7 Pengertian Populasi Menurut Para Ahli

Diposting pada

Pengertian Populasi

Populasi atau population menurut bahasa sama dengan penduduk atau orang banyak, bersifat umum (universe). Dalam penelitian populasi adalah keseluruhan objek penelitian, berupa manusia, gejala, benda, pola sikap, tingkah laku, dan sebagainya yang menjadi objek penelitian (Sapri imam asyari, 1983: 69). Populasi adalah himpunan keseluruhan karakteristik dari objek yang diteliti.

Artikel Lainnya : Cara Mengatasi Inflasi

Artikel Lainnya : Jenis Prilaku Menyimpang


Pengertian Populasi Menurut Para Ahli

  1. Margono (2004)

Populasi merupakan seluruh data yang menjadi pusat perhatian seorang peneliti dalam ruang lingkup & waktu yang telah ditentukan. Populasi berkaitan dengan data-data. Jika setiap manusia memberikan suatu data, maka ukuran atau banyaknya populasi akan sama dengan banyaknya manusia.


  1. Suharsimi Arikunto

Populasi diartikan sebagai keseluruhan dari subjek atau objek penelitian. Jika seorang peneliti ingin meneliti semua elemen yang ada didalam wilayah penelitiannya, maka penelitiannya  itu merupakan penelitian populasi.


  1. Sugiyono (2008)

Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas subyek atau objek  yang memiliki karakter & kualitas tertentu yang ditetapkan oleh seorang peneliti untuk dipelajari yang kemudian ditarik sebuah kesimpulan.


  1. Hadari Nawawi (1983)

Menurutnya populasi ialah keseluruhan dari objek penelitian yang terdiri atas manusia, hewan, benda-benda, tumbuh-tumbuhan, peristiwa, gejala-gejala, ataupun  nilai tes sebagai sumber data yang mempunyai karaktersitik tertentu dalam suatu penelitian yang dilakukan.


  1. Nazir (2005)

Mengemukakan bahwa populasi ialah sekumpulan individu-individu dengan kualitas dan karakter yang sudah ditetapkan oleh peneliti. Ciri atau kualitas itu yang dinamakan sebagai variabel. Ia membagi populasi menjadi dua yakni populasi finit dan infinit.


  1. Furchan (2004)

Menjelaskan bahwa populasi ialah objek, seluruh anggota kelompok orang, atau kejadian yang telah dirumuskan oleh peneliti secara jelas.


  1. Ismiyanto

Mengemukakan populasi sebagai keseluruhan subjek ataupun totalitas subjek penelitian baik itu berupa orang, benda, ataupun suatu hal yang di dalamnya bisa diperoleh data informasi dalam penelitian.

Artikel Lainnya : Macam Pencemaran Lingkungan


Jenis-Jenis Populasi

Jenis Populasi dilihat dari penentuan sumber data :

Populasi Terbatas

Populasi terbatas, yaitu populasi yang memiliki sumber data yang jelas batas-batasnya secara kuantitatif. Misalnya, jumlah murid SLTA di Surabaya pada tahun 2004 sebanyak 150.000 siswa terdiri dari 78.000 murid putra dan 72.000 murid putri.


Populasi tak Terhingga

Populasi tak terhingga, yaitu populasi yang memiliki sumber data yang tidak dapat ditentukan batas-batasnya secara kuantitatif. Oleh karenya, luas populasi bersifat tak terhingga dan hanya dapat dijelaskan secara kualitatif. Misalnya, jumlah gelandangan di Indonesia.

Ini berarti harus dihitung jumlah gelandangan di Indonesia dari tahun ke tahun, dan tiap kota. Tidak saja perhitungan terhadap jumlah gelandangan yang ada sekarang, tetapi juga dilakukan penafsiran jumlah gelandangan di waktu yang akan datang.


Jenis Populasi dari kompleksitas

Jenis populasi dilihat dari kompleksitas objek populasi Margono (2004: 119-120) :

Populasi Homogen

Populasi homogen, yaitu keseluruhan individu yang menjadi anggota populasi, memiliki sifat-sifat yang relative sama satu sama lainnya. Sifat populasi seperti ini banyak dijumpai pada medan eksata, misalnya air.

Ciri yang menonjol dari populasi homogen, tidak ada perbedaan hasil tes dari jumlah tes populasi yang berbeda. Maksudnya adalah gejala yang timbul pada satu kali percobaan atau tes merupakan gejala yang timbul pada seratus kali atau lebih tes terhadap populasi yang sama.


Populasi Heterogen

Populasi heterogen, yaitu keseluruhan individu anggota populasi relative memiliki sifat-sifat individual, dimana sifat tersebut membedakan individu anggota populasi yang satu dengan yang lainnya. Dengan kata lain bahwa individu anggota populasi memiliki sifat yang bervariasi sehingga memerlukan penjelasan terhadap sifat-sifat tersebut baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

Pada penelitian sosial, populasi heterogen menjadi tidak asing lagi dalam setiap penelitian. Hal ini disebabkan semua penelitian sosial berobjekkan manusia atau gejala-gejala dalam kehidupan manusia yang bersifat amat unik dan kompleks.


Selain pembedaan-pembedaan diatas, populasi juga dapat dibedakan antara populasi sampling dan populasi sasaran. Misalnya, apabila kita mengambil rumah tangga sebagai sampel sedangkan yang diteliti hanyalah rumah tangga yang bekerja sebagai petan, maka keseluruhan rumah tangga dalam wilayah penelitian disebut populasi sampling, sedangkan seluruh petani dalam wilayah penelitian disebut populasi.


Menurut Margono

Menurut Margono (2004: 119) populasi dapat dibedakan ke dalam hal berikut ini:

Populasi Teoretis

Populasi teoretis (teoritical population), yakni sejumlah populasi yang batas-batasnya ditetapkan secara kualitatif. Kemudian agar hasil penelitian berlaku juga bagi populasi yang lebih luas, maka ditetapkan terdiri dari guru; berumus 25 tahun sampai dengan 40 tahun, program S1, jalur skripsi, dan lain-lain.


Populasi yang Tersedia

Populasi yang tersedia (accessible population), yakni sejumlah populasi yang secara kuantitatif dapat dinyatakan dengan tegas. Misalnya, guru sebanyak 250 di kota Bandung terdiri dari guru yang memiliki karakteristik yang telah ditetapkan dalam populasi teoretis.

Artikel Lainnya : Prasasti Kerajaan Tarumanegara


Penyebaran Populasi

Penyebaran adalah pola tata ruang individu yang satu relative terhadap yang lain dalam populasi. Penyebaran atau distribusi individu dalam satu populasi bias bermacam–macam, pada umumnya memperlihatkan tiga pola penyebaran, yaitu penyebaran secara acak, penyebaran secara merata, dan penyebaran berkelompok.


Penyebaran Secara Teratur

Penyebaran secara teratur (regular dispersion) dengan individu – individu yang kurang lebih berjarak sama satu dengan yang lain, jarang terdapat di alam, tetapi umumnya di dalam suatu ekosistem yang dikelola, dan disini tanaman atau pohon memang sengaja datur seperti itu yaitu jarak yang sama untuk menghasilkan produk yang optimal.


Penyebaran Secara Acak

Penyebaran acak (random dispersion) juga sangat jarang terjadi dialam. Penyebaran semacam ini biasanya terjadi apabila faktor lingkunganya sangat seragam unuk seluruh daerah dimana populasi berada, selain itu tidak ada sifat – sifat untuk berkelompok dai organisme tersebut,, dalam tumbuhan ada bentuk – bentuk organ tertentu yang menunjang untuk terjadinya pengelompokan tumbuhan.


Penyebaran Secara Merata

Penyebaran secara merata, umum terdapat padaa tumbuhan. Penyebaran seacam ini terjadi apabila adapersaingan yang kuat diantara individu – individu dalam populasi tersebut. Pada tumuhan misalnya untuk mendapatkan nutrisi dan ruang.


Penyebaran Secara Berkelompok

Penyebaran secara berkelompok (clumped dispersion) dengan individu – individu yang bergerombol dalam kelompok – kelompok adalah yang paling umum terdapat dialam, terutama untuk hewan.

Artikel Lainnya : Makna Globalisasi Secara Lengkap


Ciri – Ciri Populasi

Ada dua ciri dasar populasi, yaitu ciri biologis dan ciri statistik. Ciri biologis yaitu ciri-ciri yang dipunyai oleh individu-individu pembangun populasi itu. Sedangkan ciri statistik yaitu ciri – ciri uniknya sebagai himpunan atau kelompok individu – individu yang berinteraksi satu dengan  lainnya.

Ciri Ciri Populasi
Ciri Ciri Populasi

Ciri – Ciri biologis

Seperti halnya suatu individu, suatu populasi pun mempunyai ciri- ciri biologi, antara lain :

  • Mempunyai struktur dan organisasi tertentu, yang sifatnya ada yang konstan dan ada pula yang berfluktuasi dengan berjalannya waktu (umur)
  • Ontogenetik, mempunyai sejarah kehidupan (lahir, tumbuh, berdiferensiasi, menjadi tua/senessens, dan  mati)
  • Dapat dikenai dampak lingkungan dan memberikan respons terhadap perubahan lingkungan
  • Mempunyai hereditas
  • Terintegrasi oleh faktor- faktor hereditas oleh faktor- fektor herediter (genetik) dan ekologi (termasuk dalam hal ini adalah kemampuan beradaptasi, ketegaran reproduktif dan persistensi. Persistensi dalam hal ini adalah adanya kemungkinan untuk meninggalkan keturunan untuk waktu yang lama.

Ciri – Ciri statistik

Ciri- ciri statistik merupakan ciri – ciri kelompok yang tidak dapat di terapkan pada individu, melainkan merupakan hasil perjumpaan dari ciri – ciri individu itu sendiri, antara lain:

  1. Kerapatan (kepadatan) atau ukuran besar populasi berikut parameter – parameter utama yang mempengaruhi seperti natalitas, mortalitas, migrasi, imigrasi, emigrasi.
  2. Sebaran (agihan, struktur) umur
  3. Komposisi genetik (“gene pool”/ganangan gen)
  4. Dispersi (sebaran individu intra populasi)

Artikel Lainnya : Sosialisasi Pembentukan Kepribadian


Karakteristik Populasi

Populasi memiliki sifat-sifat (karakteristik) yang dapat diukur secara statistik dan bukan sifat daripada individu-individu penyusunnya, di antara sifat-sifat tersebut adalah kepadatan, natalitas dan mortalitas, distribusi umur, potensi biotic, penyebaran dan bentuk pertumbuhan.

Kepadatan / Kerapatan Populasi

Kepadatan adalah ukuran besarnya populasi dalam satuan ruang atau volume, yang pada umumnya ukuran besarnya populasi digambarkan dengan cacah individu, atau biomas populasi per satuan ruang atau volume. Dalam penentuan kepadatan populasi dapat dibedakan atas populasi kasar yaitu besarnya populasi persatuan ruang keseluruhan, dengan kepadatan ekologis yaitu besarnya populasi per-satuan ruang habitat yang dapat ditempati oleh populasi bersangkutan.

Dalam menentukan kepadatan populasi dalam skala ruang yang relatif sempit maka kita dapat melakukan perhitungan cacah individu atau biomas secara menyeluruh, namun pada ruang yang relative luas kita dihadapkan pada keterbatasan.

Untuk mengenal satu populasi maka kepadatan biasanya merupakan sifat pertama yang perlu mendapat perhatian. Pengaruh yang diberikan oleh satu populasi dalam satu komunitas atau ekosistem bukan hanya bergantung kepada jenis organisme tetapi juga kepada banyaknya individu atau kepadatan populasi itu. Ada beberapa metode untuk mengukur kepadatan populasi antara lain dapat disebutkan :

  • Menghitung jumlah (total counts), biasanya dipergunakan untuk mengukur populasi organisme besar dan nyata, atau yang berkumpul dalam koloni-koloni.
  • Metode sampel kuadrat (kuadrat sampling method), menghitung atau menimbang organisme dalam petak-petak persegi atau petak-petak melintang dengan luas dan banyaknya yang sesuai untuk mendapat taksiran kepadatan populasi daerah yang bersangkutan.
  • Metode memberi tanda tangkap kembali sesuai untuk bintang-bintang yang bergerak cepat seperti serangga yang terbang. Dalam hal ini satu sampel populasi ditangkap di beri tanda lalu dilepaskan. Kemudian setelah individu yang diberi tanda sudah bercampur kembali dalam populasi bersangkutan kembali

Natalitas

Natalitas merupakan kemampuan suatu populasi untuk menambah jumlah anggotanya secara inheren/besar. Laju natalitas adalah sama dengan laju kelahiran dalam terminology ilmu kependudukan (demography).

Natalitas maksimum adalah penambahan jumlah anggota populasi dalam kondisi ideal (tidak ada faktor eksternal yang membatasi). Sedangkan natalitas ekologi adalah pertambahan jumlah anggota populasi dalam kondisi alam senyatanya.

Natalitas biasanya dinyatakan sebagai laju yang diperoleh dengan membagi jumlah individu baru yang dihasilkan dengan satuan waktu (dNt/dt, laju natalitas absolute) yang dapat juga dinyatakan dalam jumlah individu baru per-satuan waktu per-satuan populasi (dNt/Ndt) disebut natalitas spesifik).

Untuk natalitas dNn menunjukkan jumlah individu baru yang ditambahkan kepada populasi. Laju natalitas dapat nol (0) atau positip, tetapi tidak pernah negatif. Tetapi untuk laju pertumbuhan dN menunjukkan jumlah bersih penambahan atau pengurungan dalam populasi yang merupakan hasil bukan saja oleh natalitas tetapi juga oleh mortalitas, emigrasi. Jadi laju pertumbuhan mungkin negatip, nol atau positip karena populasi dapat berkurang atau tetap bertambah besar.


Faktorn Faktor Pronatalitas

  1. Kawin usia muda.
  2. Tingkat kesehatan.
  3. Anggapan banyak anak banyak rejeki.

Faktor Faktor Antinatalitas

  • Pembatasan umur menikah.
  • Program keluarga berencana.
  • Pembatasan tunjangan anak.
  • Anak merupakan beban.

Mortalitas

Mortalitas adalah pengurangan cacah individu suatu populasi. Laju mortalitas adalah sama dengan laju kematian dalam demografi manusia. Moralitas dapat dibedakan atas mortalitas fisiologik dan ekologik. Mortalitas fisiologik adalah pengurangan individu anggota populasi dalam kondisi yang ideal.

Semua organisme dalam kondisi ideal sekalipun akan mengalmi kematian sekalipun dalam umur relatif tua, yang secara teoritis ditentukan oleh longivitas fisiologik. Sedangkan mortalitas ekologik adalah pengurangan individu anggota populasi dalam kondisi alam senyatanya. Angka kematian ini biasanya lebih besar dibandingkan dengan kematian dalam kondisi ideal dan bukan merupakan tetapan.

Umurnya mortalitas spesifik dinyatakan sebagai persentase yang mati dalam waktu yang tertentu dari populasi permulaan. Karena kita sering tertarik kepada organisme yang hidup dari pada mati, maka sering mortalitas ditunjukkan dari segi kadar (persentase) survival.

Artikel Lainnya : Sosialisasi Pembentukan Kepribadian


Faktor – Faktor Promortalitas

  1. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesahatan.
  2. Kurangnya fasilitas kesahatan masyarakat yang memadai.
  3. Sering terjadi kecelakaan lalu lintas.
  4. Adanya bencana alam yang memakan korban jiwa.
  5. Terjadi peperangan.

Faktor – Faktor Antimortalitas

  • Fasilitas kesehatan yang memadai.
  • Lingkungan yang bersih dan teratur.
  • Larangan bunuh diri.
  • Tingkat kesehatan masyarakat yang tinggi.

Komposisi (distribusi) Umur Populasi

Struktur umur adalah sifat populasi yang penting mempengaruhi baik natalitas maupun mortalitas. Motalitas biasanya berbeda menurut umur dan kemampuan berkembangbiak sangat kering terbatas pada kelompok umur tertentu. Secara umum populasi mempunyai struktur umum yang secara garis besar dapat di golongkan atas tiga pola, yaitu:

Artikel Lainnya : Dampak Positif dan Negatif Globalisasi


Struktur Umum Menurun

Struktur umum menurun, yaitu struktur umum yang mempunyai kerapatan kecil pada umur muda, besar pada kelompok umur sedang dan kecil pada kelompok umur tua. Perkembangan populasi pada pola struktur umur yang demikian ini cenderung menurun dan pada periode waktu tertentu akan punah.


Struktur Umur Stabil

Struktur umur stabil, yang jika di gambarkan distribusi kelompok umur ini mempunyai bentuk seperti piramida sama sisi. Populasi dengan pola stuktur umum semacam ini dapat mempertahankan keberadaannya dalam waktu yang relatif lama.

Struktur umum meningkat ( berkembang), yaitu populasi dengan kerapatan kelompok umur muda paling besar. Populasi dengan pola stukutur ini akan mengalami perkembangan kerapatan yang relatif tinggi pada peride waktu mendatang.


Menurut Bodenheimer

Bodenheimer (1938) mengemukakan tiga kelompok umur ekologis yaitu masa sebelum berbiak (prereproductif) masa pembiakan (reproduktif) dan masa sesudah pembiakan (postreproduktif). Perbandingan masa-masa umur ini berbeda-beda pada setiap organisme, pada manusia modern misalnya, perbandingan ketiga masa umur itu relatif sama yaitu kira-kira sepertiga panjang umur seluruhnya.

Manusia primitif dalam perbandingan, masa sesudah pembiakan jauh lebh singkat (odum 1971). Lotka (1925, dalam Odum, 1971) menunjuk secara teoritis bahwa populasi cenderung berkembang kesatu pola komposisi distribusi umur yang stabil.

Jika komposisi yang stabil itu tergantung misalnya oleh perubahan sementara dalam lingkungan atau menbanjirkan perpindahan di antara dalam lingkungan atau menbanjirkan perpindahan dari atau ke populasi lain, pola komposisi umur yang stabil itu cenderung dikembalikan apabila situasi yang stabil ini penting, karena memberikan dasar untuk menilai komposisi distribusi umur yang aktual.

Komposisi distribusi umur dalam satu populasi, ialah mengatur data dalam bentuk polygon atau piramida umur dimana jumlah atau persentase individu dalam kelompok umur yang berbeda-beda di tunjukkan dengan batang-batang dengan panjang relatif dan disusun horizontal berturut-turut. Komposisi umur beberapa Negara di dunia, diterbitkan pada tahun 1965) (Hartley 1972).

Artikel Lainnya : Tabel Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro


Bentuk Pertumbuhan Populasi Dan Pengertian Daya Dukung

Bentuk pertumbuhan populasi adalah tiap populasi mempunyai pola pertumbuhan yang khas. Apabila angka-angka pertumbuhan populasi di atur di atas grafik, kurva yang akan terjadi mungkin berbentuk huruf J atau berbentuk huruf S. bentuk kurva grafik seperti huruf J dan S tersebut merupakan pola dasar tersebut berbentuk sebagai variasi sesuai dengan sifat-sifat organisme dan lingkungan populasi bersangkutan.


Menurut Mac Arthur dan Wilson (1967)

Mac Arthur dan Wilson (1967) melihat perbedaan penyesuaian organisme terhadap pemanfaatan sumber makanan yuang ada di dalam ekosistem yang berbeda kestabilannya. Dalam ekosistem yang senantiasa berubah umumnya organisme akan mengembangkan kemampuan untuk mungkin (mempergunakan kesempatan selagi masih ada) organisme seperti ini di golongkan sebagai organisme akan mengembangkan kemampuan menggunakan sumber makanan yang ada seefisien mungkin agar tidak hampir, meskipun diperebutkan di antara populasi yang hamper jenuh kepadatannya, organisme seperti ini di golongkan sebagai organisme “seleksi K”.

Organisme yang bentuk pertumbuhan populasinya seperti huruf J adalah organisme yang bersifat seleksi r ( r adalah symbol laju pertumbuhan populasi), karena organisme seleksi r hampir selalu dapat dalam keadaan potensial untuk bertambah.

Sebaliknya organisme yang bentuk pertumbuhan populasinya seperti huruf S (sigmoid) adalah organisme seleksi K ( k adalah symbol padat populasi pada populasi pada daya dukung (carrying capacity) karena organisme seleksi K hampir selalu terdapat dalam keadaan populasi dekat atau pada daya dukung habitatnya. Umumnya organisme di daerah kutub bentuk pertumbuhan populasinya kebanykan organisme di daerah tropis.

Puncak dari suatu grafik menunjukkan jumlah populasi yang kira-kira tetap, dimana di atasnya tidak ada lagi pertambahan populasi yang berarti di sebut daya dukung ( lingkungan). Tetapi karena factor-faktor lingkungan sering berubah-ubah, maka sering pula kepadatan populasi naik mungkin sampai di sebelah bawah batas daya dukung kemudian naik lagi dan seterusnya.

Artikel Lainnya : Faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi


Menurut Deeevy

Deeevy (1958, dalam Odum, 1971) mengemukakan bahwa pola pertumbuhan bantuk B-2 yang paling umum dan pola yang paling mungkin diperlihatkan oleh populasi manusia apabila hnya dikendalikan oleh pengaruh “kesesakan sendiri” yaitu tidak ada pengendalian dari luar yang di jalankan seperti keluarga berencana yang sistimatik.

Penyebaran/perpindahan populasi yaitu pergerakan individu-individu atau alat-alat pembiakannya masuk atau keluar suatu populasi atau daerah populasi, turut mempengaruhi bentuk pertumbuhan serta kepadatan populasi bersangkutan bersama-sama dengan natalitas dan mortalitas. Ada tiga penyebaran/perpindahan populasi yaitu (1) emigrasi yaitu pergerakan keluar, (imigrasi) pergerakan ke dalam dan yang (3) migrasi yaitu pergi (keluar) dan kembali (masuk secara periodic).


Faktor Penyebaran & Pembatasan Populasi

Faktor populasi dapat di bagi menjadi diantaranya penyebaran dan pembatasan untuk pembahasan sebagai berikut :


Faktor Penyebaran Populasi

  1. Distribusi sumberdaya
  2. Perilaku sosial (pada hewan)
  3. Suhu
  4. Kelembaban
  5. Cahaya
  6. Struktur tanah dan nutrient
  7. Kimia air, pH, dan salinitas
  8. Aliran air, O2, dsb.

Faktor Pembatasan Populasi

Pertumbuhan populasi dibatasi oleh faktor – faktor yang bergantung dan yang tidak bergantung pada kepadatan, yang keutuamaan relafinya bervariasi sesuai dengan spesies dan keadaan.


Faktor yang bergantung pada kepadatan

  • Persaingan demi makanan
  • Kompetisi reproduktif yaitu suatu alternatif untuk membatasi jumlah keturunan per induk ialah membatasi jumlah induknya.
  • Migrasi yaitu migrasi sering menjadi faktor utama yang tergantung pada kepadatan dalam menurunkan ukuran populasi. Karena tingkat populasi meningkat, banyak anggota bermigrasi.
  • Pemangsa dan parasitisme

Artikel Lainnya : Masa Kebesaran dan Keruntuhan Kerajaan Tarumanegara


Predasi

Predasi adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator). Hubungan ini sangat erat sebab tanpa mangsa, predator tak dapat hidup. Sebaliknya, predator juga berfungsi sebagai pengontrol populasi mangsa.’

Contoh : Singa dengan mangsanya, yaitu kijang, rusa,dan burung hantu dengan tikus.


Parasitisme

Parasitisme adalah hubungan antarorganisme yang berbeda spesies, bilasalah satu organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari hospes/inangnya sehingga bersifat merugikan inangnya.

Contoh : Plasmodium dengan manusia, Taenia saginata dengan sapi, dan benalu dengan pohon inang.  Komensalisme adalah merupakan hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies dalam bentuk kehidupan bersama untuk berbagi sumber makanan; salah satu spesies diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan.

Ketika populasi mangsa meningkat, pemangsa dapat memanennya dengan lebih mudah. Parasit dapat berpindah-pindah dari individu ke individu dengan lebih mudah karena kepadatan populasi inangnya meningkat.


  1. Kompetisi intraspesies untuk sumberdaya yang terbatas
  2. Cekaman akibat kepadatan
  3. Penumpukkan toksin yang dapat menyebabkan laju pertumbuhan populasi menurun pada kepadatan populasi yang tinggi ketika kepadataan populasi meningkat dan akhirnya dapat menstabilkan suatu populasi di dekat daya tampungnya.

Faktor Yang Tidak Bergantung Pada Kepadatan

Seperti kejadian-kejadian karena iklim dan kebakaran atau bencana lainnya. sehingga menurunkan populasi pada masa tertentu yang terlepas dari tingkat kepadatannya. Hal ini mendorong mortalitas yang sedemikian luasnya sehingga mendorong populasi jauh di bawah tingkat sebelumnya.

Contoh: organisme kecil seperti serangga yang tidak bergantung pada kepadatan yang terjadi terus menerus secara musiman ( ukuran populasi banyak spesies ).Faktor-faktor itu mengerahkan pengaruhnya dengan mengabaikan populasi pada saat malapetaka itu terjadi.


Pengertian Sampel

Menurut Sugiyono (2010:118) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.

Apabila peneliti melakukan penelitian terhadap populasi yang besar, sementara peneliti ingin meneliti tentang populasi tersebut dan peneliti memeiliki keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel, sehingga generalisasi kepada populasi yang diteliti.

Maknanya sampel yang diambil dapat mewakili atau representatif bagi populasi tersebut.


Keuntungan Menggunakan Sampel

Keuntungan melakukan penelitian sampel adalah:

  • Peneliti tidak repot harus meneliti populasi, cukup hanya meneliti sampelnya saja.
  • Populasi yang terlalu besar memungkinkan ada subyek yang bisa tercecer atau luput dari peneliti pada saat diambil datanya.
  • Lebih efisien dari segi waktu, biaya dan tenaga.
  • Menghindari hal-hal yang destruktif, misalnya meneliti tentang kemampuan daya ledak peluru kendali
  • Penelitian tidak bisa dilakukan dengan mengguakan populasi sebagai sumber data.

Demikian Pembahasan dari kami tentang Pengertian Populasi : Jenis, Ciri, Faktor dan Penyebaran secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat jangan lupa di share sobat Murid.Co.Id