Manfaat dari Siklus Hidrologi

Diposting pada

Siklus Hidrologi Adalah

Siklus hidrologi adalah suatu proses peredaran atau daur ulang air secara yang berurutan secara terus-menerus. Pemanasan sinar matahari menjadi pengaruh pada siklus hidrologi. Air di seluruh permukaan bumi akan menguap bila terkena sinar matahari. Pada ketinggian tertentu ketika temperatur semakin turun uap air akan mengalami kondensasi dan berubah menjadi titik-titik air dan jatuh sebagai hujan.


Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut.

Siklus Hidrologi : Jenis, Unsur, Manfaat, Dampak, Solusi
Siklus Hidrologi : Jenis, Unsur, Manfaat, Dampak, Solusi

Daur hidrologi sering juga dipakai istilah water cycle atau siklus air. Suatu sirkulasi air yang meliputi gerakan mulai dari laut ke atmosfer, dari atmosfer ke tanah, dan kembali ke laut lagi atau dengan arti lain siklus hidrologi merupakan rangkaian proses berpindahnya air permukaan bumi dari suatu tempat ke tempat lainnya hingga kembali ke tempat asalnya.


Air naik ke udara dari permukaan laut atau dari daratan melalui evaporasi. Air di atmosfer dalam bentuk uap air atau awan bergerak dalam massa yang besar di atas benua dan dipanaskan oleh radiasi tanah. Panas membuat uap air lebih naik lagi sehingga cukup tinggi/dingin untuk terjadi kondensasi.


Uap air berubah jadi embun dan seterusnya jadi hujan atau salju. Curahan (precipitation) turun ke bawah, ke daratan atau langsung ke laut. Air yang tiba di daratan kemudian mengalir di atas permukaan sebagai sungai, terus kembali ke laut. Air yang tiba di daratan kemudian mengalir di atas permukaan sebagai sungai, terus kembali ke laut melengkapi siklus air.


Dalam perjalanannya dari atmosfer ke luar, air mengalami banyak interupsi. Sebagian dari air hujan yang turun dari awan menguap sebelum tiba di permukaan bumi, sebagian lagi jatuh di atas daun tumbuh-tumbuhan (intercception) dan menguap dari permukaan daun-daun.

Artikel Lainnya : Klasifikasi dan Kelas Mollusca Secara Lengkap


Air yang tiba di tanah dapat mengalir terus ke laut, namun ada juga yang meresap dulu ke dalam tanah (infiltration) dan sampai ke lapisan batuan sebagai air tanah. Sebagian dari air tanah dihisap oleh tumbuh-tumbuhan melalui daun-daunan lalu menguapkan airnya ke udara (transpiration).


Air yang mengalir di atas permukaan menuju sungai kemungkinan tertahan di kolam, selokan, dan sebagainya (surface detention), ada juga yang sementara tersimpan di danau, tetapi kemudian menguap atau sebaliknya, sebagian air mengalir di atas permukaan tanah melalui parit, sungai, hingga menuju ke laut ( surface run off ), sebagian lagi infiltrasi ke dasar danau-danau dan bergabung di dalam tanah sebagai air tanah yang pada akhirnya ke luar sebagai mata air.


Jenis Siklus Hidrologi

Siklus hidrologi dibedakan ke dalam tiga jenis yaitu:


Siklus Pendek

Air laut menguap kemudian melalui proses kondensasi berubah menjadi butir-butir air yang halus atau awan dan selanjutnya hujan langsung jatuh ke laut dan akan kembali berulang.


Siklus Sedang

Air laut menguap lalu dibawa oleh angin menuju daratan dan melalui proses kondensasi berubah menjadi awan lalu jatuh sebagai hujan di daratan dan selanjutnya meresap ke dalam tanah lalu kembali ke laut melalui sungai-sungai atau saluran-saluran air.

Artikel Lainnya : Strukur dan Fungsi Tubuh Mollusca


Siklus Panjang

Air laut menguap, setelah menjadi awan melalui proses kondensasi, lalu terbawa oleh angin ke tempat yang lebih tinggi di daratan dan terjadilah hujan salju atau es di pegunungan-pegunungan yang tinggi. Bongkah-bongkah es mengendap di puncak gunung dan karena gaya beratnya meluncur ke tempat yang lebih rendah, mencair terbentuk gletser lalu mengalir melalui sungai-sungai kembali ke laut.

Siklus Hidrologi : Jenis, Unsur, Manfaat, Dampak, Solusi
Siklus Hidrologi : Jenis, Unsur, Manfaat, Dampak, Solusi

Unsur Unsur Utama Siklus Hidrologi

Terdapat 14 unsur utama dalam siklus hidrologi, diantaranya sebagai berikut :


Presipitasi

Presipitasi sering juga disebut sebagai hujan. presitipasi merupakan proses jatuhnya butiran-butiran air dari awan ke permukaan bumi.


Canopy interception

Curah hujan yang dicegat oleh dedaunan tanaman, akhirnya menguap kembali ke atmosfer daripada jatuh ke tanah.

Atau iIntersepsi mengacu pada curah hujan yang tidak mencapai tanah, tetapi malah dicegat oleh daun dan cabang tanaman dan lantai hutan. Hal ini terjadi di kanopi (yaitu kanopi intersepsi), dan di lantai hutan atau serasah lapisan (yaitu lantai intersepsi hutan).

Karena penguapan, intersepsi air cair umumnya menyebabkan hilangnya bahwa curah hujan untuk daerah aliran sungai, kecuali untuk kondisi seperti kabut intersepsi.


Snowmelt

Aliran permukaan yang dihasilkan oleh salju yang mencair.

Pencairan salju adalah aliran permukaan yang dihasilkan dari salju yang mencair. Hal ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan periode atau musim di mana Aliran permukaan tersebut diproduksi.

Air yang dihasilkan oleh pencairan salju merupakan bagian penting dari siklus air tahunan di berbagai belahan dunia, dalam beberapa kasus berkontribusi fraksi tinggi limpasan tahunan DAS.


Runoff (limpasan)

Run off sering juga disebut sebagai aliran permukaan. run off merupakan aliran air hujan yang mengalir di atas permukaan bumi, misalnya melalui sungai, selokan, irigasi, dsb ke tempat yang lebih rendah hingga sampai ke laut, atau digunakan untuk pertanian atau lainnya keperluan manusia.


Infiltration

Aliran air dari permukaan tanah menyerap ke dalam tanah. Setelah diinfiltrasi, kelembaban air bertambah atau menjadi air tanah.


Menurut ilmu hidrologi, infiltrasi merupakan aliran air ke dalam tanah melalui permukaan tanah. Didalam infiltrasi dikenal dua istilah yaitu kapasitas infiltrasi dan laju infiltrasi, yang dinyatakan dalam mm/jam.

  1. Kapasitas infiltrasi adalah laju infiltrasi maksimum yang ditentukan oleh jenis tanah dimana terjadinya ilfiltrasi, sedangkan
  2. lajua infiltrasi adalah kecepatan infiltrasi yang nilainya tergantung pada kondisi tanah dan kapasitas hujan.

Suatu tanah dalam kondisi kering memiliki daya serap yang tinggi sehingga laju infiltrasi semakin besar, dan akan berkurang perlahan-lahan apabila tanah tersebut jenuh terhadap air.


Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi laju infiltrasi yaitu kedalaman genangan dan tebal lapisan jenuh, kelembaban tanah, pemampatan oleh hujan, penyumbatan oleh butir halus, tanaman penutup, topografi, dan intensitas hujan.


  • Kedalaman Genangan dan Tebal Lapisan Jenuh

Dapat dipahami pada saat awal turunnya hujan, penyerapan air oleh tanah (laju infiltrasi) terjadi dengan cepat. Sehingga semakin dalam genangan dan tebal lapisan jenuh maka laju infiltrasi semakin berkurang.


  • Kelembaban Tanah

Semakin lembab kondisi suatu tanah, maka laju infiltrasi akan semakin berkurang karena tanah tersebut semakin dekat dengan keadaan jenuh.


  • Pemampatan Oleh Hujan dan Penyumbatan Oleh Butir Halus

Pemampatan tanah oleh hujan adalah keadaan turunnya hujan membuat tanah semakin padat. Sehingga pori-pori tanah mengecil, dan menghambat laju infiltrasi. Butiran halus yang terbentuk pada saat tanah kering juga menghambat laju infiltrasi karena pada saat terjadinya hujan, butiran tersebut masuk kedalam tanah dan memperkecil pori-pori tanah.


  • Tanaman Penutup

Banyaknya tanaman  seperti rumput dan pohon-pohon besar yang terdapat pada daerah terjadinya hujan dapat memperbesar laju infiltrasi. Karena biasanya pada tanah seperti ini banyak terdapat tanah humus dan sarang serangga. Sehingga membantu masuknya air kedalam tanah.


  • Topografi dan Intensitas Hujan

Topografi adalah keadaan pemukaan/ kontur tanah, dan intensitas hujan adalah besarnya hujan yang turun dalam satuan waktu. Apabila hujan yang turun besar dan topografi tanah terjal, maka laju infiltrasi kecil. Karena topografi yang terjal akan mengalirkan air dengan cepat sehingga waktu infiltrasi kurang. Begitu juga sebaliknya, topografi yang landai bahkan datar dapat menghasilkan ilfiltrasi lebih besar.


Kapasitas infiltrasi dapat diukur dengan menggunakan infiltrometer dan analisis hidrograf. Infiltrometer ini dibedakan menjadi dua macam yaitu infiltrometer genangan dan simulator hujan (rainfall simulators)

Artikel Lainnya : Peranan dan Struktur Basidiomycota


Aliran Bawah Permukaan (Subsurface Flow)

Aliran air bawah tanah, di zona Nilai porositas merupakan cerminan dan daerah tangkapan air. Air bawah permukaan dapat kembali ke permukaan (misalnya sebagai mata air atau yang dipompa) dan pada akhirnya meresap ke dalam lautan.


Air kembali ke permukaan tanah pada ketinggian rendah dari tempat itu diinfiltrasi, di bawah gaya gravitasi atau tekanan gravitasi induksi. Tanah cenderung bergerak perlahan, dan diisi kembali perlahan-lahan, sehingga dapat tetap dalam sumber air selama ribuan tahun.


Evaporasi

Evaporasi adalah penguapan air dari permukaan air, tanah, dan bentuk permukaan bukan vegetasi lainnnya oleh proses fisika.  Dua unsur utama untuk berlangsungnnya evaporasi adalah energi (radiasi) matahari dan ketersediaan air.

Proses-proses fisika yang menyertai berlangsungnya perubahan bentuk dari cair menjadi gas berlaku pada kedua proses evaporasi tersebut diatas.  Oleh karenanya, kondisi fisika yang mempengaruhi laju evaporasi umum terjadi pada kedua proses alamiah tersebut.

Faktor-faktor yang berpengaruh antara lain  cahaya matahari, suhu udara,  dan kapasitas kadar air dalam udara.  Proses evaporasi yang disebutkan diatas tergantung pada jumlah air yang tersedia


Transpirasi

Transpirasi adalah penguapan air dari daun dan cabang tanaman melalui pori-pori daun oleh proses fisiologi.  Daun dan cabang umumnya di balut lapisan mati yang disebut kulit air (cuticle) yang kedap uap air.


Sel-sel hidup daun dan cabang terletak di  bawah  permukaan  tanaman,  dibelakang pori-pori daun dan cabang.  Besar kecilnya laju transpirasi secara tidak langsung ditentukan oleh radiasi matahari melalui membuka dan menutupnya pori-pori tersebut.


Evapotranspirasi

Penguapan air dapat dibedakan ke dalam penguapan internal dan penguapan eksternal. Penguapan eksternal terjadi pada permukaan tanah (evaporasi) dan terjadi pada tanaman (transpirasi), sedangkan penguapan internal terjadi dalam pori-pori tanah


Sublimasi

Sublimasi merupakan perubahan wujud dari awan hujan menjadi awan es atau salju. sublimasi hanya terjadi pada siklus hidrologi panjang


Deposisi

Hal ini mengacu pada perubahan uap air langsung ke es.


Adveksi

Gerakan air – dalam bentuk padat, cair, dan uap – melalui atmosfer. Tanpa menghitung kecepatan, air yang menguap di atas lautan tidak bisa mengendap atas tanah.


Kondensasi

Transformasi uap air untuk tetesan air cair di udara, menciptakan awan dan kabut.


Perkolasi

Air mengalir secara vertikal melalui tanah dan batuan di bawah pengaruh gravitasi lempeng tektonik. Air memasuki mantel melalui subduksi dari kerak samudera. Air kembali ke permukaan melalui vulkanisme.

Artikel Lainnya : Protista Mirip Hewan (Protozoa)


Manfaat Siklus Hidrologi

Siklus Hidrologi ini merupakan siklus alami yang banyak mengandung berbagai manfaat bagi kehidupan makhluk hidup diantaranya sebagai berikut :


Wash Bisofer

Wash Bisofer merupakan tempat hidup makhluk hidup tumbuhan, hewan termasuk manusia. Biosfera terdiri darilitosfera (batuan/daratan), hidrosfera (air) dan atmosfera (udara). Dalam perjalannnya siklus hidrologi air melewati ke tiga tempat tersebut, yaitu litosfera, hidrosfera dan atmosfera. Air merupakan pelarut universal yang sangat baik, apa yang dilalui akan dilarut oleh air.


Water Supply

Water supply: Dalam sirkulasi hidrologi, air melalui berbagai tempat. Terutama di daratan baik yang melalui permukaan atau bawah tanah. Berdasarkan hitungan di atas jumlah air sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan manusia,hewan ataupun tumbuhan. Namun memang tiap daerah berbeda-beda kualitas dan kuantitasnya, ada kekurangan, kecukupan dan kelebihan, tetapi secara total masih sangat mencukupi.


Penduduk pegunungan tidak perlu menuju laut untuk memenuhi kebutuhan airnya, cukup menanti hujan atau aliran permukaan atau mengambil di pancuran atau di telaga. Pendudukan perkotaan yang datar, cukup mengambil air dari air bawah tanah atau menjernihkan dari air permukaan. Semua kebutuhan air tercukupi baik dari segi jumlah maupun tempatnya.


Resource Life

Resource life: Air merupakan kebutuhan mutlak setiap makluk hidup. Tanpa ada air mustahil ada kehidupan. Setelah bumiterbentuk, kemudian mendingin mengkerut, mulai terbentuk air yang mengisi keriput-keriput bumi. Titik airbaru terbentuk sebagai aktifitas gunung berapi.


Air saat itu masih tawar dan belum ada kehidupan.Kemudian karena adanya panas matahari, panas bumi dan sifat air mulailah terbentuk penguapan, awan, hujan, air tanah,sungai danau, dan laut, sehingga sempurnalah siklus hidrologi.


Kehidupan pertama kali terbentuk dari adanyapetir dari pertemuan dua awan, yang mengenai permukaan air tawar, sinar ultra violet, panas dan sinar radiasi.


Saat itu mulailah terbentuk unsur-unsur kehidupan dan akhirnya terbentuk mahkluk sederhana di dasar air tawar. Kemudian secara evolusi terjadilah makhluk seperti sekarang ini. Sampai sekarang air merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari suatu makhluk hidup atau kehidupan.


Suatu mikroorganisme, bijian kurang dapat berkembang atau tidak aktif dalam kondisi kering tidak ada air, ketika air ada bijian mulai tumbuh, mikroorganisme mulai aktif. Bah pada litosfera yang kering krontang, hampir dapat dipastikan kehidupan di sana berjalan lamban, kurang beraktifitas, lambat berkembang, namun begitu ada air semua kehidupan menunjukkan jati dirinya sebagai makhluk hidup.

Artikel Lainnya : Protista Mirip Tumbuhan (Algae)


Resource Energy

Resource energy: Siklus hidrologi memungkin air hujan jatuh di pegunungan atau dataran tinggi. Oleh karena grafitasi airmengalir menuju tempat yang rendah. Perbedaan ketinggian daratan yang dilalui air akan mengakibatkan kekuatan air untuk mengalir lebih kuat, semakin tinggi menuju ke randah semakin kuat kekuatan air.


Kekuatan air tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi Pada kekuatan yang cukup oleh penduduk dimanfaatkanuntuk memutar kincir, menumbuk, sedangkan pada kekuatan yang besar dapat digunakan untuk memutar turbinpenghasil listrik yang dapat dinikmati di rumah kita saat ini.


Obyek Wisata

Obyek wisata: Kabut di pegunungan, air terjun, awan yang tebal, hujan gerimis, danau, aliran sungai, sungai bawah tanah, stalaktit, stalakmit, mata air, sumur artesis, gelombang laut, semuanya merupakan bagian dari siklus hidrologi.


Keadaan itu semua terbentuk oleh adanya siklus hidrologi ribuan tahun, dan sekarang keindahannya dapat dijadikan obyek wisata yang menarik. Dapat dibayangkan bila air tidak mengalir mengikuti siklus hidrologi, semua keadaan tersebut di atas tidak akan ada.


Manfaat Lainnya

Manfaat lainnya: Manfaat lain adanya siklus hidrologi diantaranya , sebagai sarana transportasi aliran sungai, lautan, danau untuk menjadi kelembaban atmosfera maupun litosfera,  membentuk musim, mempengaruhi iklim, pergerakanudara/angin, menyebarkan berbagai mikroorganisme, bijian.


Kerusakan

Pencemaran Air

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan.


Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata.


Musim Penghujan Yang Tidak Menentu

Siklus hidrologi sangat berpengaruh kepada musim di dunia, khususnya di Indonesia. Dulu, musim penghujan di Indonesia dapat kita prediksi. Yaitu berkisar antara bulan oktober hingga maret. Namun, sekarang semua sudah berubah.


Pembagian musim sudah tiada makna, perhitungan tidak lagi menjadi panutan, semua berubah pada harapan saja. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan bahkan juga berakibat fatal. Para petani menjadi lebih sulit untuk berkerja dikarena musim yang tidak menentu. Dan juga berpengaruh pada masyarakat secara luas. Sangat sulit bagi kita untuk mengetahui kapan datangnya hujan.

Artikel Lainnya : Protista Mirip Jamur


Persediaan Air Tanah Semakin Menurun

Tentu saja, jika hujan tidak dapat kita prediksi. Persediaan air tanah juga menjadi masalah yang harus dicarikan solusi. Hutan hujan tropis yang sangat dibutuhkan harus extra di perhatikan. Perlakuan manusia yang hanya bisa merusak paru-paru bumi.


Kebiadapan layaknya binatang menjadi tuhan mereka. Mereka buta bahwa mereka adalah hina yang tak bisa hidup dengan alam yang terluka. Terlaknatlah manusia binatang, perusak alam raya. Disaat alam sudah terluka, hidrologi pun teraniaya.


Abrasi

Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipacu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut. Walaupun abrasi bisa disebabkan oleh gejala alami, namun manusia sering disebut sebagai penyebab utama abrasi. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya abrasi adalah dengan penanaman hutan mangrove.


Banjir

  1. Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau menjebol bendungan sehingga air keluar dari batasan alaminya.

  2. Ukuran danau atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah hujan dan pencairan salju musiman, namun banjir yang terjadi tidak besar kecuali jika air mencapai daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lain.

  3. Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan pertokoan yang dibangun di dataran banjir sungai alami.

    Meski kerusakan akibat banjir dapat dihindari dengan pindah menjauh dari sungai dan badan air yang lain, orang-orang menetap dan bekerja dekat air untuk mencari nafkah dan memanfaatkan biaya murah serta perjalanan dan perdagangan yang lancar dekat perairan.


    Manusia terus menetap di wilayah rawan banjir adalah bukti bahwa nilai menetap dekat air lebih besar daripada biaya kerusakan akibat banjir periodik.

Artikel Lainnya : Klasifikasi Annelida Secara Lengkap


Erosi

Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat transportasi angin, air atau es, karakteristik hujan, creep pada tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi, atau oleh makhluk hidup semisal hewan yang membuat liang, dalam hal ini disebut bio-erosi.


Dampak dari erosi adalah menipisnya lapisan permukaan tanah bagian atas, yang akan menyebabkan menurunnnya kemampuan lahan (degradasi lahan). Akibat lain dari erosi adalah menurunnya kemampuan tanah untuk meresapkan air (infiltrasi). Penurunan kemampuan lahan meresapkan air ke dalam lapisan tanah akan meningkatkan limpasan air permukaan yang akan mengakibatkan banjir di sungai.

Artikel Lainnya : Ciri Hewan Karnivora


Tanah Longsor

Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah.


Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut.


Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh:


  • Erosi yang disebabkan aliran air permukaan atau air hujan, sungai-sungai atau gelombang laut yang menggerus kaki lereng-lereng bertambah curam
  • Lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat
  • Gempa Bumi menyebabkan getaran, tekanan pada partikel-partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng tersebut
  • Gunung Berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu
  • Getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir
  • Berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju

Dampak

Dapat  kita prediksi ataupun yang telah terjadi diantaranya sebagai berikut :


Rendahnya Kualitas Air

Kita lihat ibu kota Negara kita, Jakarta. Sebuah kota penuh peradaban manusia. Segala pusat pemerintahan Negara kita. Tempat dimana hutan semakin tidak ada, iklim yang extream bersarang, dan tempat manusia tak peduli akan lingkungan.


Bisa kita lihat, kualitas air ibu kota adalah kualitas air yang telah ternoda.Banyak sekali sampah yang diiringi dengan sungai yang tercemar membuat air menjadi tidak layak untuk digunakan.Seandainya, warga ibu kota mampu menahan nafsu untuk tidak merusak alam yang mampu merusak pergerakan hidrologi, tentu tidak akan terjadi apa yang namanya pencemaran air.


Toh akhirnya, air masih berkualitas tinggi dan masih bisa dinikmati. Kualitas air yang rendah juga tak luput dari industri-industri yang tak bertanggung jawab. Mereka membuang limbah kesungai sampai tercemar. Uang lebih diutamakan daripada lingkungan.


Pergerakan Siklus Hidrologi Terhambat

Semakin rusaknya iklim akibat ulah manusia tersebut. Semakin terhambat pula siklus hidrologis yang ada. Misalnya saja di Indonesia, sebulum adanya eksploritasi hutan secara berlebihan, musim penghujan di Indonesia masih bisa diperkirakan. Tidak seperti saat ini, semuanya sudah berubah dan berbeda. Alam yang dulu bukanlah yang sekarang, iklim yang dulu tak se extream iklim yang sekarang.


Solusi

Siklus hidrologi secara alaminya akan terus berlangsung selama ada air dan panas, sehingga terjadi penguapan. Sumber panas dapat berasal dari sinar matahari, panas bumi, proses kehidupan makhluk hidup. Gangguan siklus hidrologi dapat terjadi pada sumber panas, gangguan cuaca, perubahan sumber uap air.


Mengingat begitu besarnya manfaat siklus hidrologi bagi kehidupan baik manusia, hewan maupun tumbuhan, maka sudah selayaknya siklus hidrologi dipertahan kelangsungannya. Upaya mempertahankan siklus hidrologi dapat dengan cara:


Mengurangi Penutupan Tanah Dengan Bahan Kedap Air

Penutupan tanah dengan bahan kedap air dapat mengurangi penguapan air tanah/tanah, sehingga mengurangi volume uap dan awan. Dampak nantinya curah hujan akan sedikit.


Penutupan tanah dengan bahan kedap air juga mengakibatkan air dari presipitasi tidak mengalami infiltrasi ke dalam tanah, sehingga air tanah menjadi berkurang dan berdampak air sumur menjadi dalam, pada daerah pantai timbul interusi airlaut masuk daratan. Air tertumpuk dipermukaan menjadi berlebihan yang dapat berakibat banjir.


Mempertahan Tanaman Hutan

Tanaman hutan memiliki fungsi sebagai penahan sementara air hasil presipitasi, hingga runoff tidak berlebihan yang berakibat erosi berlebihan dan banjir. Pengurangan tanaman hutan juga berdampak penguapan transpirasi menjadi rendah, sehingga awan terbentuk nantinya menjadi sedikit.


Mengurangi Polusi Udara

Polusi udara dapat disebabkan banyak hal, diantaranya pembakaran bahan bakar fosil yang tidak sempurna,misalnya batu baru, bensin, dsb. Pembakaran bahan bakar fosil untuk sumber energi, menggerakkan mesinatau motor pada industri, kendaraan dapat menghasilkan polutan jelaga, Pb, CO, CO2, SOx, NHx, NOx yang dibuang bebas pada udara ambien.


Polutan tersebut lama kelamaan akan memenuhi atmosfera, sebagai dampaknya gelombang panas sinar matahari yang mengenai bumi dan dipantulkan balik ke atmosfera tertahan oleh bahan polutan tersebut, sehingga memantulkan kembali ke bumi, akibatnya terjadi kenaikan suhu di bumi, kejadian ini biasa disebut green house effect.


Kenaikan suhu di bumi akan berakibat mencairnya es di kutub, menaiknya permukaan laut, sehingga keseimbangan siklus hidrologi akan terganggu. Polutan udara akan dilarutkan air baik dalam perjalan evaporasi dan transpirasi, ketika menjadi awan maupun saat presipitasi.


Air yang mengandung polutan tersebut menjadi asam, akan berakibat tanaman menjadi mati, besi cepat berkarat. Tanah dan air menjadi asam, sehingga kehidupan sulit didapatkan. Kematian banyak tanaman berakibat penuruan transpirasi.

Demikian pembahasan dari kami tentang Siklus Hidrologi : Pengertian Jenis, Unsur, Manfaat, Dampak, Solusi semoga bermanfaat sobat Murid.Co.Id jangan lupa di share ya !!!