Pembahasan Angiospermae Secara Lengkap

Pengertian Angiospermae

Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) berasal dari kata angio yang berarti bunga dan spermae yang berarti tumbuhan berbiji. Jadi Angiospermae adalah tumbuhan berbiji yang tertutup tertutup.

Klasifikasi Angiospermae : Ciri, Jenis, Reproduksi dan Pengertian
Klasifikasi Angiospermae : Ciri, Jenis, Reproduksi dan Pengertian

Mengapa dikatakan tumbuhan berbiji tertutup, karena bijinya selalu diselubungi oleh suatu badan yang berasal dari daun-daun buah yang disebut dengan bakal buah. Kemudian bakal buah beserta bagian-bagian lain dari bunga akan tumbuh menjadi buah dan bakal biji yang telah menjadi biji tetap terdapat di dalamnya.

Artikel Lainnya : √ Struktur Bakteri : Pengertian, Klasifikasi, Ciri, Bentuk dan Jenisnya

Artikel Lainnya : √ Ciri Protozoa : Pengertian, Bentuk, Habitat dan Cara Reproduksi


Ciri-Ciri

Angiospermae memiliki ciri utama yaitu :

  • Bakal bijinya berada di dalam megasporofil yang termodifikasi menjadi daun buah ( karpel) sehingga serbuk sari harus menembus jaringan daun buah untuk mencapai bakal biji dan membuahi ovum.
  • Pada umumnya daun dan buah berdaging tebal, misalnya pada manga, jeruk, dan semangka.
  • Daun buah berfungsi melindungi biji agar tidak kekeringan pada saat mengalami dormansi (peristiwa dimana benih mengalami masa istirahat).
  • Tubuh Angiospermae terdiri dari akar, batang, daun dan bunga.
  • Akarnya ada yang serabut dan ada pula yang tunggang, ada batang yang berkambium serta ada pula yang tidak memiliki cambium.
  • Angiospermae memiliki pembuluh xilem yang diperkuat oleh serat dengan dinding sel tebal dan berlignin.
  • Daunnya juga mempunyai beberapa tipe daun antara lain, lurus, menyirip dan menjari.

Secara umum, tumbuhan berbiji tertutup memiliki ciri yang sama dengan tumbuhan berbiji terbuka. Keunikan tumbuhan berbiji tertutup terletak pada bijinya yang tersusun oleh keping lembaga (kotyledon).

Artikel Lainnya : √ Peranan Bryophytha : Ciri, Reproduksi, Karakteristik dan Klasifikasi


Jenis Reproduksi Angiospermae

ada beberapa jenis reproduksi di antaranya sebagai berikut ini :

Jenis Reproduksi Angiospermae 
Jenis Reproduksi Angiospermae

Reproduksi Vegetatif

Reproduksi vegetatif adalah cara reproduksi tanpa melalui peleburan gamet jantan dan betina. Sifat dari reproduksi vegetatif adalah menghasilkan keturunan yang identik (sifat sama) dengan induknya.


Reproduksi Vegetatif Alami :

  • Tunas adalah bakal individu baru yang muncul di batang bagian bawah. Contoh : pohon pisang dan beberapa jenis palem.
  • Rhizoma atau akar rimpang adalah batang yang tumbuh mendatar di dalam tanah. Contoh : jahe, lengkuas, sansivera, bunga tasbih, kunyit, dan alang-alang.
  • Geragih adalah batang yang tumbuh menjalar di atas permukaan tanah. Contoh : tanaman stroberi, arbei, dan pegagan.
  • Umbi Akar adalah pembengkakan pada bagian akar karena perubahan fungsi dan sebagai cadangan makanan. Contoh : Dahlia, wortel, dan lobak.
  • Umbi Batang adalah pembengkakan pada bagian batang karena perubahan fungsi dan sebagai cadangan makanan. Contoh : ubi jalar dan kentang.
  • Umbi lapis adalah modifikasi batang beserta daun yang memperlihatkan struktur berlapis-lapis. Contoh : Bawang merah, bawang bombai, dan bunga bakung.
  • Tunas adventif adalah tunas yang muncul selain di batang. Contoh : akar = sukun,cemara, dan daun cocor

Reproduksi Vegetatif Buatan :

  1. Cangkok adalah mengelupas kulit tangkai dan dibalut dengan tanah, serta dibungkus dengan sabut kelapa atau plastik. Salah satu keunggulan cangkok adalah cepat berbuah, tumbuhan bisa memiliki sifat yang sama dengan induknya. Sedangkan kekurangannya adalah tanaman mudah roboh dan tidak tahan kering. Contoh : mangga, jeruk dan jambu air.
  2. Merunduk adalah membenamkan tangkai tanaman ke tanah, sehingga tumbuh akar. Keuntungan dari perkembangbiakan merunduk adalah menghasilkan tanaman yang memiliki sifat sama dengan induknya. Sedangkan kekurangannya adalah susah mendapatkan tanaman baru dalam jumlah banyak. Contoh : bunga almanda.
  3. Mengenten adalah memotong suatu batang tanaman lalu disambung dengan batang tanaman lain yang sejenis dan berbeda sifat. Kelebihan dari mengenten adalah cepat berproduksi, bisa memperoleh tanaman yang kuat dan mempercepat pertumbuhan pohon. Kekurangannya adalah jenis pohon yang disambung jumlahnya terbatas. Contoh : jeruk, mangga, kakao, belimbing, dan karet.
  4. Okulasi adalah menempel mata tunas dari tanaman ke batang tanaman lain sejenis. Salah satu kelebihan okulasi adalah memperoleh tanaman dengan produktifitas tinggi, penyiapan benih yang lebih singkat. Kelemahannya adalah terkadang hasil okulasi kurang normal dan belum tentu ada keserasian antara batang bawah dengan batang atas. Contoh : bougenvile dan puring.

Stek adalah memotong suatu tanaman dan ditanam untuk menghasilkan individu baru. Keuntungannya adalah tanaman baru akan menghasilkan rasa buah yang manis, dapat menghasilkan tanaman baru dalam jumlah yang banyak. Sedangkan kerugiannya adalah teknik stek akan mempengaruhi tingkat kesuburan, menghasilkan akar serabut. Contoh : ketela pohon, sukun, dan cocor bebek.


Reproduksi Generatif

Reproduksi vegetatif adalah cara reproduksi tanpa melalui peleburan gamet jantan dan betina. Bunga adalah alat reproduksi seksual(generatif) pada tumbuhan angiospermae. Fungsi bunga adalah sebagai wadah menyatunya gamet jantan dan gamet betina untuk menghasilkan biji. Bunga memiliki macam-macam seperti :


Berdasarkan Kelengkapannya

  • Bunga Lengkap

Merupakan bunga yang memiliki semua bagian bunga tanpa terkecuali, yaitu tangkai bunga, kelopak bunga, mahkota bunga, benang sari, dan putik. Contohnya adalah bunga mawar, melati, dan bunga sepatu.


  • Bunga Tidak Lengkap

Merupakan bunga yang tidak memiliki salah satu bagian bunga. Contohnya adalah bunga tanaman rumput-rumputan yang tidak memiliki mahkota bunga.

Artikel Lainnya : √ Pengertian, Ruang Lingkup Fisiologi Dalam Biologi Beserta Fungsinya


Berdasarkan alat reproduksinya :

  • Bunga sempurna

Merupakan bunga yang memiliki benang sari dan putik sekaligus, selain itu juga memiliki bagian-bagian bunga yang lain. Contohnya adalah bunga sepatu.

  • Bunga tidak sempurna

Merupakan bunga yang hanya memiliki benang sari atau hanya memiliki putik saja, selain itu juga memiliki bagian-bagian bunga yang lain. Contohnya adalah bunga salak, bunga kelapa.


Penyerbukan (Polinasi)

Penyerbukan adalah jatuhnya / melekatnya serbuk sari / benang sari pada kepala putik. Macam – macam Penyerbukan :

Berdasar Asal Serbuk Sari

  1. Autogami (sendiri) = serbuk sari berasal dari bunga yang sama (satu bunga).
  2. Geitonogami (tetangga) = serbuk sari berasal dari bunga lain tapi masih satu individu.
  3. Alogami (silang) = serbuk sari berasal dari individu lain tapi masih dalam satu jenis.
  4. Hibridasi (bastar) = serbuk sari berasal dari yang lain jenis.

Berdasarkan Faktor Yang Membantu /Perantara

  • Anemogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan angin. Ciri bunga : serbuk sari kering, lembut, banyak, tidak memiliki  mahkota bunga.
  • Hidrogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan air.
  • Antropogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan manusia.
  • Zoidiogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan hewan. Berikut merupakan jenis peyerbukan yang dibantu oleh hewan :

Artikel Lainnya : √ Ekosistem dan Komponen : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Tipe


  1. Kiropterogami , yaitu penyerbukan dengan bantuan kelelawar. Ciri : bunga yang mekar di malam hari.
  2. Entomogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan serangga. Ciri : bunga yang menghasilkan nektar / polen / madu.
  3. Ornitogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan burung.
  4. Malakogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan siput (molusca)

Artikel Lainnya : √ Peran dan Manfaat Tumbuhan Paku Bagi Kehidupan


Klasifikasi Angiospermae

Tumbuhan berbiji tertutup terdiri atas dua kelas, yaitu kelas Monocotyledonae dan Dicotyledonae.


  1. Kelas Monocotyledonae / Monokotil

Ciri utama tumbuhan monokotil adalah akar berbentuk serabut, batang beruas-ruas, tidak berkambium, pertulangan daun sejajar atau melengkung, bagian-bagian bunga berjumlah tiga atau kelipatannya, memiliki satu kotiledon/keping lembaga. Beberapa contoh famili dalam kelas monokotil adalah sebagai berikut.

  • Liliaceae, contohnya Lilium longiflorum (lilia gereja), Gloria superba (kembang telang).
  • Amaryllidaceae, contohnya Agave sisalana (sisal), Agave cantala (kantala).
  • Poaceae, contohnya Oryza sativa (padi), Zea mays (jagung), Andropogon sorghum (cantel), Panicum milliaceum (jewawut).
  • Zingiberaceae, contohnya Zingiber officinale (jahe), Curcuma domestica (kunyit), Alpinia galanga (laos), Kaempferia galanga (kencur).
  • Musaceae, contohnya Musa paradisiaca (pisang), Musa textiles (pisang manila).
  • Orchidaceae, contohnya Phalaenopsis amabilis (anggrek bulan), Dendrobium phalaenopsis.
  • Arecaceae, contohnya Cocos nucifera (kelapa), Arenga pinata (aren), Areca catechu (pinang), Elaeis guinensis (kelapa sawit).
  • Araceae, contohnya Colocasia esculenta (talas), Xanthosoma violaceum (bentul), Alocasia macroriza (sente).

  1. Kelas Dicotyledonae / Dikotil

Ciri utama tumbuhan dikotil adalah akar berbentuk tunggang, batang bercabang danberuas-ruas, berkambium, letak berkas pengangkut teratur, tipe berkas pengangkut kolateral terbuka, pertulangan daun menyirip atau menjari, bagian-bagian bunga berjumlah 4, 5 atau kelipatannya, memiliki 2 keping lembaga/kotiledon. Beberapa contoh tumbuhan famili dalam kelas dikotil adalah:

  • Euphorbiaceae, contohnya Manihot utilissima (singkong), Hevea brasiliensis (para, karet).
  • Moraceae, contohnya Ficus benjamina (beringin), Artocarpus integra (nangka), Artocarpus communis (keluwih).
  • Papilionaceae, contohnya Vigna sinensis (kacang panjang), Phaseolus radiatus (kacang hijau), Arachis hypogea (kacang tanah), Crotalaria sp (orok-orok).
  • Caesalpiniaceae, contohnya Caesalpinia pulcherrima (kembang merak), Tamarindus indica (asam).
  • Mimosaceae, contohnya Mimosa pudica (putri malu), Leucaena glauca (petai cina), Parkia speciosa (petai).
  • Malvaceae, contohnya Hibiscus tiliaceus (waru), Hibiscus rosasinensis (kembang sepatu), Gossipium sp (kapas).
  • Bombacaceae, contohnya Durio zibethinus (durian), Cieba pentandra (randu).
  • Rutaceae, contohnya Citrus nobilis (jeruk keprok), Citrus aurantifolia (jeruk nipis), Citrus maxima (jeruk gulung).
  • Myrtaceae, contohnya Eugenia aromatica (cengkeh), Melaleuca leucadendron (kayu putih), Psidium guajava (jambu biji).
  • Verbenaceae, contohnya Tectona grandis (jati), Lantana camara (lantana).
  • Labiatae/Lamiaceae, contohnya Coleus tuberosus (kentang hitam).
  • Convolvulaceae, contohnya Ipomoea batatas (ubi jalar), Ipomoea reptans (kangkung).
  • Apocynaceae, contohnya Plumeria acuminate (kamboja), Allamanda cathartica (alamanda).
  • Rubiaceae, contohnya Morinda citrifolia (mengkudu, pace), Coffea Arabica (kopi), Cinchona suecirubra (kina).

Manfaat Angiosspermae

  1. Bahan pangan sumber karbohidrat, contohnya Oryza sativa
  2. Bahan pangan sumber protein, contohnya Phaseolus radiates
  3. Bahan pangan sumber lemak, contohnya Cocos nucifera
  4. Bahan pangan (sayuran) sumber vitamin dan mineral, contohnya Solanum lycopersicum
  5. Bahan pangan (buah-buahan) sumber vitamin dan mineral, contohnya Carica papaja
  6. Bahan sandang, contohnya Gossipium sp
  7. Bahan pemberi rasa nikmat pada makanan, minuman atau lainnya. Contohnya Coffea sp
  8. Bahan obat-obatan, contohya Cinchona succirubra
  9. Bahan bangunan, contohnya Tectona grandis

Demikinlah pembahasan kita kali ini tentang Klasifikasi Angiospermae : Reproduksi, Ciri, dan Pengertian Murid.Co.ID. jangan lupa di share dan di bagikan ke sahabat anda, Terima Kasih.