Pengertian, Pengelompokan Hingga Fungsi Batang

Pengertian Batang

Batang : poros percabangan bagian tumbuhan yang terletak di atas tanah. (Loveless, 1987) Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting, mengingat tempat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan.


Ciri – Ciri Batang

Selain bentuk batang yang biasa dilihat pada pohon, semak atau tumbuhan basah, masih ada bentuk-bentuk lain yang berbeda namun tetap melaksanakan fungsi asalnya atau sedikit termodifikasi. Di bawah ini merupakan ciri-ciri yang terdapat pada sebuah batang:

Ciri - Ciri Batang Berikut
Ciri – Ciri Batang Berikut
  1. Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain. Akan tetapi selalu bersifat aktinomorf, artinya dapat dengan sejumlah bidang dibagai menjadi dua bagian yang setangkup.
  2. Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku, dan pada buku-buku inilah terdapapt daun.
  3. Tumbuhnya biasanya ke atas, menuju cahaya atau matahari: (bersifat fototrop atau heliotrop).
  4. Selalu bertambah panjang di ujungnya. Oleh seabab itu sering dikatakan bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.
  5. Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan tidak digugurkan, kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil.
  6. Umunya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya rumput dan waktu batang masih muda.

Sifat – Sifat Batang

Pada umumnya batang mempunyai sifat-sifat berikut :

Sifat - Sifat Batang
Sifat – Sifat Batang
  • Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf.
  • Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku inilah terdapat daun.
  • Biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop)
  • Selalu bertambah panjang di ujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan, bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.
  • Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan, tidak digugurkan, kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil.
  • Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya rumput dan waktu batang masih muda.

Jenis Batang

Jenis jenis batang di bagi menjadi 6, diantanya sebagai berikut ini :

Jenis jenis Batang
Jenis jenis Batang
  1. Batang Conifer

Seperti batang pada pinus, mempunyai berkas pengangkut konsentris amfikibral. Floem primer tidak termasuk serabut bagian tepi, tidak ditemukan endodermis. Selama pertumbuhan sekuder batas luar floem terlihat dngan adanya jarijari empulur.


  1. Batang Dikotil Berkayu

Kebanyakan berbentuk pohon, daerah antar pembuluhnya sempit.  Jaringan sekunder membentuk silinder yang membentang terus menerus tidak diputus oleh jari-jari empulur.  Pada batang yang sudah tua empulur terdiri atas sel berdinding tebal dan berwarna tua karena mengandung tannin. Pada floem sekunder banyak dibentuk serabut yang terdiri atas pembuluh pengangkut dan sel parenkim.


  1. Batang Dikotil Tidak Berkayu

Pada batang muda terdapat epidermis dan masih terdapat pada awal pertumbuhan sekunder. Pada batang tua akan membentuk periderm dengan lentisel. Lapisan dibawah korteks berisikloroplas, kolenkim, dan parenkim. Berkas pengankut pada batang biasanya kolateral.


  1. Batang Dikotil Merambat

Jaringan primer terdiri atas epidermis, korteks yang terdiri atas jaringan parenkim dan kolenkim yang mengandung klorofil, dan silinder pusat.

Sel yang dibentuk pada akhir masa pertumbuhan relative lebih kecil, apabila diameter batang membesar, setiap berkar juga membesar kearah luar atau kearah tepi. Pada beberapa spesies, beberapa sel parenkim berubah menjadi sel batu.


  1. Batang Dikotil Dengan Pembuluh Sekunder Yang Menyimpang

Pertumbuhan sekunder yang menyimpang digunakan untuk menunjukkan bentuk keaktifan cambium yang menyimpang dari kebiasaan, pada beberapa tumbuhan dengan pertumbuhan menyimpang, cambium pembuluh terdapat pada kedudukan normal. Namun tubuh sekunder menunjukkan penyebaran xylem floem tidak biasa.


  1. Batang Monokotil

Pada umumnya monokotil tidak mempunyai pertumbuha sekunder dari cambium dan cambium pembuluh, tetapi batangnya dapat berkembang menjadi tebal. Penebalan ini berasal dari pembelahan dan pembesaran sel parenkim dasar. Pertumbuhan ini disebut pertumbuhan sekunder menyebar. Namun ada  juga monokotil yang tidak memiliki cambium sehingga mengalami pertumbuhan sekunder.

Seperti makhluk hidup lainnya, tumbuhan juga memiliki kemampuan untukl beradaptasi terhadap lingkungannya. Penyesuaian batang untuk berhabitat melalui adaptasi struktur anatomi maupun fisiologi tumbuhan terhapad habitat yang berbeda-beda, seperti habitat di gurun pasir yang mengandung banyak garam dan habitan akuatik.


Fungsi batang

Umumnya, warna batang muda adalah hijau muda sedangkan warna batang yang telah tua adalah kecokelat-cokelatan. Bagi tumbuhan, batang memiliki beberapa kegunaan antara lain sebagai penopang, pengangkut air dan zat-zat makanan, penyimpan makanan cadangan, serta sebagai alat perkembangbiakan


  • Penopang

Fungsi utama batang adalah menjaga agar tumbuhan tetap tegak dan menjadikan daun sedekat mungkin dengan sumber cahaya (khususnya matahari). Batang tumbuh makin tinggi atau makin panjang. Hal ini menyebabkan daun yang tumbuh pada batang makin mudah mendapatkan cahaya.


  • Pengangkut

Batang berguna sebagai pengangkut air dan mineral dari akar ke daun. Selain itu, batang berperan penting dalam proses pengangkutan zat-zat makanan dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.


  • Penyimpan

Pada beberapa tumbuhan, batang berfungsi sebagai penyimpan makanan cadangan. Misalnya, batang pada tumbuhan sagu. Makanan cadangan disini juga bisa berwujud air, Misalnya, pada tumbuhan tebu dan kaktus. Makanan cadangan ini akan digunakan saat diperlukan.


  • Alat perkembangbiakan

Batang juga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif. Hampir semua pertumbuhan vegetatif, baik secara alami maupun buatan, menggunakan batang.


Bagian – Bagian Batang

Bagian Batang merupakan  sistem berselang-seling yang terdiri dari Buku (node),tempat dimana daun melekat pada batang, Ruas (internode), bagian batang di antara buku-buku; Tunas axiler (axillary bud), yang terbentuk antara sudut masing-masing daun dengan batang dan memiliki potensi untuk membentuk suatu tunas cabang. Bagian-bagian batang terdiri dari :

  1. Buku (node),tempat dimana daun melekat pada batang.
  2. Ruas (internode), bagian batang di antara buku-buku.
  3. Tunas axiler (axillary bud),yang terbentuk antara sudut masing-masing daun dengan batang dan memiliki potensi unutk membentuk suatu tunas cabang. Sebagian besar tunas aksiler yang masih muda dorman. Setelah mengakhiri masa dormansi, suatu tunas aksiler akan menjadi cabang vegetatif yang lemgkap dengan tunas terminal, daun-daun dan tunas aksiler.
  4. Tunas terminal (terminal bud), merupakan pusat pertumbuhan tunas yang masih muda, terletak pada bagian apeks (ujung) batang.

Pengelompokan Batang

Batang dapat dikelompokkan menjadi batang berkayu, batang rumput, dan batang basah.

  • Batang Berkayu

Batang berkayu umumnya keras pohonnya banyak yang tinggi dan besar, maka kayunya ada yang digunakan untuk membuat perabot, seperti lemari, meja bahkan untukperahu. Batang berkayu memiliki kambium yang berfungsi membentuk kayu dan kulit kayu. Contohnya, pohon jati, mangga, dan jambu.


  • Batang Rumput

Batang rumput tidak berkayu, beruas-ruas, dan berongga, contohnya batang padi, jagung, dan rumput rumputan. Tumbuhan dengan batang rumput umumnya pendek.


  • Batang Basah

Batang basah mudah dipotong, batangnya tidak keras dan berair. Tumbuhan dengan batang basah umumnya pendek, tidak setinggi pohon kayu. Contohnya: pohon pisang, bayam, pacar air, kangkung.

Demikian materi dari kami tentang Batang : Pengertian, Ciri, Sifat, Jenis, Fungsi (Lengkap) semoga bermanfaat jangan lupa di share ya sahabat Murid.Co.Id