Unsur dan Pola Kalimat

Pengertian Kalimat

Kalimat adalah suatu bahasa kecil yang merupakan kesatuan pikiran. Dalam bahasa tulis, kalimat diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda seru dan tanda tanya. Kalimat disusun dari beberapa unsur yaitu : frasa, kata ataupun klausa.


Pengertian Kalimat Menurut Para Ahli

Di dalam pengertian menurut beberapa para ahli di antaranya sebagai berikut :


Slametmuljana

Slametmuljana menjelaskan kalimat sebagai keseluruhan pemakaian kata yang berlagu,  disusun menurut sistem bahasa yang bersangkutan; mungkin yang dipakai hanya satu kata, mungkin lebih.


Kridalaksana

Kridalaksana mengungkapkan: “kalimat sebagai satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, dan secara aktual maupun potensial terdiri dari klausa;  klausa bebas yang menjadi bagian kognitif percakapan; satuan proposisi yang merupakan gabungan klausa atau merupakan satu klausa, yang membentuk satuan bebas; jawaban minimal, seruan, salam, dan sebagainya”.

Artikel Lainnya : Contoh Kalimat Perintah


Dardjowidojo

Dardjowidojo (menyatakan bahwa kalimat ialah bagian terkecil dari suatu  ujaran atau teks (wacana) yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara ketatabahasaan

Unsur dan Pola Kalimat
Unsur dan Pola Kalimat

Unsur – Unsur kalimat

Ada beberapa unsur pembangun kalimat yang diantaranya adalah : Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), Pelengkap (Pel), dan Keterangan (K). Unsur-unsur ini memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing didalam kalimat dan untuk membentuk sebuah kalimat, minimal harus memiliki unsur Subjek (S) dan Predikat (P) didalamnya. Pada artikel ini marilah kita membahas satu persatu unsur-unsur pembentuk kalimat.


  • Subjek (S)

Unsur yang pertama adalah subjek yang berfungsisebagai penunjuk pelaku yang melakukan atau trlibat didalam kaliat tersebut. Biasanya subjek didalam kalimat berupa sebuah objek atau benda, contohmya : barang, manusia, barang, binatang tumbuhan maupun kata benda abstrak seperti gas, asap, air dan lain-lain.

Contoh : Nina, aku, saya, mereka, keledai, cita – cita, dan lain – lain.

Artikel Lainnya : Cara Mengapresiasi Karya Seni Rupa


  • Predikat (P)

Predikat adalah unsur terpenting didalam sebuah kalimat. Tanpa adanya kedua unsur ini, maka bisa dipastikan kata-kata tersebut bukanlah sebuah kalimat, melainkan frasa. Perdikat berfungsi untuk menyatakan kegiatan yang dilakukan oleh subjek didalam kalimat, dan biasanya berupa kata-kata kertja baik transitif maupun intransitif.

Contoh : Memakan, lari, menangis, bernyanyi, dan lain – lain.

Artikel Lainnya : Pengertian Paragraf Naratif


  • Objek (O)

Objek berfungsi untuk menyatakan korban atau pihak yang diknai tindakan oleh subjek melalui predikat. Objek juga bisa melakukan tindakan terhadap kata-kata benda, baik benda konkret maupun abstrak.

Contoh : uang, tanaman, gagasan, Ani dan lain-lain.


  • Keterangan (K)

Unsur ini berfungsi sebagai penambah keterangan pada sebuah kalimat. Unsur keterangan biasanya diletakkan di depan maupun di belakang kalimat. Ada beberapa jenis unsur keterangan diantaranya adalah :

  1. Keterangan waktu

Kemarin, besok, bulan lalu, dua hari yang lalu, tahun depan, dan lain – lain.

  1. Keterangan tempat

Di sana, di rumah, di toko, dan lain – lain.

  1. Keterangan cara

Dengan cepat, sangat lambat, sangat serius, secara diam – diam.

  1. Keterangan alat

Menggunakan cangkul, dengan sepeda, mengendarai mobil, dan lain – lain.

  1. Keterangan tujuan

Supaya  pintar, agar naik kelas, dan lain – lain.

Artikel Lainnya : Pengertian Observasi Menurut Para Ahli


  • Pelengkap (Pel)

Pelengkap adalah unsur kalimat yang  melengkapi unsur – unsur lainnya, seperti subjek, maupun objek. Unsur ini berfungsi untuk menambahkan arti atau keterangan. Contoh :

  1. Pelengkap objek

Saya membeli buku yang baru terbit di toko buku

  1. Pelengkap subjek

Gadis yang berambut pirang itu menemui aku di kelas pagi ini.


Pola Kalimat

Unsur – unsur kalimat di atas tersusun sesuai dengan fungsi dan tugasnya masing – masing dan membentuk suatu pola kalimat. Dalam bahasa Indonesia, ada 8 pola dasar kalimat yang bisa dikembangkan menjadi beberapa pola kalimat lainnya. Namun, kali ini kita hanya akan membahas kedelapan pola dasar ini terlebih dahulu. Berikut ini adalah pola – pola dasar kalimat dalam bahasa Indonesia.

Kalimat adalah
Kalimat adalah

  1. Kalimat Dasar Berpola S P

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek dan predikat. Predikat kalimat untuk tipe ini dapat berupa kata kerja, kata benda, kata sifat, atau kata bilangan. Misalnya:

  • Aris / sedang makan. = S / P (Kata Kerja)
  • Ibuku/ guru SMA. = S / P (Kata Benda)
  • Makanan itu/ lezat sekali.= S / P (Kata Sifat)

  1. Kalimat Dasar Berpola S P O

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan objek. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba transitif, dan objek berupa nomina atau frasa nominal. Misalnya:

  • Kami / sedang menyusun / jurnal ilmiah. = S /P / O
  • Budi/ menaiki/ sepeda. = S/P/O
  • Rafif /minum/ susu. = S/P/O

  1. Kalimat Dasar Berpola S P Pel

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan pelengkap. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif atau kata sifat, dan pelengkap berupa nomina atau adjektiva. Misalnya:

  • Risa/ beternak / ayam. = S / P / Pel.

  1. Kalimat Dasar Berpola S P O Pel.

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan pelengkap. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, dan pelengkap berupa nomina atau frasa nominal. Misalnya:

  • ayah / mengirimi / saya / uang. = S / P / O / Pel.

  1. Kalimat Dasar Berpola S P K

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan harus memiliki unsur keterangan karena diperlukan oleh predikat. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:

  • Paman / berangkat / dari Tanjung Perak. = S / P / K

  1. Kalimat Dasar Berpola S P O K

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan keterangan. subjek berupa nomina atau frasa nomina, predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:

  • Kami / memasukkan / pakaian / ke dalam lemari. = S / P / O / K
  • Ani bertemu Budi di Stasiun Kereta Api. = S / P / O / K

  1. Kalimat Dasar Berpola S P Pel. K

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, pelengkap, dan keterangan. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif atau kata sifat, pelengkap berupa nomina atau adjektiva, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya :

  • Ungu / bermain / musik / di atas panggung. = S / P / Pel. / K

  1. Kalimat Dasar Berpola S P O Pel. K

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, pelengkap berupa nomina atau frasa nominal, dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:

  • Dia / mengirimi / ibunya / uang / setiap bulan. = S / P / O / Pel. / K

Macam – Macam kalimat

Di dalam macam macam kalimat dapat menjadi 3  bagian, untuk lebih jelasnya mari simak pembahasan kami di bawah ini, semoga bermanfaat.

Artikel Lainnya : Contoh Paragraf Persuasif


Berdasarkan Pengucapan

  • Kalimat Langsung

Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang. Kalimat langsung juga dapat diartikan kaliamt yang memberitakan bagaimana ucapan dari orang lain (orang ketiga). Kalimat ini biasanya ditandai dengan tanda petik dua (“….”) dan dapat berupa kalimat tanya atau kalimat perintah.

Contoh:

  • Kakak berkata: “Reni, jangan meletakkan sepatu di sembarang tempat!”
  • “Saya gembira sekali”,kata ayah,”karena kamu lulus ujian”.

  • Kalimat Tak Langsung

Kalimat tak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan atau perkataan  orang lain. Kalimat tak langsung tidak ditandai lagi dengan tanda petik dua dan sudah dirubah menjadi kalimat berita.

Contoh:

  • Ibu berkata bahwa dia senang sekali karena aku lulus ujian.
  • Kakak berkata bahwa buku itu harus segera dikembalikan.

Berdasarkan Jumlah Frasa (Struktur Gramatikal)

Kalimat Tunggal

Kallimat tunggal adalah kalimat yang memiliki satu pola (klausa) yang terdiri dari satu subjek dan satu predikat. Kalimat tunggal merupakan kalimat dasar sederhana. Kalimat-kalimat yang panjang dapat dikembalikan ke dalam kalimat-kalimat dasar yang sederhana dan dapat juga ditelusuri p0la-pola pembentukannya. Pola-pola kalimat dasar yang dimaksud adalah:

Artikel Lainnya : Memahami Struktur dan Kaidah Teks Eksposisi

  • KB + KK (Kata Benda + Kata Kerja)

Contoh:   Victoria/ bernyanyi. S / P

  • KB + KS (Kata Benda + Kata Sifat)

Contoh:   Ika/ sangat/ rajin . S / P

Kalimat tunggal  dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda.

Contoh :  Saya siswa kelas VI.

  • Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja.

Contoh :  Adik bernyanyi.


  • Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk terdiri atas dua atau lebih kalimat tunggal yang saling berhubungan baik kordinasi maupun subordinasi. Kalimat majemuk dapat dibedakan atas  3 jenis, yaitu:

  • Kalimat Majemuk Setara (KMS)

Kalimat ini terbentuk dari 2 atau lebih kalimat tunggal dan kedudukan tiap kalimat sederajat.

Contoh :

Kami mencari bahan dan mereka meramunya.

  • Kalimat Majemuk Bertingkat (KMB)

Kalimat majemuk setara terdiri atas satu suku kaliamat bebas dan satu suku kalimat yang tidak bebas. Kedua kalimat tersebut memiliki pola hubungan yang tidak sederajat. Bagian yang memiliki kedudukan lebih penting (inti gagasan) disebut sebagai klausa utama (induk kalimat). Bagian yang lebih rendah kedudukakannya disebut dengan klausa sematan (anak kalimat).

Artikel Lainnya : Paragraf Narasi Adalah

Contoh :

  • Walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern, para hacker masih dapat mengacaukan data-data komputer itu.
  • Induk kalimat: Para hacker masih dapat mengacaukan data-data komputer itu.
  • Anak kalimat:  Walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern.

  • Kalimat Majemuk Campuran (KMC)

Kalimat majemuk campuran terdiri atas kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat atau kebalikannya.

Contoh :

Karena hari sudah malam, kami berhenti dan langsung pulang


Berdasarkan Subjeknya

Dibagi menjadi 2  :

  • Kalimat Aktif

Kalimat aktif  adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan/tindakan. Kalimat ini biasanya memiliki predikat berupa kata kerja yang berawalan me- dan ber-. Predikat juga dapat berupa kata kerja aus (kata kerja yang  tidak dapat dilekati oleh awalan me–saja), misalnya  pergi, tidur, mandi, dll  (kecuali makan dan minum).

Contoh:

Mereka akan berangkat besok pagi.

Artikel Lainnya : Frasa Ajektif Dalam Paragraf Deskriptif


  • Kalimat Pasif

Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan/tindakan. Kalimat ini biasanya memiliki predikat berupa kata kerja berawalan di- dan ter- dan diikuti oleh kata depan oleh.

Contoh :

Piring dicuci Eni


Contoh Kalimat

  1. Ibu sedang memasak nasi di dapur.(subyek-predikat-obyek-keterangan)
  2. Adik sedang menangis tersedu-sedu(subyek-predikat-pelengkap)
  3. Saya  pergi ke Sekolah(subyek-predikat-keterangan)

Demikian Materi dari kami tentang Kalimat : Pengertian, Unsur, Pola, Macam dan Contoh Lengkap, semoga bermanfaat, jangan lupa di share ya sobat Murid.Co.Id