Manfaat Madu

Pengertian Madu

Madu adalah cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Jika Tawon madu sudah berada dalam sarang nektar dikeluarkan dari kantung madu yang terdapat pada abdomen dan dikunyah dikerjakan bersama tawon lain, jika nektar sudah halus ditempatkan pada sel, jika sel sudah penuh akan ditutup dan terjadi fermentasi.

Rasa manis madu disebapkan oleh unsur monosakarida fruktosa dan glukosa, dan memiliki rasa manis yang hampir sama dengan gula. Madu memiliki ciri-ciri kimia yang menarik, dioleskan jika dipakai untuk pemanggangan.

Manfaat Madu
Manfaat Madu

Madu memiliki rasa yang berbeda daripada gula dan pemanis lainnya. Kebanyakan mikroorganisme tidak bisa berkembang di dalam madu karena rendahnya aktivitas air yang hanya 0.6.

Sejarah penggunaan madu oleh manusia sudah cukup panjang. Dari dulu manusia menggunakan madu untuk makanan dan minuman sebagai pemanis atau perasa. Aroma madu bergantung pada sumber nektar yang diambil lebah.


Klasifikasi Lebah Madu

Lebah mengubah nektar pada tanaman menjadi madu dan disimpan dalam sarang madu (Suranto, 2004). Zat khusus pada lebah yang memiliki fungsi dalam proses pemecahan gula yaitu cairan saliva lebah yang mengandung enzim-enzim hidrolase.

Enzim invertase yang ditambahkan lebah ketika meminum dan memuntahkan kembali madu berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa (Codex Alimentarius Commision, 1983/1984).

Klasifikasi Lebah Madu
Klasifikasi Lebah Madu

Klasifikasi lebah adalah sebagai berikut:

  • Kerajaan : Animalia
  • Filum : Arthropoda
  • Kelas : Insecta
  • Ordo : Hymenoptera
  • Famili : Apidae
  • Genus : Apis
  • Spesies : Apis cerana, Apis florae, Apis dorsata, Apis andreniformis, Apis laboriosa, Apis mellifera, dan Apis koschevnikovi (Pusat Perlebahan Apiari Pramuka, 2002).

Tabel 1. Komposisi Kimia Madu per 100 gram (Suranto, 2004)

Komposisi

Jumlah
Kalori 328 kal
Karbohidrat 82,4 g
Kadar air 17,2 g
Protein 0,5 g
Abu 0,2 g
Lemak 0,1 g
Asam total 43,1 mg
Tembaga 4,4-9,2 mg
Fosfor 1,9-6,3 mg
Magnesium 1,2-3,5 mg
Niasin 0,20 mg
Thiamin 0,1 mg
Besi 0,06-1,5 mg
Mangan 0,02-0,4 mg
Riboflavin 0,02 mg
pH 3,4-4,5

Madu memiliki kandungan glukosa (dekstrosa) dan fruktosa (levulosa) dalam jumlah yang tinggi serta mudah diserap oleh usus. Madu mengandung lysozyme yang berfungsi sebagai senyawa antibakteri terhadap bakteri gram negatif seperti Bacillus cereus dan S. aureus (Winarno, 1982). Nilai pH pada madu untuk madu palsu yaitu 2,4-3,3 sedangkan madu asli yaitu 3,4-4,5. Keasaman pada madu berfungsi sebagai antibakteri dan menginaktif enzim diastase (Ardilles, 2011).

Standar mutu madu didasarkan pada kandungan gula pereduksi total yang terdiri dari glukosa dan fruktosa dengan jumlah minimal 60%. Gula pereduksi di dalam madu selain glukosa dan fruktosa adalah maltosa dan dekstrin (Purbaya, 2002). Fungsi glukosa di dalam madu yaitu memperlancar kerja jantung dan meringankan gangguan penyakit hati.

Glukosa yang diubah menjadi glikogen berfungsi membantu kerja hati dalam menyaring racun, glukosa juga merupakan sumber energi untuk seluruh sistem jaringan otot. Fruktosa disimpan sebagai cadangan dalam hati yang digunakan bila tubuh membutuhkan dan mengurangi kerusakan hati (Purbaya, 2002).

Fruktosa dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes, sebab transportasi fruktosa ke sel-sel tubuh tidak membutuhkan insulin, sehingga tidak mempengaruhi keluarnya insulin. Fruktosa memiliki tingkat kemanisan 2,5 kali dari glukosa (Winarno, 1982).


Karakteristik Madu

Dapat Beberapa karakteristik madu diantaranya sebagai berikut ini :

  • Kadar Air

Kualitas madu ditentukan oleh kandungan kadar air di dalamnya. Apabila kadar air pada madu tinggi, maka kualitas madu menjadi rendah. Beberapa hal yang mempengaruhi kadar air dalam madu yaitu iklim, jenis nektar, dan pengolahan saat panen.

  • Sifat Higroskopis

Madu memiliki sifat higroskopis yaitu kemampuan suatu bahan untuk menarik air dari udara sekitar hingga mencapai kesetimbangan. Madu merupakan larutan gula yang lewat jenuh, sehingga bersifat higroskopis.

RH sangat mempengaruhi kadar air di dalam madu, yaitu di Negara Indonesia misalnya dengan RH 60-90%, sehingga madu di Indonesia memiliki kadar air yang tinggi seiring dengan RH yang tinggi. Madu akan menyerap air dari lingkungan, sehingga semakin encer dan mudah mengalami fermentasi.

  • Tekanan Osmosis

Sebanyak 84% padatan pada madu merupakan campuran dari monosakarida yaitu glukosa dan fruktosa. Jika organisme bersel satu masuk ke dalam medium hiperosmotik ini, maka organisme tersebut akan mati karena kehilangan cairan tubuh akibat perbedaan tekanan osmosis yang besar.

Selain itu, interaksi-interaksi yang kuat antara molekul-molekul gula dan molekul air menyebabkan sangat terbatasnya ketersediaan air untuk mikroba. Tekanan osmosis pada madu lebih besar dari 2000 miliosmols.

  • Viskositas

Madu yang baru diekstrak memiliki bentuk cairan yang kental. viskositas tergantung dari komposisi madu yaitu kandungan airnya.

  • Densitas

Kepadatan madu mengikuti gaya gravitasi sesuai berat jenis. Bagian madu yang kaya akan air dengan densitas yang rendah akan berada di atas bagian madu yang lebih padat dan kental. Oleh karena itu, madu yang disimpan terlihat memiliki lapisan.

  • Tegangan Permukaan

Madu memiliki tegangan permukaan yang rendah sehingga sering digunakan sebagai campuran kosmetik. Sifat tegangan permukaan yang rendah dan viskositas yang tinggi membuat madu mempunyai cirri khas membentuk busa.

  • Suhu

Madu memiliki sifat lambat menyerap suhu pada lingkungan yang tergantung dari komposisi dan derajat pengkristalannya. Pengadukan dan pemanasan madu harus secara hati-hati, dikarenakan madu bersifat menghantarkan panas dan mempunyai kekentalan yang tinggi, menyebabkan madu mudah mengalami overheating (kelebihan panas).

  • Warna

Warna dasar pada madu adalah kuning kecoklatan seperti gula caramel. Warna pada madu dipengaruhi oleh usia madu, sumber nektar, dan penyimpanan. Madu yang berasal dari pengumpulan nektar dengan proses yang cepat akan berwarna lebih terang dari pada yang prosesnya lambat.

Selain itu, warna dari madu juga ditentukan oleh kualitas sarang dan subspecies lebah. Madu yang mengalami kristalisasi akan berubah warna menjadi lebih terang akibat kandungan Kristal glukosa yang putih. Madu yang berwarna gelap sering digunakan untuk industry, sedangkan madu yang terang banyak dipilih sebagai makanan atau minuman.

  • Aroma

Aroma khas madu disebabkan oleh komponen volatile di dalamnya. Aroma madu bersumber dari zat yang dihasilkan sel kelenjar bunga yang tercampur dalam nektar dan proses fermentasi dari gula, asam amino, dan vitamin selama pematangan madu.

Zat aromatik madu yaitu minyak essensial, campuran karbonil (asetaldehid, formaldehid, aseton, propionaldehid, dan metal etil keton)ikatan ester (asam benzoat atau propionat), dan ikatan alcohol (eranol, propanol, butanol, isobutanol, pentanol, dan benzyl alkohol)

  • Rasa

Rasa madu disebabkan oleh kandungan asam organik, karbohidrat, dan jenis nektar. Madu mempunyai rasa manis dan agak asam. Rasa madu dapat berubah apabila disimpan pada suhu tinggi menjadi kurang enak dan masam.

  • Sifat mengkristal

Madu pada penyimpanan suhu kamar cenderung mengkristal. Kristalisasi madu merupakan akibat dari pembentukan Kristal glukosa mnohidrat yang tergantung dari komposisi dan kondisi penyimpanan madu.

Kandungan kadar air yang semakin rendah, maka kandungan glukosa pada madu menjadi semakin tinggi, sehingga proses kristalisasi semakin cepat. Selama mengkristal, kandungan air dalam madu tidak terikat dan mengakibatkan terjadinya fermentasi madu (Haryati, 2010).


Sifat Madu

Madu merupakan larutan super jenuh yang mengandung protein dan mineral dalam jumlah sedikit. Kadar air, suhu, dan jenis flora bunga mempengaruhi ciskositas pada madu. Viskositas madu akan menurun, apabila suhu dan kadar air meningkat.

Pada suhu 25°C dengan kadar air 16,5% viskositas madu jenis flosa sage adalah 115 poise, sedangkan yang jenis sweet clover viskositas madu yaitu 87,5 poise. nSuatu cairan dengan 15% madu akan menjadi beku pada suhu 1,42°C – 1,53°C, sedangkan larutan dengan 68% madu akan membeku dengan suhu -12°C. Penyimpanan madu harus dengan suhu 20-27°C.


Jenis Madu dan Manfaat Bagi Kesehatan Tubuh

Madu dapat dimanfaatkan sebagai bahan pemanis alami, kesehatan, dan kecantikan. Fungsi madu bagi kesehatan tubuh yaitu untuk menghaluskan kulit, pertumbuhan rambut, menurunkan resiko penyakit kardiovaskular, gangguan pernafasan, gangguan pendangaran, influenza, rambut rontok, kelelahan, infertilitas, infeksi saluran kemih, dan suplemen dalam meningkatkan berat badan (Kamil, 2015).

Jenis Madu
Jenis Madu
  1. Madu Randu

Madu yang merupakan madu monoflora dari bunga randu (Cheiba pentandra) dengan lebah yang dibudidaya. Madu randu memiliki warna coklat muda dan bening, serta mempunyai rasa manis sedikit masam (Kamil, 2015).

Fungsi madu randu adalah sebagai daya tahan tubuh, sariawan, menyembuhkan luka bakar, dan sebagai fungsi otak (Pusat Perlebahan Apiari Pramuka, 2002).

  1. Madu Lengkeng

Madu bunga kelengkeng mempunyai rasa dan aroma yang khas bunga kelengkeng dengan lebah yang dibudidaya. Memiliki fungsi sebagai daya tahan tubuh, memperlancar urin, fungsi ginjal, penyembuhan operasi, fungsi otak, dan menyembuhkan luka bakar (Pusat Perlebahan Apiari Pramuka, 2002).

  1. Madu Kopi

Madu kopi adalah madu yang berasal dari nektar bunga kopi dengan lebah yang dibudidaya. Berfungsi untuk daya tahan tubuh, anak susah tidur, sebagai fungsi otak, dan menyembuhkan luka bakar (Pusat Perlebahan Apiari Pramuka, 2002).

  1. Madu Mahoni

Madu jenis monoflora dari bunga mahoni dengan lebah yang dibudidaya. Madu mahni memiliki fungsi sebagai daya tahan tubuh, malaria, keputihan, fungsi otak, dan luka bakar (Pusat Perlebahan Apiari Pramuka, 2002).

  1. Madu Hutan

Madu yang berasal dari hutan dengan lebah liar yang tidak dibudidaya. Madu hutan dibagi menjadi dua jenis yaitu madu yang memiliki rasa yang pahit dari bunga Malapari dan madu yang mempunyai rasa manis berasal dari bunga Akasia atau Pinus.

Fungsi madu hutan adalah untuk menguatkan janin yang lemah di dalam rahim, meningkatkan perkembangan otak, meningkatkan nafsu makan, mengatasi penyakit tifus, radang tenggorokan, dan untuk perawatan kecantikan.

  1. Madu Kaliandra

Madu ternak yang berasal dari nektar bunga kaliandra. Pada madu kaliandra jumlah kandungan glukosa lebih tinggi dari pada fruktosa. Manfaat madu kaliandra adalah untuk meningkatkan hormon produksi, memperlancar sistem pencernaan, menyembuhkan luka bakar, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menyembuhkan tekanan darah tinggi.

  1. Madu Rambutan

Madu yang merupakan madu monoflora dari bunga rambutan. Madu rambutan berfungsi sebagai penyembuhan untuk sakit pinggang, maag, luka bakar, meningkatkan fungsi otak, mengobati anemia, menurunkan demam, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

  1. Madu Multiflora

Madu yang berasal dari beberapa jenis bunga seperti kombinasi karet dan kopi dengan lebah yang dibudidaya. Berfungsi sebagai daya tahan tubuh, anak mudah tidur, luka bakar, reumatik, dan fungsi otak (Pusat Perlebahan Apiari Pramuka, 2002).


Manfaat Madu

Madu dihasilkan oleh lebah. Madu pada umumnya mempunyai manfaat untuk menjaga tubuh tetap sehat, meningkatkan daya tahan tubuh, obat luka, serta lainnya. Ada beberapa macam jenis madu, diantaranya madu bunga ekaliptus (hutan), konon bekhasiat untuk penyakit stroke, kolesterol, kencing manis, sakit jantung, dan lever.

Ada juga madu bunga Kaliandra, yang berhasiat menambah kecerdasan fungsi otak, mempercantik wajah, stroke, kolesterol, kencing manis, sakit jantung dan lever.Selain itu, ada madu bunga rambutan, berkhasiat memperkuat kandungan bagi ibu hamil dan bayi, menambah nafsu makan, memperkuat fungsi ginjal, dan meperlancar urin.Serta madu bungan mangga, berhkasiat menghilangkan rasa mual, memperlancar fungsi otak, memperbaiki tulang dan saraf, memperlancar pencernaan.

Menurut Achir, sang ‘dokter’ penyengat, agar manfaat madu tetap terjaga, ia menyarankan agar madu jangan disimpan dalam kulkas. Karena, lanjutnya, madu itu sendiri merupakan bahan pengawet. Serta mencegah kemungkinan terjadinya pengkristalan. Untuk itu sebaiknya disimpan ditempat yang kering dan sejuk, dengan suhu sekitar 5-15 derajat celcius.

“Madu mudah menyerap udara sekelilingnya karena sifanta higroskopis. Sehingga bila suhu lembab dan dingin akan mempercepat proses fermentasi akibat peningkatan kadar air,” terangnya menutup pembicaraan.

Demikian Informasi dari kami Murid.Co.iD dalam membahasa Manfaat Madu secara lengkap dan jelas, semoga bermanfaat jangan lupa di share ya sobat Murid.Co.iD