Dampak Mobilitas Sosial

Diposting pada

Pengantar Mobilitas Sosial

Anda pasti pernah melihat seseorang yang sering berolahraga bulutangkis? Seseorang yang tadinya hidup sederhana namun berkat kerajinannya dalam berlatih, ketika dia mengikuti sebuah kompetisi ternyata dia berhasil menjadi “Sang Juara” dengan mendapatkan berbagai hadiah seperti medali, uang 800 juta rupiah dan sebuah mobil mewah. Karena prestasinya itulah kini dia menjadi seorang Jutawan.

Dampak Mobilitas Sosial Secara Lengkap
Dampak Mobilitas Sosial Secara Lengkap

Nah inilah salah satu contoh dari mobilitas sosial (Social Mobility) yaitu proses keberhasilan ataupun kegagalan setiap orang dalam melakukan aktivitas sosialnya.


Proses mobilitas sosial relatif dialami oleh masyarakat yang lapisan sosialnya bersifat terbuka. Pada masyarakat tertutup seperti masyarakat berkasta, proses mobilitas sosial sulit terjadi. Oleh karena itu mobilitas sosial sangat terkait dengan stratifikasi sosial.

Artikel Lainnya : Faktor Biosfer Sebagai Berikut


Pengertian  Secara Umum

Gerak sosial (Mobilitas sosial) adalah perubahan, pergeseran, peningkatan, ataupun penurunan status dan peran anggotanya. Mobilitas berasal dari bahasa latin mobilis yang berarti mudah dipindahkan atau banyak bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Kata sosial yang ada pada istilah tersebut mengandung makna gerak yang melibatkan seseorang atau sekelompok warga dalam kelompok sosial.

Mobilitas Sosial Adalah

Mobilitas Sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain. Misalnya, seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang.

Artikel Lainnya : Persaingan Pasar Tidak Sempurna


Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Para Ahli

Manurut Paul B. Horton

Paul B. Horton, mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata yang lainnya.


Menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack

Menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack, mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat hubungan antara individu dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan kelompoknya.

Artikel Lainnya : Lembaga Sosial Adalah


Menurut Soerjono Soekanto

Soerjono Soekanto, mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial, yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial


Jenis Mobilitas Sosial

Berikut beberapa jenis Mobilitas sosial secara lengkap :


Mobilitas Horisontal

Yaitu perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan sosial yang sama. Coba Anda amati contoh ini: “Ariel seorang presenter dari TV9 pindah kerja ke TV10 sebagai presenter juga”. Perpindahan Ariel ini tidak mempengaruhi status sosialnya dimana Ariel tetap sebagai presenter, inilah mobilitas horisontal.


Mobilitas Vertikal

Yaitu perpindahan status sosial yang dialami seseorang atau sekelompok orang pada lapisan sosial yang berbeda. Mobilitas vertikal terdiri dari mobilitas naik (social climbing) dan mobilitas turun (social sinking). Mari kita lihat perbedaannya pada contoh ini:


Social Climbing

“Dewo seorang karyawan yang rajin kemudian diangkat sebagai manajer marketing”


Social Sinking

“Seorang pengusaha sukses yang terjebak pada pergaulan dengan rekan sejawatnya yang hobi berjudi, dia jatuh bangkrut. Kini yang tersisa hanya baju yang dipakainya”.


 Mobilitas Antargenerasi

Yaitu peralihan status sosial yang terjadi di antara dua generasi atau lebih dalam satu keturunan. Dalam mobilitas ini bisa terjadi gerak naik dan turun. Coba Anda lihat bagan di bawah. Adanya kenaikan status sosial dari generasi kakek hingga ke generasi cucu.


Mobilitas Intragenerasi

Yaitu peralihan status sosial yang terjadi dalam satu generasi yang sama. Peralihan mobilitasnya dapat naik dan turun. Contoh mobilitas yang turun:


”Deri dan Doni adalah kakak adik yang berkerja pada perusahaan yang sama. Deri sebagai direksi, sedangkan Doni sebagai karyawan biasa”.

Mobilitas Geografis

Yaitu perpindahan individu atau kelompok dari satu daerah ke daerah yang lain seperti transmigrasi, urbanisasi dan migrasi. Di daerah asalnya seseorang sebagai warga biasa, tetapi setelah di tempat tinggal yang baru menjadi kepala desa.


Contoh : ”Sekelompok orang yang bertransmigrasi dari daerah Ponorogo ke daerah Lampung, kemudian diantara orang tersebut salah satunya berhasil menjadi kepala desa.

Artikel Lainnya : Bentuk Perubahan Sosial Budaya


Faktor yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial

Setelah kita memahami beberapa jenis mobilitas sosial yang terjadi di sekitar kita, kini mari kita telusuri bagaimana proses terjadinya mobilitas sosial itu. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya mobilitas sosial, diantaranya:

  1. Status sosial
  2. Kondisi ekonomi
  3. Situasi politik
  4. Pertambahan penduduk (demografi)
  5. Petualangan

Status Sosial

Setiap manusia dilahirkan dalam status sosial yang dimiliki oleh orang tuanya. Apabila seseorang tidak puas dengan status sosialnya, maka ia dapat mencari kedudukannya sendiri di lapisan sosial yang lebih tinggi. Misalnya anak seorang kuli bangunan, karena giat belajar kini berhasil menjadi seorang guru teladan.


 Kondisi Ekonomi

Banyak orang yang hidup serba kekurangan, karena daerahnya tandus. Akhirnya mereka melakukan urbanisasi untuk memperbaiki kehidupannya. Di daerah tempat tinggal yang baru, seseorang telah berhasil mendapatkan penghasilan yang cukup besar. Dengan penghasilannya itu dia kemudian dipandang baik oleh masyarakat sekitar dan kini dia digolongkan sebagai orang kaya.


Situasi Politik

Situasi keamanan yang tidak kondusif dapat mempengaruhi penduduk untuk meninggalkan negaranya, meskipun tanahnya subur. Misalnya, perang antara elit politik di Korea Utara menyebabkan perpindahan penduduk warga Korea Utara menerobos masuk ke Korea Selatan.


Pertambahan Penduduk

Laju pertambahan penduduk yang pesat akan berdampak pada kehidupan masyarakat, seperti lapangan pekerjaan menjadi sulit, pemukiman padat dan lahan pertanian semakin terbatas.

Misalnya, pada pemukiman padat dapat menimbulkan perpindahan penduduk dan pengangguran. Kondisi ini dapat merubah status dan stratifikasi sosial dalam masyarakat. Ada yang menjadi kaya atau miskin, ada yang mendapatkan jabatan tertentu tetapi ada juga yang kehilangan jabatan.

Artikel Lainnya : Jenis dan Produk Bank


Petualangan

Adanya keinginan untuk melihat daerah lain, akan mendorong manusia melakukan mobilitas geografis dari satu tempat ke tempat lain. Ada juga orang yang ingin mencoba menekuni usaha dan jenis pekerjaan baru. Bila dia berhasil, maka akan meningkatkan status sosialnya di masyarakat.


Sebaliknya bila tidak berhasil, maka status sosialnya akan menurun. Misalnya; seorang turis Belanda yang berprofesi wartawan di negaranya, karena tertarik dengan keindahan Candi Borobudur, dia membeli rumah di sekitar lokasi untuk ditempati dan disewakan. Kini dia sangat kaya di Indonesia dari usahanya itu.

Artikel Lainnya : Stratifikasi dan Diferensiasi Sosial


Saluran Mobilitas Sosial

Menurut Pitirim A. Sorokin, mobilitas sosial dapat dilakukan melalui beberapa saluran yang disebut sirkulasi sosial (social circulation)., Saluran-saluran tersebut diantaranya:


Angkatan Bersenjata

Angkatan bersenjata memiliki garis komando yang tegas, dimana para prajurit harus patuh sepenuhnya pada perintah atasan. Kenaikan status seorang prajurit sangat bergantung pada kedisiplinan dan intelektualnya, sehingga keberadaannya di masyarakat sangat dihargai. Mereka dianggap sebagai pelindung masyarakat.


Lembaga Keagamaan

Para tokoh agama mempunyai kedudukan yang terhormat di dalam masyarakat. Mereka sering memberikan nasihat keagamaan sehingga keberadaannya lebih dihargai oleh masyarakat.

Artikel Lainnya : Pengertian Uang Menurut Para Ahli

 


Lembaga Pendidikan

Sekolah merupakan sarana yang konkrit untuk melakukan gerak vertikal, bahkan dianggap sebagai perangkat sosial (social elevator) dari kedudukan yang rendah menuju kedudukan yang tinggi.


Organisasi Politik

Partai politik menjanjikan peluang yang besar dalam meningkatkan status sosial seorang politikus yang profesional. Aktivitasnya yang sering berorasi di depan umum dengan mengatasnamakan partai, membuat namanya terkenal, sehingga keberadaannya lebih dihargai oleh masyarakat. Hal ini akan mempengaruhi status sosialnya.

Artikel Lainnya : Dampak Pembangunan Ekonomi


Organisasi Ekonomi

Organisasi ini bersifat relatif terbuka dalam meningkatkan status seseorang. Seperti pada saat pemilihan Manajer Keuangan pada PT. Subur Ekonomi, beberapa orang karyawan mencalonkan diri untuk posisi yang menjanjikan itu, mereka akan gencar dalam berkampanye.


Organisasi Keahlian

Para profesional membentuk wadah untuk menampung aspirasi para anggotanya yang berprofesi sama. Misalnya; Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan sebagainya.

Artikel Lainnya : Fungsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)


Dampak Mobilitas Sosial

Apabila pada masyarakat terjadi mobilitas yang kurang harmonis, maka akan menimbulkan benturan-benturan nilai dan kepentingan sehingga berkembang menjadi konflik. Ada tiga konflik sebagai dampak dari mobilitas sosial diantaranya:


Konflik Antar Kelas Sosial

Dalam masyarakat terdapat kelas-kelas sosial (stratifikasi sosial). Apabila terjadi perbedaan kepentingan antar kelas sosial maka dapat memicu terjadinya konflik antar kelas sosial.

Misalnya: konflik antara buruh dan pemimpin perusahaan yang menuntut kenaikan upah sehubungan dengan usaha mereka untuk menaikkan pendapatannya yang dapat berpengaruh pada status sosialnya.


Konflik Antar Kelompok Sosial

Kelompok sosial di dalam masyarakat dapat berdasarkan ideologi, profesi, agama, suku dan ras. Apabila salah satu kelompok berusaha untuk menguasai kelompok lain maka akan timbul konflik. Misalnya, konflik antara para tukang ojek dengan para tukang becak dalam pembagian batas daerah penumpang (konsumen).


Konflik Antar Generasi

Konflik yang terjadi karena adanya benturan nilai dan kepentingan antara generasi yang satu dengan generasi yang lain dengan nilai-nilai baru yang ingin mengadakan perubahan.

Artikel Lainnya : Sebab Terjadinya Inflasi

Contoh:

Seorang anak wanita dimarahi bapaknya karena berpakaian seksi. Konflik yang berkepanjangan akan merugikan pihak-pihak yang berkonflik. Apabila mereka menyadari hal itu maka mereka akan melakukan suatu usaha penyesuaian yang didasarkan toleransi. Hal ini disebut dengan akomodasi.

Demikianlah materi tentang Mobilitas Sosial ini. Semoga Anda dapat lebih memahami dan mencoba mengamati dalam kehidupan di sekitar kita Semoga bermanfaat Jangan lupa di share ya sobat Murid.Co.id