Bentuk Imperialisme dan Kolonialisme, Beserta Pengaruh, Jenis, Dampaknya

Pengertian Imperialisme, Kolonialisme, Beserta Pengaruh, Jenis dan Dampaknya

Bentuk Imperialisme dan Kolonialisme, Beserta Pengaruh, Jenis, Dampaknya – Hallo sobat Murid.Co.Id  kita akan mencoba membahas tentang materi pengertian dari Kolonialisme dan Imperialisme, seperti yang kita ketahui di indonesia pernah di koloni oleh bangsa asing baik secara budaya, ekonomi dan politik sehingga banyak menimbulkan pertanyaan apakah dampak yang dapat di timbulkan dari kolonialisme


Pengertian Kolonialisme

Kolonialisme atau Penjajahan adalah suatu sistem di mana suatu negara menguasai rakyat dan sumber daya negara lain tetapi masih tetap berhubungan dengan negara asal, istilah ini juga menunjuk kepada suatu himpunan keyakinan yang digunakan untuk melegitimasikan atau mempromosikan sistem ini, terutama kepercayaan bahwa moral dari pengkoloni lebih hebat ketimbang yang dikolonikan.

Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme

Pengertian Imperialisme

Imperialisme ialah sebuah kebijakan di mana sebuah negara besar dapat memegang kendali atau pemerintahan atas daerah lain agar negara itu bisa dipelihara atau berkembang. Sebuah contoh imperialisme terjadi saat negara-negara itu menaklukkan atau menempati tanah-tanah itu, Baca Juga artikel selanjutnya tentang Jenis – Jenis Imprealisme dan Kolonialisme.


Jenis  Kolonoalisme dan Imperialisme

Jenis Kolonoalisme

Koloni Penduduk

Merupakan penguasaan suatu wilayah baru dengan cara menyingkirkan penduduk asli yang digantikan oleh pendatang yang menyebabkan kedudukan pribumi terabaikan. Ditandai dengan menetapnya sejumlah penduduk negara asal di negara koloni sehingga mendesak pribumi.


Koloni Deportasi

Merupakan daerah koloni yang digunakan sebagai tempat buangan narapidana yang tidak dapat ditangani oleh pemerintah. Mereka kebanyakan para kriminal yang mendapat hukuman seumur hidup, yang dimana mereka harus menjadi tenaga kerja tanpa dibayar, agar pemerintah tidak memberi mereka makan. Ditandai dengan menetapnya orang buangan (narapidana) untuk bekerja di luar wilayah tersebut.

Baca Juga : √ Pengertian, Ruang Lingkup Fisiologi Dalam Biologi Beserta Fungsinya


Koloni Eksploitasi

Merupakan penguasaan suatu wilayah untuk dikuras kekayaan alam dan tenaga penduduknya secara paksa atau kerja rodi untuk kepentingan Negara penguasa. Ditandai dengan pengeskploitasian di tanah tersebut.


Jenis Imperialisme

Imperialisme Kuno (Ancient Imperialisme)

Tujuan imperialisme kuno adalah selain faktor ekonomi(menguasai daerah yang kaya dengan sumber daya alam) juga termasuk didalamnyatercakup faktor agama dan kajayaan .Sedangkan Imperialisme modern bermula setelah Revolusi Industri diInggris tahun 1870-an. Hal yang menjadi faktor pendorongnya adalah adanya kelebihan modal dan Barang di negara-negara Barat. Selepas tahun 1870-an , negara-negara Eropa berlomba-lomba mencari daerah jajahan di wilayah Asia, Amerika dan Afrika. Mereka mencari wilayah jajahan sebagai wilayah penyuplai bahan baku dan juga sebagai daerah pemasaran hasil industri mereka.

Baca Juga : √  Kelebihan, Kelemahan dan Contoh Yang Berhubungan Dengan Pasar Oligopoli


Kesimpulan Imperialisme kuno

Kesimpulan dari Imperialisme kuno adalah semboyan gold, gospel, and glory (kekayaan, penyebaran agama dan kejayaan). Suatu negara merebut negara lain untuk menyebarkan agama, mendapatkan kekayaan dan menambah kejayaannya. Imperialisme ini berlangsung sebelum revolusi industri dan dipelopori oleh Spanyol dan Portugal.


Imperialisme Modern (Modern imperialisme)

Pada umumnya bermula setelah Revolusi Industri yang awalnya terjadi di Inggris pada tahun 1870-an. Hal yang menjadi faktor pendorong berubahnya konsep atau pandangan tentang imperialisme kuno ke bentuk imperialisme modern, adalah adanya kelebihan modal dan barang (surplus produksi) di negara-negara Barat. Selepas tahun 1870-an , maka negara – negara di Eropa selanjutnya berlomba-lomba mencari daerah jajahan di wilayah Asia, Amerika dan Afrika. Mereka mencari wilayah jajahan sebagai wilayah untuk penyuplai bahan baku dan juga sebagai daerah pemasaran hasil –hasil industri mereka.


Kesimpulan Imperialisme Modern

Inti dari imperialisme modern ialah kemajuan ekonomi. Imperialisme modern timbul sesudah revolusi industri. Industri besar-besaran (akibat revolusi industri) membutuhkan bahan mentah yang banyak dan pasar yang luas. Mereka mencari jajahan untuk dijadikan sumber bahan mentah dan pasar bagi hasil-hasil industri, kemudian juga sebgai tempat penanaman modal bagi kapital surplus.

Baca Juga : √  Peran dan Manfaat Tumbuhan Paku Bagi Kehidupan


Pengaruh Kolonialisme dan Imperialisme

Pada kali ini penggemar murid.co.id sekalian akan berbagi tentang pengaruh dari kolonialisme dan Imperialisme terhadap bangsa Indonesia. apa saja sih pengaruhnya? ada beberapa bidang untuk selengkapnya dibawah ini


Bidang Politik

  • Pamong praja yang dulu berdasarkan garis keturunan diubah menjadi sistem kepegawaian
  • Jawa menjadi pusat pemerintahan dan membaginya menjadi wilayah perfektur
  • Hukum yang dulu menggunakan hukum adat diubah menggunakan sistem hukum barat modern
  • Kebijakan yang diambil raja dicampuri Belanda

Bidang Ekonomi

  • Belanda membuka tambang minyak bumi di Tarakan Kaltim
  • Belanda membangun rel kereta api untuk memperlancar arus perdagangan
  • Liberalisme ekonomi

Bidang Sosial

  • Pembentukan status sosial dimana yang tertinggi adalah orang Eropa, Asia dan Timur jauh baru kaum pribumi
  • Struktur penguasa lokal yang lenyap

Bidang Budaya

  • Westernisasi menyebar lewat jalur pendidikan dan pemerintahan
  • Birokrat menggunakan bahasa Belanda sebagai simbol status mereka
  • Masuknya agama Katholik dan Protestan

Baca Juga : √  Sifat, Ciri dan Faktor Terbentuknya Pasar Oligopoli


Dampak Negatif dan Positif

Dampak Negatif

  1. Mengakibatkan penderitaan psikis dan kesengsaraan fisik
  2. Adanya pengambilan hak penduduk di indonesia secara paksa
  3. Hilangnya harta benda dan jiwa akibat adanya paksaan untuk bekerja dan menyerahkan harta penduduk pada saat itu

Dampak Positif

  • Mendapatkan kata kata serapan baru dari negara negara yang menjajah indonesia
  • Terdapat beberapa bangunan yang merupakan bentuk peninggalan dari negara negara yang pernah menjajah Indonesia seperti pabrik gula, benteng dan lain lain.
  • Munculnya pemikiran baru mengenai cara menanam tumbuhan yang lebih modern.

Baca Juga : √ Peran Pasar Modal


Bentuk Bentuk Imperialisme & Kolonialisme

Bentuk Kolonialisme Sebagai Berikut :

  • Kolonia penduduk yaitu penguasaan suatu daerah baru, dengan cara menyingkirkan atau memusnahkan penduduk asli atau pribumi yang digantikan oleh pendatang yang menyebabkan kedudukan penduduk asli terabaikan. Kolonia penduduk ini ditandai dengan menetapnya sejumlah penduduk negara asal di negara koloni sehingga mendesak pribumi. Contoh suku Indian.

  • Koloni kelebihan penduduk dilakukan untuk mengatasi kepadatan penduduk asal. Contoh negara Jepang pada abad ke-20.

  • Koloni deportasi yaitu daerah atau wilayah koloni yang dipakai sebagai tempat buangan para narapidana yang sudah tidak dapat ditangani lagi oleh pemerintah. Mereka kebanyakan para kriminal yang dihukum seumur hidup. Dari pada pemerintah harus memberi makan mereka seumur hidup lebih baik mereka dijadikan tenaga buruh yang tidak dibayar. Koloni deportasi ini ditandai dengan menetapnya orang buangan (narapidana) untuk bekerja di wilayah tersebut. Contoh penjara-penjara Prancis di Kepulauan Pasifik.

Baca Juga : √ Struktur Ekosistem : Pengertian dan Tipe Secara Lengkap


  • Koloni eksploitasi yaitu penguasaan suatu daerah untuk dikuras habis kekayaan alam dan tenaga penduduknya (kerja paksa) untuk kepentingan negara penguasa.Koloni eksploitasi ini ditandai dengan pengekploitasian di tanah tersebut. Contohnya bangsa Indonesia dikuras Belanda 3,5 abad.
    Koloni sekunder merupakan tanah koloni yang tidak menguntungkan kolonialis, tapi tetap dipertahankan karena memiliki kepentingan strategis.


  • Koloni penunjang meliputi kota pelabuhan atau pulau kecil untuk pembangunan pangkalan militer.
    Berdasarkan waktu munculnya:

Bentuk Imperilisme Sebagai Berikut :

  1. Imperialisme kuno berlangsung sebelum revolusi indursti. Tujuannya 3G (glory, gold, gospel). Negara yang menganut Spanyol dan Portugis.

  2. Imperialisme modern berlangsung setelah muncul dan berkembangnya revolusi industry. Tujuannya ingin mengembangkan perekonomian (butuh bahan baku mentah yang dimiliki di Negara atau wilayah lain).

  3. Imperialisme Ultramodern (neokolonialisme) Tujuan imperialisme ini lebih menekankan pada penguasaan mental, ideologi, dan psikologi. Imperialisme ini berlangsung setelah perang dunia 2 sampai dengan sekarang

Demikian pembahasan mengenai Bentuk Imperialisme dan Kolonialisme, Beserta Pengaruh, Jenis, Dampak semoga dengan adanya ulasan tersbut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda, terima kasih atas kunjungannya.

Send this to a friend