Manfaat Reboisasi

Pengertian Reboisasi

Reboisasi adalah upaya pembuatan tanaman jenis pohon hutan pada kawasan hutan rusak yang berupa lahan kosong atau terbuka, alang-alang, atau semak belukar untuk mengembalikan fungsi hutan.

Reboisasi tersebut berkaitan dengan adanya sebuah proses penghijauan,  dengan menjalankan penggalakan penghijauan sehingga akan membuat lingkungan sekeliling akan lebih sejuk untuk ditinggali, membuat air tesedia serta akan terjamin dalam peningkatan kesuburan tanah, serta juga kegiatan atau aktivitas raboisasi dapat menurunkan pemanasan global. Kerajaan Singasari

Pemeliharaan tanaman adalah perlakuan terhadap tanaman dan lingkungannya dalam luasan dan kurun waktu tertentu agar tanaman tumbuhan sehat dan berkualitas sesuai dengan standar hasil yang ditentukan.

Pengertian Reboisasi Beserta Tujuan, Manfaat dan Fungsinya
Pengertian Reboisasi Beserta Tujuan, Manfaat dan Fungsinya

Pengertian Reboisasi Menurut Para Ahli

Berikut ada pengertian reboisasi menurut para ahli

  1. PP No. 35 Tahun 2002

Menurut PP No. 35 Tahun 2002 Definisi reboisasi merupakan suatu aktivitas atau kegiatan dalam menanam pohon pada kawasan hutan yang sudah rusak atau pada lahan kosong yang biasanya itu berisi alang-alang serta juga semak belukar agar fungsi lahan itu dapat dikembalikan sebagaimana mestinya dengan sangat maksimal.

  1. Kepmenhut 797/Kpts-II/Tahun 1998

Menurut Kepmenhut 797/Kpts-II/Tahun 1998, Definisi reboisasi merupakan suatu aktivitas atau kegiatan peremajaan pohon serta suatu penanaman kembali pohon dikawasan hutan yang sudah rusak dan kegiatan atau aktivitas ini dilakukan sebagai aktivitas penunjang keselamatan hutan. Syarat Integrasi Sosial Penanaman hutan tersebut juga dilakukan pada pohon yang memang diperuntukkan untuk menjadi hutan maupun lahan hijau.

  1. Kepmenhutbun No. 778/menhutbun V/Tahun 1998

Menurut Kepmenhutbun No. 778/menhutbun V/Tahun 1998, Definisi reboisasi merupakan aktivtas atau kegiatan untuk dapat memulihkan kembali dan juga dalam meningkatkan produktivitas hutan yang kondisinya sudah sangat buruk dan rusak atau juga pada lahan yang masih kosong.

Reboisasi tersebut juga dilaksankan supaya tanah-tanah tersebut dapat menjadi tanah yang lebih subur serta juga bisa menyerap air sehingga dapat menimbulkan banyak manfaat bagi umat manusia serta kehidupan pada bumi ini.

  1. Kepdirjen No. 16/Kpts/V/Tahun 1997

Menurut Kepdirjen No. 16/Kpts/V/Tahun 1997, Definisi reboisasi merupakan aktivitas atau kegiatan menanam kembali serta memulihkan fungsi hutan sebagaimana sedia kalah dengan mengacu pada aturan yang sudah ditetapkan.

  1. Manan (1976) dan Supriyanto (1984)

Menurut Manan dan Supriyanto, Definisi reboisasi merupakan suatu aktivtas atau kegiatan menanam pada lahan kosong tetapi bukan merupakan hutan melainkan lahan milik pribadi maupun milik rakyat serta ditanam dengan jenis pepohonan yang keras.

Contohnya seperti pohon buah seperti mangga, rambutan, petai, jeruk, sengon serta lain-lain. Hal tersebut dilakukan sebab biasanya lahan pribadi itu hanya ditanami dengan tanaman lunak contohnya sepertinya sayuran dimana tanaman tersebut tidak dapat menguatkan tanah sedangkan dengan tumbuhan keras dapat membuat tanah lebih kuat serta lebih subur dan tentu bisa juga mencegah membantu dalam berbagai bencana alam.

  1. Manan (1978)

Menurut Manan Definisi reboisasi merupakan suatu aktivtas atau kegiatan penghutanan kembali pada lahan yang sudah gundul serta terdapat bekas tebangan ataupun pada lahan-lahan kosong yang terapat di dalam hutan.

  1. Kadri dkk (1992)

reboisasi  merupakan suatu upaya dalam pembangunan hutan yang baru pada suatu wilayah atau area hutan yang telah/sudah dilakukan suatu pebangan habis ataupun juga tebang pilih, serta juga pembangunan hutan pada lahan kosong yang terdapat pada area hutan tersebut.


Manfaat Reboisasi

Adapun penghijauan ini mempunyai peran dan juga fungsi penting didalam kelestarian lingkungan, Manfaat penghijauan ini dapat dikelompokkan dalam beberapa bagian, ialah sebagai berikut :

  • Manfaat Secara Hidrologis

Pohon yang ditanam didalam penghijauan akan mempunyai kemampuan untuk dapat menyerap dan juga menyimpan air.

Dengan demikian banyaknya pohon yang ditanam akan semakin banyak pula air yang tersimpan didalam tanah baik untuk dimanfaatkan oleh makhluk hidup (termasuk manusia), cadangan air di musim kemarau, ataupun mencegah terjadinya banjir.

  • Manfaat Secara Orologis

Manfaat secara Orologis alah kemampuan pada akar pohon dalam mencegah erosi atau juga pengikisan tanah baik oleh air maupun angin.

  • Manfaat Secara Ekologis

Secara ekologis (keseimbangan lingkungan) ialah pepohonan hasil penghijauan akan menjadi salah satu komponen terbaik biotik yang tidak terpisahkan didalam suatu lingkungan. komponen biotik bersama abiotik inilah yang akan saling bersinergi untuk dapat menciptakan lingkungan yang seimbang dan juga selaras.

  • Manfaat Secara Klimatologis

Secara klimatologis ialah penghijauan akan menyerap karbondioksida (CO2) dan juga akan menghasilkan oksigen (O2) lewat proses fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan. Proses ini akan meningkatkan kualitas udara sekaligus dapat mencegah dampak pemanasan global.

  • Manfaat Secara Edaphis

Secara edaphis ialah pohon-pohon yang ditanam akan menjadi tempat hidup, tempat tinggal, tempat berkembang biak dan juga mencari makan bagi berbagai spesies hewan.

  • Manfaat Secara Estetis

Secara estetis (keindahan) ialah penghijauan akan dapat mempercantik suatu kawasan ataupun tempat.

  • Manfaat Secara Protektif

Secara protektif ialah penghijauan ini akan dapat memberikan perlindungan baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepada manusia.

Secara langsung ialah melindungi dari terik matahari, angin kencang, penahan debu, dan juga peredam suara. dan Secara tidak langsung ialah akan melindungi dari bencana banjir dan juga kekeringan (terkait dengan manfaat hidrologis).

  • Manfaat Secara Higienis

Secara higienis ialah penghijauan ini akan menjadi penyaring udara dimana pepohonan akan dapat menyerap karbondioksida serta juga mengeluarkan oksigen. Manfaat Kerjasama Internasional

Pepohonan ini pun akan mempunyai kemampuan untuk dapat menyerap berbagai jenis racun yang ada di udara. Selain itu pada akar-akar pepohonan akan mampu untuk menyerap dan juga menyaring air dalam tanah tanah sehingga menjadi layak dikonsumsi.

  • Manfaat Secara Edukatif

Secara edukatif ialah pohon dari hasil penghijauan akan mampu untuk menjadi laboratorium alam yang dapat digunakan sebagai media belajar dan juga penelitian.

  • Manfaat Secara Rekreatif

Secara rekreatif, ialah kawasan yang telah dilakukan proses penghijauan akan mempunyai daya tarik estetis tersediri yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi dan juga hiburan.

  • Manfaat Secara Ekonomis

Secara ekonomis ialah pohon-pohon hasil reboisasi akan dapat mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Baik itu pada tanaman bunga, buah, batang, akar, dan juga berbagai bagian pohon lainnya.


Tujuan Reboisasi

Tujuan utama dari reboisasi biasanya untuk menumbuhkan hutan, dengan tujuan memulihkan manfaat lingkungan dan ekonomi yang mereka berikan, namun kegiatan reboisasi juga dapat memberikan banyak manfaat sosial.

Dari bibit tumbuh untuk penanaman dan budidaya mereka, proyek-proyek reboisasi ekologis tidak hanya meningkatkan lingkungan lokal dari orang-orang yang tinggal di sana, tetapi juga berfungsi sebagai kendaraan untuk mendidik dan memberdayakan baik.


Fungsi Reboisasi

Fungsi dari  penanaman hutan kembali (reboisasi) antara lain ialah sebagai berikut:

  1. Sebagai pelestarian Sumber Daya Alam (SDA)

Unsur tata lingkungan biofisik yang nyata serta juga mempunyai potensi dalam memenuhi keperluan manusia, yang bertujuan untuk dapat  mempertahankan kelangsungan hidupnya. Maka perbuatan eksploitasi tersebut harus diikuti dengan peraturan didalam memanfaatkan serta juga melestarikan dari sumber daya alam (SDA).

  1. Untuk mengurangi pencemaran lingkungan

Pencemaran lingkungan hidup khususnya pencemaran pada udara karena polusi asap kendaraan bermotor serta juga pabrik industri, dengan tingginya pengguna kendaraan bermotor serta aktivitas industri seperti pabrik dan juga pertambangan sudah banyak yang merusak ekosistem hidup, Oleh karena itu harus dilakukan (reboisasi) atau penanaman kembali atau untuk saat ini lebih dikenal dengan dengan kegiatan Go Green yang dilakukan dalam upaya dapat mencegah atau mengatasi global warming.

  1. Sebagai Pelestarian Hutan

sebagai pelestarian hutan serta juga pencegahan terhadapat suatu bencana contohnya banjir, longsor serta bencana alam lainnya.

  1. Sebagai peningkatan SDA (Sumber Daya Alam) serta Juga Pelestarian

Sebagai peningkatan SDA (Sumber Daya Alam) serta juga pelestarian sebagai berikut ini :

  • Penghasil Kayu Bangunan

Dihutan tumbuhan beraneka spesies pohon yang menghasilkan kayu dengan berbagai kualitas dan ukuran yang dapat digunakan untuk bahan bangunan.

  • Cadangan Karbon

Salah satu fungsii hutan yang penting adalah sebagai cadangan karbon dialam karna karbon disimpan dalam bentuk biomassa vegetasinya.

  • Habitat Bagi Fauna

Konversi hutan menjadi bentuk penggunaan lahan lainnya akan menurunkan populasi flora dan fauna yang sensitif.

  • Lahan

Hutan menempati ruang dalam bumi yang terdiri dari komponen tanah, hidrologi, udara atau tmosfer, iklim yang dinamakan lahan.


Jenis – Jenis Reboisasi Hutan

Berikut ada beberapa jenis reboisasi hutan, diantaranya sebagai berikut ini :

  1. Hutan Lindung

Hutan lindung adalah hutan yang perlu dibina dan dipertahankan sebagai hutan dengan penutupan vegetasi secara tetap untuk kepentingan hidrologi.

  1. Hutan Suaka Alam

Hutan suaka alam adalah hutan yang perlu dipertahankan dan dibina keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa

  1. Hutan Wisata

Hutan wisata adalah hutan yang dipertahankan dengan maksud untuk mengembangkan pendidikan dan rekreasi.

  1. Hutan Konversasi

Hutan konversasi adalah hutan yang dipertahankan untuk keberadaan keanekaragaman jenis plasma nutfah dan tempat hidup dan kehidupan satwa tertentu

  1. Hutan Produksi

Hutan produksi adalah kawasan hutan yang diperuntukkan sebagai kebutuhan perluasan, pengembangan wilayah sebagai kebutuhan perluasan, pengembangan wilayah misalnya transmigrasi pertanian dan perkebunan.


Usaha Penyelamatan Sumber Daya Alam Hayati

  1. Penyelamatan dan Pembaruan

Beberapa usaha penyelamatan atau pembaruan sumber datya alam hayati antara lain :

  • Budidaya, yaitu suatu carameningkatkan jumlah dan kualitas makhluk hidup
  • System tebang pilih yaitu suatu cara eksploitasi tanaman kayu dengan memilih tanaman yang bila ditebang tidak sangat berpengaruh terhadap ekosistem.
  • Peremajaan tanaman yaitu usaha mempertahankan atau meningkatkan hasil dengan mempersiapkan tanaman pengganti. Sebab Khusus Perang Dunia II
  • Reboisasi atau penghijauan yaitu suatu usaha untuk menanami lahan yang kosong atau tandus.

Contohnya: menanam jambu mete atau jati di pegunungan kapur.

  • Penangkapan musiman yaitu dilakukan penangkapan pada saat populasi dalam tingkat tinggi dan tidak pada saat kondisi yang dapat menyebabkan kepunahan.

Contohnya: tidak berburu pada saat berkembang biak.

  1. Kepunahan Jenis Hewan dan Tumbuhan

Kepunahan jenis hewan, tumbuhan dalam suatu ekosistem dapat terjadi karena perbuatan manusia dapat merusak ekosistem sebagai berikut :

  • Perburuan dan penangkapan jenis hewan tertentu secara terus menerus akan  Menyebabkan kepunahan.
  • Penangkapan ikan atau udang secara terus menerus apalagi menggunakan bahan peledak zat kimiawi maupun listrik karena cara tersebut akan mematikan mulai dari telur hingga dewasa dan dapat merusak lingkungan hidupnya.
  • Penebangan dan pembakaran hutan secara liar akan merusak dan menghilangkan berbagai jenis hewan dan tumbuhan.

Langkah dalam Mewujudkan Upaya Reboisasi dan Penghijauan

  • Langkah – Langkah Reboisasi

Luas lahan hutan di Indonesia adalah 140,3 juta ha dan merupakan salah satu hutan hujan tropis terbesar di dunia. Namun, jumlah ini terus berkurang setiap tahun akibat terjadi banyaknya penebangan liar, aktivitas pertambangan dan perladangan berpindah.Peran Indonesia Kerja Sama Ekonomi Internasional

Menurut FAQ, laju kerusakan hutan di Indonesia mencapai 1.315.000 ha per tahun atau setiap tahunnya luas area hutan berkurang sebesar 1%. Daerah-daerah yang paling cepat kerusakan hutannya adalah Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan sebagian Pulau Jawa.

Kondisi hutan yang rusak dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan bumi untuk mengubah karbon dioksida menjadi oksigen. Selain itu, hutan yang kehilangan sebagian besar vegetasinya dapat menyebabkan erosi yang terjadi terus-menerus sehingga tanah kehilangan kesuburannya. Jenis Konflik Sosial Secara Lengkap Kerusakan hutan juga menyebabkan ketidakseimbangan alam dan hewan kehilangan habitatnya.

Reboisasi diperlukan dalam upaya mengatasi kerusakan hutan. Dengan dilakukannya reboisasi, hutan akan kembali mendapatkan vegetasinya, menciptakan kondisi udara yang sejuk serta mencegah berbagai dampak buruk yang ditimbulkan oleh kerusakan hutan.


Langkah Dalam Mewujudkan Upaya Reboisasi

Berikut ini adalah beberapa langkah dalam mewujudkan upaya reboisasi.

  1. Persiapan, meliputi penentuan lokasi sasaran reboisasi, penyiapan organisasi pelaksana, penyusunan tata waktu kegiatan dan pembagian kerja, membersihkan area reboisasi dari konflik agar penanaman dapat berjalan lancar melalui sosialisasi rencana penanaman, menyiapkan bahan dan alat pengukuran (GPS/alat ukur theodolit, kompas, altimeter dan lain-lain) Lembaga Sosial serta menentukan pola tanam.
  2. Membuat lubang untuk tanaman sesuai pola tanam dan menyiapkan pupuk dasar.
  3. Bibit tanaman harus dalam keadaan sehat dan memenuhi standar dan terlebih dahulu ditanam di tempat penampung sementara. Tanaman yang dapat digunakan untuk reboisasi antara lain sebagai berikut.
  • Jati (Tectona grandis)
  • Jelutung (Dyera costulata)
  • Jabon (Anthocepalus cadamba)
  • Sungkai (Peronema cannescens)
  • Meranti (Shore sp)
  • Kemiri (Aleurites molucua)
  • Tusam/Pinus (Pinus merkusii)
  1. Bibit tanaman dilepas dari tempat penampung sementara kemudian dipindahkan ke lubang yang telah dibuat serta diberi pupuk.
  2. Melaksanakan pemeliharaan tanaman yang intensif untuk membersihkan area tanaman dari bahan yang mudah terbakar.
  3. Melaksanakan pengawasan secara periodik untuk mendeteksi bahaya kebakaran secara dini agar dapat diambil tindakan yang tepat.
  4. Meningkatan partisipasi masyarakat dalam pengamanan hutan antara lain melalui kegiatan penerangan dan penyuluhan.
  • Langkah Dalam Mewujudkan Upaya Penghijauan

Berikut ini adalah beberapa langkah dalam mewujudkan upaya penghijauan.

  1. Upaya penghijauan dapat dimulai dari lingkungan sekitar kita seperti halaman rumah. Kita dapat memanfaatkan lahan yang ada untuk ditanami dengan tumbuhan hijau, misalnya tanaman hias, tanaman obat dan tanaman berkulit keras. Lahan di sekitar tempat tinggal kita seperti kompleks perumahan juga dapat kita manfaatkan untuk penghijauan dengan menanam tanaman yang serupa. Strategi Pemasaran
  2. Penanaman tumbuhan hijau yang bermanfaat di halaman rumah dapat kita dikembangkan menjadi kebun mini yang terdiri dari tanaman sayur dan buah (warung hidup) serta tanaman obat (apotek hidup). Dengan mengembangkan kebun mini di halaman rumah, kita dapat menghemat pengeluaran anggaran rumah tangga sehingga menjauhkan kita dari sifat konsumtif.
  3. Teknik penanaman hidroponik dapat menjadi solusi penghijauan selanjutnya apabila lahan yang kita punya tidak cukup memadai untuk ditanami tumbuhan hijau. Teknik penanaman hidroponik adalah teknik menanam tanpa menggunakan tanah, melainkan menggunakan benda lain seperti sabut kelapa yang diberi unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan hijau.
  4. Penghijauan di lingkungan sekolah juga sangat dibutuhkan. Kondisi udara yang sejuk, nyaman dan segar di lingkungan sekolah dapat mengoptimalkan proses belajar mengajar siswa. Mobilitas Sosial Penerapan penghijauan lingkungan sekitar harus diterapkan kepada siswa sejak dini demi terwujudnya generasi yang peduli terhadap lingkungan. Sekolah adalah tempat yang tepat untuk menerapkan pentingnya penghijauan kepada siswa selain di rumah.
  5. Pembuatan taman kota serta hutan kota dapat mengoptimalkan upaya penghijauan, tentunya dengan partisipasi masyarakat. Keberadaan taman kota serta hutan kota juga dapat mengurangi tingkat polusi udara serta dapat menjadi sarana rekreasi bagi masyarakat.
  6. Disiplin membuang sampah pada tempatnya dapat mendukung upaya penghijauan. Lingkungan yang telah kita tanami oleh tumbuh-tumbuhan hijau tentunya tidak boleh tercemari oleh limbah maupun sampah, karena dapat menimbulkan pemandangan yang tidak sedap. Kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan dalam masalah ini. Apabila masyarakat dengan sadar tidak membuang sampah sembarangan, tentu dampak positifnya juga dirasakan oleh masyarakat itu sendiri. Perubahan Sosial dan Kebudayaan
  7. Upaya penghijauan harus mendapatkan dukungan dari pemerintah serta kerja sama masyarakat dengan pemerintah demi terciptanya lingkungan hidup yang diidamkan dan menyejahterakan masyarakat.

Pelaksanaan Penanaman Reboisasi

  • Persiapan Lapangan

Sebelum kegiatan penanaman dilakukan dilapangan, perlu adanya persiapan yang baik dalam rangka pencapaian keberhasilan tanaman yang disesuaikan dengan rancangan.

  • Kegiatan persiapan lapangan meliputi

  1. Penyiapan dokumen rancangan pembuatan tanaman untuk lokasi petak sasaran
  2. pembuatan tanaman reboisasi.
  3. Penyiapan organisasi pelaksanaan dan koordinasi dengan pihak terkait untuk lokasi dan luas areal yang akan direboisasi, serta penyusunan tata waktu kegiatan dan pembagian kerja yang rasional.
  4. Penyiapan areal reboisasi dari konflik agar penanaman dapat berjalan lancer melalui
  5. sosialisasi rancangan penanaman.
  6. Penyiapan bahan dan alat ukur (GPS / alat ukur theodolit, kompas, altimeter dan lain-lain)
  7. dan perlengkapan kerja.
  8. Pengukuran ulang batas – batas lokasi. Pemancangan patok, pembuatan gubuk kerja, papan
  9. nama dan penyiapan lahan dalam rangka penerapan pola tanaman yang sesuai dalam petak tanaman, pembuatan jalan.
  10. Pemasangan air dan penentuan arah / letak tanaman sesuai dengan rancangan. Pola
  11. tanaman dapat dilakukan secara cemplongan atau sistim jalur sesuai dengan kantour secara merata diseluruh petak, menyesuaikan keadaan lapangan.
  12. Penyiapan bibit pada tempat penampungan sementara.

Demikian materi dari kami tentang Tujuan dan Manfaat dari Reboisasi secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat, jangan lupa di share sobat Murid.Co.iD