Ciri Phaeophyta (Alga Coklat)

Diposting pada

Pengertian Phaeophyta (Alga Coklat)

Alga coklat adalah salah satu alga yang tersusun atas zat warna atau pigmentasinya. Phaeophyta (alga coklat) ini berwarna coklat karena mengandung pigmen xantofis. Bentuk tubuhnya seperti tumbuhan tinggi.


Ganggang coklat ini mempunyai talus (tidak ada bagian akar, batang dan daun), terbesar diantara semua ganggang ukuran tulusnya mulai dari mikroskopik sampai makroskopik. Ganggang ini juga mempunyai jaringan transportasi air dan makanan yang anolog dengan transportasi pada tumbuhan darat, kebanyakan bersifat autotrof.


Tubuhnya selalu berupa talus yang multiseluler yang berbentuk filamen, lembaran atau menyerupai semak/pohon yang dapat mencapai beberapa puluh meter, terutama jenis-jenis yang hidup didaerah beriklim dingin. Sel vegetatif mengandung kloroplas berbentuk bulat panjang, seperti pita, mengandung klofil serta xantofil.

Artikel Lainnya : Ciri dan Struktur Euglenophyta Secara lengkap dan jelas


Ciri Ciri Morfologi Phaeophyta

Ciri Phaeophyta (Alga Coklat)
Ciri Phaeophyta (Alga Coklat)

Phaeophyta Adalah

Phaeophyta itu adalah protista yang mirip alga, sobat juga bisa memanggilnya dengan sebutan alga cokelat. Phaeophyta merupakan organisme yang multiseluler sobat!

Semua Phaeophyta berbentuk benang atau lembaran. Bahkan ada diantaranya yang mirip dengan tumbuhan tingkat tinggi (memiliki akar, daun, dan batang). Akan tetapi, pada Phaeophyta yang berkoloni besar, biasanya terdapat organ yang menyerupai akar, batang dan daun. Hal ini dinamakan talus.

Artikel Lainnya : Contoh dan Struktur Chlorophyta (Ganggang Hijau)


Berwarna Coklat

Berwarna coklat, Bentuk tubuhnya seperti tumbuhan tinggi.

  • Mempunyai talus (tidak ada bagian akar, batang dan daun), ukuran talusnya mulai dari mikroskopik sampai makroskopik
  • Semua Phaeophyta hidup berkoloni dengan bentuk bervariasi dari yang sederhana hingga yang berbentuk besar

Tubuhnya selalu berupa talus

Tubuhnya selalu berupa talus yang multiseluler berbentuk filamen, lembaran atau menyerupai semak / pohon yang dapat mencapai beberapa puluh meter seperti dapat mencapai ukuran lebih dari 30 meter, terutama jenis-jenis yang hidup didaerah beriklim dingin.

Artikel Lainnya : Klasifikasi dan Jenis Alga


Bersifat Makroskopis

Umumnya ganggang coklat bersifat makroskopis, dan mempunyai gelembung- gelembung udara yang berfungsi sebagai pelampung.


Klasifikasi Phaeophyta

Dalam sistem klasifikasi, Laminariales termasuk dalam divisi Phaeophyta yang hanya memiliki satu kelas, yakni  kelas Phaeophyceae. Phaeophyceae kemudian memiliki tiga belas ordo dan salah satunya adalah ordo Laminariales. Sistematik dari ordo Laminariales bagaimana yang dikemukakan oleh H.C.Bold dan M.J. Wynne (1985) sebagai berikut.

Artikel Lainnya : Klasifikasi dan Stuktur Bakteri


Familia Chordaceae

Famili Chordaceae hanya memiliki satu genus, yakni genus Chorda. Tubuh Alga yang termasuk dalam genus Chorda tidak memiliki cabang, berbentuk silinder dan dapat mencapai panjang hingga 8 sampai 12 meter.


Chorda hidup di perairan dingin Atlantik utara, pasifik utara, laut Arktik dan laut Bering. Contoh spesies dari family ini adalah Chorda filum.


Familia Laminariaceae

Famili ini memiliki sejumlah genus, diantaranya adalah :

  • Genus Laminaria

Laminaria ditemukan pada perairan litoral hingga sublitoral hingga pantai karang. Contoh Laminaria saccharina

  • Genus Hedophyllum

Hedeophyllum memiliki daerah penyebaran dari perairan Alaska hingga utara California. Alga ini hidup melekat pada substrat dengan menggunakan haptera. Contoh Hedophyllum sessile

  • Genus Agarum

Agarum memiliki tulang atau urat median melintang, adanya lubang-lubang pada sisi helaian dan helaian yang tak terbagi membedakan genus ini dengan genus lain dalam family Laminariaceae. Contoh Agarum cribrosum

  • Genus Costaria

Ciri utama dari Costaria adalah adanya lima buah urat longitudinal pada helaian Alga ini. Contoh Costaria costata

Artikel Lainnya : Pengertian Kompetisi dan Predasi Simbiosis


Familia Lessoniaceae

Famili Lessoniaceae juga mempunyai sejumlah genus. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.


  • Genus Postelsia

Jika dipandang pada tiap-tiap individu, Postelsia memiliki bentuk yang mirip pohon kelapa. Sejumlah besar helaian yang menyatu pada pangkalnya membentuk haptera yang melekatkan Alga ini pada substrat.

Contoh Postelsia palmaeformis


  • Genus Nereocystis

Nereoscystis memiliki bentuk yang mirip dengan Laminaria ketika muda. Namun, seiring dengan perkembangannya, terjadi pembagian helaian-helaian dan juga modifikasi tangkai (stipe). Tangkai dapat mencapai panjang hingga 25-30 meter serta memiliki pneumokist pada ujungnya.

Contoh Nereocystis luetkeana


  • Genus Macrocystis

Macrocystis (Macro = besar; kystis=helaian) merupakan Tumbuhan menahun yang memungkinkan adanya  regenerasi dari stipes tambahan. Dengan demikian akan muncul sejumlah besar lemabaran-lembaran yang berasal dari lembaran tunggal.

Contoh Macrocystis integrifolia

Artikel Lainnya : Tahapan Kultur Jaringan Secara Lengkap


Pigmen dan Kandungan Pada Phaeophyta

  • Adanya pigmen coklat, yaitu fukoxantin, yang menutupi warna hijau pigmen fotosintesisnya.
  • Ganggang coklat ini memiliki pigmen klorofil a dan c.
  • Memiliki karoten dan mengandung xantofil (Fukoxantin yang terdiri dari violaxantin, flavoxantin, neofukoxantin a dan neofukoxantin b) yang terletak dalam plasmid dengan tilakoid.
  • Memiliki cadangan makanan berupa laminaria.
  • Ditemukan manitol, minyak dan zat-zat yang lainnya.

Reproduksi Phaeophyta

Phaeophyta dapat berkembang biak secara Seksual maupun Aseksual. Aseksual dengan cara mengeluarkan spora (zoospora dan aplanospora ). Zoospora yang dihasilka memiliki flagela.

  1. Anteredium berupa sel yang berbentuk corong merupakan sel jantan, sedangkan oogonium yang berupa badan yang duduk di atas tangkai merupakan sel betina.
  2. Jika spermatozoid dapat membuahi sel telur, maka terbentuklah zigot. Zigot kemudian akan membentuk dinding selulosa dan pektin kemudian melekat pada suatu substrat. Selanjutnya dia akan berubah menjadi individu baru yang bersifat diploid.
  3. Dilain sisi, Phaeophyta juga bisa bereproduksi secara aseksual lo sobat! Yaitu dengan cara isogami serta oogami.

Artikel Lainnya :  Jenis Pencemaran Tanah


Habitat Phaeophyta

Alga/ganggang coklat umumnya tinggal di laut yang agak dingin dan sedang, terdampar dipantai, melekat pada batu-batuan dengan alat pelekat (semacam akar).


Contoh Ganggang Coklat

Berikut contoh  dari beberapa ganggang coklat sebagai berikut :


Sargassum binderi (Sonder)

  • Spesifikasi : Batang gepeng (1,5 mm), halus licin, tinggi mencapai sekitar 60 cm, percabangan “alternate” teratur, oppsite (kiri-kanan). Cabang utama yang pendek (1-2 cm) diatas holdfast. Daun lonjong, pinggir bergerigi, panjang 5 cm, lebar 1 cm ujung runcing.
  • Sebaran : Tubuh pada substrat berbatu, umumnya di daerah terumbu karang yang terkena gerakan air relatif lebih kuat dan konstan.
  • Potensi : Belum banyak dimanfaatkan, kandungan kimia sama dengan jenis sargassum lainnya.

Sargassum Polycystum C.A Argadh

  1. Spesifikasi : Ciri-ciri umum. Thallia silidris berduri-duri kecil merapat.  Holdfast berbentuk cakram kecil dan diatasnya terdapat perakaran/stolon yang rimbun berekspansi ke segala arah. Batang pendek dengan percabangan utama tumbuh rimbun.
  2. Sebaran : Algae yang kosmopolitan di daerah tropis hingga subtropis. Bukan merupakan algae endemic perairan Indonesia tetapi banyak ditemukan di perairan nusantara terutama di Kalimatan.
  3. Potensi : Bisa dimanfaatkan sebagai bahan esktraksi alginat. Manfaat lainnya belum diketahui. Tidak dibudidayakan.

Artikel Lainnya : Proses Fertilisasi Pada Manusia


Turbinaria Conoides (J. Argadh) Kuetzing

Nama Daerah : Rumput Coklat Corong

  • Spesifikasi : Batang silindris, tegak, kasar, terdapat bekas-bekas percabangan, Holdfast berupa cakram kecil dengan terdapat perakaran yang berkspansi radial. Percabangan berputar sekeliling batang utama. Daun merupakan kesatuan yang terdiri dari tangkai dan lembaran.
  • Sebaran : Umumnya terdapat di daerah rataan terumbu, menempel pada batu. Tersebar luas di perairan Indonesia.
  • Potensi : Algae ini mengandung alginat dan iodin. Potensi eksport ke Jepang.

Artikel Lainnya : Sturktur Protozoa : Ciri dan Peranan


Pemanfaatan Ganggang Coklat (Phaeophyta)

Adapun peranan ganggang coklat dalam kehidupan yaitu:

  1. Ganggang coklat dapat dimanfaatkan dalam industri makanan
  2. Phaeophyta sebagai sumber alginat banyak dimanfaatkan dalam dunia industri tekstil untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas bahan industri, kalsium alginat digunakan dalam pembuatan obat-obatan senyawa alginat juga banyak digunakan dalam produk susu dan makanan yang dibekukan untuk mencegah pembentukan kristal es.

    Dalam industri farmasi, alginat digunakan sebagai bahan pembuat biomaterial untuk teknik pengobatan.


  3. Dapat digunakan sebagai pupuk organik karena mengandung bahan-bahan mineral seprti potasium dan hormon seperti auxin dan sylokinin yang berguna untuk meningkatkan daya tumbuh tanaman berbunga dan berbuah.

  4. Macrocytis Pyrifers menghasilkan iodine (unsur yang dapat digunakan untuk mencegah penyakit gondok).

  5. Laminaria, Fucus, Ascophylum dapat menghasilkan asam alginat. Alginat biasanya digunakan sebagai pengental pada produk makanan (sirup, salad, keju, eskrim) serta pengentalan dalam industri (lem, tekstil, kertas, tablet antibiotik, pasta gigi) dan pengentalan produk kecantikan (lotion, krim wajah).

  6. Macrocytis juga dibuat sebagai makanan suplemen untuk hewan ternak karena kaya komponen Na, P, N, Ca

Demikian Materi tentang Ciri Phaeophyta (Alga Coklat) : Pengertian, Pigmen dan Reproduksi secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat jangan lupa di share ya sobat Murid.Co.Id