Karangan Argumentasi Menurut Para Ahli

Pengertian Karangan Argumentasi

Karangan argumentasi merupakan jenis karangan yang dapat membuat si pembacanya merasa percaya dengan pendapat atau argumen si penulisnya. Oleh karena itu, karangan ini bersifat meyakinkan si pembaca agar apa yang ditulis itu benar adanya, tetapi tidak untuk memengaruhi si pembaca.

Jenis Paragraf Argumentatif
Jenis Paragraf Argumentatif

Pengertian Karangan Argumentasi Menurut Para Ahli

  1. Menurut Finoza

Menurut Finoza (2008:243), karangan argumentasi adalah karangan yang bertujuan meyakinkan pembaca agar menerima atau mengambil suatu doktrin, sikap, dan tingkah laku tertentu.

  1. Menurut Aceng Hasani

Menurut Aceng Hasani (2005:43) bahwa karangan argumentasi adalah suatu jenis karangan yang berusaha mempengaruhi orang lain dengan cara menyajikan bukti-bukti Aspek, Fungsi dan Jenis Seni Rupa sebagai penguat argumentasi yang dinyatakan secara logis dan factual dengan tujuan pembaca atau pendengar tertarik dengan yang dikemumakakan oleh penulis.

  1. Menurut Keraf

Menurut Keraf (1997:99) mengemukakan bahwa argumentasi adalah suatu retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya percaya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan penulis atau pembicara.

Melalui  argumentasi penulis berusaha merangkaikan fakta-fakta sedemikian rupa, sehingga ia mampu menunjukaan apakah suatu pendapat atau suatu hal tertentu itu benar atau tidak.

  1. Menurut Alwasilah

Menurut Alwasilah (2005:116) mengemukakan bahwa argumentasi adalah karangan yang membuktikan kebenaran atau ketidak benaran dari sebuah pernyataan (statement). Tahapan dan Manfaat Apresiasi Seni Menurutnya argument tidak berarti pertengkaran.

Dalam teks argument penulis menggunakan berbagai strategi atau piranti retorika untuk meyakinkan pembaca ikhwal kebenaran atau ketidak benaran itu.

  1. Menurut Kokasih

Menurut Kokasih (2003:27) karangan argumentasi adalah karangan yang bertujuan untuk membuktikan suatu kebenaran sehingga pembaca meyakini kebenaran itu.

Beranjak dari definisi diatas. Menurut Keraf (1997:4), dasar sebuah tulisan yang bersifat argumentatif adalah berfikir kritis dan logis. Untuk itu ia harus bertolak dari fakta-fakta atau evidensi-evidensi yang ada.

Dalam argumentasi terdapat motivasi yang lebih kuat, di samping memerlukan kejelasan, argumentasi juga memerlukan keyakinan dengan perantaraan fakta-fakta itu. Ciri dan Contoh Paragraf Eksposisi

Dengan fakta yang benar, ia dapat merangkaikan suatu penuturan yang logis menuju kepada suatu kesimpulan yang dapat dipertanggung jawabkan. Seseorang yang kurang hati-hati dan tidak cermat menganalisa data-data tersebut, dapat menggagalkan seluruh usaha pembuktiannnya.

  1. Menurut Daud

Pada dasarnya kekuatan argument terletak pada kemampuan penulis dalam mengemukakan tiga prinsip, yaitu pernyataan, alasan yang mendukung dan pembenaran. Daud (2004:25).

  • Pernyataan mengacu penentuan posisi dalam masalah yang masih kontroversional.
  • Alasan mengacu pada usaha untuk mempertahankan pernyataan dengan memberikan alasan-alasan atau bukti yang sesuai.
  • Pembenaran mengacu pada usaha dalam menunjukkan hubungan antara pernyataan dan alasan.

Tujuan Karangan Argumentasi

Menurut Finoza (2008:243), tujuan utama karangan argumentasi adalah untuk meyakinkan pembaca agar menerima atau mengambil suatu dokrin, sikap, dan tingkah laku tertentu. Sedangkan syarat utama untuk menulis karangan argumentasi adalah penulisnya harus terampil dalam bernalar dan menyusun ide yang logis.

Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat atau kesimpulan dengan data atau fakta sebagai alasan atau pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut. Unsur – Unsur Novel Sastra

Karangan argumentasi bersifat nonfiksi, logis, bahasanya baku, tidak ambigu, kalimatnya berbentuk kalimat tunggal. Ia bertujuan untuk pembuktian suatu kebenaran  sehingga meyakinkan pembaca mengenai kebenaran itu, tapi buka berarti mengajak orang lain untuk mengikuti opininya.


Ciri – Ciri Paragraf Argumentasi

Terdapat beberapa ciri-ciri yang membedakan jenis paragraf ini dengan paragraf yang lain. Diantaranya adalah:

  • Adanya penjelasan yang digunakan untuk meyakinkan isi tulisan.
  • Adanya fakta yang dimasukkan di dalamnya, bisa berupa gambar, grafik, data tabel, atau hal lain yang bisa mendukung valid nya tulisan.
  • Diperlukannya pengamatan dan penelitian terlebih dahulu mengenai pokok bahasan yang akan dibahas. Hal tersebut dapat diperoleh juga dari pengalaman pribadi penulis.
  • Adanya kesimpulan di akhir paragraf sebagai penguat keterangan dan fakta yang telah dipaparkan sebelumnya.

Karakteristik Karangan Argumentasi

Menurut Suparno dan Yunus (2008:535-539), dalam komunikasi lisan, kita sering menggunakan tuturan yang bercorak argumentasi ini. Ketika berdiskusi dapat mengajukan materi diskusi atau kutipan yang terdiri atas materi pembahasan yang tersusun sebagai berikut :

  • Pernyataan Faktual

Pernyataan faktual: Perubahan sosial dalam masyarakat membawa serta perubahan bahasa. Sebagai alat perhubungan antarwarga  dan sebagai sarana penerus ilmu pengetahuan dan teknologi, Bahasa Indonesia kian hari kian bertambah lincah, sesuai dengan tuntutan kebutuhan suatu masyarakat yang modern.

  • Asumsi 1

Asumsi : Mengingat pula peranan  yang dimainkan oleh Bahasa Indonesia di Asia tenggara sebagai alat komunikasi antarbangsa di belahan bumi ini, sudah sepantasnya dilakukan penelitian bahasa yang cermat. Butir nomor dua sebagai asumsi materi tersusun secara argumentati, sebagai berikut :

  • Asersi Pertama Sebagai Dasar Asersi Kedua

Asersi pertama sebagai dasar asersi kedua : Mengingat pula peranan yang dimainkan oleh Bahasa Indonesia di Asia Tenggara sebagai alat komunikasi antarbangsa bumi ini.

  • Asersi Kedua Berdasarkan Asersi

Asersi kedua berdasarkan asersi pertama :Sudah sepantasnya dilakukan penelitian bahasa yang cermat.

  • Asumsi 2

Asumsi :Hasil penyelidikan itu akan merupakan bahan yang berharga dalam usaha  kondisi Bahasa Indonesia yang modern.

  • Uraian Berupa Definisi

Uraian berupa definisi : Dengan kondisi bahasa yang diartikan penyusunan suatu system asas dan kaidah pemakaian bahasa. Hasil kondisi bahasa ini ialah bahasa buku atau bahasa standar, yakni suatu ragam bahasa yang berkekuatan sanksi social, dan yang diterima oleh masyarakat bahasa sebagai acuan atau model

  • Uraian Teoritis

Uraian teoritis : Masalah pembakuan bahasa itu mengenal telaah dalam, yang menyangkut system bahasa itu sendiri, misalnya di bidang ejaan, tata bahasa, tata nama, tata istilah, serta perkamusan. Ini termasuk linguistic deskriptif.

Di samping itu, pembakuan bahasa itu juga mengenal telaah luar yang menyangkut fungsi bahasa baku dalam suatu masyarakat. Telaah terakhir ini termasuk bidang sosiolinguistik atau linguistic social.

  • Pernyataan Bahwa Butir Nomor 1 Sampai 5 Merupakan Landasan Pendekatan

Pernyataan bahwa butir nomor 1 sampai 5 merupakan landasan pendekatan : Dari sudut tersebut, karangan argumentasi ini terutama meninjau masalah pembakuan bahasa.

  • Tujuan

Tujuan : Kondisi  Bahasa Indonesia yang modern melalui penelitian bahasa yang cermat.


Syarat – Syarat Menulis Karangan Argumentasi

Dalam menulis suatu tulisan argumentasi, terdapat beberapa syarat yang harus diperhatikan. Syarat-syarat tersebut diantaranya sebagai berikut :

  • Harus mengetahui benar pokok persoalan yang akan di argumentasikan berikut argumen-argumennya.
  • Harus berusaha mengemukakan permasalahan dengan sejelas-jelasnya sehingga mudah dipahami pembaca.
  • Argumentasi harus mengandung kebenaran untuk mencapai hasil karangan yang logis dan benar.
  • Evidensi baik berupa bukti, contoh, maupun alasan-alasan harus dikemukakan berdasarkan logika atau penalaran budi akal sehingga tersusun sebuah karangan argumentasi yang logis dan sistematis.

Syarat Menurut Alwasilah

Syarat-syarat diatas diperkuat oleh pendapat Alwasilah (2006:116) bahwa argument mengandalkan berbagai jenis appeal, yakni banding atau pertimbangan. Jenis-jenis appeal yang lazim dipakai para penulis menurutnya adalah sebagai berikut : Pengembangan dan Struktur Paragraf Ekspositif

  • Appeal to the writer’s own credibilitas (authority)

Pertimbangan kreadibilitas atau otoritas kepakaran sang penulis dengan menunjukkan dirinya menguasai (tahu banyak) ikhwal suatu persoalan dengan tetap menghargai pandangan pembaca.

  • Appeal to empirical data

Pertimbangan data empiris (data yang diperoleh melalui pengalaman, pengamatan, atau penelitian) dengan menyajikan data primer atau sekunder untuk memperkuat argument.

  • Appeal to reason (logical appeals)

Pertimbangan nalar atau logika, yakni bernalar dengan tepat ketika mengajukkan pendapat disertai bukti-bukti yang meyakinkan. Dengan menghubungkan pengamatan (observasi berdasarkan data empirik) dengan kejadian-kejadian yang ada didunia ini.

  • Appeal to the reader’s emotions, values, or attitudes (pathetic or affective appeal)

Yaitu pertimbangan nilai-nilai, emosi, dan sikap dengan memilih contoh-contoh yang memunculkan isu-isu yang diharapkan dapat meluluhkan perasaan pembaca dengan menggunakan bahasa yang kaya makna konotatif.


Komponen Karangan Argumentasi

Menurut Keraf (1997:104-107) mengemukakan bahwa dalam argument terdiri atas tiga komponen, yaitu :

  1. Pendahuluan

Pendahuluan tidak lain dari pada menarik minat pembaca, memusatkan perhatian pembaca kepada argument-argumen yang akan disampaikan serta menunjukkan dasar-dasar mengapa argumentasi itu  harus dikemukakan dalam kesempatan  tersebut.

Secara ideal pendahuluan harus mengandung cukup banyak bahan untuk menarik perhatian pembaca yang tidak ahli sedikit pun, serta memperkenalkan kepada pembaca  fakta-fakta pendahuluan yang perlu untuk memahami argumentasinya. Unsur, Pengertian dan Pengertian Seni Rupa

  1. Tubuh Agumen

Seluruh proses penyusunan argumen terletak pada kemahiran dan keahlian penulisnya.  Selama menggarap argumentasinya, pengarang harus terus menerus menempatkan dirinya dipihak pembaca.

  1. Kesimpulan dan Ringkasan

Dengan tidak mempersoalkan topik mana yang  dikemukakan dalam argumentasi, pengarang harus menjaga agar konklusi yang disimpulkan tetap memilihara tujuan dan menyegarkan kembali ingatan pembaca tentang apa yang telah dicapai dan mengapa konklusi-konklusi itu diterima sebagai sesuatu yang logis.

Dalam tulisan-tulisan biasa, dimana tidak boleh dibuat kesimpulan-kesimpulan, maka dapat dibuat ringkasan dari pokok-pokok  yang penting sesuai dengan urutan argument-argumen dalam tubuh karangan itu.


Langkah Menyusun Karangan Argumentasi

Penyusunan atau penulisan karangan argumentasi dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  • Memilih dan menentukan pokok permasalahan.
  • Merumuskan pokok permasalahan dengan kalimat yang jelas dan membuat grafis besar.
  • Menetapkan tujuan. Ciri dan Jenis Karangan Eksposisi
  • Mengumpulkan bahan-bahan yang berupa fakta, keterangan, kesaksian, orang lain, atau para ahli.
  • Mempelajari pustaka dan mencatat kutipan.
  • Menganalis, menguji, membandingkan, menghubungkan (fakta, keterangan, kesaksian, catatan, kutipan) menguraikan, menyusun keterangan dengan menarik dan logis, serta membuat kesimpulan atau ringkasan.
  • Membaca ulang naskah karangan argumentasi demi perbaikan dan penyempurnaan.

Pola Pengembangan Karangan Argumentasi

Paragraf argumentasi memiliki dua pola pengembangan yaitu :

  • Pola Pengembangan Sebab ke Akibat

Yaitu, jenis pola pengembangan paragraf argumentasi yang berawal dari peristiwa awal yang dianggap sebagai penyebab, lalu menuju kepada kesimpulan yang berupa efek atau akibat yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut.  Contoh paragraf argumentasi sebab ke akibat :

Contoh Paragraf Argumentasi 1 :

Pendidikan merupakan salah satu factor penentu maju mundurnya suatu bangsa. Adalah sebuah fakta yang tak terbantahkan lagi bahwa pendidikan di Indonesia adalah pendidikan yang sangat mahal dan tak terjangkau bagi masyarakat tak mampu. Tips dan Cara Negoisasi

Pada tahun 2010 saja terdapat 1,08 juta siswa SD hingga SMA yang putus sekolah. Biaya pendidikan yang mahal diperkirakan menjadi sebab tingginya angka putus sekolah di tahun 2010 tersebut.

Contoh Paragraf Arrgumentasi 2 :

Akibat perkembangan perekonomian dan pertambahan jumlah penduduk, konsumsi energy di dalam negeri juga meningkat. Kebutuhan gas di pulau Jawa  pada tahun 2002 sebanyak 943 juta kaki kubik perhari (MMCFD). Tahun 2005, meningkat menjadi 1.136 MMCFD.

Pada tahun 2010, kebutuhan gas di pulau Jawa diperkirakan 2.252 MMCFD dan tahun 2015, sebanyak 3.441 MMCFD.


  • Pola Pengembangan Akibat ke Sebab

Yaitu, kebalikan dari pola pengembangan paragraf argumentasi yang sebelumnya. Paragraf ini dimulai dari menjelaskan suatu masalah yang dianggap sebagai akibat lalu bergerak menuju hal-hal yang dianggap sebagai penyebab masalah atau peristiwa tadi.

Contoh Paragraf Argumentasi 1 :

Kerusakan lingkungan merupakan salah satu masalah terbesar yang di hadapi oleh umat manusia di era modern sekarang ini. Pola Pembentukan Kalimat Tunggal Hampir setiap hari kita selalu disuguhi dengan berita-berita tentang berbagai macam bencana alam seperti banjir, tanah longsor, kekeringan dan berbagai macam bencana alam lain yang telah memakan banyak korban baik harta maupun nyawa.

Bencana-bencana alam “buatan” yang sering terjadi saat ini, tak lain dan tak bukan adalah akibat dari pola hidup sebagian besar manusia modern yang tidak ramah lingkungan.

Contoh Paragraf Argumentasi 2 :

Dua tahun terakhir, terhitung sejak boeing B-737 milik maskapai penerbangan Aloha Airlines celaka, isu pesawat itu mencuat kepermukaan. Ini bisa dimaklumi sebab pesawat yang badannya koyak sepanjang 4 meter itu sudah dioperasikan lebih dari 19 tahun. Oleh karena itu, adalah cukup beralasanjika orang menjadi cemas terbang dengan pesawat berusia tua.

Di Indonesia, yang mengagetkan, lebih dari 60% pesawat yang beroperasi adalah pesawat tua. Amankah ? kalau memang aman lalu bagaimana cara merawatnya dan berapa biayanya sehingga  ia tetap nyaman di naiki.


Contoh Karangan Argumentasi

Dampak Kenaikan BBM

Sebagai orang awam, saya mengganggap kenaikan BBM ini sangat meresahkan dan menyulitkan masyarakat, terutama masyarakat kecil. Bagi masyarakat yang mampu mungkin itu tidak akan menjadi masalah, tetapi bagi masyarakat kevil, hal ini akan berakibat fatal. Biaya hidup mereka akan lebih besar, padahal kemampuan mereka sangat minim.

Kenaikan BBM sudah pasti akan di ikuti melambungnya harga bahan kebutuhan pokok, akibatnya daya beli masyarakat berkurang, awalnya rakyat miskin hanya mampu makan sendiri satu kali kini mereka jadi makan satu kali untuk tiga hari sebab mereka sudah tidak mampu lagi membeli bahan kebutuhan pokok yang harganya semakin mahal. Karena rutin mereka makan satu kali untuk tiga hari, lama-lama mereka mati kelaparan, akibatnya orang miskin jadi berkurang.

Kenaikan BBM akan berdampak pada naiknya tariff angkutan umum. Rakyat miskin yang tadinya biasa naik angkutan umum, sekarang harus jalan kaki, karena dalam keadaan lapar dan haus serta pikiran stress akibat kenaikan BBM hingga tidak konsentrasi di jalan., akibatnya sering ketabrak angkutan umum yang lagi ngebut karena mengejar setoran gara-gara BBM naik. Pejalan kakinya pun akhirnya meninggal, akibatnya orang miskin jadi berkurang.

Kenaikan BBM membuat rakyat miskin menjadi panik dan nekat terdorong untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mereka akhirnya berani melakukan pencurian dan perampokan, aksi pencuriannya akhirnya ketahuan oleh warga dan di tangkap, lalu diamuk massa.

Dengan demikian, dampak kenaikan BBM ini tentunya membuat rakyat miskin yang menjadi korban, mereka akan meninggal secara perlahan-lahan karena menanggung beban hidup yang diperkirakan akan semakin sulit mereka hadapi. Unsur dan Pola Kalimat SPOK Meninggal ribuan rakyat miskin ini bisa terkategorikan sebagai pembunuhan massal secara perlahan-lahan. Jadi diharapkan kepada pemerintah agar berpikir dua kali sebelum menaikkan harga BBM, agar rakyat miskin tidak menjadi korban dari kenaikan harga BBM ini.

Demikian materi dari kami tentang Paragraf Argumentasi secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat, jangan lupa di share ya sobat Murid.Co.iD