Arachnoidea : Ciri, Struktur Tubuh, dan Klasifikasi

Arachnoidea : Ciri, Struktur Tubuh, dan Klasifikasi

Hallo sobat Murid.Co.Id dalam kesempatan kali ini kami disini berbagi materi tentang Arachnoidea : Ciri, Struktur Tubuh, dan Klasifikasinya secara lengkap dan jelas sudah penasaran apa saja isi materi tentang Arachnoidea  mari simak artikel kami di bawah ini semoga bermanfaat

Kelas Arachnoidea (Laba-laba)
Kelas Arachnoidea (Laba-laba)

Ciri – Ciri Arachnoidea

Kelas Arachnoidea (Yunani: arachno = laba-laba), dengan anggota terdiri dari laba-laba, kalajengking, ketonggeng, tungau, caplak, dan kutu.

Artikel Terkait : Adaptasi Morfologi : Hewan dan Tumbuhan Serta Contohnya


Arachnoidea Merupakan

Arachnoidea merupakan hewan darat (terestrial) yang hidup bebas sebagai karnivora maupun parasit. Hampir semua kutu adalah parasit penghisap darah dan tungau hidup parasit pada berbagai Vertebrata dan Invertebrata termasuk Arthropoda.

Artikel Terkait : Organ Sel tumbuhan : Dinding Sel, Plastida dan Pakula


Struktur Tubuh Arachnoidea

Tubuh Arachnoidea terdiri atas kepala dan dada menyatu (sefalotoraks) serta abdomen, kecuali caplak. Pada sefalotoraks terdapat empat pasang kaki untuk berjalan, mulut dilengkapi sepasang kelisera (alat sengat) untuk mengeluarkan racun dan melumpuhkan mangsanya, serta sepasang peldipalpus atau alat capit yang berfungsi sebagai alat indera peraba, dan untuk memegang mangsanya. Abdomen Arachnoidea kecuali kalajengking tidak bersegmen-segmen.


Arachnoidea Memiliki Sistem Pencernaan Lengkap

Arachnoidea memiliki sistem pencernaan lengkap yang terdiri dari mulut, esophagus, lambung, usus, dan anus. Umumnya bernapas dengan paru-paru buku, terutama untuk spesies yang hidup di darat. Paru-paru buku terdapat di bagian abdomen.

Artikel Terkait : Struktur Sel Bakteri : Dinding Dalam dan Luar Berserta Jenis


Alat Ekskresi Laba – Laba

Alat ekskresi laba-laba berupa tubulus malphigi yang terletak di dalam hemosol dan bermuara ke dalam usus. Hasil sisa metabolisme masuk ke dalam tubulus, kemudian ke usus dan dibuang melalui anus bersama dengan feses. Pada beberapa Arachnoidea selain tubulus malphigi juga dilakukan dengan kelenjar koksal, yang bermuara pada daerah koksa.


Arachnoidea Memiliki Sistem Peredaran Darah Terbuka

Arachnoidea memiliki sistem peredaran darah terbuka. Sistem saraf berbentuk tangga tali dan mempunyai ganglion otak di kepala. Pada bagian abdomen Arachnoidea terdiri dari mesosoma dan metasoma. Pada bagian posterior abdomen terdapat spinneret, yang merupakan organ yang berbentuk kerucut dan berputar bebas.

Di dalam spinneret terdapat spigot yang merupakan lubang pengeluaran kelenjar benang halus. Kelenjar benang halus mensekresikan cairan yang mengandung protein elastik. Protein elastik tersebut akan mengeras di udara dan membentuk benang halus yang digunakan untuk menjebak mangsanya.

Artikel Terkait : Pengertian Ekosistem : Jenis, Komponen Biotik & Abiotik


Reproduksi Arachnoidea Secara Seksual

Reproduksi Arachnoidea secara seksual, bersifat gonokoris yaitu alat kelamin jantan dan alat kelamin betina terdapat pada individu yang berbeda. Perkawinan (kopulasi) dan pembuahan (fertilisasi) terjadi secara internal di tubuh individu betina.

Artikel Terkait : Struktur tubuh Echinodermata : Pengertian, Ciri, & Klasifikasi


Klasifikasi Arachnoidea

Arachnoidea ada tiga ordo yaitu Scorpionida, Arachnida, dan Acarina diantaranya sebagai berikut :

Ordo Scorpionida

Scorpionida yaitu hewan kelompok kalajengking dan ketonggeng. Abdomen (perut) bersegmen-segmen. Segmen terakhir berupa alat penyengat yang beracun.


Ordo Arachnida

Arachnida yaitu hewan kelompok laba-laba. Semua Arachnida bersifat predator, makanannya berupa serangga. Tubuhnya terdiri dari sefalotoraks dan abdomen tidak bersegmen. Pada bagian belakang abdomen terdapat alat yang dapat mensekresikan benang-benang untuk membentuk jaring-jaring sebagai perangkap mangsanya dan sebagai sarang, serta untuk membentuk kokon (pembungkus telur).

Arachnida mempunyai kelisera yang berfungsi sebagai gigi taring, kelisera berhubungan dengan saluran dari kelenjar racun yang terdapat pada sefalotoraks, untuk membunuh mangsanya. Seluruh permukaan tubuh laba-laba tertutup oleh lapisan kutikula dan memiliki banyak rambut yang berfungsi sebagai organ sensoris.

Artikel Terkait : Ciri Jamur : Morfologi, Fisiologi dan Cara Bereproduksi

Contoh:

  • Laba-laba beracun (Latrodectus mactans)
  • Laba-laba duri (Gastera sp.)

Ordo Acarina

Acarina yaitu hewan kelompok kutu, caplak, dan tungau. Tubuh terdiri dari abdomen yang menyatu dengan sefalotoraks. Tubuh berukuran kecil dan tidak bersegmen, hidup sebagai parasit, baik pada manusia maupun hewan. Bernapas dengan seluruh permukaaan tubuhnya.

Contoh:

  1. Caplak penyakit kudis (Sarcoptes scabiei)
  2. Caplak penghisap darah (Dermacentor andersoni)

Demikian materi tentang Arachnoidea : Ciri, Struktur Tubuh, dan Klasifikasinya secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat, jangan lupa di share ya sobat Murid.Co.Id

Send this to a friend