Ciri Jamur : Morfologi, Fisiologi dan Cara Bereproduksi

Diposting pada

Halo sahabat Murid.Co.ID di kesempatan kali ini kami akan menjelaskan tentang Ciri Jamur : Morfologi, Fisiologi dan Cara Bereproduksi secara lengkap dan jelas, untuk lebih jelasnya mari simak pembahasan dari kami di bawah ini, semoga bermanfaat.

CIRI – CIRI JAMUR

Beberapa ciri-ciri jamur yang perlu Anda ketahui adalah sebagai berikut.

Ciri Ciri Jamur
Ciri Ciri Jamur

Ciri Morfologi

Bentuk Jamur Mirip Dengan Tumbuhan

Bentuk jamur mirip dengan tumbuhan, tetapi tidak memiliki daun dan akar yang sejati, juga tidak mempunyai klorofil sehingga dia tidak dapat melakukan fotosintesis. Untuk itulah jamur digolongkan atau diklasifikasikan tersendiri karena tidak dapat digolongkan dalam tumbuhan atau hewan. Dari hasil kegiatan yang Anda lakukan, Anda dapat mengetahui ternyata jenis jamur ada yang dapat dilihat secara langsung atau bentuknya makroskopis dan ada yang harus diamati menggunakan mikroskop karena bentuknya mikroskopis.

Artikel Lainnya : Pengertian, Ruang Lingkup Fisiologi Dalam Biologi Beserta Fungsinya

Ciri jamur Morfologi
Ciri jamur Morfologi

Mempunyai Sel Banyak Multiseluler

Pada umumnya jamur mempunyai sel banyak (multiseluler) misalnya jamur merang dan jamur tempe, tetapi ada juga yang bersel tunggal (uniseluler) seperti ragi atau yeast/ Saccharomyces. Jamur yang multiseluler ter- susun atas benang-benang yang disebut dengan hifa. Apabila dilihat dengan mikros- kop tampak bentuk hifa ini bersekat-sekat (bersepta) dan tidak bersekat.

Adapun pada hifa yang tidak bersekat, inti selnya tersebar di dalam sitoplasma yang disebut dengan sinositik. Seperti yang terlihat pada mikroskop, sel-sel jamur ini sudah memiliki membran inti sel, sehingga dikelompokkan sebagai organisme eukariotik. Dinding sel jamur ini terbuat dari kitin yang dapat memberikan bentuk dari sel-sel jamur.

Artikel Lainnya : √  Struktur Bakteri : Pengertian, Klasifikasi, Ciri, Bentuk dan Jenisnya


Kumpulan Hifa – Hifa

Jalinan/kumpulan hifa-hifa ini akan membentuk suatu miselium, dan miselium inilah yang tumbuh menyebar di atas substrat dan berfungsi sebagai penyerap makanan dari lingkungannya. Bagaimana cara jamur mendapatkan makanan? Seperti yang Anda lihat, karena jamur tidak mempunyai klorofil, jadi dia tidak dapat berfoto- sintesis, sehingga hidup secara heterotrof dengan memperoleh zat makanan- nya dengan cara menyerap dari lingkungannya atau substratnya. Tetapi makanannya yang masih berbentuk senyawa-senyawa kompleks akan diu- raikan terlebih dahulu di luar sel jamur, yaitu dengan menghasilkan enzim- enzim hidrolitik ekstraseluler.


Makanan Jamur Bisa Berasal dari Sumber Seperti Tanah

Makanan jamur bisa berasal dari sumber-sumber seperti tanah subur, produk makanan buatan pabrik, tubuh hewan atau tumbuhan, baik yang sudah mati (sebagai saprofit) atau yang masih hidup. Jamur yang hidup pada inang hidup dapat bersimbiosis mutualisme, yaitu dapat membantu tumbuhan memperoleh mineral dari tanah. Tetapi kebanyakan bersifat parasit, jamur ini memiliki haustorium, yaitu suatu hifa yang khusus digunakan untuk menyerap makanan dari inangnya.

Artikel Lainnya : √  Tahapan Kultur Jaringan Beserta Pengertian dan Tujuan


Cara Bereproduksi

Secara alamiah, jamur dapat berkembang biak dengan dua cara, yaitu secara aseksual dan seksual. Secara aseksual dilakukan dengan pembelahan, yaitu dengan cara sel membagi diri untuk membentuk dua sel anak yang serupa, penguncupan, yaitu dengan cara sel anak yang tumbuh dari penon- jolan kecil pada sel inangnya atau pembentukan spora. Spora aseksual ini berfungsi untuk menyebarkan speciesnya dalam jumlah yang besar dengan melalui perantara angin atau air. Ada beberapa macam spora aseksual, di antaranya seperti berikut.

Cara reproduksi jamur Morfologi
Cara reproduksi jamur Morfologi
  • Konidiospora

Konidiospora, merupakan konidium yang terbentuk di ujung atau di sisi hifa. Ada yang berukuran kecil, bersel satu yang disebut mikrokonidium, sebaliknya konidium yang berukuran besar dan bersel banyak disebut makrokonidium.

Artikel Lainnya : √  Konsep Penting Beserta Teknik Kultur Jaringan


  • Sporangiospora

Sporangiospora, merupakan spora bersel satu yang terbentuk dalam kantung yang disebut sporangium, pada ujung hifa khusus.

Ada dua macam sporangiospora yang tidak bergerak (nonmotil) disebut aplanospora dan sporangiospora yang dapat bergerak karena mempunyai flagela yang disebut zoospora.

  1. Oidium/artrospora, yaitu spora bersel tunggal yang terbentuk karena terputusnya sel-sel hifa.
  2. Klamidospora, merupakan spora bersel satu, berdinding tebal, dan sangat resisten terhadap keadaan yang buruk, Spora ini terbentuk dari sel-sel hifa yang somatik.
  3. Blatospora merupakan tunas/kuncup pada sel-sel khamir.

Perkembangbiakan jamur secara seksual dilakukan dengan peleburan inti sel/nukleus dari dua sel induknya. Reproduksi secara seksual ini lebih jarang dilakukan dan jumlahnya lebih sedikit dibandingkan secara aseksual. Perkembangbiakan ini terjadi apabila berada dalam keadaan tertentu.

Artikel Lainnya : √  Peranan Bryophytha : Ciri, Reproduksi, Karakteristik dan Klasifikasi


Ciri Fisiologi

Cobalah Anda amati makanan seperti selai atau manisan yang sudah basi! Apabila sudah basi, sering makanan itu terlihat berwarna kehitaman, warna itu merupakan jamur yang merusak, bukan bakteri. Dengan demi- kian, dapat diketahui jamur lebih tahan hidup dalam keadaan alam sekitar yang tidak menguntungkan dibandingkan dengan jasad-jasad renik lainnya. Jamur dapat tumbuh pada suhu yang luas dari suhu yang mendekati 0°C sampai 37°C.

Demikinlah pembahasan kita pada kesempatan kali ini, Tentang Ciri Jamur : Morfologi, Fisiologi dan Cara Bereproduksi Secara lengkap  semoga artikel ini bisa menjadi sumber belajar dan dapat menjadi referensi untuk para sahabat Murid.Co.ID. jangan lupa di share dan di bagikan ke sahabat anda, Terima Kasih.