Langkah Menulis Karangan Deskripsi

Pengertian Karangan Deskripsi

Karangan deskripsi merupakan salah satu jenis karangan yang memberikan efek kepada pembaca dengan melukiskan atau menggambarkan sesuatu berdasarkan kesan-kesan dari pengamatan, pengalaman, dan perasaan penulisnya. Oleh karena itu pembaca juga bisa merasakan apa yang dirasakan penulis melalui karya karangan deskripsi yang ia buat.

 Jenis karangan ini berkaitan dengan panca indra manusia, sesuatu yang dapat dideskripsikan tidak hanya terbatas pada apa yang kita lihat dan dengar saja, tetapi juga yang kita rasa dan pikir, seperti rasa takut, cemas, tegang, jijik, haru, dan kasih sayang. Aspek & Jenis Seni Rupa Begitu pula suasana yang timbul dari suatu peristiwa, seperti suasana mencekam, putus asa, kemesraan, dan keromantisan panorama pantai.

Contoh Teks Deskripsi
Contoh Teks Deskripsi

Berdasarkan pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa karangan deskripsi merupakan karangan yang kita susun untuk melukiskan sesuatu dengan maksud untuk menghidupkan kesan dan daya khayal mendalam pada si pembaca.

Dari beberapa pernyataan tersebut penulis mengacu pada pendapat Suparno bahwa karangan deskripsi adalah wacana yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu berdasarkan kesan-kesan dari pengamatan, pengalaman, dan perasaan penulisnya. Unsur dan Pengertian Seni Rupa Objek yang dikembangkan dalamparagraf deskripsi berhubungan dengan ruang dan waktu.


Pengembangan Paragraf Deskripsi

 Paragraf deskripsi dapat dikembangkan dengan pola sebagai berikut.

  • Pola Pengembangan Pengamatan (Observasi): Paragraf deskripsi pengamatan dikembangkan dengan melakukan pengamatan terhadap objek yang akan dideskripsikan. Pembaca seolah-olah dapat melihat ataumengalami
  • Pola Pengembangan Fokus: Paragraf deskripsi fokus dikembangkan dengan menonjolkan suatu bagian objek yang dideskripsikan. Perhatian pembaca atau pendengar terfokus pada bagian objek yang dideskripsikan. Tahapan dan Manfaat Apresiasi Seni Paragraf ini menggunakan pilihan kata atau kalimat yang tepat dan menarik perhatian pembaca atau pendengar Paragraf deskrispi bertujuan melukiskan atau memberikan gambaran terhadap sesuatu dengan sejelas – jelasnya sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, membaca, atau merasakan hal yang dideskripsikan.

Pola Pengembangan Paragraf Deskripsi

Adapun pola pengembangan paragraf diskripsi adalah:

  1. Paragraf Deskripsi

Paragraf Deskripsi Spasial adalah paragraf yang menggambarkan objek kusus ruangan, benda atau tempat.

Contoh:

Sungai ciliwung terletak di Jakarta. Sungai ini mengalir di seluruh Jakarta. Sayangnya, Sungai Ciliwung dipenuhi tumpukan sampah. Tumpukan sampah di sungai dihinggapi lalat. Langkah Membuat Teks Eksposisi Lalat-lalat itu selalu berterbangan ke perumahan warga dan membawa berbagai macam penyakit. Selain itu tumpukan sampah juga menebarkan bau yang sangat menyengat. Sungguh pemandangan yang sangat menyedihkan.

  1. Paragraf Deskripsi Subjektif

Paragraf Deskripsi Subjektif adalah paragraf yang menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis.

Contoh:

Tidak lama. Dengan rasa penasaran, kucoba melirik orang-orang di sekelilingku. Di sebelah kiriku, seorang gadis berambut panjang menarik hatiku. Sambil melirik, kuperhatikan dia. Rambutnya pirang, rambutnya kuning indah, matanya memandang sayu, ditambah dengan bibirnya yang tipis, dia membuat jantungku berdetak hebat. Rasanya, aku mengenalnya. Tapi di mana ?

  1. Paragraf Deskripsi Objektif

Paragraf Deskripsi Objektif adalah paragraf yang menggambarkan objek dengan apa adanya atau sebenarnya.

Contoh:

Pantai Nusa Penida memiliki tata keindahan alam yang menarik, khususnya bagi wisatawan yang mendambakan suasana nyaman, tenang, jauh dari kebisingan kota. Pohon-pohonnya rindang. Bentangan lautnya luas. Bagi penyelam , Pantai Nusa Penida juga menawarkan keindahan ikan laut yang sedang berenang. Pemda Bali harus menata dan mengelola Pantai Nusa Penida sebagai tujuan wisata alternatif.

  1. Paragraf Deskripsi

Paragraf Deskripsi Waktu adalah paragraf yang dikembangkan berdasarkan waktu peristiwa cerita tersebut.

  1. Pola Tematis

Pola Tematis. Pola tematis adalah pola pengembangan paragraf yang setiap temanya diwakili satu atau dua kalimat.

Contoh:

Terdengar suara seruling sangat merdu. Terasa menyayat-nyayat hati. Suara gamelan bertalu-talu berselang dengan suara gong begitu menggema suara itu. Ciri Paragraf Eksposisi Tepuk tangan penonton sesekali menyelinginya. Tidak ada kesedihan lagi disana, meskipun bagiku, semuanya tidak lebih dari semua peristiwa yan memilukan.


Jenis Karangan Deskripsi

Adapaun beberapa jenis karangan deskripsi antara lain sebagai berikut:

  1. Karangan Deskripsi Spatial

Karangan deskripsi spatial merupakan jenis karangan deskripsi yang memberikan gambaran suatu hal atau objek dalam bentuk tempat atau ruang. Penulis bercerita atau membahas gambaran suatu tempat atau ruang menurut keadaan nyata sehingga pembaca bisa membayangkan dengan jelas tempat yang dimaksud.

  1. Karangan Deskripsi Realistis

Karangan deskripsi realistis merupakan jenis karangan yang menjelaskan pada pembaca secara objektif. Tips dan Cara Negoisasi Cara menyampaikan karangan secara objektif bisa diartikan bahawa apa yang disampaikan kepada pembaca lewat karangan adalah nyata apa adanya. Penulis tidak menerangkan kesan atau opini pribadi terhadap objek yang diceritakan.

  1. .Karangan Deskripsi Impresionatis

Karangan deskripsi impresionatis merupakan jenis karangan deskriptif yang memberikan gambaran suatu objek secara subjektif atau sesuai dengan apa yang dirasakan dan dilihat oleh penulis. Pandangan pembaca tidak terlalu diperhatikan oleh penulis.

  1. Karangan Deskripsi Artistik atau Impresionitik

Karangan deskripsi ini memberikan penekanan terhadap tanggapan emosional yang dirasakan oleh pembaca atuau pendengarnya. Ketika menulis karangan ini penulis berupaya untuk memberikan kesan terhadap para pembacanya.

  1. Karangan Deskripsi Ekspositori

Karangan deskripsi ekspositori adalah karangan yang logis, seringkali penulis hanya mendeskripsikan sebuah objek yang sesuai dengan apa yang dilihat dan dirasakan oleh penulis saja, tidak mengutamakan tanggapan emosi atau kesan pembaca. Pola Pembentukan Kalimat Tunggal


Ciri Ciri Karangan Deskripsi

  • Berisi perincian- perincian sehingga objeknya seolah-olah terpajang di depan mata pembaca.
  • Dapat menimbulkan kesan dan daya khayal pembaca.
  • Berisi penjelasan yang menarik minat serta perhatian orang lain atau pembaca.
  • Menyampaikan sifat dan semua perincian wujud yang dapat ditemukan pada objek itu.
  • Menggunakan bahasa yang cukup hidup, kuat, dan bersemangat serta konkret.

Berdasarkan hasil pengamatan penulis, penulis berusaha memindahkan kesan pengamatan dan perasaannya kepada pembaca membentuk daya khayal pada pembaca, seolah-olah pembaca melihat atau merasakan sendiri tentang objek yang disampaikan, berupaya lebih memperlihatkan perincian tentang objek.


Langkah Menulis Karangan Deskripsi

Di dalam menulis karangan deskripsi ada langkah-langkah tertentu yang harus diikuti agar hasilnya tersusun secara sistematis.

Langkah-langkah menulis deskripsi sebagai berikut

  1. Menentukan apa yang akan dideskripsikan: apakah akan mendeskripsikan orang atau tempat.
  2. Merumuskan tujuan pendeskripsian: apakah deskripsi dilakukan sebagai alat bantu karangan narasi, eksposisi, argumentasi, atau persuasi.
  3. Menetapkan bagian yang akan dideskripsikan. Ciri Karangan Eksposisi Kalau yang dideskripsikan orang, apakah yang dideskripsikan itu ciri-ciri fisik, watak, gagasannya, atau benda-benda di sekitar tokoh? Kalau yang dideskripsikan tempat, apakah yang dideskripsikan keseluruhan tempat atau hanya bagian- bagian tertentu saja yang menarik.
  4. Memerinci dan mensistematiskan hal-hal yang menunjang kekuatan bagian yang akan dideskripsikan. Hal-hal apa saja yang akan ditampilkan untuk membantu memunculkan kesan dan gambaran kuat mengenai sesuatu yang dideskripsikan. Pendekatan apa yang akan digunakan penulis.

Selain itu pendapat lain memberi penjelasan mengenai langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam menulis karangan deskripsi adalah sebagai berikut : Ruang Lingkup Manajemen Personalia 

  • Menentukan tema atau topik karangan.
  • Menentukan tujuan penulisan.
  • Mengumpulkan bahan atau data yang diperlukan.
  • Menyusun kerangka karangan.
  • Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan deskripsi yang Utuh.

Contoh Teks Deskripsi Tentang Tumbuhan

Pohon Mangga

Aku mempunyai pohon mangga yang berada di belakang rumah, pohon mangga tersebut mempunyai tinggi sekitar 3 meter dan sudah berbuah banyak. Struktur Teks Negosiasi Sering kali ketika aku ingin memakan mangga, aku tinggal memanjat pohon tersebut dan mengambil buah nya. Pohon mangga tersebut dikelilingi oleh pagar.Saking tingginya pohon mangga ini sampai daun pohon mangga menutupi atap genteng rumahku.

Penggunaan Frase Adjektif

Salah satu cirri paragraph deskripsi adalah banyknya menggunakan kata atau frase adjektif. Adapun yang dimaksud dengan frase adjektif adalah kelompok kata yang intinya berupa kata sifat.

Contohnya :

Begitu memukau, sudah rusak, dan indah sekali.

Ketiga kelompok itu dinakan dengan frase adjektif karena nsure intinya berupa kata sifat.

Demikian materi dari kami tentang Teks Deskripsi : Ciri, Jenis, Contoh & Langkah Manulis secara lengkap dan Jelas, semoga bermanfaat, jangan lupa di share sobat Murid.Co.iD