Protista Mirip Jamur

Diposting pada

Protista Mirip Jamur

Protista mirip jamur tidak dimasukkan kedalam fungi karena struktur tubuh dan cara reproduksinya berbeda. Reproduksi jamur lender mirip fungi, tetpai gerakan pada fase egetatifnya mirip amoeba. Meskipun tidak berklorofil, struktur membrane jamur ini mirip ganggang.


Ciri Protista Mirip Jamur


Mycomycota

  • Bentuk tubuh seperti lendir.
  • Berinti banyak uniseluler atau multiseluler.
  • Struktur tubuh vegetatif yang menyerupai Amoeba.
  • Berkembangbiak secara aseksual dan seksual.
  • Biasa hidup di hutan-hutan basah, tanah lembap, batang kayu yang membusuk, kayu lapuk atau sampah basah.

Artikel Lainnya :  Protista Mirip Hewan (Protozoa)


Oomycota

  1. Memiliki banyak inti yang terdapat dalam benang-benang hifa yang tidak bersekat.
  2. Dinding sel yang berupa selulosa.
  3. Spora yang di hasilkan oleh zigot berdinding tebal yang berfungsi sebagai pelindung. Pada kondisi tertentu spora akan tumbuh menjadi hifa yang baru.
  4. Berkembangbiak secara aseksual dengan pembentukan zoospora yang dilengkapi alat
  5. berenang berupa dua buah flagel.
  6. Dapat hidup di air atau tempat-tempat lembab dan memiliki Oospora sebagai penghasil spora.

Klasifikasi Protista Mirip Jamur

Klasifikasi Protista Mirip Jamur (Slime Mold) Menurut Armansyah (2014), protista mirip jamur dibagi menjadi tiga kelompok diantaranya sebagai berikut.


Myxomycetes (Jamur Lendir Tidak Bersekat)

Jamur ini memiliki beberap sifat yang mirip dengan jamur sejati. Tubuhnya tidak bersekat, ada yang bersel satu (uniseluler) dan ada yang bersel banyak (multiseluler). Struktur vegetatif jamur lendir disebut plasmodium yang merupakan massa sitoplasma berinti banyak dan tidak dibatasi oleh dinding sel yang kuat.

Artikel Lainnya :  Protista Mirip Tumbuhan (Algae)


Pada stadium vegetatif, plasmodium bergerak ameboid (seperti amuba) mengelilingi dan menelan makanan berupa bahan organik. Makanan dicerna dalam Vakuola makanan, sisa yang tidak dicerna ditinggal pada saat plasmodium bergerak. Jika telah dewasa plasmodium membentuk sporangium (kotak spora).


Sporangium yang masak akan pecah dan spora tersebar dengan bantuan angin. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang bersifat haploid memiliki flagel, dan sel gamet ini akan melakukan isogami, yakni peleburan dua gamet yang memiliki bentuk dan ukurannya sama, sehingga akan sulit untuk membedakan sel kelamin jantan dan betinanya. Hasil peleburan berupa zigot yang akan tumbuh dewasa menjadi individu baru.


Contoh

Cotoh: Physarium sp.

Artikel Lainnya : Sturktur Protozoa : Ciri, Peranan, Habitat, Klasifikasi dan Proses Pencernaan


Acrasiomycetes (Jamur Lendir Bersekat)

Jamur jenis ini memiliki tubuh yang bersekat, ada yang bersel satu (uniseluler) dan ada yang bersel banyak (multiseluler). Struktur tubuh vegetatifnya sama dengan myxomycetes, demikian juga untuk reproduksi generatifnya.


Hal yang membedakan adalah jika pada kondisi kurang menguntungkan, plasmodium pada Myxomycetes akan berhenti bergerak dan membentuk tangkai yang ujungnya membentuk struktur reproduksi.


Sedangkan pada Acrasiomycetes akan membentuk agregat berbentuk seperti siput tanpa cangkang, jika lingkungan menguntungkan, agregat akan berhenti dan membentuk tubuh buah yang mengandung spora reproduki.


Contoh

Contoh: Dyctyostelium discoideum.


 Oomycetes (Jamur Air)

Jamur jenis ini merupakan jamur yang memiliki dinding sel yang mengandung selulosa dan memiliki benang-benang hifa yang tidak bersekat melintang di dalamnya, serta memiliki inti dalam jumlah yang banyak.


Reproduksi vegetatifnya dengan zoospora, yaitu spora yang berflagel dua yang mampu bergerak bebas. Sementara itu reproduksi secara generatifnya dengan pelebura gamet jantan dan betina, lalu membentuk zigot berdinding tebal kemudian mengalami periode istirahat untuk membetuk oospora.

Artikel Lainnya :  Peranan dan Struktur Basidiomycota


Fase hidup hasil reproduksi generative ini lebih panjang bila dibanding dengan fase vegetatif.


Contoh

Contoh jamur ini ialah Phytophythora infestan, Phytium sp., Saprolegnia parasitica, Phytopthora faberi, Phytopthora nicotinae, Pytium sp.


Reproduksi Protista Mirip Jamur

Reroduksi Protista Mirip jamur di bagi menjadi dua, diantaranya sebagai beriku :


Seksual (generatif)

  • Dengan cara Singami, yaitu peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya sama dan tidak dapat dibedakan antara sel jantan dan betina yang akan menghasilkan
  • zigot berflagel 2, zigot kehilangan flagelnya dan menjadi plasmodium baru.

Aseksual (vegetatif)

  1. Berkembang biak secara aseksual dengan pembentukan zoospora yang dilengkapi alat berenang berupa dua buah flagel.
  2. Selnya bertambah dan terjadi pembelahan inti sel secara terus – menerus .

Jamur Lendir (Myxomycota)

Jamur lendir mempunyai ciri-ciri:

  • Bentuk tubuh seperti lendir (plasmodium) , protoplasma tidak berdinding
  • Berinti banyak, bersel satu dan ada juga yang bersel banyak

  • Struktur tubuh menyerupai Amoeba, bentuknya seperti lendir (Plasmodium), tetapi cara berkembang biaknya menyerupai Fungi (jamur)

  • Dapat berkembang biak secara aseksual dan seksual.

  • Hidup di hutan-hutan basah, tanah lembap, batang kayu yang membusuk, kayu lapuk, atau sampah basah.

  • Pencernaan makanan pada fase vegetatif (aseksual) dilakukan menyerupai Amoeba. Pada tingkat dewasa, Plasmodium akan membentuk kotak spora seperti pada Fungi. Setelah matang, kotak spora ini akan pecah dan mengeluarkan spora.

    Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet Sel-sel gamet ini bersifat haploid dan akan melakukan singami atau peleburan dua gamet dengan ukuran yang sama dan tidak dapat dibedakan antara sel jantan dan betina yang akan menghasilkan zigot.

 

Artikel Lainnya : Fungsi dan Peran Birokrasi


Sekarang anda perhatikan siklus jamur lendir berikut:

Siklus Jamur Lendir
Siklus Jamur Lendir

Acrasiomycota (Jamur Lendir Bersekat)


contoh jamur lendir bersekat:

Contoh Jamur Lendir Bersekat
Contoh Jamur Lendir Bersekat

Myxomycota (Jamur Lendir Tidak Bersekat)


Myxomycota Merupakan

Myxomycota merupakan jamur lendir yang tidak bersekat, berinti banyak, uniseluler dan multiseluler, bergerak bebas. Hidup pada tanah yang lembap, sampah basah, kayu lapuk, dan di hutan basah. Berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif.


Fase Vegetatif

Fase vegetatif, Plasmodium bergerak amoeboid mengelilingi dan menelan makanan berupa bahan organik. Makanan dicerna dalam vakuola makanan. Sisa yang tidak dicerna dikeluarkan sewaktu Plasmodium bergerak.


Pada fase Dewasa

Pada fase dewasa, Plasmodium membentuk sporangium (kotak spora). Sporangium masak pecah spora keluar akan tersebar dibantu angin, kemudian berkecambah membentuk sel gamet yang bersifat haploid, sel gamet ini melakukan singami. Hasil peleburan berupa zigot yang akan tumbuh dewasa.

Artikel Lainnya : Keuntungan dan Kekurangan Kultur Jaringan : Konsep Beserta Teknik


  1. Plasmodium bergerak berpindah tempat di tanah , dasar hutan, di daun, kayu busuk untuk memakan bakteri.

  2. Plasmodium mempunyai banyak inti, tetapi tidak dapat dibagi menjadi beberapa sel-sel secara terpisah.

  3. Plasmodium membesar, intinya membelah. Sebaliknya, pada Acrasiomycota, sel-sel individu tetap terpisah saat mereka bergabung membentuk pseudoplasmodium atau massa multiseluler.

Jamur air (Oomycota)

Hidup di tempat lembab (air) , parasit pada tumbuhan. Tubuh uniselluler dan multisellular, dinding sel dari selulosa. Reproduksi secara aseksual membentuk zoospora yang mempunyai dua flagela untuk berenang. Reproduksi secara seksual dengan membentuk gamet, setelah fertilisasi membentuk zigot dan tumbuh menjadi oospora.


Contoh

Contoh: Dictyostelium discoideum, Saprolegnia sp, Physarium polycephalum, Phytopthora infestan.

Artikel Lainnya : Tahapan Kultur Jaringan : Mekanisme, Konsep, Dan Tujuan


Peranan

  • Saphrolegnia mempunyai miselium dan hifa sebagai alat reproduksi. Jamur ini merupakan saprofit pada hewan air yang telah mati. Jamur ini dikatakan mempunyai spora kembara dimorph, misalnya Saphrolegnia sp, hidup saprofit pada bangkai serangga yang mati di air.
  • Phytophthora adalah jamur karat putih yang dapat hidup secara saprofit atau parasit.
  • Phytopthora infestan, parasit pada tanaman kentang.
  • Phytopthora nicotinae, parasit pada tanaman tembakau.
  • Phytopthora faberi, parasit pada tanaman karet.
  • Pytium sp, hidup parasit pada tanaman yang sedang berkecambah.
  • Plasmopora viticola, merupakan jamur putih yang mucul bergerombol pada buah anggur.

Rangkuman Protista mirip Jamur

Protista mirip jamur, bersifat heterotrof fagosit, terdiri atas Jamur air dan Jamur lendir.


Demikian pembahasan dari kami tentang Klasifikasi Protista Mirip Jamur : Ciri, Reproduksi dan Peranan secara lengkap dan jelas, jangan lupa di share ya sobat Murid.Co.Id