Jenis Paragraf Argumentatif : Pengertian, Ciri, Topik Berserta Contohnya

Diposting pada
5.0
10

Hallo sobat Murid.Co.Id, kali ini kita berjumpa lagi dengan kami yang akan membahas materi tentang Jenis Paragraf Argumentatif : Pengertian, Ciri, Topik Bersertca Contohnya secara lengkap dan jelas, jangan lupa share ya, terima kasih semoga bermanfaat

Jenis Paragraf Argumentatif
Jenis Paragraf Argumentatif

Pengertian Paragraf Argumentatif

Setelah Anda mengamati gambar tersebut, apa yang Anda lihat? Kira-kira apa pendapat Anda tentang pengaruh pembangunan gedung-gedung bertingkat bagi masyarakat sekitarnya? Sekarang, hasil pengamatan Anda tersebut, cobalah ungkapkan dalam sebuah tulisan berbentuk paragraf argumentatif yang terdiri atas beberapa kalimat. Jika sudah, coba bandingkan tulisan Anda dengan contoh berikut !

Baca Juga : √ Hipotesis : Pengertian, Jenis, Fungsi dan Cirinya


Contoh:

Pembangunan gedung-gedung bertingkat untuk perkantoran dan pusat perbelanjaan di sekitar pemukiman masyarakat akan menimbulkan berbagai dampak, baik yang positif maupun yang negatif. Dampak yang positif, antara lain tanah yang mereka miliki harganya akan melambung tinggi. Misalnya, tanah di daerah Tanjung Duren Raya, Jakarta Barat setelah dibangun gedung mal dan apartemen, harganya di atas Rp 8 juta/m. Sedangkan, dampak negatifnya, antara lain penduduk sekitar gedung tersebut kesulitan mendapatkan air bersih karena gedung-gedung tersebut pada umumnya menggunakan jat pump yang kapasitasnya sangat tinggi sehingga air yang dipompa dengan pompa biasa tidak dapat keluar dengan lancar.

Baca Juga : √ Sejarah Bahasa Indonesia : Perkembangan dan Kedudukannya


Berdasarkan paragraf yang telah Anda baca, tentu Anda dapat menjelaskan pengertian paragraf argumentatif, yakni sebuah tulisan yang isinya bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat dengan data atau fakta sebagai alasan/ bukti. Dengan kata lain, paragraf argumentatif adalah sebuah karangan yang membuktikan kebenaran tentang sesuatu. Untuk memperkuat ide atau pendapatnya, penulis karangan argumetasi harus menyertakan data-data pendukung. Tujuannya, agar pembaca menjadi yakin atas kebenaran yang disampaikan penulis. Misalnya, karangan berbentuk artikel.


Ciri – Ciri Paragraf Argumentatif

Untuk memahami ciri-ciri paragraf argumentatif, coba Anda baca kembali paragraf yang dibawah ini.
Pembangunan gedung-gedung bertingkat untuk perkantoran dan pusat perbelanjaan di sekitar pemukiman masyarakat akan menimbulkan berbagai dampak, baik yang positif maupun yang negatif. Dampak yang positif, antara lain tanah yang mereka miliki harganya akan melambung tinggi.

Misalnya, tanah di daerah Tanjung Duren Raya, Jakarta Barat setelah dibangun gedung mal dan apartemen, harganya di atas Rp 8 juta/m. Sedangkan, dampak negatifnya, antara lain penduduk sekitar gedung tersebut kesulitan mendapatkan air bersih karena gedung-gedung tersebut pada umumnya menggunakan jat pump yang kapasitasnya sangat tinggi sehingga air yang dipompa dengan pompa biasa tidak dapat keluar dengan lancar.

Baca Juga : √ Pengertian Dialog Interaktif Lengkap (Unsur, Ciri, Tujuan dan Contohnya)


Paragraf Argumentasi Memiliki Ciri – Ciri Sebagai Berikut

  1. Mengandung kebenaran dan pembuktian yang kuat dengan disertai data,fakta,gambar,grafik,dan bukti lainnya yang dapat memperkuat pendapat,sikap,dan keyakinan kita.
  2. Menggunakan bahasa Denotatif
  3. Analisis yang kuat dan juga masuk akal (Rasional)
  4. Alasan dan bukti yang kuat
  5. Bertujuan supaya pembaca dapat menerima pendapat penulis.

Jadi,kekuatan dari argumen terletak pada tiga prinsip pokok,yaitu pernyataan,alasan,dan juga bukti – bukti yang mendukung argumen tadi.


Setelah Anda memahami isi paragraf argumentatif tersebut, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri paragraf argumentatif adalah (1) ada pernyataan, ide, atau pendapat yang dikemukakan penulisnya; (2) terdapat alasan, data, atau fakta yang mendukung; (3) pembenaran berdasarkan data dan fakta yang disampaikan. Data dan fakta yang digunakan untuk menyusun paragraf argumentatif dapat diperoleh melalui wawancara, angket, observasi, penelitian lapangan, dan penelitian kepustakaan.

Baca Juga : √ Contoh Teks Eksposisi, Ciri Dan Pengertiannya


Jenis Paragraf Argumentatif

Paragraf argumentatif rincian

Jenis paragraf argumentasi rincian adalah paragraf yang berisi pendapat dan alasan penulis yang disertai beberapa rincian. Misalnya, paragraf argumentatif tentang Jiwa Kepahlawanan.

Contoh :

Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan, pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.

Baca Juga : √ Persaingan Pasar Tidak Sempurna : Jenis, Ciri dan Pengertian


Paragraf argumentatif contoh

Paragraf argumentasi contoh adalah paragraf yang berisi pendapat dan alasan penulis yang disertai beberapa contoh sebagai bukti bahwa pendapat penulis benar dan tidak dapat disangkal lagi oleh pembaca. Misalnya, paragraf argumentatif tentang Bahan Bakar Alternatif.

Contoh:

Setelah manusia mulai menyadari dampak penggunaan bahan bakar fosil yang dapat membahayakan, manusia mulai berpikir untuk mencari bahan bakar alternatif. Tetapi, apakah bahan bakar alternatif lain yang diusulkan ini dapat efektif? Kita ambil contoh, bioetanol yang berasal dari jagung. Jika kita menggunakan etanol dari jagung ini, maka diperlukan berapa juta hektar lahan jagung untuk memenuhi kebutuhan manusia? Itu akan mengakibatkan dampak lain yaitu berkurangnya lahan tempat tinggal dan lahan hutan. Orang akan membuka hutan dan menjadikannya lahan jagung. Tentunya itu merusak lingkungan bukan ?


Paragraf argumentatif sebab-akibat

Paragraf argumentatif sebab-akibat adalah paragraf yang dikembangkan dengan menyampaikan terlebih dahulu sebab-sebabnya dan diakhiri dengan pernyataan sebagai akibat dari sebab tersebut.

Contoh

paragraf argumentatif tentang Kegagalan Panen. Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagai penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan tanahnya. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika panen di desa ini selalu gagal.


Paragraf argumentatif akibat sebab

Paragraf argumentatif sebab-akibat adalah paragraf yang dikembangkan dengan menyampaikan terlebih dahulu akibatnya, kemudian dicari penyebabnya. .Contoh paragraf argumentatif akibat sebab tentang Udara Kotor.
Udara di kota-kota industri sangat kotor dengan banyaknya asap hitam hasil pembakaran di pabrik-pabrik. Udara semakin panas sehingga menyebabkan berbagai dampak lingkungan hidup. Es di kutub selatan dan di Greenland mulai mencair. Itulah berbagai akibat yang terjadi karena eksploitasi besar-besaran minyak bumi.

Baca Juga : √ Peranan Pasar Modal, Pengertian, Macam dan Lembaga Penunjang


Topik Paragraf Argumentatif

Sebelum Anda menulis paragraf argumentatif, hal yang harus dilakukan adalah menentukan topik. Pertama-tama tentukan terlebih dahulu topik apa yang akan Anda tulis sebelum melakukan penulisan. Topik adalah pokok bahasan yang akan menjadi ide utama sebuah tulisan. Apa saja bisa menjadi topik tulisan. Yang penting Anda menguasai masalah tersebut dan menarik bagi Anda.


Jika topik tulisan sudah ditentukan, langkah selanjutnya adalah membuat batasan terhadap topik tersebut. Sebab kadang topik yang Anda tentukan itu masih sangat umum dan luas, sehingga kalau nanti dikembangkan menjadi kurang fokus. Untuk itu perlu dilakukan pembatasan terhadap topik tersebut agar tulisan yang Anda kembangkan menjadi lebih jelas dan fokus. Perhatikan contoh berikut!


Topik : Disiplin
Subtopik : Disiplin waktu kunci sukses dalam belajar


Pengumpulan Bahan Karangan

Sesudah menentukan topik dan sudut pandang yang jelas, maka langkah selanjutnya adalah mengumpulkan bahan sesuai dengan topik tersebut. Di dalam mengumpulkan bahan ini, Anda dapat melakukan dengan berbagai cara, misalnya mencari buku-buku yang membicarakan masalah tersebut, membaca jurnal atau tulisan ilmiah yang pernah diterbitkan, melakukan pengamatan, melakukan wawancara dengan narasumber, mencari informasi dari surat kabar, atau dari internet, dan bisa juga cara-cara lain yang penting bahan untuk penulisan Anda didapatkan.


Menyusun Kerangka Karangan

Kerangka karangan adalah garis besar dari hal-hal yang hendak ditulis. Dengan kerangka, penulis dimudahkan untuk menuangkan ide secara sistematis, terarah, dan kemungkinan mendapatkan kelengkapan materi.


Langkah-langkah proses penulisan pada akhirnya tetap sama-sama membuat kerangka tulisan baik yang konvensional maupun gaya bebas. Perbedaannya gaya konvensional membuat kerangka dulu baru dikembangkan dalam bentuk kalimat dan paragraf. Sedangkan, gaya bebas. menulis dulu apa saja yang dikethaui dan mengalir saja, baru setelah semua tertulis, kemudian ditentukan inti kalimatnya dan diurutkan sehingga menjadi kerangka. Perhatikan contoh kerangka karangan tentang Perjuangan Seorang Ibu berikut!

Topik : Perjuangan
Subtopik : Perjuangan seorang ibu

Demikian Pembahasan tentang Jenis Paragraf Argumentatif : Pengertian, Ciri, Topik Bersertca Contohnya secara lengkap dan jelas, terima kasih sudah berkunjung di website kami, semoa bermanfaat jangan lupa si share ya sobat.