Ciri Protozoa : Pengertian, Bentuk, Habitat dan Cara Reproduksi

Diposting pada

Sturktur Protozoa : Ciri, Peranan, Habitat, Klasifikasi dan Proses Pencernaan – Hallo sobat Murid.Co.ID kita berjumpa kembali, di kesempatan kita kali ini kami akan membahas tentang apa itu Potozoa secara lengkap dan Jelas, dalam dalam artikel kami kali ini akan memberikan secara terperinci dan jelas, Semoga Bermanfaat

Protozoa Adalah
Protozoa Adalah

Ilmu yang mengkaji tentang hewan bersel satu yang hidup sebagai parasit pada manusia disebut protozoologi. Protozoa adalah jasad renik hewani yang terdiri dari satu sel, hidup sendiri-sendiri dari satu sel hidup sendiri-sendiri atau berkelompok membentuk koloni. Protozoa banyak terdapat di alam antara lain di dalam air laut, air tawar, tanah, dan di dalam tubuh organisme lain.

Pengertian Protozoa

Protozoa adalah hewan bersel satu yang hidup sendiri atau dalam bentuk koloni/kelompok. Tiap Protozoa merupakan kesatuan yang lengkap, baik dalam susunan maupun fungsinya. sanggup melakukan semua fungsi kehidupan yang pada jasad lebih besar dilakukan oleh sel-sel khusus.
Arti penting protozoa :

  1. Sebagai mata rantai penting dalam rantai makanan untuk komunitas dalam lingkungan akuatik
    Contoh : zooplankton (hewan) hidup dari fitoplankton (tumbuhan) yang fotosintetik
  2.  Sebagai protozoa saprofitik dan protozoa pemakan bakteri

Artikel Lainnya :  Peranan Bryophytha : Ciri, Reproduksi, Karakteristik dan Klasifikasi


Bentuk Tubuh Protozoa

Kebanyakan Protozoa hanya dapat dilihat di bawah mikroskop. Ukuran tubuhnya antara 3-1000 mikron. Tubuh protozoa sangat sederhana, terdiri dari sel tunggal (unisel).  Namun, Protozoa adalah sistem serbaguna, Semua tugas tubuh dapat dilakukan oleh satu sel tanpa tumpang tindih, Ada berbagai jenis bentuk tubuh, seperti bola, sandal bundar yang memanjang atau serupa dan beberapa bahkan memiliki bentuk tidak beraturan. Ada juga flagela atau silia.


Ciri – ciri Protozoa

Ciri Protozoa Adalah

Ciri-ciri protozoa sebagai hewan adalah gerakannya yang aktif dengan silia atau flagen, memiliki membrane sel dari zat lipoprotein, dan bentuk tubuhnya ada yang bisa berubah-ubah, Sebagian besar Protozoa berkembang biak secara:

Aseksual (vegetatif) dengan cara :

  • Pembelahan mitosis (biner), yaitu pembelahan yang diawali dengan pembelahan inti dan diikuti pembelahan sitoplasma, kemudian menghasilkan 2 sel baru.Pembelahan biner terjadi pada Amoeba. Paramaecium, Euglena. Paramaecium membelah secara membujur/ memanjang setelah terlebih dahulu melakukan konjugasi.Euglena membelah secara membujur /memanjang (longitudinal).
  • Spora, Perkembangbiakan aseksual pada kelas Sporozoa (Apicomplexa) dengan membentuk spora melalui proses sporulasi di dalam tubuh nyamuk Anopheles. Spora yang dihasilkan disebut sporozoid.

Seksual (Generatif) dengan cara :

  1. Konjugasi, Peleburan inti sel pada organisme yang belum jelas alat kelaminnya. Pada Paramaecium mikronukleus yang sudah dipertukarkan akan melebur dengan makronukleus, proses ini disebut singami.
  2. Peleburan gamet Sporozoa (Apicomplexa) telah dapat menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Peleburan gamet ini berlangsung di dalam tubuh nyamuk.

Artikel Lainnya : Ekosistem dan Komponen : Pengertian, Struktur, Fungsi, Tipe


Adapun ciri tumbuhanJenis Protozoa Autotrof

Adapun yang mencirikan sebagai tumbuhan adalah ada jenis protozoa yang hidup autotrof. Perkembangbiakan bakteri dan amuba yang biasa dilakukan adalah dengan membela diri. Dalam kondisi yang sesuai mereka mengadakan pembelahan secara setiap 15 menit. Peristiwa ini dimulai dengan pembelahan inti sel atau bahan inti menjadi dua. Kemudian diikuti dengan pembelahan sitoplasmanya, menjadi dua yang masing-masing menyelubungi inti selnya. Selanjutnya bagian tengah sitoplasma menggenting diikuti dengan pemisahan sitoplasma. Akhirnya setelah sitoplasma telah benar-benar terpisah, maka terbentuknya dua sel baru yang masing-masing mempunyai inti baru dan sitoplasma yang baru pula.


Amuba Apabila Keadan Kurang Baik

Pada amuba apabila keadan kurang baik, misalnya udara terlalu dingin atau panas atau kurang makan, maka amuba akan membentu kista. Di dalam kista amuba dapat membelah menjadi amuba-amuba baru yang lebih kecil. Bila keadaan lingkungan telah baik kembali, maka dinding kista akan pecah dan amuba-amuba baru tadi dapat keluar. Selanjutnya amuba ini akan tumbuh setelah sampai pada ukuran tertentu dia akan membelah diri seperti semula.


Ciri  Umum Protozoa Yaitu :

  • Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof)
  • Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar (cillia) atau bulu cambuk (flagel).
  • Hidup bebas, saprofit atau parasit
  • Organisme bersel tunggal
  • Eukariotik atau memiliki membran nukleus/ berinti sejati
  • Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)
  • Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup. sista, merupakan bentuk sel protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora yang terjadi pada bakteri
  • Protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah.
  • Protozoa tidak mempunyai dinding sel
  • Protozoa merupakan organisme mikroskopis yang prokariot

Artikel Lainnya :  Pengertian, Ruang Lingkup Fisiologi Dalam Biologi Beserta Fungsinya


Struktur Protozoa

Struktur Protozoa

Struktur sel Protozoa terdiri atas sitoplasma yang diselubungi membran Sel atau membran plasma. Membran sel berfungsi sebagai pelindung dan mengatur pertukaran zat di dalam sel dengan zat di luar sel. Pada beberapa jenis Protozoa, selain membran plasma, terdapat pelikel (selaput tubuh yang keras) yang membantu mempertahankan bentuk tubuh Protozoa agar selalu tetap.


Membran plasma pada beberapa jenis Protozoa ada yang dilengkapi dengan silia atau flagel. Keduanya berfungsi sebagai alat bergerak. Sitoplasma mengandung beberapa organel sel, yaitu mitokondria, ribosom, lisosom, nukleus (inti sel), vakuola makanan, dan vakuola kontraktil (vakuola berdenyut). Paramecium memiliki trikosis (struktur di bagian korteks tubuh berupa rongga dan benang panjang yang bisa dikeluarkan sebagai respons stimuli) sebagai alat mempertahankan diri dari musuh.


Artikel Lainnya :  Sifat, Ciri dan Faktor Terbentuknya Pasar Oligopoli


Habitat

Protozoa hidup di air atau setidaknya di tempat yang basah. Mereka umumnya hidup bebas dan terdapat di lautan, lingkungan air tawar, atau daratan. Beberapa spesies bersifat parasitik, hidup pada organisme inang. Inang protozoa yang bersifat parasit dapat berupa organisme sederhana seperti algae, sampai vertebrata yang kompleks, termasuk manusia. Beberapa spesies dapat tumbuh di dalam tanah atau pada permukaan tumbuh-tumbuhan. Semua protozoa memerlukan kelembaban yang tinggi pada habitat apapun.


Jenis Protozoa Laut Bagian Dari Zooplankton

Protozoa laut yang lain hidup di dasar laut. Spesies yang hidup di air tawar dapat berada di danau, sungai, kolam, atau genangan air. Ada pula protozoa yang tidak bersifat parasit yang hidup di dalam usus termit atau di dalam rumen hewan ruminansia. Beberapa protozoa berbahaya bagi manusia karena mereka dapat menyebabkan penyakit serius. Protozoa yang lain membantu karena mereka memakan bakteri berbahaya dan menjadi makanan untuk ikan dan hewan lainnya.


Protozoa Hidup Secara Soliter atau Bentuk Koloni

Protozoa hidup secara soliter atau bentuk koloni. Didalam ekosistem air protozoa merupakan zooplankton. Permukan tubuh Protozoa dibayangi oleh membran sel yang tipis, elastis, permeable, yang tersusun dari bahan lipoprotein, sehingga bentuknya mudah berubah-ubah. Beberapa jenis protozoa memiliki rangka luar (cangkok) dari zat kersik dan kapur. Apabila kondisi lingkungan tempat tinggal tiba-tiba menjadi jelek, Protozoa membentuk kista. Dan menjadi aktif lagi. Organel yang terdapat di dalam sel antara lain nucleus, badan golgi, mikrokondria, plastida, dan vakluola.


Macam Nutrisi Protozoa

Nutrisi protozoa bermacam-macam. Ada yang holozoik (heterotrof), yaitu makanannya berupa organisme lainnya, diantaranya sebagai berikut :

  1. Holofilik (Autotrof), yaitu dapat mensintesis makanannya sendiri dari zat organic dengan bantuan klorofit dan cahaya.
  2. Saprofitik, yaitu menggunakan sisa bahan organic dari organisme yang telah mati ada pula yang bersifat parasitik. Apabila protozoa dibandingkan dengan tumbuhan unisel, terdapat banyak perbedaan tetapi ada persamaannya. Hal ini mungkin protozoa merupakan bentuk peralihan dari bentuk sel tumbuhan ke bentuk sel hewan dalam perjalanan evolusinya.

Artikel Lainnya : Kelebihan, Kelemahan dan Contoh Yang Berhubungan Dengan Pasar Oligopoli


Proses Pencernaan Protozoa

Protozoa umumnya mendapatkan makanan dengan memangsa organisme lain (bakteri) atau partikel organik, baik secara fagositosis maupun pinositosis. Protozoa yang hidup di lingkungan air, maka oksigen dan air maupun molekul-molekul kecil dapat berdifusi melalui membran sel. Senyawa makromolekul yang tidak dapat berdifusi melalui membran, dapat masuk ke sel secara pinositosis. Tetesan cairan masuk melalui saluran pada membran sel, saat saluran penuh kemudian masuk ke dalam membrane yang berikatan denga vakuola.


Vakuola kecil terbentuk, kemudian dibawa ke bagian dalam sel, selanjutnya molekul dalam vakuola dipindahkan ke sitoplasma. Partikel makanan yang lebih besar dimakan secara fagositosis oleh sel yang bersifat amoeboid dan anggota lain dari kelompok Sarcodina. Partikel dikelilingi oleh bagian membran sel yang fleksibel untuk ditangkap kemudian dimasukkan ke dalam sel oleh vakuola besar (vakuola makanan). Ukuran vakuola mengecil kemudian mengalami pengasaman.


Lisosom memberikan enzim ke dalam vakuola makanan tersebut untuk mencernakan makanan, kemudian vakuola membesar kembali. Hasil pencernaan makanan didispersikan ke dalam sitoplasma secara pinositosis, dan sisa yang tidak tercerna dikeluarkan dari sel. Cara inilah yang digunakan protozoa untuk memangsa bakteri. Pada kelompok Ciliata, ada organ mirip mulut di permukaan sel yang disebut sitosom. Sitosom dapat digunakan menangkap makanan dengan dibantu silia. Setelah makanan masuk ke dalam vakuola makanan kemudian dicernakan, sisanya dikeluarkan dari sel melalui sitopig yang terletak disamping sitosom.


Artikel Lainnya : Peran Pasar Modal


Klasifikasi Protozoa

Rhizopoda (Sarcodina),alat geraknya berupa pseudopoda (kaki semu)

  • Amoeba proteus memiliki dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan dan vakuola kontraktil.
  • Entamoeba histolityca menyebabkan disentri amuba (bedakan dengan disentri basiler yang disebabkan Shigella dysentriae)
  • Entamoeba gingivalis menyebabkan pembusukan makanan di dalam mulut
    radang gusi (Gingivitis)
  • Foraminifera sp.fosilnya dapat dipergunakan sebagai petunjuk adanya minyak bumi. Tanah yang mengandung fosil fotaminifera disebut tanah globigerina.
  • Radiolaria sp. endapan tanah yang mengandung hewan tersebut digunakan untuk bahan penggosok.

Flagellata (Mastigophora)

Alat geraknya berupa nagel (bulu cambuk). Dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:

  • Golongan phytonagellata
    Euglena viridis (makhluk hidup peralihah antara protozoa dengan ganggang)
    Volvax globator (makhluh hidup peralihan antara protozoa dengan ganggang)
    Noctiluca millaris (hidup di laut dan dapat mengeluarkan cahaya bila terkena rangsangan mekanik)
  • Golongan Zooflagellata, contohnya :
    Trypanosoma gambiense & Trypanosoma rhodesiense. Menyebabkan penyakit tidur di Afrika dengan vektor (pembawa) lalat Tsetse (Glossina sp.)
    Trypanosoma gambiense vektornya Glossina palpalis Þ tsetse sungai Trypanosoma rhodeslense vektornya
  1. Glossina morsitans Þ tsetse semak
  2. Trypanosoma cruzl penyakit chagas
  3. Trypanosoma evansi penyakit surra, pada hewan ternak (sapi).
  4. Leishmaniadonovani Þ penyakit kalanzar
  5. Trichomonas vaginalis Þ penyakit keputihan

Ciliata (Ciliophora)

Alat gerak berupa silia (rambut getar)

  •  Paramaecium caudatum disebut binatang sandal, yang memiliki dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan dan vakuola kontraktil yang berfungsi untuk mengatur kesetimbangan tekanan osmosis (osmoregulator).
    Memiliki dua jenis inti Makronukleus dan Mikronukleus (inti reproduktif). Cara reproduksi, aseksual membelah diri, seksual konyugasi.
  • Balantidium coli menyebabkan penyakit diare.

Sporozoa

Adalah protozoa yang tidak memiliki alat gerakCara bergerak hewan ini dengan cara mengubah kedudukan tubuhnya. Pembiakan secara vegetatif (aseksual) disebut juga Skizogoni dan secara generatif (seksual) disebut Sporogoni. Marga yang berhubungan dengan kesehatan manusia Toxopinsma dan Plasmodium.


Jenisnya antara lain:

  1. Plasmodiumfalciparum atau malaria tropika atau sporulasi tiap hari
  2. Plasmodium vivax atau malaria tertiana atau sporulasi tiap hari ke-3 (48 jam)
  3. Plasmodium malariae atau malaria knartana atau sporulasi tiap hari ke-4 (72 jam)
  4. Plasmodiumovale atau malaria ovale Siklus hidup Plasmodium mengalami metagenesis terjadi di dalam tubuh manusia (reproduksi vegetatifatau skizogoni) dan didalam tubuh nyamuk Anopheles sp. (reproduksi generatif atau sporogoni). secara lengkap sebagai berikut:
    Sporozoit Masuk Tubuh Di Dalam Hati (Ekstra Eritrositer) Tropozoid Merozoit (memakan eritrosit Eritrositer) Eritrosit Pecah (peristiwanya Sporulasi) Gametosit Terhisap Nyamuk Zygot Ookinet Oosis Sporozeit.

Morfologi Protozoa

Semua protozoa memiliki vakuola kontraktil. Vakuola dapat bertindak sebagai pompa untuk menghilangkan kelebihan air dari sel, atau untuk mengatur tekanan osmotik. Jumlah dan lokasi vakuola kontraktil berbeda di setiap jenis. Protozoa dapat memiliki bentuk vegetatif (cangkir manis), atau bentuk istirahat, yang disebut kista. Protozoa dalam kondisi buruk dapat membentuk kista untuk melindungi kehidupan mereka. Ketika kista berada dalam kondisi yang menguntungkan, ia akan berkecambah dalam sel vegetatifnya.


Protozoa tidak memiliki dinding sel dan tidak mengandung selulosa atau kitin seperti pada jamur dan ganggang. Kebanyakan protozoa memiliki bentuk spesifik, yang ditandai dengan fleksibilitas ektoplasma dalam membran sel. Beberapa jenis protozoa, seperti Foraminifera, memiliki kerangka luar yang sangat keras yang terdiri dari Si dan Ca. Beberapa protozoa, seperti Difflugia, dapat mengikat partikel mineral untuk membentuk kerangka luar yang keras. Radiolaria dan Heliozoa dapat menghasilkan kerangka.


Kerangka luar yang keras ini sering ditemukan dalam bentuk fosil. Kerangka luar amaminaminifen terdiri dari CaO2, sehingga koloni dapat membentuk batu kapur dalam jutaan tahun. Protozoa adalah sel-sel individual yang biasanya dapat bergerak dengan pseudopodia (pseudo-feet), flagel atau silia, tetapi beberapa tidak dapat bergerak secara aktif. Berdasarkan cara kerja dan mekanisme gerakan ini, protozoa dikelompokkan dalam 4 kelas.


Fisiologi Protozoa

Fisiologi protozoa umumnya aerobik non-fotosintesis, tetapi beberapa protozoa dapat hidup di lingkungan anaerob, misalnya di saluran pencernaan manusia atau hewan ruminansia. Protozoa aerobik memiliki mitokondria yang mengandung enzim untuk metabolisme aerob dan menghasilkan ATP melalui proses transfer elektron dan atom hidrogen ke oksigen.


Protozoa biasanya mendapatkan makanan dengan memakan organisme lain (bakteri) atau partikel organik, baik fagositosis dan pinositosis. Protozoa yang hidup di lingkungan air, oksigen dan air dan molekul kecil dapat berdifusi melalui membran sel. Senyawa makromolekul yang tidak dapat berdifusi melalui membran dapat menyerang sel dengan pinositosis. Tetesan cairan mengalir melalui saluran di membran sel saat seluruh saluran masuk ke membran yang berikatan dengan vakuola.


Vakuola kecil terbentuk dan kemudian dibawa ke bagian dalam sel, setelah itu molekul-molekul dalam vakuola dipindahkan ke sitoplasma. Partikel makanan yang lebih besar dimakan secara fagosit oleh sel amoeboid dan anggota kelompok Sarcodina lainnya. Partikel-partikel dikelilingi oleh membran sel yang fleksibel untuk dijebak dan kemudian dimasukkan ke dalam sel oleh vakuola besar (pembersih vakum makanan).


Ukuran vakuola mengecil kemudian diperbaiki pengasaman. Lisosom lidikan enzim ke dalam vakuola makanan tersebut sebelum mencernakan makanan, kemudian vakuola membesar kembali. Hasil pencernaan makanan didispersikan ke dalam sitoplasma oleh pinositosis, kemudian sisa yang tidak tercerna dikeluarkan dari sel.


Cara inilah yang digunakan protozoa untuk memangsa bakteri. Pada kelompok Ciliata, ada organ yang mirip mulut di sel permukan yang disebut sitosom. Sitosom dapat digunakan mendukung makanan dengan dibantu silia. Setelah makanan masuk ke dalam vakuola makanan kemudian dicernakan, lalu dikeluarkan dari sel melalui sitopig yang disediakan redaman sitosom. Pada umumnya Protozoa membutuhkan suhu optimal untuk tumbuh antara 16-25 ° C, dengan suhu maksimumnya antara 36-40 ° C. Sementara pH (derajat-keasaman optimal) untuk proses metabolisme adalah antara pH 6-8.


Adaptasi Protozoa

Sebagai predator, mereka berburu ganggang bersel tunggal atau berserat, bakteri dan mikrofungi. Protozoa berperan sebagai herbivora dan konsumen dalam rantai dekomposisi rantai makanan. Protozoa juga memainkan peran penting dalam mengendalikan populasi bakteri dan biomassa. Protozoa dapat menyerap makanan melalui membran sel mereka, beberapa, misalnya amuba, mengelilingi dan menelan makanan, dan yang lain memiliki bukaan atau “mulut pori” di mana mereka menyapu makanan. Semua protozoa yang mencerna makanan dalam perut mereka, seperti kompartemen, disebut vakuola.


Sebagai bagian dari mikro dan meiofauna, protozoa merupakan sumber makanan penting bagi mikroinvertebrata. Itulah sebabnya peran ekologis protozoa dalam transfer bakteri dan produksi alga pada tingkat trofik berturut-turut adalah penting. Protozoa, seperti parasit malaria (Plasmodium spp.), Dan Leishmania trypanosomes juga penting sebagai parasit dan simbion dari hewan multiseluler.


Beberapa protozoa memiliki tahapan kehidupan bergantian antara tahap proliferatif (mis., Tropozoites) dan kista aktif. Seperti halnya kista, protozoa dapat bertahan dalam kondisi yang sulit, seperti terpapar pada suhu ekstrem dan bahan kimia berbahaya, atau jangka waktu yang lama tanpa akses ke nutrisi, air atau oksigen untuk periode waktu tertentu. Karena merupakan spesies parasit kista, ia dapat bertahan hidup di luar inang dan dapat berpindah dari satu inang ke inang lainnya. Ketika protozoa dalam bentuk trofozoit (Yunani, trof = untuk memberi makan), mereka secara aktif memberi makan dan tumbuh. Proses dimana protozoa mengambil bentuk kista disebut stasiun ency, sedangkan proses transformasi ke kation trofozoit disebut.


Protozoa dapat bereproduksi dengan pembelahan biner atau pembelahan. Beberapa protozoa bereproduksi secara seksual, beberapa aseksual, sementara yang lain menggunakan kombinasi (misalnya Coccidia). Seseorang dengan protozoa adalah hermafrodit. Nama lain untuk protozoa adalah Acrita (R. Owen, 1861). Mereka dapat menyebabkan malaria atau amuba.


Cara Reproduksi Protozoa

Untuk melestarikan tipenya, Protozoa berkembang biak dengan cara aseksual / vegetatif dan seksual / generatif. Reproduksi aseksual, yaitu dengan berbagi atau berbagi sel yang sama. Pembelahan ini dapat terjadi secara longitudinal atau transversal di sepanjang sel untuk menghasilkan sel pediatrik yang mungkin sama atau tidak dengan ukuran yang sama. Jika dua sel anak dihasilkan dalam proses pembelahan (pembelahan), ini disebut pembelahan biner, tetapi ketika banyak anak terbentuk, sel-sel tersebut disebut beberapa bagian bahu (pembelahan banyak).


Beberapa kelompok Protozoa bereproduksi secara seksual, yaitu melalui penyatuan fisik sementara atau penyatuan antara dua individu, dan kebisingan nuklir terjadi. Jadi akan ada kombinasi kualitas yang dibawa oleh dua individu dan menghasilkan individu baru. Metode pemuliaan ini disebut konjugasi. Berikut ini adalah gambar dari proses konjugasi


Peranan Protozoa dalam Kehidupan Manusia

Peran Yang Menguntungkan

Protozoa yang hidup di air tawar dan air laut adalah zooplankton yang merupakan salah satu sumber makanan bagi hewan air, termasuk udang, ikan, dan kepiting yang secara ekonomi bermanfaat bagi manusia. Peran protozoa anataralain ialah mengatur jumlah bakteri di alam, karena protozoa adalah predator bakteri. Foraminifera, kerangka kosong mengendap di dasar laut dan membentuk tanah globigerina, yang berguna sebagai pedoman untuk keberadaan minyak bumi. Radiolaria, kerangka ketika disimpan di dasar laut, menjadi dasar radiolaria yang dapat digunakan sebagai agen pemoles.


Peran Yang Merugikan

Protozoa dapat ditemukan di mana-mana karena termasuk organisme kosmopolit. Oleh karena itu, beberapa jenis protozoa dapat mengancam kesehatan manusia karena dapat menyebabkan penyakit.

Protozoa yang merugikan manusia sebagai penyebab penyakit antara lain:

  • Toxoplasma gondii, penyebab toksoplasmosis;
  • Plasmodium sp, penyebab penyakit malaria;
  • Trypanosoma gambiense dan Trypanosoma rhodosiense,
    penyebab penyakit tidur;
  • Leishmania sp, penyebab penyakit kalaazar;
  • Trichomonas vaginalis, penyebab penyakit pada alat kelamin
    wanita;
  • Entamoeba histolytica, penyebab penyakit disentri.

Demikian Pembahasan dari Murid.Co.ID tentang Sturktur Protozoa : Ciri, Peranan, Habitat, Klasifikasi dan Proses Pencernaan secara lengkap dan jelas, jangan lupa di share teman ya sobat !!!