Pengertian Deposito, Jenis, Keuntungan Dan Cara Menghitung Bunga Deposito

Diposting pada

Hallo sahabat Murid.Co.ID, di kesempatan kali ini kami akan membahas tentang Deposito. Pasti kita tidak asing lagi dengan yang namanya deposito, mungkin orang-orang disekitar kita yang menggunakannya atau bahkan orang tua kita yang menggunakan produk bank ini. Mari kita bahas tentang deposito ini, simak penjelasannya yaa.

Pengertian Deposito, Jenis, Keuntungan Dan Cara Menghitung Bunga Deposito
Pengertian Deposito, Jenis, Keuntungan Dan Cara Menghitung Bunga Deposito

Pengertian Deposito Adalah

Deposito atau sering disebut juga deposito berjangka merupakan produk bank yang sejenis dengan tabungan yang ditawarkan kepada masyarakat. Dana dalam deposito ini dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan dengan persyaratan tertentu.

Banyak orang senang menyimpan uang dalam bentuk deposito, karena merupakan tabungan paling ideal karena memiliki jangka untuk mengambilnya. Alasan nya karena bunga yang ditawarkan bank cukup tinggi dari tabungan pada umumnya. Deposito adalah produk simpanan yang dikeluarkan oleh bank tertentu dengan setoran minimal yang ditentukan dan memiliki jangka untuk mengambilnya. Apabila dana yang diambil belum pada waktunya, maka biasanya akan terkena penalti. So, buat kalian yang ingin menyimpan uang dalam bentuk deposito diperlukan pertimbangan yang besar pula ya melihat dampak yang nanti akan didapat ketika mengambil hak belum sampai dengan batas waktunya.

Selain berfungsi sebagai tabungan berjangka, adapun manfaat dari deposito sendiri yaitu sebagai bentuk investasi efektif yang paling menguntungkan. Dari Bursa Efek Indonesia (BEI) deposito merupakan produk simpangan yang memiliki rerata keuntungan yang relatif stabil dibandingkan produk  lainnya seperti saham, emas, dan obligasi pemerintah.

 

Jenis – Jenis Deposito

Deposito Berjangka

Deposito berjangka merupakan deposito yang paling umum dan sering digunakan. Ciri khas dari deposito berjangka ini adalah memiliki jangka waktu tertentu mulai dari 1, 2, 3, 6, 12, 18, dan 24 bulan atau sesuai dengan kesepakatan antara penyetor deposito dan pihak bank yang bersangkutan. Dan uang yang disetorkan bisa diambil ketika sudah jatuh tempo oleh orang yang bersangkutan pula.

 

Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito adalah simpan dana yang diberikan oleh nasabah kepada pihak bank yang bersangkutan dengan jangka waktu 3, 6, 12 bulan yang disertai dengan sertifikat. Sertifikat yang diberikan tidak mengacu pada nama seseorang atau lembaga tertentu karena sertifikat tersebut digunakan untuk memindah tangankan atau bisa pula dijual dengan pihak lain. Pencarian deposito ini dapat dilaksanakan di muka, setiap bulan, atau setiap jatuh tempo baik tunai maupun non tunai.

 

Deposito On Call

Deposito On Call merupakan tabungan berjangka dengan waktu minimal tujuh hari atau paling lama kurang dari satu bulan. Deposito ini dikeluarkan dengan mengatasnamakan nasabah dalam jumlah yang relatif besar. Bunga bisa dihitung perbulan tergantung negosiasi antara pihak nasabah maupun bank. Bunga dapat dicairkan pada saat nasabah sudah memberitahukan sebelumnya jika akan segera diambil atau di cairkan.

 

Keuntungan Deposito

Keuntungan yang akan peroleh jika kita berinvestasi melalui deposito:

 

Sarana Investasi Terbaik

Salah satu keuntungan utamanya adalah menjadi sarana yang terbaik untuk berinvestasi karena sudah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Tak hanya itu,, menggunakan deposito berjangka maka uang pokok yang telah di investasikan juga akan tetap terjaga. Lain dari sarana investasi lainnya seperti saham dan obligasi, dimana bentuk investasinya memiliki rasio yang berbentuk nilai pokok dan tentunya ada kemungkinan berkurang.

 

Suku Bunga Lebih Tinggi

Selanjutnya keuntungan lainnya adalah deposito memiliki bunga tabungan yang lebih tinggi ketimbang tabungan pada umumya. Nasabah yang telah mendepositokan tabungannya dapat mengharapkan imbas hasil yang lebih baik dibandingkan hanya menyimpan uang tabungan biasa.

 

Kecilnya Resiko Kerugian

Selain suku bunga yang relatif tinggi, deposito juga juga memiliki kemungkinan kerugian yang kecil. Karena deposito dilindungi oleh LPS yang merupakan lembaga yang akan menjaga uang yang tersimpan oleh nasabah. Jadi semisal bank tempat nasabah menabung mengalami kolabs atau kebangrutan, maka lembaga tersebut akan menjamin dana setidaknya hingga 2 Milyar dengan suku bunga maksimal 75% di setiap bank, dengan syarat bank yang digunakan terdaftar dalam LPS.

 

Cara Menghitung Deposito

Berbeda dengan tabungan pada umumnya deposito memiliki perhitungan tersendiri lho berikut penjelasannya:

Rumus Bunga Deposito

Bunga x Dana Pokok x 30 hari x 80% (pajak) : 365 (hari)

Berikut Ilustrasinya

Dian mempunyai kelebihan dana yang didapat dari 3 tahun bekerja. Dengan gaji 8 juta perbulan, Dian menyisihkan setidaknya 20 persen dari pendapatannya perbulan. Dari hasil yang terkumpul, ia mendapatkan Rp. 57.000.000,-. Dian berniat untuk mendepositokan sebesar 45.000.0000,-

Kemudian dia ke bank untuk mendepositokan tabungannya. Dan di bank tersebut menawarkan bunga deposit sebesar 7 %. Dian mendapatkan bunga sebesar Rp. 207.123,28 perbulan hasil dari 7% x Rp. 45.000.000  x 30 x 80% : 365.

7% merupakan bunga deposito, 45.000.0000 adalah dana yang dimasudkan Dian, 30 hari adalah 30 hari dalam satu bulan, 80% dikenai pajak (pajak deposito 20%) dan 365 adalah satu tahun.

Dian mendapatkan pendapatan pasif sebesar 207.123,28 perbulan.

Untuk pajak sendiri, pajak hanya berlaku untuk deposit diatas 7.500.000. pajak deposit sama dengan pajak penghasilan yang sudah diatur dalam PP 131 Tahun 2000, KMK-51/MK.04/2001, dan SE-01/PJ.43/2001.

sekian pebahasnan mengenai deposito, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan dapat menjadi referensi untuk kita semua sahabat https://www.murid.co.id/. Jangan lupa untuk baca artikel terkait lainnya