Kingdom Plantae

Pengertian Kingdom Plantae

Kingdom Plantae adalah tingkaatan takson yang digunakan untuk mengelompokkan organisme yang memiliki akar, batang, dan daun sejati yang merupakan organ hasil diferensiasi jaringan.

Plantae adalah organisme multiseluler yang menghasilkan makanan dengan proses fotosintesis. Kerajaan ini meliputi organisme yang berkisar dari lumut yang kecil hingga pohon raksasa. Semua tumbuhan multiseluler dan eukariotik.

Kingdom Plantae disebut juga Dunia Tumbuhan karena beranggotakan berbagai jenis tumbuhan yang mempunyai ciri umum sebagia berikut :

  1. Organisme Eukariotik Multiseluler
  2. Mempunyai dinding sel yang tersusun atas selulosa
  3. Mempunyai klorofil a dan b sehingga mampu berfotosintesis
  4. Mampu menyimpan karbohidrat berupa zat tepung (amilum)
  5. Embrionya dilindungi oleh jaringan parental

Artikel Lainnya : Organel Sel Sitoplasma

Menurut Campbell (1998: 550), anggota kingdom Plantae dapat diklasifikasikan ke dalam 12 divisio, yaitu:

  1. Tumbuhan tidak berpembuluh
  2. Tumbuhan berpembuluh
    • Psilophyta
    • Lycophyta
    • Equisetophyta (Sphenophyta)
    • Pterydophyta (tumbuhan paku)
    • Pinophyta (Coniferophyta)
    • Cycadophyta
    • Ginkgophyta
    • Gnetophyta
    • Anthophyta
    • Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
  3. Manfaat Kingdom Plantae
    Manfaat Kingdom Plantae

Bryophyta (Lumut)

Tumbuhan darat yang tubuhnya tidak memiliki pembuluh pengangkut serta akar, batang, dan daun sejati. Lumut adalah peralihan dari tumbuhan bertalus (Thallophyta) dan tumbuhan berkormus (Cormophyta) yang memiliki akar, batang, dan daun sejati. Sebagian bentuknya masih berupa talus. Lumut merupakan tumbuhan makroskopis. Lumut mengalami pergantian generasi dengan siklus hidup, yaitu gametofit dan sporofit, disebut metagenesis.

Tumbuhan lumut sangat mudah ditemukan di kehidupan sehari-hari. Terutama di berbagai tempat yang lembab seperti tembok, tanah, bebatuan lapuk bahkan menempel di kulit pohon. Tumbuhan lumut menyukai tempat yang lembab. Ini dikarenakan saat bereproduksi tumbuhan lumut membutuhkan air untuk melakukan pembuahan. Ketiadaan air, meyebabkan sel kelamin jantan tidak bisa membuahi sel kelamin betina. Bagian tubuh pada lumut yang memiliki kemiripan dengan akar disebut Rizoid. Rizoid memiliki fungsi untuk menyerap air dan garam mineral serta sebagai alat perlekatan pada habitatnya.

Artikel Lainnya : Struktur Sel Pyrrophyta


  • Ciri – Ciri Tumbuhan Lumut

    1. Tidak memiliki jaringan pengangkut
    2. Tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati (talus)
    3. Mengalami pergiliran keturunan (gametofit-sporofit)
    4. Reproduksi seksual dan aseksual ( spora)
    5. Habitat yang di tempat yang lembab
    6. Berukuran hidup kecil dan berkoloni

  • Siklus Hidup Lumut

Lumut mengalami siklus hidup diplobiontik dengan pergantian generasi heteromorfik. Kelompok tumbuhan ini menunjukkan pergiliran generasi gametofit dan sporofit yang secara morfologi berbeda. Generasi yang dominan adalah gametofit, sementara sporofitnya secara permanen melekat dan tergantung pada gametofit. Generasi sporofit selama hidupnya mendapat makanan dari gametofit.

Pada siklus hidup tumbuhan lumut, sporofit menghasilkan spora yang akan berkecambah menjadi protonema. Selanjutnya dari protonema akan muncul gametofit. Generasi gametofit mempunyai satu set kromosom (haploid) dan menghasilkan organ sex (gametangium) yang disebut archegonium (betina) yang menghasilkan sel telur dan antheredium (jantan) yang menghasilkan sperma berflagella (antherezoid dan spermatozoid).

Kingdom Plantae
Kingdom Plantae

Gametangium biasanya dilindungi oleh daun-daun khusus yang disebut bract (daun pelindung) atau oleh tipe struktur pelindung lainnya. Gametangium jantan (antheredium) berbentuk bulat atau seperti gada, sedangkan gametogonium betinanya (arkegonium) berbentuk seperti botol dengan bagian lebar disebut perut dan bagian yang sempit disebut leher. Gametangia jantan dan betina dapat dihasilkan pada tanaman yang sama (monoceous) atau pada tanaman berbeda (dioceous).

Artikel Lainnya : Klasifikasi Deuteromycota


  • Klafikasi Lumut

Jenis lumut yang teridentifikasi ada 16.000 spesies yang terdiri dari 3 kelas, yaitu :

  1. Lumut Daun (Bryopsida)

Lumut daun merupakan tumbuhan lumut yang paling terkenal. Hamparan lumut daun terdiri dari satu tumbuhan lumut daun yang tumbuh dalam kelompok yang padat, sehingga satu sama lainnya bisa saling menyokong dan menguatkan. Hamparan ini memiliki sifat seperti karet busa yang bisa menyerap dan menahan air. Contoh lumut daun adalah Sphagnum sp. (lumut gambut), Bryum sp. (hidup di tembok atau batuan yang lembab), dan Aerobrysis longissima (hidup sebagai epifit di hutan)..

  1. Lumut Hati (Hepaticopsida)

Lumut hati merupakan lumut yang kurang menyolok penampilannya bila dibandingkan dengan lumut daun. Tubuh masih berupa lembaran (talus) yang terbagi atas beberapa lobus. Bentuknya akan mengingatkan pada lobus hati pada hewan. Karena itu, lumut ini dinamakan lumut hati. Contoh lumut hati adalah Marchantia polymorpha dan Porella sp.

  1. Lumut Tanduk (Anthocerotopsida)

Lumut tanduk mempunyai kemiripan dengan lumut hati, yakni pada gametofitnya. Bedanya, lumut tanduk memiliki sporofit yang berupa kapsul yang memanjang dan tumbuh seperti tanduk dari hamparan gametofit. Contoh lumut tanduk adalah Anthoceros laevis dan Notothylus indica.

Artikel Lainnya : Cara Kerja Dari Mikroskop


  • Manfaat Bryophyta (Lumut)

Tumbuhan lumut jenis tertentu dapat dimanfaatkan untuk dekorasi ruangan (ornamen tata ruang). jenis lumut lainnya dapat dijadikan bahan obat, sedangkan manfaat tumbuhan lumut yang hidup di hutan dapat menyerap air di musim kemarau dan membantu menahan erosi sehingga dapat mencegah banjir. Selain manfaat tadi, tumbuhan lumut juga dapat dijadikan indikator biologi untuk mengetahui degradasi lingkungan di sekitarnya.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di negera China, terbukti lebih dari 40 jenis lumut telah digunakan masyarakat China sebagai bahan obat-obatan seperti untuk mengobati gatal-gatal dan penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri dan jamur.

Beberapa tumbuhan lumut tersebut antara lain:

  • Marchantia polymorpha dikenal juga dengan lumut hati, jenis tersebut dapat digunakan sebagai obat hepatitis, menghilangkan racun akibat gigitan ular.
  • Conocephalum conicum, juga termasuk lumut hati, berfungsi sebagai antibakteri, antifungi, mengobati luka bakar dan luka luar.
  • Frullania tamarisci, merupakan lumut hati yang dapat digunakan sebagai obat antiseptik.

Artikel Lainnya : Struktur Tubuh Nemathelminthes


Pterydhophyta (Tumbuhan Paku)

Tumbuhan paku termasuk golongan tumbuhan yang telah berkormus dan merupakan kelompok tumbuhan berpembuluh yang paling sederhana. Kurang lebih 550 juta tahun yang lalu (Zaman karbon), hutan paku raksasa mendominasi permukaan bumi.

 Susunan daun tumbuhan paku menyirip seperti bulu.. Selain itu tumbuhan paku juga dapat hidup dimana saja terutama di tempat yang lembab seperti di air, permukaan batu, tanah, hutan hujan tropis bahkan menempel di kulit pohon. Tumbuhan paku memiliki bentuk yang bervariasi seperti lembaran, perdu atau berbentuk seperti tanduk rusa. nama lain dari tumbuhan paku yaitu Pakis. Klasifikasi Pteridophyta Secara Lengkap

  • Ciri – Ciri Tumbuhan Paku

Semua anggota divisi tumbuhan paku memiliki empat strukur penting, yaitu sebagai berikut :

  1. Memiliki jaringan pengangkut (xilem dan floem)
  2. Secara umum telah dapat dibedakan akar, batang dan daunnya.
  3. Alat reproduksi aseksual berupa spora.
  4. Spora dihasilkan oleh sporofil (daun fertil).
  5. Mengalami metagenesis (Fase sporofit lebih dominan dari fase gametofit)
  • Daur Hidup Tumbuhan paku (Pteridophyta)

Tumbuhan paku bereproduksi secara vegetatif dengan rizom. Rizom tumbuh menjalar ke segala arah membentuk koloni-koloni tumbuhan paku. Tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan atau metagenesis dengan dua generasi, yaitu generasi sporofit dan generasi gametofit. Manfaat Tuumbuhan Paku Bagi Kehidupan

  1. Generasi Saprofit

Generasi sporofit atau tumbuhan penghasil spora adalah tumbuhan paku itu sendiri. Jadi, tumbuhan paku yang biasa kita lihat itu merupakan tumbuhan dalam fase sporofit. Sporofit paku berumur lebih lama di dapat banding gametofit. Sporofit dapat tumbuh lalu bertunas sehingga jumlahnya bertambah banyak.

  1. Generasi Gametofit

Merupakan tumbuhan penghasil gamet. Generasi gametofit ditandai dengan adanya protalium yaitu tumbuhan paku baru yang berbentuk seperti jantung, berwarna hijau, dan melekat pada substrat dengan rizoidnya. Generasi gametofit tidak berlangsung lama karena biasanya protaliumnya berukuran kecil dan tidak berumur panjang.

Di dalam protalium terdapat suatu gametangium sehingga dapat membentuk anteridium yaitu alat kelamin jantan yang akan menghasilkan sperma, dan arkegonium yaitu alat kelamin betina yang akan menghasilkan sel telur. Jika terjadi pertemuan antara sperma dengan sel telur maka akan terbentuk zigot dan akan tumbuh menjadi tumbuhan paku baru.

Artikel Lainnya : Struktur dan Fungsi Tubuh Porifera


  • Klafikasi Tumbuhan Paku

Tumbuhan Paku diklasifikasikan berdasarkan perbedaan morfologi tubuh. Berdasarkan hal tersebut, tumbuhan paku dibagi menjadi empat divisi, yaitu :

  • Psilophyta (Paku Purba / Paku Telanjang)

Jenis paku ini sebagian besar telah punah, tumbuhan ini belum berdaun dan berakar, batang telah mempunyai berkas pengangkut, bercabang cabang menggarpu dengan sporangium pada ujung cabang-cabangnya.

Sporofil menghasilkan satu jenis spora (homospora).

Contoh :  Rhynia major dan Psilotum sp

Artikel Lainnya : Peranan dan Reproduksi Chrysophyta


  • Lycophyta (Paku Kawat / Paku Rambat)

Tumbuhan paku ini berdaun kecil, tersusun spiral, sporangium terkumpul dalam strobilus dan muncul di ketiak daun, batang seperti kawat.

Contoh: Selaginella sp (paku rane), sebagai tanaman hias,  Lycopodium sp.(paku kawat), sebagai tanaman hias, Lycopodium clavatum, sebagai bahan obat-obatan.


  • Equisetophyta / Sphenophyta

Tumbuhan paku ini memiliki daun mirip kawat serta daunnya tersusun dalam satu lingkaran. Bentuk batangnya mirip dengan ekor kuda. Oleh karenanya, divisio ini disebut paku ekor kuda.

Contoh : Equisetum debile, memiliki batang yang keras karena mengandung silika. Sporangium terdapat pada suatu struktur berbentuk kerucut yang disebut strobilus.


  • Pterophyta / Felicinae (Paku Sejati)

Telah memiliki akar, batang, dan daun sejati. Daun umumnya berukuran besar atau disebut juga megafil. Batangnya dapat tumbuh di bawah tanah (seperti rhizoma) ataupun batangnya tumbuh di atas tanah.

Contoh : Adiantum cuneatum (suplir), Adiantum farleyense (ekor merak), Asplenium nidus (paku sarang burung), Platycerium bifurcatum (paku tanduk rusa), Marsilea crenata (semanggi),  Azolla pinnata (paku air), Salvinia natans (paku sampan),  Alsophilla glauca (paku tiang).

Artikel Lainnya : Ciri Euglenophyta dan Struktur Selnya


  • Manfaat Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Manfaat dari tumbuhan paku antara lain :

  1. Sebagai tanaman hiasan : Platycerium nidus (paku tanduk rusa) yang bentuknya seperti tanduk rusa dan sering ditanam dengan ditempelkan pada pohon, Asplenium nidus (paku sarang burung), Adiantum cuneatum (suplir), danSelaginella wildenowii (paku rane).
  2. Sebagai bahan penghasil obat-obatan : Asipidium filix-mas dan Lycopodium clavatum.
  3. Sebagai sayuran : Marsilea crenata (semanggi) dan Salvinia natans (paku sampan = kiambang). Beberapa tumbuhan paku ada yang diambil daunnya yang masih muda untuk sayur.

Tumbuhan Berbiji (Spermathophyta)

Istilah Spermatophyta berasal dari bahasa Yunani, sperma berarti biji dan phytaberarti tumbuhan. Setelah mempelajari tumbuhan yang memiliki spora meliputi Thallophyta, Bryophyta, dan Pteridophyta, selanjutnya Anda akan mempelajari tentang tumbuhan berbiji (Spermatophyta). Lihatlah beraneka ragam tumbuhan yang ada di sekitar lingkungan Anda, seperti rumput, mangga, jagung, anggrek, mawar, dan sebagainya.

  • Ciri-ciri tumbuhan berbiji
    1. Struktur perkembangbiakan yang khas adalah biji yang dihasilkan oleh bunga ataupun rujung. Setiap biji mengandung bakal tumbuhan , yaitu embrio yang terbentuk oleh suatu proses reproduksi seksual. Sesudah bertunas, embrio ini tumbuh menjadi tumbuhan yang dewasa.
    2. Sperma atau sel kelamin jantan menuju ke sel telur atau sel kelamin betina melalui tabung serbuk sari yang hanya terdapat pada tumbuhan biji.
    3. Tumbuhan biji mempunyai jaringan pembuluhan yang rumit. Jaringan ini merupakan saluran untuk mengangkut air, mineral, makanan,dan bahan – bahan lain.
    4. Tumbuhan biji mempunyai pigmen hijau (klorofil) yang penting untuk fotosintesis, yaitu proses dasar pembuatan makanan pada tumbuh – tumbuhan.
    5. Klafikasi tumbuhan berbiji

Spermathophyta di bedakan menjadi 2 golongan (sub divisi), yaitu : Siklus Hidup Gymnospermae 


  • Gymnospermae (Tumbuhan Biji Terbuka)

Gymnospermae adalah tumbuhan yang memiliki biji terbuka. Gymnospermae berasal dari bahasa Yunani, yaitu gymnos yang berarti telanjang dan sperma yang berarti biji, sehingga gymnospermae dapat diartikan sebagai tumbuhan berbiji terbuka.

Gymnospermae memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Bakal biji tidak terlindungi oleh daun buah.
  • Mempunyai akar, batang, dan daun sejati.
  • Bentuk perakaran tunggang.
  • Daun sempit, tebal dan kaku.
  • Tulang daun tidak beraneka ragam.
  • Tidak memiliki bunga sejati.
  • Alat kelamin terpisah, serbuk sari terdapat dalam strobilus jantan dan sel telur terdapat dalam strobilus betina.

Artikel Lainnya : Klasifikasi dan Struktur Tubuh Coelenterata


Reproduksi Gymnospermae

Organ reproduksi pada gymnospermae disebut konus atau strobilus. Tumbuhan berbiji terbuka tidak memiliki bunga, sporofil terpisah-pisah atau membentuk srobilus jantan dan betina. Makrosporofil dan makrosporangium yang tampak menempel pada strobilus betina.

Proses Penyerbukan dan Pembuahan, Penyerbukan yang terjadi pada tumbuhan berbiji terbuka selalu dengan cara anemogami (penyerbukan dengan bantuan angin). Serbuk sari jatuh langsung pada bakal biji. Selang waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif panjang. Pembuahan yang terjadi pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal (setiap inti generatif melebur dengan inti sel telur). Mikropil terdedah ke udara bebas. Pembuahan pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal, karena tiap-tiap inti sperma membuahi satu sel telur.

Kelas Gymnospermae

Gymnospermae dibedakan menjadi 4 kelompok, yaitu:

  • Kelas Cycadophyta

Tumbuhan ini merupakan tumbuhan biji yang primitif, hidup di daerah tropis dan subtropis. Di Indonesia kita kenal pakis haji (Cycas rumphii) merupakan tanaman hias, akarnya bersimbiosis dengan ganggang biru(Anabaena) yang dapat mengikat nitrogenPerkembangan dari Pteridophyta. Memiliki daun yang besar seperti tumbuhan palem : Cycas rumphii, zamia floridiana, dan dion edule

  • Kelas Ginkgophyta

Sebagian besar sudah punah yang ada ginko biloba. Ginkgo(gingko biloba) merupakan spesies tunggal dari salah satu divisio anggota tumbuhan berbiji terbuka yang pernah tersebar luas di dunia.

  • Kelas Peniphyta

Memiliki daun berbentuk jarum dan selalu berwarna hijau sepanjang tahun. Contoh : taxus baccata, agathis alba, arau caria cunning hamii.

  • Kelas Gnetophyta

Berupa pohon dengan banyak cabang dan dengan daun tunggal juga memiliki bunga majemuk. Contoh : Melinjo dan ephedra altissima


Manfaat Gymnospermae

Secara umum Gymnospermae bermanfaat bagi kehidupan manusia, di antaranya sebagai berikut.

  • Tanaman hias, misalnya cemara dan pakis haji.
  • Bahan industri, cat, dan obat – obatan, misalnya damar. Penghasil minyak cat (terpentin), misalnya pinus/tusam.
  • Bahan pembuat kertas dan korek api, misalnya kayu pinus dan kayu tumbuhan melinjo.
  • Sayur – mayur, misalnya melinjo.
  • Sumber makanan, misalnya melinjo.
  • Bahan untuk obat dan kosmetik, yaitu Ginkgo biloba

Artikel Lainnya : Peranan Coelentara dalam Kehidupan Sehari-hari


Angiospermae (Tumbuhan Berbiji Tertutup)

Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) berasal dari kata angio yang berarti bunga dan spermae yang berarti tumbuhan berbiji, jadi Angiospermae adalah tumbuhan berbiji yang tertutup. Mengapa dikatakan tumbuhan berbiji tertutup, karena bijinya selalu diselubungi oleh suatu badan yang berasal dari daun-daun buah yang disebut dengan bakal buah. Struktur Anatomi Tumbuhan Angiospermae

Tumbuhan berbiji tertutup memiliki karakteristik pembeda antara lain sebagai berikut :

  • Memiliki bungan yang sesungguhnya.
  • Daun pipi, lebar dengan susunan tulang daun beraneka ragam.
  • Bakal biji atau biji tidak tampak dari luar karena terbungkus oleh suatu badan yang berasal dari daun buah yaitu putik.
  • Mengalami pembuahan ganda.
  • Selisih waktu antara penyerbukan dan pembuahan relatif pendek

Daur Hidup Angiospermae

Siklus hidup Angiospermae adalah sebagai berikut,

  • Bunga pada sporofit (2n) memiliki kepala sari yang di dalamnya terdapat sel induk mikrospora (2n)
  • Sel induk mikrospora (2n) mengalami pembelahan secara meiosis menghasilkan mikrospora yang haploid (n)
  • Mikrospora (n) mengalami pembelahan mitosis menghasilkan gametofit jantan berupa butir serbuk sari yang haploid (n)
  • Pada bakal biji terdapat sel induk megaspore (2n). sel induk megaspore membelah secara meiosis menghasilkan empat sel megaspore (n). namun, hanya satu sel megaspore yang hidup, sedangkan tiga lainnya mengalami degenerasi (mati)
  • Zygot (2n) akan tumbuh menjadi embrio (2n). Endosperma (3n) berfungsi sebagai cadangan makanan bagi embrio. Endosperma (3n) berfungsi sebagai cadangan makanan bagi embrio. Struktur yang meliputi embrio, endosperma dan selaput biji, disebut biji.
  • Angiospermae dibedakan menjadi dua yaitu Monocotyledoneae (berkeping satu) dan Dicotyledoneae (berkeping dua).

Tumbuhan Berkeping Biji Satu atau Monokotil (Monocotyledonae)

Monokotil disebut juga tumbuhan berkeping satu atau tunggal kerena memiliki biji yang berkecambah dengan satu daun lembaga.

Monokotil meliputi sekitar 65.000 spesies, termasuk di dalamnya tumbuhan graminae, anggrek, palem, bambu dan lain-lain. Daun, batang, bunga dan akar monokotil bersifat spesifik. Sebagian besar monokotil memiliki pertulangan daun sejajar, batang dengan berkas pembuluh terbesar,  daun mahkota bunga 3 atau kelipatannya, dan memiliki akar serabut.


Tumbuhan Berkeping Biji Dua / Dikotil (Dicotyledonae)

Sebagian besar Angiospermae yakni sekitar 170.000 spesies dari tumbuhan dikotil. Kelompok tumbuhan ini meliputi tumbuhan semak, pohon serta banyak tumbuhan yang penghasil makanan. Ciri-ciri dikotil adalah memiliki 2 kotiledon pada biji; pertulangan daun menjari, berkas pembuluh pada batang tersusun melingkar, daun mahkota bunga 4, 5 atau kelipatannya, memiliki sistem akar tunggang

Suku-suku berikut jenis-jenis tumbuhan dikotil diantaranya: Suku getah-getahan (Euhorbiaceae), misalnya: singkong, jarak, karet, puring, Suku polong-polongan (Leguminosae), misalnya: putri malu, petai, flamboyan, kembang merak, kacang kedelai, kacang tanah, Suku terung-terungan (Solanaceae), misalnya: kentang, terong, tomat, cabai, kecubung, Suku jeruk-jerukan (Rutaceae), misalnya: jeruk manis, jeruk bali, Suku kapas-kapasan (Malvaceae), misalnya: kembang sepatu, kapas. Suku jambu-jambuan (Mirtaceae), misalnya: cengkih, jambu biji, jambu air, jambu monyet, jamblang. Suku komposit (Compositae), misalnya: bunga matahari, bunga dahlia, bunga krisan. Materi Lengkap Angiospermae


Tabel Perbedaan Monokotil dan Dikotil

Perbedaan ciri pada tumbuhan monokotil dan dikotil berdasarkan ciri fisik pembeda yang dimiliki:

No Perbedaan cirri Monokotil Dikotil
1 Bentuk akar Memiliki system akar serabut Memiliki system akar tunggang
2 Bentuk sumsum dan pola tulang daun Melengkung atau sejajar Menyirip atau menjari
3 Kaliptrogen/tudung akar Ada tudung akar / kaliptra Tidak terdapat tudung akar
4 Jumlah keping biji/kotiledon Satu buah keping biji saja Ada dua buah keping biji
5 Kandungan akar dan batang Tidak terdapat cambium Ada cambium
6 Jumlah kelopak bunga Umumnya kelipatan tiga Biasanya kelipatan empat atau lima
7 Pelindung akar dan batang tembaga Ditemukan batang lembaga/koleoptil dan akar lembaga/kelorhiza Tidak ada pelindung kelorhiza maupun keleoptil
8 Pertumbuhan akar dan batang Tidak dapat tubuh berkembang menjadi membesar Bias tumbuh berkembang menjadi mebesar

Manfaat Kingdom Plantae

Kingdom plantae memiliki banyak manfaat bagi kehidupan makhluk hidup lainnya. Bagi manusia, kingdom Plantae dapat dimanfaatkan sebagai bahan sandang, pangan dan papan serta obat-obatan. Untuk lebih jelas, perhatikan Manfaat kingdom plantae (Dunia tumbuhan) berikut.:

  1. Padi, jagung, gandum, kentang, sagu, singkong sebagai sumber makanan pokok dan sumber karbohidrat.
  2. Kayu dari beberapa tumbuhan yang berbentuk pohon dapat digunakan untuk bahan bangunan dan perabotan.
  3. Sayur-sayuran merupakan sumber vitamin dan protein.
  4. Kapas dan rami sebagai bahan pakaian/sandang.
  5. Macam-macam bunga untuk keindahan dan bahan kosmetik.
  6. Mahkota dewa, kumis kucing, mengkudu, ada untuk bahan obat-obatan.

Kegiatan pemanfaatan tumbuhan-tumbuhan atau Etnobotani sebagai salah satu penunjang kehidupan masyarakat dalam suatu komunitas masih saja dipertahankan. Masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH) sejak turun temurun telah mengenal pemanfaatan tumbuhan untuk kehidupan sehari-hari. Tumbuhan-tumbuhan di sekitar TNGH dijadikan sebagai obat, makanan, dan barang-barang konsumsi lainnya. Sebuah tradisi yang patut di teladani.

Demikian Materi dari Kami tentang Manfaat Kingdom Plantae Secara Lengkap dan Jelas, semoga bermanfaat, jangan lupa di share ya sobat Murid.Co.iD