Struktur Khas Pada Mineral

Pengertian Mineral

Mineral adalah senyawa alami yang terbentuk melalui proses geologis. istilah mineral termaksuk tidak hanya bahan komposisi kimia tetapi juga struktur mineral. Menurut The Internationala Minerological Association tahun 1995 telah mengajukan definisi baru tantang definisi material “ Mineral adalah suatu senyawa yang dalam keadaan normalnya memiliki unsur kristal dan terbentuk dari hasil prosese geologi”.

Fungsi Mineral
Fungsi Mineral

Menurut Sunita almatsier, mineral adalah suatu senyawa kimia yang ada dalam normalnya memiliki unsur kristal dan terbentuk dari hasil proses geologi yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan.

√ Artikel Lainnya : Sejarah Penemuan Mikroskop


Fungsi Mineral

Ada tiga fungsi utama mineral yaitu :

  1. Sebagai komponen utama tubuh (structural element) atau penyusun kerangka tulang, gigi dan otot-otot, Ca, P, Mg, Fl DAN Si untuk pembentukan dan pertumbuhan gigi sedang P dan sekolah luar biasa untuik penyususnan protein jaringan.
  2. Merupakan unsur dalam cairan tubuh atau jaringan, sebagai elektrolit yang mengatur tekanan anosmuse (Fluid balance), mengatur keseimbangan basa asam dan permeabilitas membran. Contoh adalah Na, K,Cl, Ca dan Mg.
  3. Sebagai aktifaktor atau terkait dalam peranan enzym dan hormon. Mineral yang akan di bicarakan di sini adalah yaitu makro mineral. Makro mineral adalah mineral-mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang cupuk besar, sebaliknya mikro mineral adalah mineral-mineral yang diperlukan dalam jumlah yang sedikit.

√ Artikel Lainnya : Sejarah Penemuan Kromosom


Klasifikasi Mineral

Mineral merupakan elemen anorganik, jumlahnya dalam tubuh kurang lebih 4%. Elemen anorhanik tersebut merupakan sisi pembakaran senyawa organik yang disebut abu. Mineral dikelompokkan Mineral menjadi :

  1. Mineral esensial termaksud dalam kelompok mineral esensial untuk makro elemem adalah kalsium (Cu), magnesium (Mg), natrium (Na), kalium (K), fosfor (P), khlorin(Ci) dan sulfur (S), zat besi (Fe), tembaga (Cu), iodium (I), seng (Zn), flourin (F), vanadium (Va), kobalt (Co), molibdenum(Mo), selenin (Se), kromium (Cr), timah putih (Sn), nikel (Ni), dan silikat (Si). molibdenum (Mo), selenium (Se).
  2. Mineral kemungkinan esensial termasuk dalam kelompok ini adalah arsen, barium, kadmium, dan strontium.
  3. Mineral non esensial termasuk dalam kelompok ini adalah alumunium, antimon, bismut, boron, germanium,aurum, timah hitam, air raksa, rubidium,, perak, dan titanium.
  4. Mineral yang berpotensitoksik tembaga, molibdenum, selenium, arsen, cadmium, timah hitam, dan air raksa (Hg).

√ Artikel Lainnya : Fungsi dan Struktur Akar


Kapan mineral disebut esensial ? ada dua pengertian mineral disebut esensial, yaitu apabila :

  • Defesiensi dari mineral tersebut mengakibatkan ketidak normalan fungsi fisiologis.
  • Mineral terdapat dalam jaringan yang sehat pada mahkluk hidup.
  • Kadar mineral relatif constant.Kekurangan mineral tersebut mengakibatkan gangguan fisiologis maupun ketidak normalan struktur.

Macam Mineral Mikro

Macam Macam Mineral
Macam Macam Mineral
  • Besi (Fe)

Sumber pangan yang mengandung besi yaitu hati, daging, kuning telur, sayuran berdaun hijau tua, tiram, udang.
Fungsi besi :

  • Pembentukan hemoglobin baru
  • Mengembalikan hemoglobin kepada nilai normalnya setelah terjadi pendarahan
  • Menggantikan kehilangan zat besi dalam darah tubuh
  • Pada laktasi untuk sekresi air susu

Kebutuhan besi untuk berbagai jenis kelamin dan golongan usia :

  1. Laki-laki dewasa : 10mg/hr
  2. Wanita yang mengalami haid : 12 mg/hr
  3. Anak-anak umur 7-10 tahun : 2,3 – 3,8mg/hr
  4. Orang dewasa : 10-15mg/hr

Defisiensi besi dapat menyebabkan :

  • Anemia defisiensi besi
  • Gangguan fungsional tubuh
  • Pucat, lemah, letih, pusing, dan kurang nafsu makan
  • Menurunnya kekebelan tubuh
  • Gangguan penyembuhan luka

Kelebihan zat besi :

  1. Menurunkan penyerapan dan penggunaan seng dan tembaga
  2. Menyebabkan gangguan fungsi hati dan jantung

  • Mangan (Mn)

Sumber pangan yang mengandung mangan terdapat dalam tepung gandum, kacang – kacangan, daging, ikan, ayam.
Mangan diangkut oleh protein transmanganin dalam plasma. Setelah diabsorpsi, mangan dalam waktu singkat terlihat dalam empedu dan dikeluarkan melalui feses.

Taraf mangan dalam jaringan diatur oleh sekresi selektif melalui empedu. Pada penyakit hati, mangan menumpuk dalam hati. Kelebihan mangan dapat menyebabkan keracunan. Hal ini dapat terjadi bila lingkungan terkontaminasi mangan. Dalam jangka waktu yang lama hal ini dapat menyebabkan gejala kelainan otak disertai tingkah laku abnormal, yang menyerupai penyakit parkinson.

√ Artikel Lainnya : Struktur Anatomi Angiospermae


  • Tembaga (Cu)

Sumber makanan yang mengandung tembaga diantaranya adalah susu dan sereal. Terdapat juga dalam hati, tiram, daging dan kacang-kacangan.

Dalam saluran cerna, tembaga dapat diabsorpsi kembali dari tubuh bergantung kebutuhan tubuh. Pengeluaran melalui empedu meningkat bila terdapat kelebihan dalam tubuh. Sedikit tembaga dikeluarkan melalui urin, keringat, dan darah haid. Tembaga yang tidak diabsorpsi dikeluarkan melalui feses.

Fungsi dari tembaga berperan dalam kegiatan enzim pernafasan sebagai kofaktor bagi enzim, misalnya sitokrom, oksidase. Kelebihan tembaga secara kronis menyebabkan penumpukan tembaga dalam hati yang dapat menyebabkan nekrosis hati atau serosis hati.

Kelebihan ini dapat terjadi karena menggunakan alat masak dari bahan tembaga, terutama apabila digunakan untuk memesak cairan yang bersifat asam. Konsumsi dosis tinggi menyebabkan kematian.

Defisiensi tembaga menyebabkan :

  • Bayi gagal tumbuh kembang
  • Gangguan fungsi kekebalan
  • Menghambat pembentukan hemoglobin
  • Perubahan pada jaringan tulang dan kerangka tubuh yang dapat menyebabkan patah tulang dan osteoporosis.

  • Seng (Zn)

Sumber makanan yang mengandung seng terdapat dalam daging, telur, hati, unggas, dan ikan.
Di dalam pankreas, seng digunakan untuk membuat enzim pencernaan yang pada waktu makan dikeluarkan ke dalam saluran cerna. Seng dikeluarkan tubuh terutama melalui feses. Di samping itu, seng dikeluarkan melalui urin, keringat, sel dinding usus, cairan haid, dan mani.

Defisiensi seng menyebabkan :

  1. Pertumbuhan terhambat
  2. Gangguan kematangan seksual
  3. Gangguan fungsi pencernaan karena gangguan fungsi pankreas
  4. Perusakan saluran cerna

Konsumsi seng secara berlabihan dapat terjadi karena konsumsi suplemen seng dan makanan yang terkena polusi udara, alat masak, dan kaleng. Hal ini dapat menyebabkan menurunnya penyerapan zat besi dan tembaga, mual, diare, pusing, gangguan reproduksi, dan gangguan fungsi hati.

Kelebihan sampai 10 kali AKG mempengaruhi metabolisme kolestrol, mengubah nilai lipoprotein dan mempercepat timbulnya ateroskloresis.

√ Artikel Lainnya : Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)


  • Yodium ( I )

Sumber yodium diantaranya adalah garam beryodium, ikan laut dan rumput laut.

Fungsi yodium sebagai komponen esensial tiroksin dan kelenjar tiroid. Ekskresi yodium dilakukan melalui ginjal, jumlahnya berkaitan dengan banyak sedikitnya yodium yang dikonsumsi.

Konsumsi yodium di atas 2000mg/hari dianggap berlebihan. Hal ini dapat menghambat pelepasan yodium dan tiroid. Kelebihan pada tingkat selanjutnya akan menimbulkan gondok seperti halnya kekurangan yodium.

Defisiensi yodium mengakibatkan :

  1. Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) berupa gangguan fisik dan mental
  2. Kelenjar tiroid membesar (gondok)
  3. Pada ibu hamil dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin

  • Selenium (Se)

Sumber pangan yang mengandung selenium terdapat dalam ikan laut dan kerang. Dalam pangan nabati tergantung pada kandungan selenium dalam tanah tempat tanaman tersebut tumbuh.

Fungsi selenium sebagai antioksidan. Defisiensi selenium menyebabkan aktifitas enzim glutation perioksidase menurun dan kekebalan tubuh menurun.

Konsumsi selenium diatas 850mg/hr berpengaruh pada kesehatan yaitu terjadinya mual, muntah dan diare. Konsumsi diatas 500omg/hr akan menyebabkan terjadinya perubahan kuku dan terjadinya kerontokan rambut.


  • Fluor ( F )

Sumber pangan terdapat dalam air, makanan laut, ikan dan makanan hasil ternak.
Fungsi fluor adalah untuk pertumbuhan dan pembentukan struktur gigi, serta untuk mencegah karies gigi.
Penggunaan fluor sebanyak 20-30mg/hr dapat menyebabkan terjadinya keracunan. Gejalanya adalah fluorosis (perubahan warna gigi menjadi kekuning-kuningan) mulas, diare, sakit didaerah dada, gatal dan muntah.
Defisiensi fluor akan menyebabakan terjadinya karies pada gigi.


  • Kobalt (Co)

Kobalt merupakan komponen vitamin B12 yang diperlukan bagi perkembangan normal se-sel darah merah. Sumber utamanya adalah sayuran berdaun hijau. Kobalt mempunyai fungsi untuk keseimbangan tubuh ruminansia.

√ Artikel Lainnya : Manfaat Zygomycota Beserta Contohnya


Struktur Khas Pada Mineral

Mineral adalah suatu benda padat homogen yang dimana terbentuk dialam secara organik  yang mempunyai komposisi kimia pada batas batas tertentu dan mempunyai atom atom yang tersusun secara teratur. Dalam pendeskripsiannya secara optik antara lain warna absorbs, pleokroisme, belahan, pecahan, ukuran butir, indeks bias dan relief pada pengamatan ortoskop nikol sejajar.

Lalu pada pengamatan ortoskop nikol silang yang diamati adalah warna interferensi, bias rangkap, orientasi optic,sudut pemadaman dan kembaran, dalam artikel ini yang di singgung adalah mengenai tentang sifat khas struktur pada mineral, yaitu diantara lain:

  1. Biotite

Struktur : Mata Burung. Biotit dibedakan dari phlogopite dengan warna gelap dan absorpsi kuat. Dari hornblend coklat umum dibedakan dengan sudut pemadaman yang kecildan perbedaan belahan.

  1. Tourmaline

Struktur : zoning. Scrholite berkembang maksimum dalam granit pegmatite, juga terdapat dalam tourmalinegranite, greisen, dan vein bertemperatur tinggi, berasosiasi dengan cassiterite. Mineral ini menunjukkan absorpsi yang paling kuat.

  1. Struktur spinifex

Kenampakan dimana bentukan nya menyerupai jarum

  1. Struktur mesh

Kenampakan adanya perubahan mineral dari olivine melalui bidang pecahannya dengan bentuk yang tidak beraturan.

  1. Struktur subofitik

Mineral plagioklas dikelilingi oleh mineral feromagnesian yang juga menunjukkan tekstur poikilitik

  1. Halo’s Structure

  2. Sieve Structure

  3. Embayment Structure.

Struktur pada kuarsa dimana terjadi oksisdasi bagian tepi seperti teluk.

√ Artikel Lainnya : Struktur Umum Anatomi Batang


Fungsi Mineral

  1. Kalsium

Tubuh orang dewasa yang gizinya baik mengandung 1 – 1,5 Kg kalsium dan 90% terdapat di tulang dan gigi dalam bentuk garam kompleks. Sumber kalsium adalah susu, ikan udang kering, sar-dencis, bayam, keju, es krim, mlinjo dan sawi.

Peranan kalsium tidak saja sebagai pembentukan tulang dan gigi, fungsi lain :

  1. Dalam cairan jaringan berfungsi untuk mengendalikan kerja jantung dan otot skeleton.
  2. Iritabilitas syaraf otot.
  3. Proses pembekuan darah (dalam sintesis thrombin)
  4. Memberikan kekerasan dan ketahanan terhadap pengeroposan.
  5. Transmisi impuls
  6. Relaksasi dan kontraksi
  7. Absorbsi dan aktivitas enzim
  8. Memberikan regiditas terhadap jaringan
  9. Bersama fosfor membentuk matriks tulang yang dipengaruhi oleh vit.D

√ Artikel Lainnya : Contoh Karnivora Beserta Penjelasan


  1. Fosfor

Sumber fosfor diantaranya adalah : daging, ikan, keju, telur, serial, beras giling, dan biji-bijian. Fungsi fosfor diantaranya adalah :

  • Pembentukan tulang dan gigi.
  • Untuk pembentukan komponen sel yang esensial
  • Berperan dalam pelepasan energi dari hidrat arang serta lemak.
  • Membantu absorbs hidrat arang dari usus halus.
  • Membantu mempertahankan kesimbangan asam/basa dalam cairan tubuh.

  1. Besi

Sumber zat besi diantaranya adalah : telur, daging, ikan, tepung, gandum, roti, sayuran hijau, hati, bayam, kacang-kacangan, kentang, jagung dan otot. Fungsi besi diantaranya :

  1. Untuk pembentukan hemoglobin baru
  2. Untuk mengembalikan hemoglobin kepada nilai normalnya setelah terjadi pendarahan.
  3. Untuk mengimbangi sejumlah kecil zat besi yang secara konstan dikeluarkan tubuh, terutama lewat urine, feces dan keringat.
  4. Untuk menggantikan kehilangan zat besi lewat darah tubuh.
  5. Pada laktasi untuk sekresi air susu

  1. Iodium

Sumber iodium diantaranya adalah sayur-sayuran, ikan laut dan rumput laut, air mata air dan garam beryodium . Sedangkan fungsi dari iodium diantaranya adalah :

Sebagai komponen essensial tiroksin dan kelenjar tiroid. Tiroksin berperan untuk meningkatkan laju oksidasi dalam sel-sel tubuh sehingga meningkatkan pertumbuhan.

√ Artikel Lainnya : Ciri – Ciri Hewan Herbivora


  1. Floor

Sumber floor diantaranya adalah : air, makanan dari laut, tanaman, ikan dan makanan hasil ternak. Sedangkan fungsi floor diantaranya adalah :

  • Untuk pertumbuhan dan pembentukan struktur gigi.
  • Untuk mencegah karies gigi.

  1. Natrium (Sodium)

Sumber natrium diantaranya adalah : keju, ham, ikan asin, udang, sayur-sayuran, bayam, seledri, sereal, buah-buahan, susu, telur dan daging. Sedangkan fungsi dari natrium diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Dalam plasma darah dan cairan berperan dalam menyelimuti jaringan.
  2. Berperan dalam menghasilkan tekanan osmotic yang mengatur pertukaran cairan antara sel dan cairan di sekitarnya.
  3. Menentukan volume dalam cairan ekstra seluler dan amina.
  4. Untuk mempertahankan keseimbangan tubuh.

  1. Kalium

Sumber kalium diantaranya adalah : bekatul, tetes (molase), khamir, coklat dan kopi. Sedangkan fungsi kalium diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Digunakan sebagai indeks untuk lean body mass (bagian badan tanpa lemak)
  • Membantu menjaga tekanan osmotic
  • Membantu mengaktifkan reaksi enzim

  1. Khlor

Sumber dari khlor diantaranya adalah : garam, keju, ikan, udang, bayam dan seledri. Sedangkan fungsi dari khlor diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Aktivator amylase dan pembentukan Hcl lambung
  2. Mengaktifkan enzim amilase dalam mulut untuk untuk memecahkan pati dalam mulut.
  3. Membantu menjaga tekanan osmotic

  1. Magnesium

Sumber dari magnesium diantaranya adalah : sayur-sayuran hijau, kedelai dan kecipir. Sedangkan fungsi dari magnesium adalah sebagai berikut :

  • Sebagai aktifator enzim peptidase dan enzim lain yang memecah gugus
  • Phospat
  • Sebagai obat pencuci perut
  • Meningkatkan tekanan osmotik
  • Membantu mengurangi getaran otot

√ Artikel Lainnya : Pengertian Hewan Omnivora


  1. Tembaga

Sumber utama dari tembaga adalah : susu dan sereal. Sedangkan fungsi dari tembaga adalah berperan dalam kegiatan enzim pernapasan sebagai kofaktor bagi enzim tyronase dan sitokromoksidase.


  1. Zinc

Sumber utama zinc adalah : daging, telur, ikan, susu, keju, hati, lembaga gandum, ragi dan selada, roti dan kacang-kacangan. Sedangkan fungsi dari zinc diantaranya:

  1. Meningkatkan keaktifan enzim lainnya
  2. Meningkatkan pertumbuhan

  1. Kobalt

Merupakan koostifuen vitamin B12 yang diperlukan bagi perkembangan normal sel-sel darah merah. Sumber utamanya adalah : vitamin B12, B1 dan sayuran hijau.

Demikian Materi dari  kami tentang Mineral : Pengertian, Fungsi, Klasifikasi, Struktur, Fungsi, Macam Semoga bermanfaat, jangan lupa di share ya sobat Murid.Co.Id