Peran Porifera Kehidupan Manusia

Porifera adalah

Porifera adalah hewan berpori ,  phorus : lubang kecil atau pori, dan ferre : mempunyai. Sering disebut juga hewan spon (sponge) Pori-pori yang terdapat dalam tubuh Porifera terbentuk karena pada tubuh porifera terdapat kanal atau saluran air untuk mensirkulasikan air dalam tubuhnya.


Reproduksi Porifera

Porifera berkembang biak dengan baik cara vegetatif dan generatif. Kebanyakan porifera yang berkembang biak dengan cara generatif adalah hermaprodit dan menghasilkan telur dan sperma pada waktu yang berbeda. Sperma sering “dikeluarkan” ke dalam air.

Artinya, sperma yang diciptakan, terkonsentrasi dan dikirim melalui bukaan, kadang-kadang dalam massa begitu padat sehingga porifera tampaknya seperti merokok. Sperma ini kemudian ditangkap oleh Porifera betina dari spesies yang sama.bDi dalam porifera betina, sperma diangkut ke telur oleh sel-sel khusus yang disebut arkeosit. Pembuahan terjadi pada mesenkim dan zigot berkembang menjadi larva bersilia.

Beberapa Porifera melepaskan larva mereka, ketika orang lain mempertahankan mereka untuk beberapa waktu. Setelah larva berada di kolom air mereka menetap dan berkembang menjadi Porifera remaja.

Porifera yang bereproduksi secara vegetatif menghasilkan tunas atau, lebih sering, gemmules, yang merupakan paket dari beberapa sel dari berbagai jenis di dalam pelindung. Porifera air tawar dari Spongillidae sering menghasilkan gemula sebelum musim dingin. Ini kemudian berkembang menjadi Porifera dewasa awal musim semi berikutnya.

Porifera bereproduksi secara vegetatif maupun generatif. Reproduksi secara vegetatif dengan cara pembentukan tunas (budding) dan gemula (gemmule, tunas internal). Tunas merupakan salah satu jenis sel-sel amebosit yang mudah dilepaskan. Sekelompok sel yang dilepaskan akan tumbuh menjadi individu baru.

Reproduksi Porifera
Reproduksi Porifera

Gemula merupakan sekumpulan arkeosit (archeocyte) yang mengandung cadangan makanan dan dikelilingi oleh amebosit yang membentuk lapisan luar yang keras atau terkadang mengandung spikula. Arkeosit merupakan amebosit dengan pseudopodia yang tumpul dan bernukleus besar.

Namun beberapa jenis Porifera membentuk gemula tanpa cangkang atau kadang-kadang berbentuk larva yang berenang bebas. Di daerah tropis, gemula terbentuk sepanjang tahun terutama menjelang musim kemarau, sedangkan di daerah empat musim, pembentukan gemula terutama terjadi pada musim gugur sebagai upaya pertahanan diri menghadapi musim dingin.

Pada umumnya Porifera bersifat hermafrodit, tetapi sel telur dan sperma diproduksi pada waktu yang berbeda. Beberapa jenis ada yang diesis (dioecious). Sperma dikeluarkan bersama aliran air melalui oskulum dan masuk ke individu lain melalui ostium. Fertilisasi sel telur oleh sperma terjadi di mesohil dan menghasilkan embrio.

Embrio akan tumbuh menjadi larva berflagela yang disebut larva amfiblastula. Larva amfiblastula keluar dari mesohil, kemudian bersama aliran air keluar melalui oskulum.Larva amfiblastula berenang bebas dan menempel di suatu substrat hingga tumbuh menjadi Porifera dewasa.


  • Calcarea

Porifera kalkarea (Calcareous ) bereproduksi secara vegetatif dengan regenerasi dan melalui proses tunas. Keduanya adalah jenis reproduksi yang menghasilkan klon genetik. Dalam kasus tunas, porifera menghasilkan sekelompok sel yang dikenal sebagai gemmule yang tercakup dalam lapisan keras, yang menjaga anak dilindungi dari cuaca yang keras serta perubahan iklim.

Regenerasi adalah kemampuan porifera untuk tumbuh dewasa sama sekali baru dan lengkap dari sepotong kecil dari Porifera dewasa yang telah robek lepas. Proses ini digunakan untuk alasan komersial juga. Meskipun Porifera kalkarea adalah organisme reproduksi vegetatif, mereka juga mampu bereproduksi secara generatif.


  • Heksatinelida

Sperma diambil ke suatu organisme dengan air, dan kemudian harus membuat jalan mereka ke telur dalam organisme. Setelah pembuahan, larva yang diinkubasi selama waktu yang relatif lama sehingga mereka bahkan membentuk spikula dasar sebelum dibebaskan sebagai larva parenkimal. Ini berbeda dari larva Porifera lain dalam kekurangan flagela atau metode lain untuk bergerak.

Kluster Heksatinelida untuk tingkat yang sangat tinggi, menunjukkan bahwa larva tidak melayang jauh sebelum menetap. Setelah mendarat larva di dasar laut, itu bermetamorfosis, dan Porifera dewasa mulai tumbuh. Heksatinelida dikenal untuk pemula produktif.


  • Demospongiae

Metode reproduksi vegetatif mencakup tunas dan pembentukan gemmules.Dalam tunas, kumpulan sel berdiferensiasi menjadi Porifera kecil yang dilepaskan pada secara superfisial atau dikeluarkan melalui oskula tersebut. Gemmules ditemukan dalam keluarga air tawar Spongellidae.

Mereka diproduksi dalam mesosil sebagai rumpun arkeosit, dikelilingi dengan lapisan keras yang dikeluarkan oleh amoabosit lainnya. Gemmules dilepaskan ketika tubuh induk rusak, dan mampu bertahan dalam kondisi yang keras. Dalam situasi yang menguntungkan, sebuah lubang yang disebut mikropil muncul dan melepaskan amubosit, yang berdiferensiasi menjadi sel-sel dari semua jenis lainnya.


Klasifikasi Filum Porifera

Berdasarkan bahan penyusun rangkanya, porifera diklasifikasikan menjadi tiga kelas,yaitu Hexactinellida atau Hyalospongiae, Demospongiae, dan Calcarea (Calcisspongiae).

Klasifikasi Porifera
Klasifikasi Porifera

Hexactinellida

  • Kerajaan   : Animalia
  • Filum         : Porifera
  • Kelas          : Hexactinellida (Schmidt, 1870)
  • Sub Kelas  : Hexasterophora dan Amphidiscophora
  • Order         : Amphidiscosida
  • Order         : Aulocalycoida, Hexactinosa dan Lychniscosa

Hexactinelida merupakan porifera yang tersebar luas pada semua lautan. Habitat utama dari porifera ini adalah pada lautan dalam. Ciri yang membedakan kelas ini dari kelas lain adalah kerangkanya yang disusun oleh spikula silikat. Kerangka spons pada kelas hexactinelida tidak memiliki jaringan spongin. Sel epithelium dermal dan koanosit terbatas pada bentuk-bentuk ruang yang tersembunyi.


Sub Kelas Hexasterophora

Ciri khas yang ada pada subkelas ini adalah microscleres parenchimalnya berupa hexaster. Contoh Euplectella.


Sub Kelas Amphidiscorpha

Ciri utama pada sub kelas ini adalah microscleres parenchimalnya berupa Amphidics. Contoh Hyalonema.


Demospongiae

  • Kingdom : Animalia
  • Filum : Porifera
  • Kelas : Demospongiae
  • Ordo : Halichondrida

Porifera yang termasuk dalam kelas Demospongia memiliki kerangka berupa empat spikula silica atau dari serabut spongin atau keduanya.  Beberapa bentuk primitive tidak memiliki rangka. Tipe saluran air yang ada pada spons ini berupa Leuconoid. Porifera yang masuk dalam kelompok Demospongia memiliki penyebaran yang paling luas dari daerah tidal hingga kedalaman abvasal. Beberapa bentuk memiliki habitat di air tawar.


Sub kelas Tetractinomorpha

Ciri Utama dari sub kelas Tetractinomorpha adalah memiliki megaskleres tetraxonid dan monoxonid, mikroskleres asterose dan kadang-kadang tidak memiliki serat spongin. Tubuh spons ini memiliki bentuk  radial dan perkembangan cortical  axial mengalami kemajuan. Kelompok ini mencakup spesies ovipar dengan stereogtastrula. Famili yang primitive menetaskan amphiblastulae.


  1. Ordo Homosclerophorida

Porifera dalam ordo ini merupakan Tetractinomorpha primitive  yang memiliki struktur Leuconoid homogen dengan sedikit dareah terdeferensiasi . Larva menetas berupa amphiblastula. Spikulanya berupa teract berukuran kecil. Beberapa  spesies tidak memiliki rangka seperti pada Oscarella.

  1. Ordo Choristida

Porifera yang termasuk ordo Choristida paling tidak memiliki beberapa megaskleres tetraxons, biasanya berupa triaenes, mikroskleres berupa aster, sterptaster atau sigmasprae yang khas. Bentuk tubuhnya seringkali  rumit. Spons ini memiki korteks yang dapat dibedakan secara jelas dan seringkali tersusun atasnlapisan fibrosa di sebelah dalam dan lapisan gelatin di bagian luar.  Contoh Geodia dan Aciculites.


Sub Kelas Ceractinomorpha

Ciri utama yang menjadi dasar pengklasifikasian dari sub kelas Ceractinomorpha adalah larvanya yang berupa stereogastrula, megaskleresnya berupa monaxonid, dan mikrosklesesnya berupa sigmoid atau chalete. Aster tidak pernah ditemukan. Pada rangkanya juga sering ditemukan sponging B tetapi dalam jumlah yang bervariasi.

  • Ordo Halichondrida

Porifera yang ada dalam ordo Halichomonacndrida memiliki Kerangka megaskleres berupa monactinal dan atau diactinal serta tidak memiliki microskleres. Contoh Halichondrida, Hymeniacidondan, Ciocalypta.

  • Ordo Poecilosclerida

Porifera yang masuk dalam ordo ini memiliki rangka yang selalu mengandung megaskleres choanosomal dan dermal.  Contoh Coelosphoera dan Myxilla.

  • Ordo Haplosclerida

Porifera ini kadang-kadang memiliki rangka silikat yang jika ada terbuat dari kategori tunggal dari megaskleres yang terletak pada serat spongin atau bergabung dalam suatu anyaman yang diikat dengan perekat spongin. Contoh Haliclona. Megaskleresnya  berupa diactinal dan kadang-kadang berupa monactinal yang sedikit bervariasi dalam hal ukuran. Jika ada, mikroskleresnya berupa Chelate, taxiform, sigmoid atau raphdes.

Beberapa genus seperti Dactylia tidak memiliki spikula dan mempunyai rangka dari serat sponin. Rangka dermal berspikula tidak pernah ada . Dermal yang terspesialisasi hanya terlihat pada Callyspongiidae dimana suatu jaringan yang kompleks dari serat spongin bercabang-cabang menembus lapisan dermal. Contoh Callyspongia

  • Ordo Dictyoceratida

Porifera  yang masuk dalam ordo Dictyoceratida tidak meiliki spikula. Rangka sepenuhnya tersusun dari suatu anyaman  dari serat spongin yang bisa menyertakan partikel lain seperti pasir,kerang ,spikula atau spons lain. Lapisan dermal sering diperkuat oleh spongin A.


Calcarea

  1. Kerajaan : Animalia
  2. Filum : Porifera
  3. Kelas : Calcarea

Calcarea merupakan spons yang hidup di laut. Spons ini memiki kerangka spikula dari zat kapur yang tidak terdeferensiasi menjadi megaskleres dan mikroskleres. Bentuk spons ini bervariasi dari bentuk yang menyerupai vas dengan simetri radial hingga bentuk bentuk koloni yang membentuk bangunan serupa anyaman dari pembuluh-pembuluh yang kecil hingga lembaran dan bahkan ada yang mencapai bentuk raksasa.


Sub Kelas Calcaronea

Ciri khas dari sub kelas ini adalah larvanya yang berupa  larva amphibalstulae. Koanosit terletak pada posisi apical. Flagela dari tiap koanosit muncul dari nucleus. Spikula triradiate biasanya satu helai yang terpanjang dari yang lain . Struktur tipe saluran air yang ada pada sub kelas ini berupa tipe leuconoid yang berasal dari tipe syconoid.

  • Ordo Leucosolenida

Tipe ini memiliki struktur Asconoid. Contoh Leucosolenia

  • Ordo Sycettida

Tipe saluran air yang ada pada ordo ini ada yang berupa Syconoid atau Leuconoid. Contoh Sycon.


Sub Kelas Calcinea

Ciri khas yang ada sub kelas Calcinea adalah larvanya yang berupa parenchymula dan flagella dari koanosit muncul tersendiri dari nucleus koanosit yang menempati  dasar sel.Pada sebagian besar spesies triradiata , spikula memiliki ukuran yang sama. Bentuk Leuconoid yang ada pada sub kelas ini tidak berasal dari tipe syconoid tetapi langsung berupa anyaman dari asconoid.


  • Ordo Clathrinida

Ciri khas dari ordo ini adalah tipe saluran airnya berupa asconoid yang secara permanen serta tidak memiliki membrane dermal atau korteks.Contoh Clathrina

  • Ordo Leucettida

Ciri khas dari Ordo ini adalah tipe saluran air yang berupa Syconoid hingga Leuconoid dengan membrane dermal atau korteks yang jelas.Contoh Leucascus levcetta.

  • Ordo Pharetronida

Ciri khas yang ada pada ordo ini adalah tipe saluran airnya yang berupa Leuconoid dan rangka tersusun dari  spikula quadriradiata yang disertai penguat calcareous.Contoh Petrobiona dan Minchinella.


Peran Porifera Kehidupan Manusia

Orang Eropa zaman dahulu menggunakan spons untuk berbagai hal seperti bagian dalam pelindung kepala, penyaring air, dan alat pembersih. Spons adalah hewan yang termasuk dalam filum porifera. Nama porifera berarti pembawa pori, atau memiliki lubang.

Mereka dianggap menjadi salah satu organisme paling sederhana. Spons adalah pengumpan filter, yang berarti mereka mengumpulkan air laut melalui pori-pori dan mendapatkan partikel kecil makanan dengan filter di dalam tubuh mereka. Ada dua jenis spons yang akan kita mempelajari: encrusting spons, seperti spons remah roti, dan spons berbentuk tabung.

 

Peran Porifera Kehidupan Manusia
Peran Porifera Kehidupan Manusia

Tubular Spons, seperti spons oregon pipa di sebelah kanan, tumbuh seperti namanya, sedangkan spons encrusting adalah spons yang tumbuh rendah yang menutupi permukaan yang terpasang. Spons memiliki peran penting karena mereka menyediakan habitat bagi banyak makhluk kecil seperti udang pistol, bintang laut, cacing, dan krustasea kecil.

Mereka memiliki nilai ekonomi, juga dalam bentuk mandi spons yang sudah digunakan pada zaman kuno. Secara ekonomis, Porifera tidak terlalu mempunyai arti penting. Hewan Demospongia yang hidup di laut dangkal dapat dimanfaatkan oleh manusia, misalnya spons untuk mandi dan pembersih kaca. Filum Porifera tidak jauh beda dengan filum invertebrata yang lain. Porifera memilki peranan yang menguntungkan bagi kehidupan manusia.

Peranan Porifera bagi kehidupan manusia sebagai spons mandi dan alat gosok, zat kimia yang dikeluarkannya memiliki potensi obat penyakit kanker Contohnya zat plakoridin A yang ditemukan pada spons plakortis di Jepang, dapat berguna sebagai sitotoksin bagi sel limfoma (kanker limpa).

Selain hal itu, ternyata porifera dapat mengembalikan kualitas air. Hal ini dapat dibuktikan karena, zat-zat yang tidak berguna yang berada di sekitar porifera bisa tersedot melalui pori-pori, dan porifera akan menyaringnya.

Manfaat Filum Porifera

  1. Porifera juga dijadikan sebagai obat kontrasepsi (KB)
  2. Sebagai sarana untuk berkembang biak dan mencari makanan bagi beberapa hewan laut
  3. Sebagai makanan hewan laut lainnya
  4. Sebagai tempat bersembunyi beberapa hewan laut dari predator
  5. Sebagai campuran bahan industri (kosmetik)
  6. Sebagai anti-inflammatory, antitumor, dan antibiotik.
  7. Sebagai alat penggosok untuk mandi dan mencuci
  8. Sebagai penyaring air
  9. Sebagai hiasan akuarium

Morfologi Porifera

Ukuran tubuh porifera sangat bervariasi, dari sebesar kacang polong sampai setinggi 90 cm dan lebar 1 m. Bentuk tubuh spons juga bermacam-macam, beberapa simetri radial, tetapi kebanyakan berbentuk tidak beraturan dengan pola bervariasi.

Genus Leucosolenia adalah salah satu jenis spons yang bentuknya sangat sederhana, seperti kumpulan jambangan kecil yang berhubungan satu sama lain pada bagian pangkalnya, hidup di laut menempel pada satu karang di bawah batas air surut terendah.

Di dalam setiap individu yang berbentuk seperti jambangan tersebut terdapat rongga yang disebut spongocoel atau atrium. Pada permukaan tubuh terdapat lubang-lubang atau pori-pori yang merupakan lubang air masuk ke Spongocoel, untuk akhirnya keluar melalui Osculum. Pada dasarnya dinding tubuh porifera terdiri atas tiga lapisan, yaitu :


Pinacocyte atau Pinacoderm

Pinacocyte atau Pinacoderm, seperti epidermis berfungsi untuk melindungi tubuh bagian dalam. Bagian sel Pinacocyte dapat berkontraksi atau berkerut, sehingga seluruh tubuh hewan dapat sedikit membesar atau mengecil.


Mesohyl atau Mesoglea

Mesohyl atau Mesoglea, terdiri dari zat semacam agar (gelatinous protein matrix), mengandung bahan tulang dan sel amebocyte.


Choanocyte

Choanocyte, yang melapisi rongga atrium atau spongocoel. Bentuk Choanocyte agak lonjong, ujung yang satu melekat pada mesohyl dan ujung yang lain berada di Spongocoel serta dilengkapi sebuah flagelum yang dikelilingi kelepak dari fibril. Getaran flagela pada lapisan Choanocyte menghasilkan arus air di dalam Spongocoel ke arah Osculum, sedangkan fibril berfungsi sebagai alat penangkap makanan.

Sel Amebocyte di dalam mesohyl (mesenkim) mempunyai banya fungsi, antara lain untuk pengangkut dan cadangan makanan, membuang partikel sisa metabolism, membuat spikul, serat spons dan membuat sel reproduktif. Untuk kepentingan berbagai kepentingan tersebut, terdapat beberapa tipe amebocyte. Amebocyte dengan pseudopodia tumpul dan nukleus besar disebut archeocyte, mampu membentuk sel-sel tipe lainnya yang diperlukan.

Amebocyte untuk pengangkutan makanan dan berkeliaran di dalam mesohyl disebut amebocyte pemangsa. Amebocyte yang menetap dan mempunyai pseudopodia sepeti benang, berfungsi sebagai jaringan pengikat  disebut collencyte. Amebocyte yang menghasilkan spikul dan serat spons diebut sclerocyte (scleroblast).


Siklus Hidup Porifera

Porifera adalah hewan multiseluler yang paling sederhana, Porifera sudah terdapat pembagian tugas kehidupan (diferensiasi), hal ini mencirikan organisme tersebut mempunyai tingkat yang lebih tinggi dari filum Protozoa. Porifera hidup secara heterotof, makanannya adalah bakteri dan plankton, Makanan yang masuk ke tubuhnya dalam bentuk cairan sehingga porifera disebut juga sebagai pemakan cairan.

Siklus Hidup Porifera
Siklus Hidup Porifera

Cara Hidup Porifera

  • Heterotrof.
  • Proses pencernaan makanan dimulai dari air yang mengandung makanan dan oksigen masuk melalui pori ke spongosol, di spongosol makanan ditelan secara fagositosis dan oksigen secara difusi. Setelah itu sisa makanan dibuang melalui oskulum.

Porifera mempunyai kemampuan melakukan regenerasi yang tinggi. Bagian tubuh spons yang terpotong atau rusak, akan mengalami regenerasi menjadi utuh kembali. Kemampuan melakukan regenerasi ada batasnya, misalnya potongan spons leuconoid harus lebih besar dari 0,4 mm dan mempunyai beberapa sel choanocyte supaya mampu melakukan regenerasi menjadi spons baru yang kecil.

Porifera ada yang bersifat monosious (hermafrodit) dan ada juga yang bersifat diosious. Porifera berkembang biak dilakukan secara aseksual maupun seksual.


Reproduksi Porifera

  1. Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan tunas dan gemmule.
  2. Reproduksi secara seksual dilakukan degan pembentukan gamet (sperma dan ovum) yang dihasilkan oleh koanosit.
  3. Porifera menghasilkan ovum dan juga sperma pada individu yang sama( hermafrodit).

Alat pernapasan terdiri atas sel-sel pinakosit (bagian luar) dan koanosit (bagian dalam). Oksigen yang telah ditangkap oleh kedua jenis sel tersebut diedarkan ke seluruh tubuh oleh sel-sel amubosit. Sedangkan untuk proses ekskresi zat-zat sampah sisa metabolisme diedarkan dari internal tubuhnya oleh amubosit.

Demikian materi dari kami tentang Klasifikasi Porifera : Reproduksi, Morfologi, Peran Manusia hingga Siklus Hidup, semoga bermanfaat, jangan lupa di share ya sobat Murid.Co.Id