Sistem Pernapasan Manusia

Diposting pada

Definisi Pernapasan

Pernapasan adalah kegiatan makhluk hidup yang sangat penting, Pernahkah kamu berpikir apa yang terjadi seandainya kita sulit bernapas ? Kita tahu bahwa manusia telah dilengkapi oleh alat yang mampu menghirup udara, sehingga kebutuhan akan oksigen terpenuhi, karena tanpa oksigen  aktivitas dalam tubuh makhluk hidup tidak dapat berlangsung.


Organ-organ apa saja yang berperan dalam pernafasan? Bagaimana kita bernapas dan mendapatkan oksigen ? Gangguan apa saja yang terjadi dalam sistem pernapasan? Semua akan terjawab dengan mempelajari modul ini.

Artikel Lainnya : 6 Panca Indera Pada Manusia Beserta Struktur Lengkap


Pernapasan Adalah :

  1. Kegiatan mengambil udara (inspirasi) dan mengeluarkan udara (ekspirasi) melalui alat pernapasan.
  2. Pertukaran gas antara sel dengan lingkungan (respirasi eksternal).
  3. Reaksi enzimatik, pemanfaatan oksigen memerlukan enzim pernapasan (sitokrom).

Alat atau Saluran Pernafasan Manusia

Saluran pernapasan atau tractus respiratorius (respiratory tract) adalah bagian tubuh manusia yang berfungsi sebagai tempat lintasan dan tampat pertukaran gas yang diperlukan untuk proses pernapasan. Saluran ini berpangkal pada hidung atau mulut dan berakhir pada paru-paru.


Urutan saluran pernapasan adalah sebagai berikut: Rongga hidung – Pharing – Laryng – Trachea – Bronkus – Bronchiolus – Alveolus- Paru-paru/Pulmo.

Artikel Lainnya : Jaringan Pada Hewan Secara Lengkap dan Jelas


Rongga Hidung (Cavum Nasalis)

  • Rongga hidung berlapis selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan, di dalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (kelenjar sudorifera).

  • Terdapat rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara.

  • Terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk (sebagai heatter)

Faring (Pangkal Tenggorokan)

  1. Faring merupakan percabangan 2 saluran berupa nasofarings bagian depan saluran pencernaan dan (orofarings) pada bagian belakang.
  2. Pada bagian belakang faring terdapat laring (tekak) tempat terletaknya pita suara (pita vocalis).
  3. Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara (Laring) bergetar dan terdengar sebagai suara.

Laring

  • Laring ini terdapat di antara faring dan trakea.
  • Dindingnya terdiri dari 9 buah tulang rawan.
  • Di dalamnya terdapat epiglotis dan pita suara .
  • Pada saat kita menelan makanan, epiglotisnya ditutup agar makanan bisa diarahkan ke kerongkongan, sehungga kita engga keselek

  • Tetapi harus hati-hati ! jika makan sambil berbicara dapat mengakibatkan makanan masuk ke saluran pernapasan ( Keselek) karena saluran pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka.

    Walaupun demikian, saraf kita akan mengatur agar peristiwa menelan, bernapas, dan berbicara tidak terjadi bersamaan sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan.


Tenggorokan (Trakea)

  1. Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ± 10 cm, terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada (torak).
  2. Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, Pada bagian dalam rongga terdapat epithel bersilia.
  3. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan.

Cabang – Cabang Tenggorokan (Bronki / Bronchus)

  • Merupakan cabang Tenggorokan (trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri
  • Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna.
  • Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus.

Alveolus

Alveolusmrupakan struktur berbentuk bola-bola mungil atau gelembung paru-paru yang diliputi oleh pembuluh-pembuluh darah. Epitel pipih yang melapisi alveoli memudahkan darah di dalam kapiler-kapiler darah mengikat oksigen dari udara dalam rongga alveolus.

Artikel Lainnya : Tahapan Kultur Jaringan Secara Lengkap


Paru – Paru (Pulmo)

  1. Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagian samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat.
  2. Jaringan paru-paru berstruktur seperti spon yang elastis dengan daerah permukaan dalam yang sangat lebar untuk pertukaran gas.
  3. Paru-paru kanan terdiri dari 3 lobus, sedangkan paru-paru kiri terdiri dari 2 lobus.
  4. Setiap lobus terdiri dari bagian yang lebih kecil disebut lobulus.
  5. Paru-paru tersusun oleh bronkiolus, alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh darah.
  6. Di dalam paru-paru, bronkiolus bercabang-cabang halus dengan diameter ± 1 mm, dindingnya makin menipis jika dibanding dengan bronkus.
  7. Bronkiolus tidak mempunyi tulang rawan, tetapi rongganya masih mempunyai silia dan di bagian ujung mempunyai epitelium berbentuk kubus bersilia.
  8. Pada bagian distal kemungkinan tidak bersilia. Bronkiolus berakhir pada gugus kantung udara (alveolus)
  9. Alveolus terdapat pada ujung akhir bronkiolus berupa kantong kecil yang salah satu sisinya terbuka sehingga menyerupai busa atau mirip sarang tawon.
  10. Oleh karena alveolus berselaput tipis dan di situ banyak bermuara kapiler darah maka memungkinkan terjadinya difusi gas pernapasan
  11. Paru paru disusun oleh otot otot pernafasan otot utama :M.Intercostalis, M.Diafragmatika dan otot tambahan : M.Pectoralis mayor, M.Pectoralis minor, M. Latisimus dorsi, M. Sternocleidomastoideus.

Pleura

Pleura merupakan selaput pembungkus paru, terdiri atas :

  • Pleura Viscerale : melekat pd paru-paru , selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam
  • Pleura Parietale : melapisi dinding dada
  • Pleura Costalis : melapisi iga-iga , berupa selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar
  • Pleura Diafragmatika : melapisi diafragma
  • Pleura Servicalis : terletak di leher
  • Antara selaput luar dan selaput dalam terdapat rongga berisi cairan pleura yang berfungsi sebagai pelumas paru-paru
  • Cairan pleura berasal dari plasma darah yang masuk secara eksudasi. Dinding rongga pleura bersifat permeabel terhadap air dan zat-zat lain.

Artikel Lainnya : Ruang Lingkup Ekologi


Mekanisme Pernapasan

Pernapasan pada manusia berlangsung dengan cara mengubah tekanan udara di dalam paru-paru. Perubahan tekanan ini menyebabkan udara dapat keluar dan masuk dari dan ke dalam paru-paru yang disebut bernapas.

Proses bernapas pada manusia melalui 2 (dua) tahap :

Artikel Lainnya : Klasifikasi dan Struk Bakteri Lengkap


Inspirasi (Penghirupan)

Tahap inspirasi terjadi akibat otot tulang rusuk dan diafragma berkontraksi. Volume rongga dada dan paru-paru meningkat ketika diafragma bergerak turun ke bawah dan sangkar tulang rusuk membesar. Tekanan udara dalam paru-paru akan turun di bawah tekanan udara atmosfer, dan udara akan mengalir ke dalam paru-paru.

Artikel Lainnya : Alga Chrysophyta (Alga Keemasan) Secara Lengkap


Ekspirasi (Penghembusan)

Tahap ekspirasi terjadi akibat otot tulang rusuk dan diafragma berelaksasi. Volume rongga dada dan paru-paru mengecil ketika diafragma bergerak naik dan sangkar tulang rusuk mengecil. Tekanan udara dalam paru-paru akan naik melebihi tekanan udara atmosfer, dan udara akan mengalir keluar dari paru-paru.

Sistem Pernapasan Manusia : Alat, Struktur dan Mekanisme
Sistem Pernapasan Manusia : Alat, Struktur dan Mekanisme

Macam Pernapasan

Pernapasan Dada

Pernapasan dada berlangsung dalam 2 tahap, yaitu :

  • Inspirasi, terjadi bila otot antar tulang rusuk luar berkontraksi, tulang rusuk terangkat, volume rongga dada membesar, paru-paru mengembang, sehingga tekanan udaranya menjadi lebih kecil dari udara atmosfer, sehingga udara masuk.

  • Ekspirasi, terjadi bila otot antar tulang rusuk luar berelaksasi, tulang rusuk akan tertarik ke posisi semula, volume rongga dada mengecil, tekanan udara rongga dada meningkat, tekanan udara dalam paru-paru lebih tinggi dari udara atmosfer, akibatnya udara keluar.

Artikel Lainnya : Piramida Ekologi


Pernapasan perut

Pernapasan perut berlangsung dalam dua tahap, yaitu :

  1. Inspirasi, terjadi bila otot diafragma berkontraksi, diafragma mendatar mengakibatkan volume rongga dada membesar sehingga tekanan udaranya mengecil dan diikuti paru-paru yang mengembang mengakibatkan tekanan udaranya lebih kecil dari tekanan udara atmosfer dan udara masuk.

  2. Ekspirasi, diawali dengan otot diafragma berelaksasi dan otot dinding perut berkontraksi menyebabkan diafragma terangkat dan melengkung menekan rongga dada, sehingga volume rongga dada mengecil dan tekanannya meningkat sehingga udara dalam paru-paru keluar.

  3. Pernapasan perut umumnya terjadi saat tidur.

Mekanisme Pertukaran Gas

Pengangkutan O2

Pertukaran gas antara O2 dengan CO2 terjadi di dalam alveolus dan jaringan tubuh, melalui proses difusi. Oksigen yang sampai di alveolus akan berdifusi menembus selaput alveolus dan berikatan dengan haemoglobin (Hb) dalam darah yang disebut deoksigenasi dan menghasilkan senyawa oksihemoglobin (HbO).

Sekitar 97% oksigen dalam bentuk senyawa oksihemoglobin, hanya 2 – 3% yang larut dalam plasma darah akan dibawa oleh darah ke seluruh jaringan tubuh, dan selanjutnya akan terjadi pelepasan oksigen secara difusi dari darah ke jaringan tubuh.

Artikel Lainnya : Alga Cyanophyta (Hijau – Biru) Secara Lengkap


Pengangkutan CO2

Karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari proses respirasi sel akan berdifusi ke dalam darah yang selanjutnya akan diangkut ke paru-paru untuk dikeluarkan sebagai udara pernapasan.

Artikel Lainnya : Bentuk Bentuk Adaptasi


Ada 3 (tiga) cara pengangkutan CO2 :

  1. Sebagai ion karbonat (HCO3), sekitar 60 – 70%.
  2. Sebagai karbominohemoglobin (HbCO2), sekitar 25%.
  3. Sebagai asam karbonat (H2CO3) sekitar 6 – 10%.

Kelainan / Penyakit pada Pernapasan

Sistem pernapasan dapat mengalami berbagai gangguan, baik karena kelainan sistem pernapasan atau akibat infeksi kuman. Beberapa jenis gangguan antara lain :

  • Asma/sesak napas, penyempitan saluran napas akibat otot polos pembentuk dinding saluran terus berkontraksi, disebabkan alergi atau kekurangan hormon adrenalin.
  • Asfiksi, gangguan pengangkutan dan penggunaan oksigen oleh jaringan akibat tenggelam, pneumonia, keracunan CO.
  • Asidosis, akibat peningkatan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah
  • Wajah adenoid (wajah bodoh), penyempitan saluran napas karena pembengkakan kelenjar limfa (polip), pembengkakan di tekak (amandel).
  • Pneumonia, radang paru-paru akibat infeksi bakteri Diplococcus pneumonia.
  • Difteri, penyumbatan faring/laring oleh lendir akibat infeksi bakteri Corynebacterium diphteriae
  • Emfisema, menggelembungnya paru-paru akibat perluasan alveolus berlebihan.
  • Tuberculosis (TBC), penyakit paru-paru akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosa.

Artikel Lainnya : Pengertian Kompetisi dan Predasi Simbiosis


Peradangan pada sistem pernapasan :

  1. Bronchitis, radang bronkhus.
  2. Laringitis, radang laring
  3. Faringitis, radang faring
  4. Pleuritis, radang selaput paru-paru
  5. Renitis, radang rongga hidung
  6. Sinusitis, radang pada bagian atas rongga hidung (sinus)

Demikian dari kami pembahasan dari kami materi tentang Sistem Pernapasan Manusia Secara Lengkap, semoga bermanfaat jangan lupa di sahare ya sobat Murid.Co.Id