi organ ini untuk menyokong sitostoma waktu menelan makanan padat.

  3. Flagella dari Euglena pangkalnya tertanam pada dasar waduk dan keluar sepanjang sitofarinx dan sitostoma. Yang mempunyai satu flagella, tumbuh ke muka. Genera yang mempunyai dua flagella, flagellanya sama panjang dan tumbuh ke arah depan tetapi lebih banyak genera yang flagellanya tidak sama panjang. Flagelnya mempunyai rumbai-rumbai sepanjang batang (tipe tinsel).

  4. Vakuola kontraktif,berfungsi untuk memompa gas kedalam dan keluar tubuh.

  5. Kloroplas,berfungsi untuk pembentukan makanan, atau untuk melakukan fotosintesis.

  6. Sistem pergerakan flagella pada prinsipnya sama dengan pergerakan baling-baling. Pergerakan flagellum pada 1 atau 2 bidang digunakan untuk dorongan atau sentakan.Gelombang dari sistem undulatory ini lewatnya dari dasar ke ujung dan langsung mengendalikan organisme dalam arah yang berlawanan atau pergerakan gelombang lewat dari ujung ke dasar dan ini gerakan sentakan organisme.

  7. Sel mempunyai sebuah pigmen merah menyerupai bintik mata. Pigmen merah ini merupakan astaxanthin yang hanya dijumpai pada golongan Crustaceae.

  8. Cadangan makanan berupa paramilum yaitu bentuk antara dari polisakharida, jadi bukan berupa amilum seperti pada tumbuhan tinggi atau glycogen seperti pada binatang.

Spesies dari kelompok Euglenophyta

ada beberapa spesies yang hidup dari kelompok Euglenophyta di antaranya sebagai berikut :


Euglena (Berwarna Hijau)

Termasuk semua anggota Euglenophyceae yang selama hidupnya sel selalu mempunyai flagel dan dapat bergerak.Hidupnya soliter, tidak pernah membentuk koloni.Kloroplast berbentuk cakram sampai bentuk pita.Spesies tertentu dari Euglena yang mempunyai khloroplast juga menghasilkan pigmen merah (euglenarhodone), yang jumlahnya dapat demikian banyak sehingga mengaburkan isi selnya.


Euglena rhodone

Euglena rhodone adalah suatu keton karetenoid.


Makanan Euglena

Makanan Euglena sangat bervariasi meliputi segala organisme.hidup. Cytostoma Euglena dapat digembungkan dengan sangat besar untuk menelan mangsanya yang besar.

Bila Euglena tumbuh di tempat gelap dengan substrat organik yang cocok, warnanya hilang, tetapi akan berwarna kembali bila ada cahaya. Pada keadaan yang luar biasa, Euglena dapat menghasilkan suatu varietas/ras yang tidak berwarna (apokhlorotik), ras ini tetap tidak berwarna meskipun ada cahaya.Ras apokhlorotik ini dapat diperoleh dengan memperlakukan sel Euglena dengan streptomysin dalam cahaya.


Cadangan makanan Euglena

Cadangan makanan Euglena berupa paramylum, yaitu karbohidrat yang tidak larut, bentuknya dapat berupa cakram cincin, batang atau bulat, yang kadang-kadang ukurannya relatif besar. Paramylum berupa polysaccharida yang rumus molekulnya menyerupai tepung/pati, tetapi tidak bereaksi dengan tes pati. Butir paramylum menyerupai butir pati/amylum, yaitu mempunyai lapisan yang konsentris.


Euglena sering kali dapat memberi warna pada air bila dalam jumlah yang banyak.Banyak dijumpai di dalam kolam-kolam kecil yang banyak mengandung bahan organik.Dalam bentuk kehidupan yang saprofit tanpa zat warna, jarang dijumpai dan bila ada biasanya terdapat pada tempat-tempat dimana terjadi purifikasi (pembusukan).


Beberapa jenis Euglena hidup pada lumpur sepanjang tepi sungai, estuarine, atau payau-payau bergaram.Pada tempat ini dapat tumbuh subur sehingga cukup memberi warna pada lumpur.Jika populasinya di kolam sangat banyak, maka menyebabkan permukaan kolam seperti tertutup lapisan hijau yang dapat berubah warna menjadi merah dalam beberapa jam.

Artikel Lainnya : Sturktur Protozoa : Ciri dan Peranan


Kingdom : Excavata

  1. Divisi : Eugnelophycota
  2. Class : Euglenoidea
  3. Ordo : Euglenales
  4. Family : Euglenaceae
  5. Genus: : Euglena
  6. Species : Euglena Viridis

Selama hidupnya sel selalu mempunyai flagel

  • Hidupnya soliter
  • Memiliki Kloroplast
  • Cadangan makanan berupa paramylum, yaitu karbohidrat yang tidak larut Phacus
  • Mirip juga dengan Euglena, tetapi selnya lebih kaku karena memiliki keel,
  • Kloroplast discoid, tanpa pirenoid,
  • Paramylum bodi besar berbentuk seperti donat dan terletak di tengah sel Trachelomonas

Astasia (Tidak Berwarna)

mempunyai bentuk mirip Euglena, hanya tidak berwarna karena tidak memiliki kloroplas, sehingga bersifat heterotrof.

  1. Ordo: Peranemales/Eutreptiales
  2. Famili : Eutreptiaceae
  3. Genus : Astacia
  4. Mempunyai bentuk mirip Euglena,
  5. Tidak berwarna karena tidak memiliki kloroplas,
  6. Bersifat heterotrof.

Phacus

Phacus mirip juga dengan Euglena, tetapi selnya lebih kaku karena memiliki keel, kloroplast discoid, tanpa pirenoid, paramylum bodi besar berbentuk seperti donat dan terletak di tengah sel. Partamylum bodi Lepocinclis berbentu cincin tetapi di kedua sisi anterior.


Tubuhnya yang memanjang dengan suatu evaginasi (reservoir) di bagian ujung anterior.Vakuola kontraktil berupa suatu kantung, dan dua flagella muncul dari dinding tersebut.Sebuah pigmen berupa suatu bintik atau berupa stigma dan bertempat di area dasar flagella yang panjang yang berfungsi untuk fotoreseptif.


Pada Peranema yang tidak berwarna, kedua flagella panjang yang muncul dari suatu alur berupa jalan kecil ke arah belakang. Tubuh tertutup oleh pelicle dan bersifat fleksibel dan punggung yang longitudinal akan tampak dengan mikroskop elektron.


Paranema

Paranema bersifat holozoik.Cara ingesti Peranema telah dipelajari secara detail.Bagian akhir anterior tubuhnya terdapat dua organ rod paralel dinamakan organ rod yang letaknya berdekatan dengan reservoir.Bagian anterior organ rod yang disebut cytostoma yang berhubungan dengan reservoir.


Pada proses makannya, organ rod ditonjolkan keluar untuk berlabuh dengan menyentakkan tubuhnya menangkap mangsanya untuk kemudian ditelan secara keseluruhan atau organ rod tersebut dapat digunakan untuk memotong makanan baru kemudian ditelan dan dihancurkan di dalam vacuola makanan.


Colacium

Colacium calvum bersifat epizoik pada copepoda, rotifera dan zooplankton air tawar lainnya.


Sel Colacium

Sel-sel dari Colacium dibungkus oleh selaput lendir yang melekat dengan suatu tangkai pada inangnya, ujung anterior sel menghadap ke bawah.Tangkai lendir terbentuk karena bagian anterior sel manghasilkan lebih banyak lendir.Mempunyai banyak khloroplast berbentuk cakram, dengan atau tanpa pirenoid.


Inti tunggal, besar terletak pada bagian posterior (atas) dari sel. Bagian anterior (bawah) sel/protoplast mengandung gullet yang jelas dan juga ada bintik mata.Pada koloni bentuk pohon, protoplastnya tidak mempunyai flagella.


Protoplast dari Colacium

Protoplast dari Colacium juga dapat berkembang membentuk stadium telanjang yang amoeboid, dan berkembang secara vegetatif.Dapat pula berbentuk stadium telanjang yang amoeboid dengan 4 inti. Pada stadium ini reproduksi dengan membentuk tunas dengan satu inti dan kemudian mengalami metamorfose menjadi sel kembar dengan satu flagella.


Bila pembelahan sel berlangsung, sel anakan masing-masing akan membentuk tangkai yang tetap melekat pada tangkai induknya. Pembelahan sel yang berulang-ulang akan menghasilkan koloni yang berbentuk pohon (dendroid). Sel-sel dari koloni membentuk pohon berbentuk bulat telur atau lonjong.


Sel dari stadium/bentuk dendroid atau palmelloid, protoplastnya dapat menghasilkan satu flagellum dan keluar berupa suatu zooid yang berenang bebas.Zooid ini berenang beberapa saat sebelum menanggalkan flagellanya dan menghasilkan dinding.


  • Ordo : Rhabdomonadales
  • Famili : Rhabdomonadaceae
  • Genus : Colacium

Bersifat epizoik pada copepoda, rotifer dan zooplankton air tawar lainnya.

Berkembang secara vegetative


Demikian materi dari kami tentang Ciri Euglenophyta Secara lengkap dan jelas terima kasih sudah Berkunjung di Murid.Co.Id jangan lupa di share ya sobat !!!