Klasifikasi Deuteromycota

Jamur Deuteromycota

Jamur Deuteromycota adalah jamur yang berkembang biak dengan konidia dan belum diketahui tahap seksualnya. Oleh karena itu, jamur Deuteromycota merupakan jamur yang tidak sempurna (jamur imperfeksi). Telah dibahas sebelumnya bahwa jamur yang reproduksi seksualnya menghasilkan askus digolongkan Ascomycota dan yang menghasilkan basidium digolongkan Basidiomycota.

Akan tetapi, belum semua jamur yang dijumpai di alam telah diketahui cara reproduksi seksualnya. Terdapat kira-kira 1500 jenis jamur yang belum diketahui cara reproduksi seksualnya. Akibatnya, ilmuwan tidak dapat memasukkannya ke dalam Zygomycota, Ascomycota, atau Basidiomycota. Jamur yang demikian, untuk sementara waktu digolongkan Deuteromycota atau “jamur tak tentu” atau disebut juga jamur tidak sempurna.

Jadi, Deuteromycota bukanlah penggolongan yang sesungguhnya atau bukan takson. Jika kemudian menurut penelitian ada jenis dari jamur ini yang diketahui reproduksi seksualnya, maka akan dimasukkan ke dalam Zygomycota, Ascomycota, atau Basidiomycota. Jika menghasilkan askus akan dimasukkan ke dalam Ascomycota, dan jika menghasilkan basidium akan digolongkan Basidiomycota.

Deuteromycota
Deuteromycota

Artikel Lainnya : Struktur Umum Anatomi Batang

Macam-macam Konidia pada Deuteromycota :

  • Amerosporae :

Konidia bersambung-sambung, dapat serupa bola kecil, dapat serupa telur, dapat memanjang atau pendek dan silindrik.

  • Allantosporae :

  1. Konidia silindrik, melengkung, bening sampai pucat.
  2. Hyalossporae : konidia bening
  3. Phaeosporae : konidia berwarna
  • Didymosporae :

  1. Konidia serupa telur atau sedikit memanjang, bersekat satu
  2. Hyalodidymae : konidia bening
  3. Paeodidymae : konidia berwarna
  • Phragmagsporae :

  1. Konidia memanjang, bersekat melintang dua atau lebih
  2. Hyalopharagmiae : konidia bening
  3. Phaeophragmiae : konidia berwarna
  • Dictyosporae :

  1. Konidia serupa telur atau memanjang,bersekat melintang dan membujur
  2. Hyalodictyae : Konidia bening
  3. Phaeodictyae : konidia berwarna
  • Scolecosporae :

Konidia serupa banang atau cacing, bersambung-sambungan atau bersekat;bening atau berwarna

  • Helicosporae :

Konidia silindrik serupa spiral,bersambung-sambungan atau bersekat;bening atau berwarna.

  • Staurosporae :

Konidia serupa binatang,bersambung-sambungan atau bersekat;bening atau berwarna

Artikel Lainnya : Sejarah Penemuan Kromosom


Ciri-ciri Deuteromycota

Hifa bersekat, tubuh berukuran mikroskopis
Bersifat parasit pada ternak dan ada yang hidup saprofit pada sampah
Reproduksi aseksual dengan konidium dan seksual belum diketahui.
Banyak yang bersifat merusak atau menyebabkan penyakit pada hewan-hewan ternak, manusia, dan tanaman budidaya

Klasifikasi Deuteromycota:

Ordo Khusus SphaeropsidalesOrdo khusus ini dibagi atas 4 famili khusus, yaitu :

  • Sphaeropsidaceae dengan ciri-ciri :

piknidium berwarna gelap, agak keras atau seperti belulang, berstroma, kebanyakan berlubang.

  • Zythiaceae demgam ciri-ciri :

Piknidium berwarna cerah, lunak seperti lilin

  • Leptostromataceae dengan ciri-ciri :

Paknidium serupa perisai atau pipih memanjang

  • Exipulaceae dengan ciri-ciri :

Piknidium yang dewasa serupa mangkuk


Artikel Lainnya : Manfaat Zygomycota Beserta Contohnya

Reproduksi:

Reproduksi SEKSUAL Belum diketahui. Reproduksi jamur ini dilakukan secara aseksual dengan membentuk konidia seperti pada jamur Ascomycota.

Siklus hidup:

Siklus hidup Reproduksi aseksual dengan menghasilkan konidia atau menghasilkan hifa khusus yang disebut konidiofor . Kemungkinan jamur ini merupakan suatu perkembangan jamur yang tergolong Ascomycocetes ke Basidiomicetes akan tetapi tidak dapat diketahui hubungannya.

Habitat:

deuteromycota dapat hidup dilingkungan asam, misalnya pada buah yang asam. Jamur deuteromycota juga dapat hidup pada lingkungan dengan konsentrasi gula yang tinggi, misalnya pada selai. Jamur yang hidup bersimbiosis dengan ganggang membentuk lumut kerak dapat hidup di Habitat Jamur deuteromycota hidup pada lingkungan yang beragam.

Habitat jamur berada didarat (terestrial) dan ditempat-tempat yang lemba b dan h idupnya saprofit. Meskipun demikian banyak pula jenis jamur yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme dilaut atau air tawar. Jamur habitat yang ekstrim, misalnya gurun, gunung salju, dan kutub. Jenis jamur lainnya dapat hidup pada tubuh organisme lain secara parasit maupun simbiosis.

Artikel Lainnya : Sejarah Penemuan Kromosom

Peran Deuteromycota:

Peran Deuteromycota juga ada yang bermanfaat, yaitu Aspergillus . Aspergillus ada yang telah memasukkannya kedalam Ascomycota , akan tetapi ada pula yang memasukkannya kedalam Deuteromycota . Aspergillus bersifat saprofit dan terdapat dimana-mana, baik di negara tropis maupun subtropis. Aspergillus itu hidup pada makanan, sampah, kayu, dan pakaian.

Hifa Aspergillus bercabang-cabang. Pada hifa Aspergillus tertentu muncul konidior (pembawa konidia) yang memiliki konidiaspora yang tumbuh radial pada konidiofor. Dan tidak hanya Aspergillus tapi banyak sekali jamur yang tidak sempurna (fungi imperfect) dan yang merusak / meyerang penyakit ini pada manusia , hewan dan tanaman budidaya .

Jamur yang menguntungkan:

Jamur Menguntungkan dalam Bidang Pangan :

  1. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi.
  2. Rhizopus oryzae , R. Olygosporus, dan R. Stolonifer, berguna dalam pembuatan tempe
  3. Neurospora sitophila dan N. intermedia berpern dalam pembuatan oncom merah
  4. Pleurotus sp . (jamur tiram) sebagai bahan pangan
  5. Saccharomyces cerevisiae dan Saccharomyces ovale berguna dalam pembuatan tape, alkhohol dan roti .
  6. Saccharomyces sake berguna dalam pembuatan sake
  7. Aspergillus oryzae berguna untuk melunakkan adonan roti
  8. Aspergillus wentii berguna dalam pembuatan kecap , tauco, dan asam oksalat
  9. Aspergillus niger untuk fermentasi asam sitrat
  10. Penicellium camemberti untuk pembuatan keju
  11. Penicellium roqueforti untuk pembuatan keju

Jamur Menguntungkan dalam Bidang Kedokteran:

  1. Jamur Kuping Hitam kering / Auricularia polytricha . jamur kuping berkhasiat membantu melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Mengurangi penyumbatan pada pembuluh darah , dan bagus sebagai anti oksidant penangkal Radikal bebas , pencegah timbulnya kanker a. Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik
  2. Penicillium chrysogenum berguna sebagai penghasil antibiotik

Jamur merugikan:

Jamur merugikan Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian Phytophthora inf’estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman kentang. Phytophthora nicotianae penyakit pada tembakau. Phytophthora faberi penyakit pada karet. Phytium sp. sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit rebah semai. Plasmopora viticola penyebab penyakit embun tepung pada tanaman Jamur Cercospora nicotinae menginfeksi tanaman melalui mulut daun tembakau (stomata). Untuk dapat berkecambah konidia membutuhkan air. Konidia dapat disebarkan melalui angin ataupun percikan air. Sporulasi jamur pada permukaan daun terjadi pada suhu 18 – 27°C. Pada Hewan a. Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air. b. Aspergillus fumigatus , menyebabkan penyakit paru-paru burung (aspergilosis).
Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian.

Artikel Lainnya : Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)

Demikian Materi dari  kami tentang Peranan Deuteromycota : Pengertian, Ciri – Ciri dan Contoh Terlengkap Semoga bermanfaat, jangan lupa di share ya sobat Murid.Co.Id