Klasifikasi Angiospermae : Reproduksi, Ciri, Pengertian dan Contoh

Pengertian Tumbuhan Angiospermae Beserta Ciri dan Contohnya

Klasifikasi Angiospermae : Reproduksi, Ciri, Pengertian dan Contoh : Halo sahabat Murid.Co.ID di kesempatan kali ini kami akan menjelaskan tentang tumbuhan Angiospermae atau dikenal dengan tumbuhan dengan biji tertutup. Kita juga akan membahas tentang ciri dari tumbuhan tersebut dan memberikan contoh tentang tanaman tersebut. Simak  penjelasanya ya sahabat.

Klasifikasi Angiospermae : Ciri, Jenis, Reproduksi dan Pengertian
Klasifikasi Angiospermae : Ciri, Jenis, Reproduksi dan Pengertian

Pengertian Angiospermae

Angiospermae adalah

Angiospermae adalah divisi utama kehidupan tumbuhan, yang merupakan mayoritas dari semua tanaman dibumi. Tumbuhan angiosperma menghasilkan biji dalam buah buahan yang biasanya kita makan. Namun, ada juga yang termasuk tanaman yang mungkin tidak kita anggap sebagai buah-buahan, seperti biji maple, gandum, beras, serta jagung.


Angiospermae juga dikenal sebagai tanaman berbunga karena bunga merupakan  bagian karakteristik dari struktur reproduksinya. Dalam konteks ini bunga yang dimaksud bukanlah bunga yang berwarna- warni dan memiliki aroma. Angiospermae berkembang antara 250-200 juta tahun yang lalu. Tanaman ini dengan cepat memperoleh tanaman yang sebelumnya dominan gymnospermae.

Artikel Lainnya : √ Struktur Bakteri : Pengertian, Klasifikasi, Ciri, Bentuk dan Jenisnya


Penggunaan Angiospermae Untuk Bereproduksi

Penggunaan angiospermae untuk bereproduksi menjadikannya lebih berhasil. Sedangkan gymnospermae mengandalkan angin untuk mencapai reproduksi dengan mengirimkan serbuk sari yang mengandung sel-sel reproduksi untuk tanaman kedalam indung telur tanaman.


Angiospermae Juga Mulai Membungkus Benih

Angiospermae juga mulai membungkus benih mereka dalam buah-buahan, yang keduanya memberikan nutrisi tanaman dan perlindungan bagi tanaman yang merupakan keturunan mereka dan menciptakan cara-cara baru untuk bekerjasama dengan hewan. Banyak buan angiospermae yang dirancang untuk menarik  perhatian hewan untuk memakannya dan membantu proses reproduksi.

Saat ini angiosperma membentuk sekitar 80 persen dari semua spesies tanaman dibumi. Ada sekitar 270.000 spesies yang dikenal sampai detik ini.

Artikel Lainnya : √ Ciri Protozoa : Pengertian, Bentuk, Habitat dan Cara Reproduksi


Ciri-Ciri

Angiospermae memiliki ciri utama yaitu :

  • Bakal bijinya berada di dalam megasporofil yang termodifikasi menjadi daun buah ( karpel) sehingga serbuk sari harus menembus jaringan daun buah untuk mencapai bakal biji dan membuahi ovum.
  • Pada umumnya daun dan buah berdaging tebal, misalnya pada manga, jeruk, dan semangka.
  • Daun buah berfungsi melindungi biji agar tidak kekeringan pada saat mengalami dormansi (peristiwa dimana benih mengalami masa istirahat).
  • Tubuh Angiospermae terdiri dari akar, batang, daun dan bunga.
  • Akarnya ada yang serabut dan ada pula yang tunggang, ada batang yang berkambium serta ada pula yang tidak memiliki cambium.
  • Angiospermae memiliki pembuluh xilem yang diperkuat oleh serat dengan dinding sel tebal dan berlignin.
  • Daunnya juga mempunyai beberapa tipe daun antara lain, lurus, menyirip dan menjari.

Secara umum, tumbuhan berbiji tertutup memiliki ciri yang sama dengan tumbuhan berbiji terbuka. Keunikan tumbuhan berbiji tertutup terletak pada bijinya yang tersusun oleh keping lembaga (kotyledon).

Artikel Lainnya : √ Peranan Bryophytha : Ciri, Reproduksi, Karakteristik dan Klasifikasi


Jenis Reproduksi Angiospermae dan Contoh

Reproduksi Vegetatif

Reproduksi vegetatif adalah cara reproduksi tanpa melalui peleburan gamet jantan dan betina. Sifat dari reproduksi vegetatif adalah menghasilkan keturunan yang identik (sifat sama) dengan induknya.


Reproduksi Vegetatif alami :

  1. Tunas adalah bakal individu baru yang muncul di batang bagian bawah. Contoh : pohon pisang dan beberapa jenis palem.
  2. Rhizoma atau akar rimpang adalah batang yang tumbuh mendatar di dalam tanah. Contoh : jahe, lengkuas, sansivera, bunga tasbih, kunyit, dan alang-alang.
  3. Geragih adalah batang yang tumbuh menjalar di atas permukaan tanah. Contoh : tanaman stroberi, arbei, dan pegagan.
  4. Umbi Akar adalah pembengkakan pada bagian akar karena perubahan fungsi dan sebagai cadangan makanan. Contoh : Dahlia, wortel, dan lobak.
  5. Umbi Batang adalah pembengkakan pada bagian batang karena perubahan fungsi dan sebagai cadangan makanan. Contoh : ubi jalar dan kentang.
  6. Umbi lapis adalah modifikasi batang beserta daun yang memperlihatkan struktur berlapis-lapis. Contoh : Bawang merah, bawang bombai, dan bunga bakung.
  7. Tunas adventif adalah tunas yang muncul selain di batang. Contoh : akar = sukun,cemara, dan daun cocor  bebek.

Artikel Lainnya : √ Pengertian, Ruang Lingkup Fisiologi Dalam Biologi Beserta Fungsinya


Reproduksi Vegetatif Buatan :

  • Cangkok adalah mengelupas kulit tangkai dan dibalut dengan tanah, serta dibungkus dengan sabut kelapa atau plastik. Salah satu keunggulan cangkok adalah cepat berbuah, tumbuhan bisa memiliki sifat yang sama dengan induknya. Sedangkan kekurangannya adalah tanaman mudah roboh dan tidak tahan kering. Contoh : mangga, jeruk dan jambu air.

  • Merunduk adalah membenamkan tangkai tanaman ke tanah, sehingga tumbuh akar. Keuntungan dari perkembangbiakan merunduk adalah menghasilkan tanaman yang memiliki sifat sama dengan induknya. Sedangkan kekurangannya adalah susah mendapatkan tanaman baru dalam jumlah banyak. Contoh : bunga almanda.

  • Mengenten adalah memotong suatu batang tanaman lalu disambung dengan batang tanaman lain yang sejenis dan berbeda sifat. Kelebihan dari mengenten adalah cepat berproduksi, bisa memperoleh tanaman yang kuat dan mempercepat pertumbuhan pohon. Kekurangannya adalah jenis pohon yang disambung jumlahnya terbatas. Contoh : jeruk, mangga, kakao, belimbing, dan karet.

  • Okulasi adalah menempel mata tunas dari tanaman ke batang tanaman lain sejenis. Salah satu kelebihan okulasi adalah memperoleh tanaman dengan produktifitas tinggi, penyiapan benih yang lebih singkat. Kelemahannya adalah terkadang hasil okulasi kurang normal dan belum tentu ada keserasian antara batang bawah dengan batang atas. Contoh : bougenvile dan puring.

  • Stek adalah memotong suatu tanaman dan ditanam untuk menghasilkan individu baru. Keuntungannya adalah tanaman baru akan menghasilkan rasa buah yang manis, dapat menghasilkan tanaman baru dalam jumlah yang banyak. Sedangkan kerugiannya adalah teknik stek akan mempengaruhi tingkat kesuburan, menghasilkan akar serabut. Contoh : ketela pohon, sukun, dan cocor bebek.

Artikel Lainnya : √ Ekosistem dan Komponen : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Tipe


Reproduksi Generatif

Reproduksi vegetatif adalah cara reproduksi tanpa melalui peleburan gamet jantan dan betina. Bunga adalah alat reproduksi seksual(generatif) pada tumbuhan angiospermae. Fungsi bunga adalah sebagai wadah menyatunya gamet jantan dan gamet betina untuk menghasilkan biji. Bunga memiliki macam-macam seperti :


Berdasarkan Kelengkapannya :

Bunga lengkap :

  1. Merupakan bunga yang memiliki semua bagian bunga tanpa terkecuali, yaitu tangkai bunga, kelopak bunga, mahkota bunga, benang sari, dan putik. Contohnya adalah bunga mawar, melati, dan bunga sepatu.

Bunga Tidak Lengkap :

  • Merupakan bunga yang tidak memiliki salah satu bagian bunga. Contohnya adalah bunga tanaman rumput-rumputan yang tidak memiliki mahkota bunga.

Berdasarkan Alat Reproduksinya :

Bunga sempurna

  1. Merupakan bunga yang memiliki benang sari dan putik sekaligus, selain itu juga memiliki bagian-bagian bunga yang lain. Contohnya adalah bunga sepatu.

Bunga Tidak Sempurna

  • Merupakan bunga yang hanya memiliki benang sari atau hanya memiliki putik saja, selain itu juga memiliki bagian-bagian bunga yang lain. Contohnya adalah bunga salak, bunga kelapa.

Penyerbukan (Polinasi)

Penyerbukan adalah jatuhnya/melekatnya serbuk sari/benang sari pada kepala putik . Macam – macam Penyerbukan :

Berdasar Asal Serbuk Sari

  1. Autogami (sendiri) = serbuk sari berasal dari bunga yang sama (satu bunga).
  2. Geitonogami (tetangga) = serbuk sari berasal dari bunga lain tapi masih satu individu.
  3. Alogami (silang) = serbuk sari berasal dari individu lain tapi masih dalam satu jenis.
  4. Hibridasi (bastar) = serbuk sari berasal dari yang lain jenis.

Berdasarkan Faktor Yang Membantu / Perantara :

  • Anemogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan angin. Ciri bunga : serbuk sari kering, lembut,  banyak, tidak memiliki  mahkota bunga.
  • Hidrogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan air.
  • Antropogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan manusia.
  • Zoidiogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan hewan. Berikut merupakan jenis peyerbukan yang dibantu oleh hewan :

Kiropterogami , yaitu penyerbukan dengan bantuan kelelawar. Ciri : bunga yang mekar di malam hari.

Entomogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan serangga. Ciri : bunga yang menghasilkan nektar / polen / madu.

Ornitogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan burung.

Malakogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan siput (molusca)


Pembuahan (Fertilisasi)

Pembuahan adalah proses peleburan gamet jantan (sperma) dengan gamet betina (ovum). Setelah penyerbukan, sperma bergerak ke arah sel telur melalui buluh serbuk sari, selanjutnya terjadi peleburan inti sel telur dan inti sperma di dalam ovula. Ovula adalah struktur sporofit yang mengandung megasporangium dan gametofit betina. Pembuahan antara gamet jantan dan betina akan menghasilkan embrio (lembaga). Embrio pada tumbuhan biji bersifat bipolar (dwipolar), karena pada satu kutubnya akan tumbuh dan berkembang membentuk batang dan daun, sedangkan kutub lain membentuk sistem perakaran. Ada 2 macam pembuahan pada tumbuhan berbiji :

Artikel Lainnya : √ Peran dan Manfaat Tumbuhan Paku Bagi Kehidupan


Pembuahan Tunggal

Pembuahan Tunggal (pembuahan yang terjadi satu kali pembuahan),  yaitu peleburan gamet jantan dan gamet betina yang menghasilkan embrio. Terjadi pada tumbuhan Gymnospermae.

Pembuahan Ganda

Pembuahan Ganda (pembuahan yang terjadi dua kali pembuahan), yaitu:

  • Peleburan inti sperma >< ovum , menghasilkan zygot (embrio).
  • Peleburan inti sperma >< kandung lembaga skunder , menghasilkan endosperm (untuk cadangan makanan).

Pada pembuahan ganda diperoleh :

Inti generatif + inti ovum = zigot

Inti generatif + kandung lembaga sekunder = endosperm


Klasifikasi Angiospermae

Angiospermae dibagi menjadi dua kelas yaitu dikotil dan monokotil. Perbedaan dua kelas ini adalah :

Bentuk akar 2. Bentuk sumsum atau pola tulang daun

  1. Monokotil : Memiliki sistem akar   serabut
  2. Monokotil : Melengkung atau sejajar
  3. Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang
  4. Dikotil : Menyirip atau menjari

Tudung akar 4. Jumlah keping biji

  • Monokotil : Ada tudung akar / kaliptra
  • Monokotil : satu buah keping biji saja
  • Dikotil : Tidak terdapat ada tudung akar
  • Dikotil : Ada dua buah keping biji

Kandungan akar dan batang 6. Jumlah kelopak bunga

  1. Monokotil : Tidak terdapat kambium
  2. Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga
  3. Dikotil : Ada kambium
  4. Dikotil : Biasanya kelipatan empat atau lima

Pertumbuhan akar dan batang

  • Monokotil : Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi membesar
  • Dikotil : Bisa tumbuh berkembang menjadi membesar

Demikinlah pembahasan kita pada kesempatan kali ini,  semoga artikel ini bisa menjadi sumber belajar dan dapat menjadi referensi untuk para sahabat Murid.Co.ID. jangan lupa di share dan di bagikan ke sahabat anda, Terima Kasih.

Send this to a friend