Dampak Pembangunan Ekonomi

Diposting pada

Murid.Co.Id dalam kesempatan kali ini kami akan membahas materi tentang Pembangunan Ekonomi : Pengertian, Tujuan Faktor Beserta Dampak secara lengkap, untuk lebih jelasnya tentang materi kami mari simak artikel kami di bawah ini, semoga bermanfaat.

Pembangunan Ekonomi : Pengertian, Tujuan, Faktor Beserta Dampak
Pembangunan Ekonomi : Pengertian, Tujuan, Faktor Beserta Dampak

Pengertian Pembangunan Ekonomi

Pembangunan ekonomi dapat diartikan sebagai kegiatan-kegiatan yang dilakukan suatu negara untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dan taraf hidup masyarakatnya.


Proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial, sikap masyarakat, dan kelembagaan nasional yang menyebabkan pendapatan per kapita penduduk suatu negara meningkat dalam jangka panjang.


Tujuan Pembangunan Ekonomi

Menurut pemahaman kamu apa tujuan dari pembangunan ekonomi ? Setiap negara merdeka menghendaki kemakmuran bagi rakyatnya. Cita-cita kemakmuran rakyat dapat diwujudkan melalui pembangunan. Pembangunan merupakan suatu proses perubahan terus-menerus menuju ke arah perbaikan di segala bidang kehidupan. Pembangunan ekonomi memiliki tujuan sebagai berikut:


  • Meningkatkan ketersediaan serta perluasan distribusi berbagai macam barang kebutuhan pokok hidup, seperti pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan keamanan.

  • Meningkatkan standar hidup, yang meliputi peningkatan pendapatan, penambahan penyediaan lapangan kerja, perbaikan kualitas pendidikan, serta peningkatan perhatian atas nilai-nilai kultural dan kemanusiaan sehingga selain secara materiil meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga menumbuhkan jati diri sebagai pribadi dan bangsa

  • Memperluas pilihan-pilihan ekonomis dan sosial bagi setiap individu serta bangsa secara keseluruhan dengan membebaskan diri dan bangsa dari sikap menghamba dan ketergantungan terhadap orang lain atau bangsa lain.


Untuk mencapai tujuan tersebut maka, sasaran pembangunan ekonomi sebagai berikut:

Kemiskinan

Kemiskinan merupakan masalah utama yang dihadapi negara-negara berkembang di dunia, termasuk Indonesia. Pada dasarnya semua usaha pembangunan bertujuan untuk mengatasi masalah kemiskinan.


Ekonomi Kerakyatan

Di Indonesia ada kekuatan ekonomi yang sangat berperan dalam mendorong kesejahteraan rakyat Indonesia yang dilakukan oleh pengusaha kelas ekonomi menengah ke bawah. Mereka disebut sebagai pengusaha yang bergerak dalam bisnis/usaha informal, yang dimaksud informal di sini adalah pengusaha kecil.


Stabilitas Ekonomi Nasional

Pembangunan ekonomi menuntut adanya proses yang berkelanjutan (sustainable). Untuk mencapai pembangunan ekonomi yang berkelanjutan (sustainable development) diperlukan berbagai syarat atau kondisi. Untuk itu pemerintah telah mengambil langkah untuk menciptakan kondisi-kondisi tersebut, yaitu:

  1. Menjaga stabilitas politik.
  2. Menata kelembagaan pemerintah.
  3. Pemberantasan KKN.
  4. Menegakkan hukum dan memberdayakan peradilan.
  5. Meningkatkan pembangunan daerah.
  6. Menyempurnakan dan memperbarui peraturan perundangan.

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Faktor Sumber Daya Manusia

Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakanproses pembangunan.


Faktor Sumber Daya Alam

Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia.


Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.


Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatanproses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.


 

Faktor Budaya

Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan.


Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.


Sumber Daya Modal

Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.


Dampak Pembanguan Ekonomi Indonesia

Jika ditelusuri lebih jauh, ada beberapa masalah pembangunan ekonomi Indonesia, antara lain sebagai berikut.

Kemiskinan dan Keterbelakangan

Kemiskinan dan keterbelakangan merupakan masalah yang umum terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan adalah mata rantai yang sulit diputus (memiliki keterkaitan yang kuat).


Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), keluarga-keluarga miskin umumnya bertempat tinggal di kantong-kantong pemukiman atau daerah yang kecil kemungkinannya disentuh oleh kebijaksanaan, ditambah mayoritas mereka berpendidikan rendah. Akibatnya adalah lahirnya generasi bodoh dan terbelakang.


Pengangguran

Pengangguran merupakan masalah utama yang banyak dihadapi oleh negara berkembang termasuk Indonesia, pada umumnya hal tersebut berkaitan erat dengan ketidakseimbangan antara laju pertumbuhan penduduk, pertumbuhan angkatan kerja, dan perluasan kesempatan kerja.


Upaya mengatasi pengangguran tidak hanya mempunyai arti ekonomis, tetapi juga mempunyai arti kemanusiaan, yaitu menumbuhkan harga diri. Pembangunan tenaga kerja mempunyai arti strategis dalam pencapaian sasaran pembangunan nasional. Oleh karena itu, dalam setiap perencanaan pembangunan harus mempertimbangkan aspek penciptaan lapangan kerja.


Ketimpangan Hasil Pembangunan

Pendapatan nasional dan pendapatan per kapita yag tinggi tidak menjamin kemakmuran masyarakat apabila pendapatan tersebut dikuasai dan dinikmati oleh segelintir orang atau golongan tertentu saja.
Ada beberapa persoalan yang berkaitan dengan ketimpangan hasil pembangunan.


Ketidakmerataan Pendapatan Nasional

Menurut kriteria Bank Dunia, porsi pendapatan nasional dinikmati oleh tiga golongan masyarakat yaitu golongan berpendapatan tinggi sebanyak 20% dari jumlah penduduk, golongan pendapatan menengah sebanyak 40% dari jumlah penduduk, dan golongan berpendapatan rendah sebanyak 40% dari jumlah penduduk.


Ketidakmerataan Pendapatan Spasial

Ketidakmerataan spasial terjadi antara penduduk yang tinggal di daerah pedesaan dengan penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Di Indonesia, pembagian pendapatan relatif lebih merata di daerah pedesaan dibandingkan dengan daerah perkotaan.


Ketidakmerataan Pendapatan Regional

Ketidakmerataan pendapatan antarwilayah khususnya terjadi antara wilayah Jawa dengan luar Jawa. Secara umum, distribusi pendapatan di kalangan lapisan-lapisan masyarakat di luar Jawa lebih baik daripada di Jawa.


Kesenjangan Sosial

Kesenjangan sosial terjadi antara orang-orang desa dengan orang-orang kota dan juga kesenjangan antar daerah. Indeks mutu hidup orang-orang kota jauh lebih baik dibandingkan penduduk yang tinggal di desa.


Demikan Pembahasan dari kami tentang Pembangunan Ekonomi : Pengertian, Tujuan Faktor Beserta Dampak Secara lengkap dan jelas, jangan lupa share terima kasih.