Pengertian Desain Grafis, Prinsip Dan Metode yang di Gunakan

Halo sahabat Murid.Co.ID di kesempatan ini kami akan membahas mengenai Desain grafis. Tidak dipungkiri desain sangat melekat dengan kehidupan sehari-hari. Desain bukan digunakan untuk mempercantik suatu kemasan, tetapi desain juga merupakan sebuah hal yang digunakan untuk komunikasi secara nonverbal. Mari kita kupas mengenai desain grafis.

Pengertian Desain Grafis, Prinsip Dan Metode yang di Gunakan
Pengertian Desain Grafis, Prinsip Dan Metode yang di Gunakan

Pengertian Desain Grafis

 
Desain grafis, juga dikenal sebagai desain komunikasi, adalah senidan praktik perencanaan dan proyeksi gagasan dan pengalamandengan konten visual dan tekstual.  Bentuk yang diambil dapatberupa fisik atau virtual dan dapat mencakup gambar, kata, ataugrafik.  Pengalaman dapat terjadi dalam waktu instan atau dalamjangka waktu yang lama.  Pekerjaan tersebut dapat terjadi padaskala apa mulai dari desain satu prangko hingga sistemrambu pos nasional. Ini dapat ditujukan untuk sejumlah kecilorang, seperti buku atau desain pameran satu kali atau edisiterbatas, atau dapat dilihat oleh jutaan orang, seperti dengankonten digital dan fisik yang saling terkait dari sebuah organisasiberita internasional.  Bisa juga untuk tujuan apa baikkomersial, pendidikan, budaya, atau politik. 

Desain grafis menurut para ahli

Suyatno

Suyatno  mendefinisikan desain grafis adalah aplikasi dariketerampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis danindustri. Aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualanproduk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk danperusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi dan secaravisual menyempurnakan pesan dalam publikasi. 

 

Danton Sihombing

Danton  Sihombing  mendefinisikan desain grafis untukmemperkerjakan elemen seperti marka, simbol, uraian  verbalyang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar baik denganteknik fotografi maupun ilustrasi. 

 

Jessica Helfand

Jessica Helfand mendefinisikan desain grafis merupakan kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-elemen ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau sesuatu yang mudah diingat.

 

Prinsip Desain Grafis

Desain grafis memiliki 5 elemen dasar dalam pembuatan sebuah komunikasi yang nantinya akan dibagikan kepada komunikan lainnya. Tujuannya adalah agar informasi yang kita berikan tersampaikan dengan baik. Berikut merupakan 5 prinsip yang mendasari desain grafik.

 

Keseimbangan (balance)

Keseimbangan merupakan poin penting dalam kesuksesan desain grafis. Keberhasilan sebuah desain ditentukan oleh keseimbangan dalam penyajian gambar, warna, kontras dan lainnya. Agar mendapat keseimbangan yang sempurna, hal yang bisa dilakukan adalah mengatur berat visual masing-masing elemen.

Secara garis besar keseimbangan dalam desain grafis dibagi menjadi dua bagian yaitu:

 

Keeseimbangan simetris

Keseimbangan simetris terjadi apabila berat visual yang disajikan dari masing–masing elemen terbagi secara merata baik segi vertikal, horizontal maupun radial. Gaya seperti mengandalkan keseimbangan berupa dua elemen yang hampir sama dengan sisi yang berbeda.

 

Keseimbangan Asimetris

Kebalikan dari keseimbangan simetris, keseimbangan jenis ini tidak terpaku pada kesamaan berat visual dari elemen desain. Terkesan tidak merata di poros tengah halaman. Gaya seperti ini mengandalkan permainan seperti skala,  kontras dan warna untuk mencapai keseimbangan dengan tidak beraturan.

 

Kesatuan (unity)

Secara defintif kesatuan berati “kesinambungan antara beberapa elemen yang tampak tidak menyatu dan harmonis dalam sebuah desain”. Kesatuan memiliki peran yang penting dalam penyajian informasi. Dalam branding dikatakan bahwa kesatuan dapat membentuk karakter, memunculkan suatu ingatan dan menciptakan perbedaan. Bisa kita lihat dari beberapa perusahaan di Indonesia. Mereka menggunakan strategi warna untuk menjadi karakter brand mereka agar dapat dikenali dan dibedakan oleh konsumen nantinya.

 

Ritme (rhythm)

Ritme dalam desain grafis mengacu dalam pengulangan unsur visual dengan jarak tertentu yang menciptakan suatu pola atau tekstur pada desain. Irama ini dapat muncul atau diciptakan melalui repitisi dan visual. Reptisi merupakan penyusunan unsur visual yang diulang secara konsisten, visual sendiri memiliki arti pengulangan unsur visual yang disertai dengan perbuahan ukuran,  bentuk, ataupun posisi. Contoh dari irama adaah gerak ombak laut, dan kaca-kaca jendela bangunan tinggi.

 

Prioritas dan Penekanan

Dalam menyampaikan pesan dalam desain, terdapat informasi yang harus diutamakan dibanding dengan informasi lainnya. Dalam desain sendiri perlu menekankan unsur-unsur visual. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan diantaranya adalah penggunaan huruf yang tebal dan lebih besar, pemberian kontras, atau gerakan yang kontra. Istilah dari penekanan atau focal point merupakan penonjolan dari suatu elemen visual untuk menarik perhatian komunikan. Maksud dari pemberian penekanan pada desain sendiri adalah untuk mengurangi kejenuhan.

Proporsi

Proporsi adalah perbandingan dimensi bentuk yang merupakan hubungan antara satu elemen dengan elemen lainnya. proporsi dapat diartikan sebagai perubahan ukuran tanpa perubahan ukuran panjang, lebar maupun tinggi sehingga gambar dengan perubahan proposi sering terlihat distorsi.

 

Metode dalam Desain Grafis

Explosing

Maksud eksplosing disini adalah mencari inspirasi dengan berfikir kritis untuk mendapatkan inspirasi dari ide yang belum pernah dibuat sebelumnya. Tujuannya adalah sebuah karya yang nantinya akan kita buat akan bersifat orisinal dan tentunya berbeda dengan lainnya.

Redefining

Redefining merupakan mengolah kembali suatu bentuk desain agar menjadi bentuk yang lebih baik dan berbeda. Tujuan dari ini adalah mempermudah proses penyampaian informasi yang telah dibuat. Ketika kita membuat suatu desain tetapi informasi itu tidak sampai kepada komunikan perlu diadakan redefining sebagai solusinya.

Managing

Managing merupakan menciptakan desain dengan berkelanjutan dan secara terus menerus. Penciptaan desain secara produktif akan mengasah kemampuan kita dalam memahami dan menemukan trik baru dalam pengolahan informasi menjadi sebuah visual.

Phototyping

Phototyping yaitu memperbaiki atau memodifikasi desain warisan dari generasi yang sebelumnya. Tujuannya adalah pembaharuan dari desain yang telah ada agar desain tersebut dapat tersampaikan dengan baik.

Trendspotting

Trendspotting merupakan membuat suatu desain berdasarkan tren yang sedang berkembang. Metode ini sering digunakan untuk mengurangi kejenuhan dalam visual dari sebuah komunikasi yang bersifat fresh dan mengikuti arus yang sedang berlangsung. Hal ini akan membuat desain yang kita buat memang benar untuk mengikuti perkembangan yang ada.

Itulah penjelasan dari kami tentang pengetiang,prinsip dan metode pada desain grafis, semoga penjelasan kami dapat menjadi referesi Sahabat   Murid.Co,ID, baca juga artikel terkait lainnya

 

Send this to a friend