Pengertian Asas Bipatride, Apatride, dan Multipatride Secara Lengkap

Diposting pada

Halo sahabat Murid.Co.ID, pada kesempatan ini kami akan membahas tentang Asas  Bipatride  Apatride, dan Multipatride. Sebagai warga negara tentunya kita harus memahami makna tersebut, alasannya agar kita mengetahui status kita sebagai warga negara apa. Mari kita ulas tentang asas asas tersebut.

Pengertian Asas Bipatride Apatride, dan Multipatride Secara Lengkap
Pengertian Asas Bipatride Apatride, dan Multipatride Secara Lengkap

Setiap negara pastinya memiliki asas kewarganegaraannya. Asas yang paling mendasar ada dua yaitu Ius Soli (Law of The Soil) dan Ius Sanguinis (Law of the Blood). Berikut penjelasan keduanya:

Ius Soli merupakan kewarganegaraan berdasarkan tempat kelahiran seseorang. Negara yang menganut atau menerapkan prinsip ini adalah Amerika, Argentina, Brazil, Inggris, Mesir, dll. Asas ini lebih sesuai dengan prinsip global saat ini, dimana status kebangsaan dan kewarganegaraan seseorang tidak ditentukan oleh dasar etnis, ras, atau agama. Asas ini memungkinkan terciptanya Undang-Undang kewarganegaraan yang bersifat terbuka dan multikultural.

Sedangkan Ius Sanguinis merupakan penentuan kewarganegaraan berdasarkan keturunan. Asas ini menetapkan kewarganegaraan seseorang berdasarkan kewarganegaraan orang tuanya, tanpa menghindarkan dimana ia dilahirkan.   Contoh negara yang menggunkan prinsip ini adalah brunai, jordania, malaysia, belanda, dll. Penentuan kewarganegaraan berdasarkan atas hubungn darah ini tampaknya sudah kurang relevan karena kecenderungan yang amat sempit dan membatasi diri.

 

Pengertian Apatride

Apatride merupakan orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. Apatride ini bisa dialami oleh orang yang dilahirkan dari orang tua yang negaranya menganut asas ius soli di negara atau dalam wilayah negara yang menganut asas sanguinis. Orang tersebut tidak mendapat kewarganegaraan orang tuanya karena tidak lahir dalam wiayah negara orang tuanya, dan tidak mendapatkan kewarganegaraan dari negara tempat ia dilahirkan karena ia lahir dari bukan orang yang bukan warga negara tempat ia dilahirkan tersebut.

Apatride terjadi apabila seseorang anak yang negara orang tuanya menganut ius sanguinis. Untuk mencegah bipatride, UU No. 62 Tahun 1958 pasal (10) huruf (f) menyatakan bahwa anak yang lahir diwilayah Indonesia selama orang tuanya tidak  diketahui adalah warga negara Indonesia. Misalnya, seseorang keturunan bangsa A yang menganut Ius Soli  lahir di negara B yang menganut Ius Sanguinis. Maka orang tersebut bukan warga negara A maupun warganegara B.

 

Contoh

Wina dan wayan adalah suami istri dar negara B yang menganut Ius Soli, mereka tinggal dinegara A yang berstatus Ius Sanguinis. Kemudian anak mereka :budi lahir, menurut negara A, anak tersebut tidak diakui sebagai warga negara tersebut. demikian menurut negara B , anak tersebut tidak diakui sebagai warga negara karena lahir diwilayah lain. Dengan demikian budi tidak memiliki kewarganegaraan atau apatride.

 

Pengertian Bipatride

Bipatride merupakan orang-orang yang memiliki kewarganegaraan ganda. Bipatride ini bisa dialami orang yang dilahirkan oleh orang tua yang negaranya menganut asas ius sanguinis didalam didalam wilayah negara yang mengatut oleh ius soli. Oleh  negara asalnya orang tua tersebut dianggap sebagai warganegara karena mereka adalah keturunan dari negara asalnya. Sedang oleh negara tempat dimana anak tersebut lahir, ia juga dianggap warga negara karena lahir dalam wilayah negara yang bersangkutan. Jadi, orang tersebut berkewarganegaraan rangkap atau ganda, yaitu berkewarganegaraan negara asal orang tuanya dan berkewarganegaraan tempat ia dilahirkan

Bipatride terjadi apabila seseorang anak negara yang orang tuanya menganut ius sanguinis lahir di negara yang menganut ius soli, maka kedua negara tersebut sebagai warga negaranya, setelah usia 18 tahun atau telah menikah jika punya lebih dari satu kewarganegaraan maka harus memilih salah satunya. Kasus kewarganegaraan ganda ini dalam realitas empiriknya merupakan kelompok status hukum yang tidak baik. Karena dapat mengacaukan keadaan keendudukan kedua negara ini. Untuk mencegah bipatride maka UU No. 62 tahun 1958 pasal 7 menyatakan bahwa seorang perempuan asing kawin dengan laki-lakii WNI dapat mendapat kewarganegaraan Indonesia dengan syarat dia harus meninggalkan kewarganegaraan asalnya.

Misalnya

Seorang keturunan bangsa C yang menganut Ius Sanguinis lahir dinegara D yang menganut asas ius soli. Sehingga karena ia keturunan negara c, maka dianggap warga negara c, tetapi negara D juga menganggapnya sebagai warga negara, kerena ia lahir di negara D.

 

Contoh

Adi dan windu adalah suami istri dengan status warga negara

A ius sanguinis, tetapi ia berdomisili di negara

B yang menganut asas ius soli kemudian anak mereka lahir. Menurut negara

C, anak tersebut adalah berkewarganegaraan C, tetapi menurut negara D, ia juga berkewarganegaraan D. Sehingga anak tersebut memiliki kewarganegaraan ganda.

 

Multipatride

Multipatride adalah seseorang yang memiliki dua tau lebih kewarganegaraan Multipatride. Hal ini terjadi jika seorang pria berkewarganegaraan A menikah dengan seorang Wanita berkewarganegaraan B, negara A dan B menganut asas ius sanguinis. Mereka pindah ke negara yang menganut ius soli, lalu mereka melahirkan seorang anak di negara C. Secara otomatis sia anak tersebut memiliki tiga kewarganegaraan sekaligus yaitu kewarganegaraan negara A, B dan C.

Misalnya: seseorang yang bipatride juga menerima pemberian status kewarganegaraan  lain ketika ia telah dewasa, dimana saat menerima kewarganegaraan yang baru ia tidak melepas status bipatridenya.

 

Contoh

ayah Bao Cun Lai adalah seorang tionghoa. Namun karena Bao Cun Lai lahir di Inggris maka ia memiliki dua kewarganegaraan, yaitu sebagai warganegara Inggris yang menerapkan asas kewarganegaan berdasar tempat kelahiran, juga sebagai warga negara China yang menganut asas kewarganegaraan yang didasarkan pada hubungan darah. Suatu ketika Bao Cun Lai mendapat kehormatan untuk menjadi waga negara lain yang mengijinkan seseorang memiliki status kewarganegaraan ganda, namun karena ia tidak melepas statusnya sebagai warga negara China maupun inggris maka dia memiliki tiga kewarganegaraan sekaligus.

Permasalahan tersebut diatas harus dihindari dengan upaya:

Memberikan kepastian hukum yang lebih jelas akan status hukum kewarganegaraan seseorang. Menjamin hak-hak serta perlindungan hukum yang pasti bagi seseorang dalam kehidupan bernegara.

Sekian penjelasan dari kami mengenai Apatride, Bipatride dan Multipatride. Baca juga artikel terkait lainnya :

Pengertian Asas Bipatride, Apatride, dan Multipatride Secara Lengkap
5 (100%) 8 vote[s]