Klasifikasi Bakteri

Struktur Bakteri : Pengertian, Klasifikasi, Ciri, Bentuk dan Jenisnya – Halo sahabat Murid.Co.ID di kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai bakteri. Semua orang tentunya pernah tahu apa itu bakteri. Bakteri bisa muncul dimana saja terutama ditempat yang lembab seperti di ketiak yang menyebabkan bau badan hehe. Tapi kita tidak membahas tentang proses kenapa bisa kita memiliki bau badan kali ini kita akan membahas tentang bakteri secara lengkap mulai dari struktur, klasifikasi, ciri serta jenisnya. Simak penjelasannya ya sahabat.

Pengertian Bakteri Secara Lengkap | Struktur, Klasifikasi ,Ciri dan Jenisnya
Pengertian Bakteri Secara Lengkap | Struktur, Klasifikasi ,Ciri dan Jenisnya

Pengertian Bakteri Adalah

Bakteri merupakan organisme bersel tunggal mikroskopis yang tumbuh subur di lingkungan yang beragam. Mereka dapat hidup di dalam tanah, lautan, dan bahkan hidup di usus manusia. Hubungan bakteri dengan manusia sangat komplek. Karena terkadang keduanya saling membantu, dengan mengentalkan susu menjadi yogurt, atau membantu pencernaan kita. Dilain waktu, bakteri juga dapat merusak yang dapat menyebabkan penyakit seperti pneumonia dan MRSA.

Artikel Terkait : √  Struktur Utama di Luar Dinding Sel


Ciri – ciri

Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahluk hidup lain yaitu :

  1. Organisme multiselluler
  2. Prokariot (tidak memiliki membran inti sel )
  3. Umumnya tidak memiliki klorofil
  4. Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron umumnya memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron.
  5. Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam
  6. Hidup bebas atau parasit
  7. Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,kawah atau gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan
  8. Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya mengandung peptidoglikan

Artikel Terkait : √  Pembelahan Sel (Biner) Pada Bakteri


Klasifikasi

Klasifikasi bakteri disini dilakukan atas dasar bentuk, dinding sel, flagelata, nutrisi dan morfologi, berikut penjelasannya :


Berdasarkan Bentuk

Pada tahun 1872 ilmu Cobaan mengklasifikasikan bakteri menjadi 4 jenis utama tergantung pada bentuknya adalah sebagai berikut:

  • Cocci, jenis bakteri ini berbentuk uniseluler, bulat atau elips. Kemungkinan mereka dapat tetap sebagai sel tunggal atau dapat berkumpul bersama. Mereka adalah sebagai berikut :

  1. Monococcus: mereka disebut micrococcus dan diwakili oleh sel bulat tunggal. Contohnya Micrococcus flavus
  2. Diplococcus: sel diplococcus terbagi menjadi bidang tertentu dan setelah pembelahan, sel-sel tetap melekat satu sama lain. Contoh: Diplococcus pneumonia
  3. Streptococcuss: disini sel membelah berulang kali dalam satu bidang untuk membentuk rantai sel. Contoh Streptokokus pyogenes.
  4. Tetracoccus: ini terdiri dari empat sel bundar, yang menantang dalam dua bidang pada sudut yang tepat satu sama lain. Contoh: Grafik nya tetragena

  • Staphylococcus : disini sel-sel dibagi menjadi tiga bidang membentuk tandan yang terstruktur seperti pemberian anggur dan tidak teratur.
  • Bacilli, ini merupakan bakteri yang berbentuk silinder atau badang yang tetap tunggal atau berpasangan. Contoh: Bacillus cereus
  • Vibro, vibro merupakan bakteri melengkung berbentuk tanda koma dan diwakili oleh satu genus. Contoh Vibro cholerae.
  • Spirilla, bakteri jenis ini berbentuk spiral seperti dengan kelengkungan ganda dan flagella terminal. Contoh: spirilum Volutans.

Artikel Terkait : √  Struktur Sel Bakteri :


Berdasarkan Nutrisi

Berdasarkan nutrisiya, bakteri diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Bakteri Autotropik, bakteri ini bersifat non-patogenik, hidup bebas, mandiri di alam, mereka menyiapkan makanan sendiri dengan memanfaatkann energi matahari dan komponen organis seperti karbon dioksida, nitrogen, dll. Mereka terdiri dari dua jenis, yaitu:
  2. Photoautotrophs, bakteri ini mengandung bakteri-klorofil dan bacteriovidirin dan dapat menyiapkan makanan mereka sendiri dengan memperbaiki karbon dioksida alam dengan memanfaatkan energi matahari.
  3. Kemoautotrof, bakteri ini adalah bakteri yang menyiapkan makanannya dengan memperoleh energi dari oksidasi zat organik seperti nitrogen dioksida dll. Dan mereka dapat memperbaiki karbon dioksida dan air untuk nutrisi mereka.
  4. Bakteri heterofik, jenis bakteri ini tidak dapat memperbaiki karbon organik tetap lebih bergantung kepada karbon organik eksternal untuk makanan mereka. Mereka juga dapat diklasifikasikan berdasarkan ada dan tidak adanya penerbangan dan berdasarkan media dimana bakteri ini tumbuh.

Berdasarkan Dinding Sel

Tergantung pada reaksi pewarnaan oleh bakteri pewarnaan Gram dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu:

  • Gram positif: jenis bakteri ini mempertahankan api kristal menyala atau pewarnaan gram yang tampaknya melanggar. Contoh: – Streptococcus.
  • Gram negatif: – mereka tidak mempertahankan pewarnaan gram, tetapi mereka mengambil warna merah dari pewarna penghitung.Contoh: – Saffranin (Escherichia coli)
  • Klasifikasi berdasarkan respons suhu: – Bakteri dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis utama berdasarkan respons suhu mereka seperti yang ditunjukkan di bawah ini:
  • Bakteri psikofilik: Jenis bakteri ini tumbuh tepat di atas suhu beku, mereka dapat menyebabkan kontaminasi makanan yang disimpan di lemari es. Contoh: Pseudomonas.
  • Bakteri mesofilik: Bakteri ini tumbuh pada suhu normal di badan air, produk makanan, membebaskan gas dan menyebabkan perubahan tekstur. Contoh: Lactobacillus.
  • Bakteri termofilik : Bakteri jenis ini dapat bertahan hidup pada suhu yang lebih tinggi dan dapat bertahan pada suhu pasteurisasi. Contoh: Clostridium, Bacillus.
  • Bakteri termofilik : Bakteri jenis ini dapat bertahan dari pasteurisasi tetapi tidak dapat tumbuh pada suhu pasteurisasi. Contoh: Micrococcus, Streptococcus.

Artikel Terkait : √  Konjugasi (Cara Reproduksi Bakteri)


Berdasar Jumlah Flagela

Berdasarkan flagela, bakteri dapat diklasifikasikan:

  1. Atrichos: Bakteri ini tidak memiliki flagela. Contoh: Corynebacterium diptherae.
  2. Monotrichous: Satu flagel menempel pada salah satu ujung sel bakteri. Contoh: Vibro kolera.
  3. Lophotrichous: Banyak flagela menempel pada salah satu ujung sel bakteri.Contoh: Pseudomonas.
  4. Amphitrichous: Banyak flagela yang timbul dari kedua ujung sel bakteri. Contoh: Rhodospirillum rubrum.
  5. Peritrichous : Flagela terdistribusi merata di seluruh sel bakteri. Contoh: Bacillus.

Artikel Terkait : √  Jenis Jenis Bakteri Secara Lengkap


Struktur Bakteri

Perlu anda ketahui struktur bakteri terdapat kurang lebih terdapat 12 jenis, diantara sebagai berikut :

Pengertian Bakteri Secara Lengkap | Struktur, Klasifikasi ,Ciri dan Jenisnya
Pengertian Bakteri Secara Lengkap | Struktur, Klasifikasi ,Ciri dan Jenisnya

Kapsul danLapisan Lendir

Kapsul adalah selaput licin yang terdiri dari polisakarida dan terletak di luar dinding sel. Kapsul merupakan bagian asesori dari bakteri berfungsi melindungi bakteri dari suhu atau kondisi lingkungan yang ekstrim dan sebagai tempat penumbunan nutrien.. Tidak semua sel bakteri memiliki kapsul. Hanya bakteri yang patogen yang memiliki kapsul.


Flagela

Alat gerak pada bakteri berupa flagela atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel. Flagela memungkinkan bakteri bergerak menuju kondisi lingkungan yang menguntungkan dan menghindar dari lingkungan yang merugikan bagi kehidupannya.

Flagela adalah struktur kompleks yang tersusun atas bermacam-macam protein termasuk flagelin yang membuat flagela berbentuk seperti tabung cambuk dan protein kompleks yang memanjangkan dinding sel dan membran sel untuk membentuk motor yang menyebabkan flagela berotasi. Flagela berbentuk seperti cambuk.


Flagela digunakan bakteri sebagai alat gerak. Flagella memiliki jumlah yang berbeda-beda pada bakteri dan letak yang berbeda-beda pula yaitu:

  • Monotrik : bakteri yang memiliki sebuah flagel pada satu ujungnya.
  • Lofotrik : bakteri yang pada satu ujungnya memiliki lebih dari satu flagel.
  • Amfitrik : bakteri yang pada kedua ujungnya hanya terdapat satu buah flagel.
  • Peritrik : bakteri yang memiliki flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.

Dinding sel

Fungsi dinding sel pada prokaryota, adalah melindungi sel dari tekanan turgor yang disebabkan tingginya konsentrasi protein dan molekul lainnya dalam tubuh sel dibandingkan dengan lingkungan di luarnya. Dinding sel bakteri berbeda dari organisme lain.

Dinding sel bakteri mengandung peptidoglikan yang terletak di luar membran sitoplasmik. Peptidoglikan berperan dalam kekerasan dan memberikan bentuk sel. Ada dua tipe utama bakteri berdasarkan kandungan peptidoglikan dinding selnya yaitu Gram positif dan Gram negatif.

Artikel Terkait : √  Struktur di Sebelah Dalam Dinding Sel


Membran Sel

Tersusun atas molekul lemak dan protein. Membran sel bersifat semipermeable dan berfungsi untuk mengatur keluar masuknya zat ke dalam sel.


Sitoplasma

Sitoplasma tersusun atas koloid yang mengandung berbagai molekul organik seperti karbohidrat, lemak, protein, dan mineral-mineral. Sitoplasma merupakan tempat berlangsungnya reaksi metabolik.


 Granula

Granula berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan karena bakteri menyimpan cadangan makanan yang dibutuhkan.


Kromosom

Tidak seperti eukaryota, kromosom bakteri tidak dikelilingi membran-bound nucleus melainkan ada di dalam sitoplasma sel bakteri. Ini berarti translasi, transkripsi dan replikasi DNA semuanya terjadi di tempat yang sama dan dapat berinteraksi dengan struktur sitoplasma lainnya, salah satunya ribosom.


Vakuola Gas

Dengan mengatur jumlah gas dalam vakuola gasnya, bakteri dapat meningkatkan atau mengurangi kepadatan sel mereka secara keseluruhan dan bergerak ke atas atau bawah dalam air.


Pili dan Fimbria

Fimbria adalah tabung protein yang menonjol dari membran pada banyak spesies dari Proteobacteria. Fimbria umumnya pendek dan terdapat banyak di seluruh permukaan sel bakteri. Struktur pili mirip dengan fimbria dan ada di permukaan sel bakteri


Plasmid

Kebanyakan bakteri memiliki plasmid. Plasmid dapat dengan mudah didapat oleh bakteri. Namun, bakteri juga mudah untuk menghilangkannya. Plasmid dapat diberikan kepada bakteri lainnya dalam bentuk transfer gen horizontal.

Artikel Terkait : √  Sitoplasma dan Struktur di Dalamnya


Ribosom

Semua prokaryota memiliki 70S (di mana S = satuan Svedberg) ribosom sedangkan eukaryota memiliki 80S ribosom pada sitosol mereka.


Endospora

Endospora bentuk istirahat dari beberapa jenis bakteri gram positif dan terbentuk didalam sel bakteri jika kondisi tidak menguntungkan bagi kehidupan bakteri. Endospora mengandung sedikit sitoplasma, materi genetik, dan ribosom.

Dinding endospora yang tebal tersusun atas protein dan menyebabkan endospora tahan terhadap kekeringan, radiasi cahaya, suhu tinggi dan zat kimia. Jika kondisi lingkungan menguntungkan endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri baru, misal pada bakteri Clostridium dan Basilus.

Artikel Terkait : Flagelum (Jamak: Flagela)


Bentuk Bakteri Sebagai Berikut :

Bentuk dasar bakteri terdiri atas bentuk bulat (kokus), batang (basil),dan spiral (spirilia) serta terdapat bentuk antara kokus dan basil yang disebut kokobasil. Berbagai macam bentuk bakteri sebagai berikut :

Bakteri Kokus

  • Monokokus yaitu berupa sel bakteri bulat tunggal
  • Diplokokus yaitu dua sel bakteri bulat yang berdempetan
  • Tetrakokus yaitu empat sel bakteri bulat yang berdempetan berbentuk segi empat
  • Sarkina yaitu delapan sel bakteri bulat yang berdempetan membentuk kubus
  • Streptokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri bulat berdempetan membentuk rantai
  • Stapilokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan seperti buah anggur

Bakteri Basil

  • Monobasil yaitu berupa sel bakteri batang tunggal
  • Diplobasil yaitu berupa dua sel bakteri batang yang berdempetan
  • Streptobasil yaitu beberapa sel bakteri basil berdempetan membentuk rantai

Bakteri Spirilia

  • Spiral yaitu bentuk sel bergelombang
  • Spiroseta yaitu bentuk sel seperti sekrup
  • Vibrio yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma  seperti di makanan, tanah, air, udara, dalam tubuh makhluk hidup dan bahkan di tempat yang sangat ekstrim seperti di dalam magma.

Artikel Terkait : √  Ciri Jamur : Morfologi, Fisiologi dan Cara Bereproduksi


Morfologi Pada Bakteri

Bentuk Bakteri , Sel-sel bakteri memiliki beberapa bentuk. Menurut morfologinya bakteri dapat dibedakan menjadi 3 bentuk utama, yaitu:

Bakteri berbentuk bulat (Coccus)

Bakteri berbentuk bulat atau bola dinamakan kokus (Coccus), dibedakan menjadi:

  1. Monokokus (Monococcus), yaitu bakteri berbentuk bola tunggal, misalnya Neisseria gonorrhoeae, penyebab penyakit kencing nanah.
  2. Diplokokus (Diplococcus), yaitu bakteri berbentuk bola yang bergandengan dua-dua, misalnya Diplococcus pneumoniae, penyebab penyakit pneumonia atau radang paru-paru.
  3. Streptokokus (Streptococcus), yaitu bakteri bentuk bbola yang berkelompok memanjang membentuk rantai.
  4. Sarkina (Sarcina), yaitu bakteri berbentuk bola yang berkelompok empat-empat sehingga bentuknya mirip kubus.
  5. Stafilokokus (Stafilococcus), yaitu bakteri berbentuk bola yang berkoloni membentuk sekelompok sel tidak teratur, sehingga bentuknya mirip dompolan buah anggur.

Artikel Terkait : √  Struktur Tubuh Echinodermata : Pengertian , Ciri dan Klasifikasi


Bakteri berbentuk Batang (Bacillus)

Bentuk basilus dapat dibedakan atas:

  • Basil tunggal (Monobasil), yaitu bakteri yang hanya berbentuk satu batang tunggal, misalnya Salmonella typhi penyebab penyakit tifus.
  • Diplobasil, yaitu bakteri berbentuk batang yang bergandengan dua-dua.
  • Streptobasil, yaitu bakteri berbentuk batang yang bergandengan dua-dua.
  • Streptobasil, yaitu bakteri berbentuk batang yang bergandengan memanjang membentuk rantai benang panjang, misalnya Bacillus anthracis penyebab penyakit antraks.

Artikel Terkait : √  Struktur Myriapoda  : Ciri, Klasifikasi dan  Contoh


Bakteri berbentuk spiral (Spirillum)

Bakteri berbentuk melilit atau spiral ada tiga macam bentuk spiral, yaitu sebagai berikut:

  1. Spiral, yaitu golongan bakteri yang bentuknya seperti spiral yang sel tubuhnya kaku, misalnya Spirillum.
  2. Vibrio atau bentuk koma yang dianggap sebagai bentuk spiral tak sempurna, misalnya Vibrio cholerae penyebab penyakit kolera.
  3. Spirochaeta, yaitu golongan bakteri berbentuk spiral yang bersifat lentur. pada saat bergerak tubuhnya dapat memanjang dan mengerut.

Demikian penjelasan dari kami Murid.Co.ID tentang Struktur Bakteri : Pengertian, Klasifikasi, Ciri, dan Bentuk . Semoga bisa menjadi bahan belajar, sumber referensi, jangan lupa bagikan kepada teman sobat :