Frasa Ajektif Dalam Paragraf Deskriptif : Jenis, Ciri, dan Pengertian

Pengertian Paragraf Deskriptif

Hallo sobat Murid.Co.Id, kali ini kita berjumpa lagi dengan kami yang akan membahas materi tentang Frasa Ajektif dalam Paragraf Deskriptif : Jenis, Ciri, dan Pengertian  secara lengkap dan jelas, jangan lupa share ya, terima kasih semoga bermanfaat

Pengertian Paragraf Deskriptif
Pengertian Paragraf Deskriptif

Pengertian Paragraf Deskriptif

Perhatikan dengan cermat gambar pemandangan di atas ! Setelah Anda mengamati pemandangan tersebut, apa yang Anda lihat? Kira-kira apa yang Anda rasakan? Bagaimana suara-suara di sekitar alam tersebut? Kira-kira bau apa yang Anda rasakan? Sekarang, hasil pengamatan Anda tersebut, cobalah ungkapkan dalam sebuah tulisan berbentuk paragraf yang terdiri atas beberapa kalimat. Jika sudah, coba bandingkan tulisan Anda dengan Contoh berikut.


Contoh :

Pemandangan alam di tempat wisata itu indah sekali. Pohon-pohon  di sekitar tebing tampak hijau dan tumbuh dengan subur.   Dari sela-sela tebing keluar air terjun dengan deras. Warnanya putih seperti kapas. Suaranya menggema ke angkasa menutupi suara burung-burung berkicau. Kemudian, membentuk aliran sungai yang bening. Batu-batu besar tampak hitam menghiasi sungai. Rerumputan terhampar hijau menambah suasana menjadi tambah sejuk. Angin bertiup menyebarkan aroma bunga liar yang tumbuh di sekitar itu.

Berdasarkan paragraf yang telah Anda baca, tentu Anda dapat menjelaskan pengertian paragraf deskriptif, yakni sebuah tulisan yang isinya bertujuan memberi gambaran suatu objek kepada pembaca secara rinci dan jelas tanpa disertai pendapat penulis terhadap objek tersebut.

Dengan kata lain paragraf deskripsi adalah karangan yang menggambarkan sesuatu benda, tempat, suasana atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar,  mencium,dan  merasakan apa yang dirasakan oleh penulis.

Baca Juga : √ Hipotesis : Pengertian, Jenis, Fungsi dan Cirinya


Ciri-ciri Paragraf Deskriptif

Untuk memahami ciri-ciri paragraf deskriptif, coba Anda baca kembali paragraf yang tersaji.

Pemandangan alam di tempat wisata itu indah sekali. Pohon-pohon di sekitar tebing tampak menghijau dan tumbuh dengan subur.   Dari sela-sela tebing keluar air terjun dengan deras. Warnanya putih seperti kapas. Suaranya menggema ke angkasa menutupi suara burung-burung berkicau. Kemudian, membentuk aliran sungai yang bening. Batu-batu besar tampak hitam menghiasi sungai. Rerumputan terhampar hijau menambah suasana menjadi tambah sejuk. Angin bertiup menyebarkan aroma bunga liar yang tumbuh di sekitar itu.

Baca Juga : √ Sejarah Bahasa Indonesia : Perkembangan dan Kedudukannya

Setelah Anda memahami isi paragraf deskriptif tersebut, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri paragraf deskriptif adalah   Karangan  yang melukiskan sesuatu sehingga tergambar:

  1. Mata melihat apa ?
  2. Hidung mencium apa ?
  3. Kuping mendengar apa ?
  4. Mulut merasakan apa ?
  5. Kulit merasakan apa ?

Jenis Paragraf Deskriptif

Deskriptif Sugestif

Jenis karangan ini berusaha untuk menciptakan suatu penghayatan terhadap objek melalui imajinasi para pembaca. Pengalaman atas objek itu harus menciptakan kesan atau interprestasi. Rangkaian kata-kata yang dipilih oleh penulis untuk menggambarkan ciri, sifat, atau watak objek tersebut diciptakan sugesti tertentu pada pembaca. Dengan kata lain deskripsi sugestif berusaha untuk menciptakan suatu penghayatan terhadap objek melalui imajinasi para pembaca.

Misalnya, deskripsi tentang keadaan di hutan yang sepi dan terdengar bunyi-bunyi atau suara binatang, ketenangan sebuah dusun.

Contoh :

Gedung sekolah ini terletak di tepi jalan, tetapi tidak terasa bising. Kelas-kelasnya jauh dari jalan dan kendaraan tidak terlalu banyak yang lewat ke sana. Bangunan kuno yang berdiri sejak lima puluh tahun lampau ini, kini masih terlihat kokoh karena terpelihara dan terawat dengan baik. Pohon-pohon besar mengelilingi gedung sekolah itu membuat udara sejuk di sekitar itu.

Baca Juga : √ Pengertian Dialog Interaktif Lengkap (Unsur, Ciri, Tujuan dan Contohnya)


Deskriptif Teknis atau Ekspositoris

Deskripsi teknis atau ekspositoris menciptakan agar pembaca dapat mengenalinya bila bertemu atau berhadapan dengan suatu objek. Misalnya, deskripsi tentang keadaan suatu ruang atau tempat.

Contoh :

Kamar tidurku tidaklah luas hanya berukuran 3 x 4. Semua barang-barang tertata rapi di dalamnya. Tempat tidur diletakkan di pojok kanan dari pintu masuk. Meja belajar ditata di depan jendela. Sedangkan lemari pakaian diletakkan di sebelah kiri tempat tidur.

Baca Juga : √ Contoh Teks Eksposisi, Ciri Dan Pengertiannya


Topik Paragraf Deskriptif

Sebelum Anda menulis paragraf deskriptif, hal yang harus dilakukan adalah menentukan topik. Topik sangat banyak dan bertebaran di mana-mana. Topik dapat dicari dari masalah-masalah, seperti politik, ekonomi, kesenian, olahraga, kesehatan, pariwisata, pendidikan, teknologi, dan hiburan. Dari topik-topik tersebut, kita harus menentukan topik yang sesuai dengan ciri-ciri paragraf deskriptif.


Ciri – Ciri Paragraf Deskriptif Adalah

Ciri-ciri paragraf deskriptif adalah karangan yang melukiskan sesuatu sehingga tergambar: Mata melihat apa? Hidung mencium apa? Kuping mendengar apa? Mulut merasakan apa? Kulit merasakan apa? Setelah menentukan topik, topik tersebut perlu dibatasi supaya masalah dan ruang ringkup yang dibahas tidak terlalu luas dan justru menjadi lebih jelas. Topik dapat dibatasi berdasarkan tempat, waktu, sebab-akibat, dan rincian.


Contoh Topik Paragraf Deskriptif:

  • Keindahan pantai
  • Kecantikan seorang gadis
  • Kebersihan lingkungan
  • Sejuknya hawa pegunungan
  • Panasnya udara di siang hari

Baca Juga : √ Persaingan Pasar Tidak Sempurna : Jenis, Ciri dan Pengertian


Menyusun Kerangka Karangan

Kerangka karangan adalah garis besar dari hal-hal yang hendak ditulis. Dengan kerangka, penulis dimudahan untuk menuangkan ide secara sistematis, terarah, dan kemungkinan mendapatkan kelengkapan materi. Kerangka paragraf deskriptif harus menggambarkan keadaan atau suasana suatu objek yang akan dideskripsikan.  Contoh menyusun kerangka.


Topik : Suasana Malam

Kerangka paragraf:

  1. malam indah
  2. bintang bertaburan
  3. udara dingin
  4. suara burung hantu bersahut-sahutan
  5. bulan memancarkan sinarnya
  6. tidak ada yang lewat

Baca Juga : √ Peranan Pasar Modal, Pengertian, Macam dan Lembaga Penunjang


Mengembangkan Kerangka

Kerangka paragraf yang telah Anda susun, kemudian dikembangkan menjadi sebuah paragraf yang terdiri atas kalimat utama (jika ada) dan kalimat-kalimat penjelas. Kalimat utama dapat dituangkan di awal paragraf (deduktif), di akhir paragraf (induktif) , atau di awal dan diulang pada akhir paragraf (deduktif-induktif). Pengembangan kerangka tersebut sebaiknya dengan cara satu pikiran penjelas dikembangkan menjadi satu kalimat penjelas.

Kalimat utama adalah kalimat tempat dituangkan topik paragraf/pikiran utama/ ide pokok. Kalimat penjelas adalah kalimat yang menjelaskan pikiran-pikiran penjelas.


Contoh:

Topik  : Suasana Malam

Kerangka paragraf:

  1. malam indah
  2. bintang bertaburan
  3. udara dingin
  4. suara burung hantu bersahut-sahutan
  5. bulan memancarkan sinarnya
  6. tidak ada yang lewat

Pengembangan:

Malam itu indah sekali. Bintang-bintang di langit bertaburan dengan memancarkan cahaya yang kelap-kelip. Udara dingin menggigit tubuhku. Suara burung hantu bersahut-sahutan membuat bulu kudukku merinding. Bulan memancarkan sinarnya ke seluruh alam semesta. Tidak ada seorang pun yang lewat di sekitarku.

Setelah Anda baca paragraf tersebut, Anda akan mengetahui bahwa kata-kata yang tercetak tebal merupakan kerangka paragraf, sedangkan kata-kata yang dicetak biasa merupakan pengembangan kerangka tersebut.

Baca Juga : √ Karakteristik Pasar Monopoli : Pengertian, Macam, Ciri dan Faktor


Frasa Ajektif Dalam Paragraf Deskriptif

Frasa ajektif adalah kelompok kata yang unsur intinya berupa kelas kata sifat. Misalnya: sangat cerdas (unsur intinya cerdas), baik sekali (unsur intinya baik), indah nian (unsur intinya indah).

Frasa Ajektif biasanya banyak digunakan dalam paragraf deskriptif. Paragraf yang banyak menggunakan frasa ajektif biasaa lebih jelas dan menarik. Contoh penggunaan frasa ajkektif (tercetak miring) dalam paragraf deskriptif.

Pantai sepanjang 4 km ini sangat landai. Pasirnya putih bersih. Air lautnya bening sekali. Tidak jauh dari pantai tersebut tampak sebuah cottages yang cukup menarik bagi wisatawan. Di sekeliling cotteges itu tampak taman yang tertata sangat rapi dan menarik. Pulau yang terdapat di depan pantai ini tampak airnya bergelombang sangat tenang dan jernih.

Demikian Pembahasan tentang Frasa Ajektif dalam Paragraf Deskriptif : Jenis, Ciri, dan Pengertian secara lengkap dan jelas, terima kasih sudah berkunjung di website kami, semoa bermanfaat jangan lupa si share ya sobat.

Jenis Paragraf Argumentatif : Pengertian, Ciri, Topik Berserta Contohnya

Jenis Paragraf Argumentatif

Hallo sobat Murid.Co.Id, kali ini kita berjumpa lagi dengan kami yang akan membahas materi tentang Jenis Paragraf Argumentatif : Pengertian, Ciri, Topik Bersertca Contohnya secara lengkap dan jelas, jangan lupa share ya, terima kasih semoga bermanfaat

Jenis Paragraf Argumentatif
Jenis Paragraf Argumentatif

Pengertian Paragraf Argumentatif

Setelah Anda mengamati gambar tersebut, apa yang Anda lihat? Kira-kira apa pendapat Anda tentang pengaruh pembangunan gedung-gedung bertingkat bagi masyarakat sekitarnya? Sekarang, hasil pengamatan Anda tersebut, cobalah ungkapkan dalam sebuah tulisan berbentuk paragraf argumentatif yang terdiri atas beberapa kalimat. Jika sudah, coba bandingkan tulisan Anda dengan contoh berikut !

Baca Juga : √ Hipotesis : Pengertian, Jenis, Fungsi dan Cirinya


Contoh:

Pembangunan gedung-gedung bertingkat untuk perkantoran dan pusat perbelanjaan di sekitar pemukiman masyarakat akan menimbulkan berbagai dampak, baik yang positif maupun yang negatif. Dampak yang positif, antara lain tanah yang mereka miliki harganya akan melambung tinggi. Misalnya, tanah di daerah Tanjung Duren Raya, Jakarta Barat setelah dibangun gedung mal dan apartemen, harganya di atas Rp 8 juta/m. Sedangkan, dampak negatifnya, antara lain penduduk sekitar gedung tersebut kesulitan mendapatkan air bersih karena gedung-gedung tersebut pada umumnya menggunakan jat pump yang kapasitasnya sangat tinggi sehingga air yang dipompa dengan pompa biasa tidak dapat keluar dengan lancar.

Baca Juga : √ Sejarah Bahasa Indonesia : Perkembangan dan Kedudukannya


Berdasarkan paragraf yang telah Anda baca, tentu Anda dapat menjelaskan pengertian paragraf argumentatif, yakni sebuah tulisan yang isinya bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat dengan data atau fakta sebagai alasan/ bukti. Dengan kata lain, paragraf argumentatif adalah sebuah karangan yang membuktikan kebenaran tentang sesuatu. Untuk memperkuat ide atau pendapatnya, penulis karangan argumetasi harus menyertakan data-data pendukung. Tujuannya, agar pembaca menjadi yakin atas kebenaran yang disampaikan penulis. Misalnya, karangan berbentuk artikel.


Ciri – Ciri Paragraf Argumentatif

Untuk memahami ciri-ciri paragraf argumentatif, coba Anda baca kembali paragraf yang dibawah ini.
Pembangunan gedung-gedung bertingkat untuk perkantoran dan pusat perbelanjaan di sekitar pemukiman masyarakat akan menimbulkan berbagai dampak, baik yang positif maupun yang negatif. Dampak yang positif, antara lain tanah yang mereka miliki harganya akan melambung tinggi.

Misalnya, tanah di daerah Tanjung Duren Raya, Jakarta Barat setelah dibangun gedung mal dan apartemen, harganya di atas Rp 8 juta/m. Sedangkan, dampak negatifnya, antara lain penduduk sekitar gedung tersebut kesulitan mendapatkan air bersih karena gedung-gedung tersebut pada umumnya menggunakan jat pump yang kapasitasnya sangat tinggi sehingga air yang dipompa dengan pompa biasa tidak dapat keluar dengan lancar.

Baca Juga : √ Pengertian Dialog Interaktif Lengkap (Unsur, Ciri, Tujuan dan Contohnya)


Paragraf Argumentasi Memiliki Ciri – Ciri Sebagai Berikut

  1. Mengandung kebenaran dan pembuktian yang kuat dengan disertai data,fakta,gambar,grafik,dan bukti lainnya yang dapat memperkuat pendapat,sikap,dan keyakinan kita.
  2. Menggunakan bahasa Denotatif
  3. Analisis yang kuat dan juga masuk akal (Rasional)
  4. Alasan dan bukti yang kuat
  5. Bertujuan supaya pembaca dapat menerima pendapat penulis.

Jadi,kekuatan dari argumen terletak pada tiga prinsip pokok,yaitu pernyataan,alasan,dan juga bukti – bukti yang mendukung argumen tadi.


Setelah Anda memahami isi paragraf argumentatif tersebut, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri paragraf argumentatif adalah (1) ada pernyataan, ide, atau pendapat yang dikemukakan penulisnya; (2) terdapat alasan, data, atau fakta yang mendukung; (3) pembenaran berdasarkan data dan fakta yang disampaikan. Data dan fakta yang digunakan untuk menyusun paragraf argumentatif dapat diperoleh melalui wawancara, angket, observasi, penelitian lapangan, dan penelitian kepustakaan.

Baca Juga : √ Contoh Teks Eksposisi, Ciri Dan Pengertiannya


Jenis Paragraf Argumentatif

Paragraf argumentatif rincian

Jenis paragraf argumentasi rincian adalah paragraf yang berisi pendapat dan alasan penulis yang disertai beberapa rincian. Misalnya, paragraf argumentatif tentang Jiwa Kepahlawanan.

Contoh :

Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan, pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.

Baca Juga : √ Persaingan Pasar Tidak Sempurna : Jenis, Ciri dan Pengertian


Paragraf argumentatif contoh

Paragraf argumentasi contoh adalah paragraf yang berisi pendapat dan alasan penulis yang disertai beberapa contoh sebagai bukti bahwa pendapat penulis benar dan tidak dapat disangkal lagi oleh pembaca. Misalnya, paragraf argumentatif tentang Bahan Bakar Alternatif.

Contoh:

Setelah manusia mulai menyadari dampak penggunaan bahan bakar fosil yang dapat membahayakan, manusia mulai berpikir untuk mencari bahan bakar alternatif. Tetapi, apakah bahan bakar alternatif lain yang diusulkan ini dapat efektif? Kita ambil contoh, bioetanol yang berasal dari jagung. Jika kita menggunakan etanol dari jagung ini, maka diperlukan berapa juta hektar lahan jagung untuk memenuhi kebutuhan manusia? Itu akan mengakibatkan dampak lain yaitu berkurangnya lahan tempat tinggal dan lahan hutan. Orang akan membuka hutan dan menjadikannya lahan jagung. Tentunya itu merusak lingkungan bukan ?


Paragraf argumentatif sebab-akibat

Paragraf argumentatif sebab-akibat adalah paragraf yang dikembangkan dengan menyampaikan terlebih dahulu sebab-sebabnya dan diakhiri dengan pernyataan sebagai akibat dari sebab tersebut.

Contoh

paragraf argumentatif tentang Kegagalan Panen. Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagai penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan tanahnya. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika panen di desa ini selalu gagal.


Paragraf argumentatif akibat sebab

Paragraf argumentatif sebab-akibat adalah paragraf yang dikembangkan dengan menyampaikan terlebih dahulu akibatnya, kemudian dicari penyebabnya. .Contoh paragraf argumentatif akibat sebab tentang Udara Kotor.
Udara di kota-kota industri sangat kotor dengan banyaknya asap hitam hasil pembakaran di pabrik-pabrik. Udara semakin panas sehingga menyebabkan berbagai dampak lingkungan hidup. Es di kutub selatan dan di Greenland mulai mencair. Itulah berbagai akibat yang terjadi karena eksploitasi besar-besaran minyak bumi.

Baca Juga : √ Peranan Pasar Modal, Pengertian, Macam dan Lembaga Penunjang


Topik Paragraf Argumentatif

Sebelum Anda menulis paragraf argumentatif, hal yang harus dilakukan adalah menentukan topik. Pertama-tama tentukan terlebih dahulu topik apa yang akan Anda tulis sebelum melakukan penulisan. Topik adalah pokok bahasan yang akan menjadi ide utama sebuah tulisan. Apa saja bisa menjadi topik tulisan. Yang penting Anda menguasai masalah tersebut dan menarik bagi Anda.


Jika topik tulisan sudah ditentukan, langkah selanjutnya adalah membuat batasan terhadap topik tersebut. Sebab kadang topik yang Anda tentukan itu masih sangat umum dan luas, sehingga kalau nanti dikembangkan menjadi kurang fokus. Untuk itu perlu dilakukan pembatasan terhadap topik tersebut agar tulisan yang Anda kembangkan menjadi lebih jelas dan fokus. Perhatikan contoh berikut!


Topik : Disiplin
Subtopik : Disiplin waktu kunci sukses dalam belajar


Pengumpulan Bahan Karangan

Sesudah menentukan topik dan sudut pandang yang jelas, maka langkah selanjutnya adalah mengumpulkan bahan sesuai dengan topik tersebut. Di dalam mengumpulkan bahan ini, Anda dapat melakukan dengan berbagai cara, misalnya mencari buku-buku yang membicarakan masalah tersebut, membaca jurnal atau tulisan ilmiah yang pernah diterbitkan, melakukan pengamatan, melakukan wawancara dengan narasumber, mencari informasi dari surat kabar, atau dari internet, dan bisa juga cara-cara lain yang penting bahan untuk penulisan Anda didapatkan.


Menyusun Kerangka Karangan

Kerangka karangan adalah garis besar dari hal-hal yang hendak ditulis. Dengan kerangka, penulis dimudahkan untuk menuangkan ide secara sistematis, terarah, dan kemungkinan mendapatkan kelengkapan materi.


Langkah-langkah proses penulisan pada akhirnya tetap sama-sama membuat kerangka tulisan baik yang konvensional maupun gaya bebas. Perbedaannya gaya konvensional membuat kerangka dulu baru dikembangkan dalam bentuk kalimat dan paragraf. Sedangkan, gaya bebas. menulis dulu apa saja yang dikethaui dan mengalir saja, baru setelah semua tertulis, kemudian ditentukan inti kalimatnya dan diurutkan sehingga menjadi kerangka. Perhatikan contoh kerangka karangan tentang Perjuangan Seorang Ibu berikut!

Topik : Perjuangan
Subtopik : Perjuangan seorang ibu

Demikian Pembahasan tentang Jenis Paragraf Argumentatif : Pengertian, Ciri, Topik Bersertca Contohnya secara lengkap dan jelas, terima kasih sudah berkunjung di website kami, semoa bermanfaat jangan lupa si share ya sobat.

Send this to a friend