Pembahasan Globalisasi Secara Lengkap

Makna Globalisasi

Istilah globalisasi berasal dari kata globe yang artinya bola dunia. Dalam perkembangannya bola dunia ini terus berputar dan berproses seiring dengan perkembangan dan kemajuan jaman yang pada akhirnya terbentuklah istilah globalisasi.


Pada masa kini apa yang terjadi di bagian lain dari belahan dunia ini akan dengan mudah dapat diketahui oleh negara lain dari belahan dunia lainnya. Peristiwa yang terjadi di suatu negara akan dengan cepat diketahui oleh di negara lain.


Proses terjadinya arus globalisasi ini terjadi karena adanya perkembangan dan kemajuan di bidang teknologi, komunikasi dan transportasi


Dengan adanya kemajuan dan perkembangan teknologi ini, kemajuan di bidang industri menjadi semakin cepat. Dengan kemajuan dan perkembangan komunikasi ini, hubungan satu tempat dengan tempat lain, antardaerah atau antarnegara bisa semakin cepat seperti tidak ada batas.


Dengan adanya kemajuan dan perkembangan sarana transportasi, baik darat, laut maupun udara ini, hubungan lalu lintas antardaerah atau antarnegara bisa semakin cepat.

Globalisasi : Sejarah, Pengertian, Ciri, Konsep dan Karakteristik
Globalisasi : Sejarah, Pengertian, Ciri, Konsep dan Karakteristik

Pengertian Globalisasi


Globalisasi Adalah

Globalisasi adalah suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara.


Globalisasi Merupakan

Globalisasi merupakan sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.


Menurut Asal Katanya

Menurut asal katanya, kata “globalisasi” diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya.


Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.


Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya.


Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuk yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing.


Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama. Theodore Levitte merupakan orang yang pertama kali menggunakan istilah Globalisasi pada tahun 1985.

Artikel Terkait : Dampak Positif dan Negatif Globalisasi


Menurut Scholte

Melihat bahwa ada beberapa definisi yang dimaksudkan orang dengan globalisasi:


Internasionalisasi

Internasionalisasi: Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional. Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain.


Liberalisasi

Liberalisasi: Globalisasi juga diartikan dengan semakin diturunkankan batas antar negara, misalnya hambatan tarif ekspor impor, lalu lintas devisa, maupun migrasi.


Universalisasi

Universalisasi: Globalisasi juga digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal material maupun imaterial ke seluruh dunia. Pengalaman di satu lokalitas dapat menjadi pengalaman seluruh dunia.


Westernisasi

Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin menyebarnya pikiran dan budaya dari barat sehingga mengglobal.


Hubungan Transplanetari dan Suprateritorialitas

Hubungan transplanetari dan suprateritorialitas: Arti kelima ini berbeda dengan keempat definisi di atas. Pada empat definisi pertama, masing-masing negara masih mempertahankan status ontologinya. Pada pengertian yang kelima, dunia global memiliki status ontologi sendiri, bukan sekadar gabungan negara-negara.

Artikel Terkait : Dampak Negatif Globalisasi di Berbagai Bidang


Sejarah Singkat Globalisasi

Menurut Sartono Kartodirjo bahwa proses gloalisasi sebenarnya merupakan gejala sejarah yang telah ada sejak jaman prasejarah.


Beberapa contoh antara lain bangsa-bangsa dari asia ke eropa, ke Amerika, ke Nusantara dan lain-lain. Berdasarkan tinjauan sejarah, Indonesia sebenarnya telah lama mengalami proses globalisasi.


Peristiwa-peristiwa dalam sejarah dunia yan meningkatkan proses globalisasi antara lain adalah :

  1. Ekspansi Eropa dengan navigasi dan perdagangan.
  2. Revolusi industri yang mendorong pencarian pasar hasil industri
  3. Pertumbuhan kolonialisme dan imperialisme
  4. Pertumbuhan kapitalisme
  5. Pada masa pasca perang dunia II meningkatlah telekomunikasi dan transportasi mesin jet.

Artikel Terkait : Dampak Positif Globalisasi di Berbagai Bidang


Ciri Globalisasi

Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia.

  • Hilir mudiknya kapal-kapal pengangkut barang antarnegara menunjukkan keterkaitan antarmanusia di seluruh dunia

  • Perubahan dalam Konstantin ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.

  • Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).

  • Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.

  • Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.

Kennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu.


Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi.


Sejalan dengan itu, Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai zaman transformasi sosial.

Artikel Terkait : Sosialisasi Pembentukan Kepribadian


Konsep Globalisasi

Dibawah ini beberapa konsep globalisasi menurut para ahli adalah :


Menurut Malcom Waters

Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.


Menurut Emanuel Ritcher

Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang sebelumnya terpencar-pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan dunia.


Menurut Thomas L. Friedman

Globlisasi memiliki dimensi ideology dan teknlogi. Dimensi teknologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi teknologi adalah teknologi informasi yang telah menyatukan dunia.


Menurut Princenton N. Lyman

Globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubungan antara Negara-negara didunia dalam hal perdagangan dan keuangan.


Menurut Leonor Briones

Demokrasi bukan hanya dalam bidang perniagaan dan ekonomi namun juga mencakup globalisasi institusi-institusi demokratis, pembangunan sosial, hak asasi manusia, dan pergerakan wanita.

Artikel Terkait : Jenis Prilaku Menyimpang


Proses Globalisasi

Perkembangan yang paling menonjol dalam era globalisasi adalah globalisasi informasi, demikian juga dalam bidang sosial seperti gaya hidup. Serta hal ini dapat dipicu dari adanya penunjang arus informasi global melalui siaran televise baik langsung maupun tidak langsung, dapat menimbulkan rasa simpati masyarakat namun bisa juga menimbulkan kesenjangan sosial.


Terjadinya perubahan nilai-nilai sosial pada masyarakat, sehingga memunculkan kelompok spesialis diluar negeri dari pada dinegaranya sendiri, seperti meniru gaya punk, cara bergaul. Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia.


Perubahan Dalam konsep Ruang dan Waktu

Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Perkembangan barangbarang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya,sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.


Pasar dan Produksi Ekonomi di Negara

Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).


Peningkatan Interaksi Kultural

Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.


Meningkatnya Masalah Bersama

Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.


Kennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu.


Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi.


Sejalan dengan itu, Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai zaman transformasi sosial.

Artikel Lainnya : Prasasti Kerajaan Tarumanegara


Dampak Globalisasi

Dampak Globalisasi Bidang Ekonomi

Dampak globalisasi bagi Indonesia jika dilihat dari kacamata positif, maka globalisasi ini akan mempunyai dampak yang menyenangkan, karena dengan globalisasi di bidang ekonomi, orang akan secara mudah memperoleh barang konsumtif yang dibutuhkan, membuka lapangan kerja bagi yang memiliki keterampilan, dapat mempermudah proses pembangunan industri sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.


Dampak Globalisasi Bidang Sosial Budaya

Dalam bidang sosial budaya, dampak globalisasi antara lain meningkatnya gaya hidup individualisme, perubahan pada pola kerja (etos kerja dan disiplin), terjadinya pergeseran nilai kehidupan dalam masyarakat.


Di sisi lain, dengan globalisasi ini juga dapat mempercepat perubahan pola kehidupan bangsa, seperti terbentuknya pranata-pranata atau lembaga-lembaga soial baru (LSM), organisasi profesi dan pasar modal, perkembangan pakaian, seni serta ilmu pengetahuan dan teknologi.


Dampak Globalisasi di Bidang Politik

Dalam bidang politik, dampak globalisasi antara lain adanya perubahan sistem kepartaian, jaminan perlindungan hak asasi manusia, memungkinkan dapat berkembangnya paham liberalisme, terjadinya perubahan sistem ketatanegaraan, pelaksanaan pemilu untuk anggota parlemen, presiden dan wakil presiden, gubernur dan wakil gubernur serta bupati atau wakil bupati atau walikota dan wakil walikota yang dilaksanakan secara langsung.

Artikel Lainnya : Faktor Biosfer Sebagai Berikut


Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme

Pengaruh Positif Globalisasi Terhadap Nilai nasionalisme

  1. Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.

  2. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.

  3. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.

Pengaruh Negatif Globalisasi terhadap Nilai Nasionalisme

  • Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang

  • Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dan lain-lain) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.

  • Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.

  • Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.

  • Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antar perilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.

Artikel Lainnya : Dampak Mobilitas Sosial


Karakteristik Globalisasi

Menurut Cohen dan Kennedy karakteristiknya adalah

  1. Meningkatnya masalah bersama, seperti penyebaran virus penyakit yang dibawa oleh orang-orang yang bermigrasi, hutang luar negeri, dan pola kejahatan internasional.

  2. Peningkatan interaksi budaya antar negara melalui media massa dan internet.

  3. Negara-negara di dunia memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi karena pasar dan produksi ekonomi. Kegiatan ekonomi yang dilakukan secara global menyebabkan lahirnya Organisasi Perdagangan Dunia, pengawas pelaksanaan ekonomi perdagangan internasional.

  4. Perubahan dalam konsep ruang dan waktu, di mana batas wilayah negara itu memudar karena migrasi penduduk yang mudah.

Artikel Lainnya : Masa Kebesaran dan Keruntuhan Kerajaan Tarumanegara


Arti Penting Globalisasi Di Indonesia

Globalisasi memiliki arti penting bagi bangsa Indonesia yang sedang membangun yaitu dengan mengambil manfaat dari perkembangan dan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh bangsa atau negara lain untuk diterapkan di Indonesia.


Tapi sebaliknya jika kita tidak bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain dan tidak mampu membentengi diri dengan nilai-nilai agama, adat istiadat sebagai jati diri bangsa, maka kita akan terlindas dan terbawa arus globalisasi ini ke arah yang negatif.


Jika mengambil suatu hal atau barang yang berasal dari luar negeri tetapi tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa, maka yang terjadi adalah kaburnya jati diri bangsa Indonesia. Sesuatu yang modern memang diperlukan tetapi tidak boleh menghilangkan nilai-nilai yang sudah berakar dalam diri bangsa Indonesia.


Beberapa contoh hal yang tidak sesuai/tidak cocok dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia antara lain :

  • Pola hidup individualis. Konsumtif dan materialis
  • Pergaulan bebas
  • Penggunaan minuman keras dan obat-obatan terlarang
  • Menghalalkan segala macam cara untuk mencapai satu tujuan
  • Mode rambut yang diwarnai, busana wanita yang terbuka, gaya bicara yang tidak sopan dan lebih menggemari/mengagumi seni budaya dari luar.

Demikian dari materi dari kami tentang Globalisasi : Sejarah, Pengertian, Ciri, Konsep dan Karakteristik secara lengkap dan jelas, jangan lupa di share ya sobat Murid.Co.Id