Ciri Ideologi Liberalisme Berbagai Bidang

Pengertian Liberalisme

Liberalisme adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama. Liberalisme tumbuh dari konteks masyarakat Eropa pada abad pertengahan. Ketika itu masyarakat ditandai dengan dua karakteristik berikut.

Anggota masyarakat terikat satu sama lain dalam suatu sistem dominasi kompleks dan kukuh, dan pola hubungan dalam sistem ini bersifat statis dan sukar berubah.  Jenis dan Contoh Propaganda Pemikiran liberal (liberalisme) berkemabang sejak masa Reformasi Gereja dan Renaisans yang menandai berakhirnya Abad Pertengahan (V-XV).

Disebutliberl yang secara harfiah berarti bebas dari batasan (free from restrain), karena liberalisme menawarkan konsep kehidupan yang bebas dari pengawasan gereja dan raja. Ini berkebalikan total dengan kehidupan Barat Abad Pertengahan ketika gereja dan raja mendominasi seluruh segi kehidupan manusia.

Secara umum, Liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berfikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama.

Sejarah Liberalisme
Sejarah Liberalisme

Liberalisme menghendaki adanya, pertukaran gagasan yang bebas,ekonomi pasar yang mendukung usaha pribadi (rivate enterpresent) yang relatif bebas, dan suatu sistem pemerintahan yang transparan , dan menolak adanya pembatasan terhadap pemilikan individu. Oleh karena itu, paham liberalisme lebih lanjut menjadi dasar bagi tumbuhnya kapitalisme.

Dalam masyarakat modern, Liberalisme akan dapat tumbuh dalam sistem demokrasi, hal ini dikarenakan keduanya sama-sam mendasarkan kebebasan mayoritas. Bandingkan Oxford Manifesto dari Liberal Internasional ; “hak-hak dan kondisi ini hanya dapat diperoleh melalui demokrasi yang sejati.

Demokrasi sejati ini tidak terpisahkan dari kebebasan politik dan didasarkan pada persetujuan yang dilakukan dengan sadar, bebas, dan yang diketahui benar (enlighttened) dari kelompok mayoritas, yang diungkapkan melalui surat-surat yang bebas dan rahasia, dengan menghargai kebebasan dan pandangan-pandangan kaum minoritas.

Masyarakat yang terbaik (rezim  terbaik) , menurut paham liberalisme adalah yang memungkinkan individu mengembangkan kemampuan-kemampuan individu sepenuhnya. Fungsi dan Filsafat Pancasila Dalam masyarakat yang baik semua individu harus dapat mengembangkan pikiran dan bakat-bakatnya.

Hal ini mengharuskan para individu untuk brtanggungjawab atas tindakannya, dan tidak menyuruh seseorang melakukan sesuatu untuknya atau seseorang untuk mengatakan apa yang harus dilakukan.


Sejarah Liberalisme

Sejarah liberalisme termasuk juga liberalisme agama adalah tonggak baru bagi sejarah kehidupan masyarakat Barat dan karena itu, disebut dengan periode pencerahan. Sejarah Lengkap Kapitalisme Perjuangan untuk kebebasan mulai dihidupkan kembali di zaman renaissance di Italia.

Paham ini muncul ketika terjadi konflik antara pendukung-pendukung negara kota yang bebas melawan pendukung Paus. Liberalisme lahir dari sistem kekuasaan sosial dan politik sebelum masa Revolusi Prancis berupa sistem merkantilisme, feodalisme, dan gereja roman Katolik. Liberalisme pada umumnya meminimalkan campur tangan negara dalam kehidupan sosial.

Sebagai satu ideologi, liberalisme bisa dikatakan berasal dari falsafah humanisme yang mempersoalkan kekuasaan gereja di zaman renaissance dan juga dari golongan Whings semasa Revolusi Inggris yang menginginkan hak untuk memilih raja dan membatasi kekuasaan raja.

Mereka menentang sistem merkantilisme dan bentuk-bentuk agama kuno dan berpaderi. Prinsip dasar liberalisme adalah keabsolutan dan kebebasan yang tidak terbatas dalam pemikiran, agama, suara hati, keyakinan, ucapan, pers dan politik.

Di samping itu, liberalismme juga membawa dampak yang besar bagi sistem masyarakat Barat, di antaranya adalah mengesampingkan hak Tuhan dan setiap kekuasaan yang berasal dari Tuhan; pemindahan agama dari ruang publik menjadi sekedar urusan individu; Sejarah dan Macam Hak Asasi Manusia pengabaian total terhadap agama Kristen dan gereja atas statusnya sebagai lembaga publik, lembaga legal dan lembaga sosial.

Dalam liberalisme budaya, paham ini menekankan hak-hak pribadi yang berkaitan dengan cara hidup dan perasaan hati. Liberalisme budaya secara umum menentang keras campur tangan pemerintah yang mengatur sastra, seni, akademis, perjudian, seks, pelacuran, aborsi, keluarga berencana, alkohol, ganja, dan barang-barang yang dikontrol lainnya. Belanda, dari segi liberalisme budaya, mungkin negara yang paling liberal di dunia.


Ciri Ideologi Liberalisme Berbagai Bidang

  1. Bidang Ekonomi

Bidang ekonomi menganut paham kapitalisme. Perekonomian diserhkan kepada kepentingan perorangan sehingga menimbulkan pertentangan dan ketimpangan karena yang kaya makinkaya dan yang miskin makin bertambah miskin.

Bentuk dan Sejarah Liberalisme
Bentuk dan Sejarah Liberalisme

Ekonomi liberal-kapitalisme memberikan kemerdekaan dan kekayaan kepada sekelompok kecil masyarakat saja, tidak kepada rakyat banyak.

  1. Bidang Politik

Bidang politik menonjolkan individu artinya bisa saja orang menuntut sesuatu kepada negara atas dasar prinsip liberal. Keadaan itu menjadikan kehidupan politik menjadi labil sehingga pemerintah sering berganti. Fungsi dan Peran Birokrasi Selain itu, didukung serta adanya partai oposisi (partai yang kalah dalam pemilu) yang tugasnya mengawasi dan mengevaluasi pemerintah (partai yang berkuasa).

  1. Bidang Sosial Budaya

Anggota masyarakat bersifat individual dan sangat mementingkan prestasi pribadi.

  1. Bidang Agama

Mengenal paham sekuler, artinya negara tidak ikut campur atau menomor duakan dalam urusan agama sebab agama adalah urusan masin-masing pribadi dalam lembaga keagamaannya.


Bentuk – Bentuk Liberalisme

Menurut Robert Jackson & George Sorensen bentuk-bentuk liberalism dibedakan menjadi 4 bentuk, antara lain liberalisme Sosiologis, liberalisme Interdepedensi, liberalisme Institusional, dan liberalisme Republikan. Dari 4 bentuk tersebut akan dijabarkan sebagai berikut:

  • Liberalisme Sosiologis

HI tidak hanya mempelajari hubungan antar pemerintah, tetapi juga hubungan antar individu, kelompok dan masyarakat swasta. Macam Macam Ideologi Hubungan non-pemerintah lebih bersifat kooperatif dibanding hubungan pemerintah. Dunia dengan jumlah transnasional yang besar akan lebih damai.

  • Liberalisme Interdepedensi

Modernisasi meningkatkan tingkat interdepedensi antar negara. Aktor transnasional semakin penting, kekuatan militer adalah instrumen yang kurang berguna dan kesejahteraan menjadi tujuan dominan negara-negara, bukan keamanan. Interdepedensi kompleks menunjukan Hubungan Internasional yang lebih damai.

  • Liberalisme Institusional

Institusi internasional memajukan kerjasama antar negara. Institusi mengurangi masalah yang berkenaan dengan ketidak percayaan antar negara dan mengurangi rasa ketakutan satu sama lain.

  • Liberalisme Republikan

Negara-negara demokratis tidak berperang satu sama lain. Hal ini disebabkan budaya dalam negri yang menyelesaikan konflik secara damai, tergantung pada nilai-nilai moral bersama dan pada hubungan kerjasama ekonomi dan interdepedensi yang saling menguntungkan.


Tujuan Liberalisme

Tujuan liberalisme adalah pemajuan kesejahteraan materiil dan duniawi manusia, dan tidak secara langsung menyoroti kebutuhan-kebutuhan spiritual dan metafisik manusia. Syarat Pemungutan Pajak Liberalisme tidak menjanjikan pada manusia kebahagiaan dan kepuasan, melainkan hanya pemuasan paling besar atas semua hasrat yang bisa dipuaskan oleh hal-hal materiil dan duniawi.

Sebuah masyarakat dimana prinsip-pinsip liberal dijalanan biasanya disebut sebuah masyarakat kapitalis, dan kondisi masyarakat tersebut, kapitalisme. Karena kebijakan ekonomi liberalism di mana-mana tidak begitu sempurna dalam praktiknya, kondisi-kondisi yang ada di dunia sekarang ini memberi kita gagasan yang tidak sempurna tentang makna dan kemungkinan pencapaian kapitalisme dalam bentuk penuhnya.


Pengaruh Liberalisme

Dalam pengaruh liberalisme di bagi menjadi beberapa bagian , diantaranya sebagai berikut ini :

  1. Bidang Politik

Sementara pemikiran dalam bidang politik libneralisme menghendaki penetapan pembatasan wewenangan pemerintah dengan menetapkan pembatasan itu dalam undang –undang dasar atau konstitusi Negara.

Disamping itu liberalisme juga menghendaki kesetaraan dan kebebasan politik, sistem politik liberal ini sering disebut system “demokrasi” Pengaruh paham Liberalisme dalam bidang politik ditandai dengan munculnya paham demokrasi dan nasionalisme nan menyebar di berbagai negara.

Akibat dari kemunculan demokrasi dan nasionalisme ini, antara lain memberikan suntikan semangat buat meraih kemerdekaan bagi bangsa nan masih terjajah, mulai diberlakukan PEMILU (Pemilihan Umum) buat memilih anggota parlemen dimana pemilihnya ialah dari seluruh anggota masyarakat.

  1. Bidang Ekonomi

engaruPemikiran dalam bidang ekonomi, liberalism menghendaki persaningan bebas (laissez fairel laissez alle) serta tidak menghendaki campur tangan Negara. Jenis Desentralisasi Negara hanya berfungsi sebagai penjaga malam (nachatwachter staat) saja.

Semboyan paham ini adalah “the last government the better” system ekonomi liberalisme ini biasa disebut ”kapitalisme[4]” Paham Liberalisme dalam bidang ekonomi ditandai dengan munculnya sistem perekonomian liberal nan menghendaki perdagangan bebas serta menolak campur tangan pemerintah.

  1. Bidang Agama

Pengaruh paham Liberalisme dalam bidang agama ditandai dengan adanya kebebasan beragama bagi tiap individu tanpa ada paksaan atau tekanan dari pihak manapun buat memeluk suatu agama tertentu. Liberalisme tersebut menganggap suatu masalah agama ialah sebagai masalah tiap individu (pribadi).

Tiap-tiap individu tersebut harus mempunyai suatu kebebasan kemerdekaan beragama. Oleh karena itulah Liberalisme menolak untuk ikut campur tangan negara (Pemerintah) didalam bidang agama tersebut.

Kebebasan kemerdekaan beragama tersebut menurut pendapat liberalisme dapat diartika sebagai berikut :

  • Bebas merdeka memilih agama yang disukai
  • Bebas merdeka menjalankan ibadah menurut agama yang dianutnya
  • Bebas merdeka untuk tidak memilih menganut masalah satu agama
  1. Bidang Pers

Pengaruh paham Liberalisme dalam bidang pers ditandai dengan adanya kebebasan berekspresi dan berkarya bagi artis serta kebebasan bagi wartawan buat menulis dan memuat warta apapun nan benar-benar diketahuinya.

  1. Bidang Sosial

Pengaruh paham Liberalisme dalam bidang sosial ditandai dengan adanya emansipasi wanita serta penyetaraan gender nan menempatkan wanita sejajar dengan pria serta mendapatkan kesempatan nan sama dalam berbagai hal, seperti pendidikan dan karir.

Meskipun saat ini Liberalisme sudah diterapkan di berbagai bidang kehidupan tetapi tetap saja kebebasan nan kebablasan tentunya berdampak tak baik. Konsep, Faktor dan Contoh Gotong Royong Mari menggunakan kebebasan secara bertanggung jawab serta mengikuti anggaran nan berlaku sehingga kebebasan nan telah diperoleh membawa akibat positif bagi diri sendiri, orang lain, masyarakat, serta bangsa dan negara.


Perbedaan Ideologi Pancasila dan Liberalisme

  • Demokrasi

Pancasila         : Demokrasi Pancasila, Hukum untuk menjunjung tinggi  keadilan dan keberadaan individu dan masyarakat

Liberalisme      : Demokrasi Liberal, hukum untuk melindungi, individu, Dalam politik mementingkan individu.

  • Ekonomi

Pancasila         : Peran negara ada untuk tidak terjadi monopoli dll yang merugikan rakyat.

Liberalisme      : Peran negara kecil, Swasta mendomisi, Kapitalisme, Monopolisme,persaingan bebas.

  • Agama

Pancasila         : Bebas memilih agama, Agama harus menjiwai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara  

Liberalisme      : Agama urusan Pribadi, Bebas beragama (memilih agama/ atheis).

Demikian materi dari kami tentang Sejarah Liberalisme secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat, jangan lupa di share ya sobat Murid.Co.iD