Dampak Positif dan Negatif Pestisida : Jenis, Pengertian, Kandungan Zat

Diposting pada
5.0
32

Hallo sobat Murid.Co.ID kita berjumpa kembali, kali ini kita akan membahas tentang apa itu pestisida ? yuk sebelum melanjutkan ke materi belajar bisa di share atau di bagikan ke teman atau sahabat anda, untuk lebih jelasnya tentang Dampak Positif dan Negatif Pestisida : Jenis, Pengertian, Kandungan Zat mari simak pembahasan secara jelas dan lengkap, semoga bermanfaat terima kasih.

Dampak Positif dan Negatif Pestisida
Dampak Positif dan Negatif Pestisida

Apa Itu Pestisida ?

Pestisida adalah Pembasmi hama atau bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, memikat, atau membasmi organisme pengganggu. Nama ini berasal dari pest (“hama”) yang diberi akhiran cide (“pembasmi”). Sasarannya bermacam-macam, seperti serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan, atau mikrobia yang dianggap mengganggu. Pestisida biasanya, tapi tak selalu, beracun. Dalam bahasa sehari-hari, pestisida seringkali disebut sebagai “racun” tergantung dari sasarannya.

Artikel Lainnya : √ Ekosistem dan Komponen : Pengertian, Struktur, Fungsi, Tipe


Penggunaan pestisida dalam pembangunan di berbagai sektor seperti pertanian, kesehatan masyarakat, perdagangan dan industri semakin meningkat. Pestisida terbukti mempunyaiperanan yang penting dalam peningkatan kesejahteraan rakyat. Pada bidang pertanian termasuk pertanian rakyat maupun perkebunan yang dikelola secara profesional dalam skala besar menggunakan pestisida yang sebagian besar adalah golongan organofosfat.


Pestisida adalah salah satu hasil teknologi modern yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam peningkatan kesejahteraan rakyat. Beberapa tahun belakangan ini, penggunaan pestisida telah meningkatkan produksi pertanian secara signifikan. Penggunaan dengan cara yang tepat dan aman adalah hal yang sangat mutlak yang harus dilakukan mengingat walau bagaimanapun, pestisida adalah bahan yang beracun. Penggunaan pestisida bertujuan untuk menekan populasi Organisme Pengganggu Tanaman ( OPT ) secara cepat dibandingkan dengan yang  lainnya.

Artikel Lainnya : √ Pengertian, Ruang Lingkup Fisiologi Dalam Biologi Beserta Fungsinya


Pengertian Pestisida

Pestisida adalah semua bahan racun yang dapat  digunakan untuk membunuh organisme yang hidup dapat mengganggu tumbuhan, ternak dan sebagainya yang dibudidayakan manusia untuk mensejahterkan dalam kehidupannya. Menurut PP No. 7 tahun 1973, yang dimaksud pestisida adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mencegah hama dan penyakit yang merusak tanaman.

Artikel Lainnya : √ Peran dan Manfaat Tumbuhan Paku Bagi Kehidupan


Dampak Dalam Penggunanan Pestisida

Kita mengetahui bahwa pestisida sangat berguna dalam membantu petani merawat pertaniannya. Pestisida dapat mencegah tanaman cabai dari serangan OPT. Hal ini berarti jika para petani menggunakan pestisida, hasil panen tanaman cabai akan meningkat dan akan membuat hidup para petani cabai menjadi semakin sejahtera. Dengan adanya pemahaman tersebut, pestisida sudah digunakan di hampir setiap lahan pertanian.Tetapi. Di lain pihak dengan penggunaan pestisida , maka kehilangan hasil akibat OPT dapat ditekan, tetapi menimbulkan dampak terhadap lingkungan.


Memang dapat diakui , pestisida banyak memberi manfaat dan keuntungan. Diantaranya, cepat menurunkan populasi jasad penganggu tanaman dengan periode pengendalian yang lebih panjang, mudah dan praktis cara penggunaannya, mudah diproduksi secara besar-besaran serta mudah diangkut dan disimpan. Manfaat yang lain,  secara ekonomi  penggunaan pestisida relatif menguntungkan. Namun, bukan berarti penggunaan pestisida tidak menimbulkan dampak buruk.

Artikel Lainnya : √ Peranan Bryophytha : Ciri, Reproduksi, Karakteristik dan Klasifikasi


Dampak Negatif Penggunanan Pestisida

  1. Punahnya Spesies
  2. Peledakan Hama
  3. Kesuburan Tanah Dapat Berkurang
  4. Merusak Keseimbangan Ekosistem
  5. Resurgensi Hama

Dampak Positif Penggunanan Pestisida

  • Mudah diperoleh dan dapat memberikan dalam keuntungan ekonomi terutama dalam jangka pendek
  • Dapat di hasilkan dalam waktu yang singkat
  • Dapat di aplikasikan setiap waktu
  • Dapat di aplikasi dengan mudah
  • Dapat di hasilkan di area yang luas dengan waktu yang singkat

Dampak Terhadap Kesehatan Manusia

  1. Pestisida dapat meracuni manusia tidak hanya pada saat pestisida digunakan, tetapi juga pada saat mempersiapkan atau sesudah melakukan penyemprotan.
  2. Paru Paru dan Sistem Pernafasan : Dapat menyebabkan iritasi pada luka bakar, dalam bahan kimia dalam paru paru yang dapat menyebabkan udema pulmoner (paru paru berisi air)
  3. Hati : Kebanyakan bahan kimia menggalami metabolisme dalam hati dan olehkarenanya maka banyak bahan kimia yang berpotensi merusak sel-sel hati.
  4. Sistem Saraf : Pemaparan terhadap bahan kimia tertentu dapat memperlambat fungsi otak
  5. Ginjal dan saluran kencing : Efek bahan kimia terhadap ginjal meliputi gagal ginjal sekonyong-konyong (gagal ginjal akut)

Artikel Lainnya : √ Ciri Protozoa : Pengertian, Bentuk, Habitat dan Cara Reproduksi


Jenis Jenis Pestisida

  • Insektisida

Insektisida merupakan pestisida untuk memberantas serangga, seperti nyamuk, kecoak, kutu busuk, rayap, semut, belalang, wereng Ulat dan lain sebagainya.

  • Herbisida

Herbisida merupakan pestisida untuk mencegah dan mematikan gulma atau tumbuhan pengganggu, seperti eceng gondok, rumput teki, dan alang-alang.

  • Nematisida

Nematisida adalah pestisida untuk memberantas hama cacing. Hama yang dapat merusak akar pada tumbuhan.

  • Fungisida

Fungisida adalah pestisida untuk memberantas jamur (fungi). Contoh fungisida adalah timbel (I)

  • Rodentisida

Rodentisida adalah pestisida untuk memberantas binatang pengerat, misalnya tikus.

Artikel Lainnya : √ Struktur Bakteri : Pengertian, Klasifikasi, Ciri, Bentuk dan Jenisnya


Kandungan Zat Kimia Pestisida

Organofosfat

Organofosfat berasal dari H3PO4 (asam fosfat). Pestisida kelompok organofosfat membentuk kelompok insektisida besar, menggantikan hidrokarbon terklorinasi yang memiliki sifat sebagai berikut:

  1. Efektif terhadap serangga yang resisten terhadap hidrokarbon chorinatet.
  2. Tidak menyebabkan pencemaran lingkungan jangka panjang
  3. Ini tidak memiliki efek jangka panjang pada organisme non-target
  4. Lebih toksik pada hewan vertebrata dibandingkan dengan senyawa organoklorin.
  5. Ini memiliki cara untuk menghambat fungsi enzim cholinesterase.

Artikel Lainnya : √ Sifat, Ciri dan Faktor Terbentuknya Pasar Oligopoli

Lebih dari 50.000 komponen organofosfat telah disintesis dan diuji aktivitas insektisida mereka. Tetapi tidak lebih dari 500 spesies digunakan saat ini. Semua produk organofosfat ini memiliki efek toksik ketika tertelan, yang sama dengan tujuan penggunaannya untuk membunuh serangga.


Beberapa jenis insektisida digunakan untuk keperluan medis seperti fisostigmin, edroprium, dan neostigmin yang digunakan untuk aktivitas kolinomimetik (efek seperti asetilkolin). Obat ini digunakan untuk mengobati penyakit neuromuskuler seperti myastinea gravis, Fisostigmine juga digunakan sebagai penangkal untuk pengobatan toksisitas dengan penggunaan zat antikolinergik (misalnya antidepresan, trispylik, atrofin, dll).

Demikian pembahasan dari kami Murid.Co.ID tentang Dampak Positif dan Negatif Pestisida : Jenis, Pengertian, Kandungan Zat Semoga bermafaat jangan lupa di share ke sesama teman untuk bahan referensi anda belajar semoga bermanfaat terima kasih