Pengertian Bryophyta: Ciri, Karakteristik dan Klasifikasi

Diposting pada
Bryophyta Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi dan Cirinya
Bryophyta Pengertian, Karakteristik, Klasifikasi dan Cirinya

Murid.Co.Id Hallo sobat Murid kita berjumpa kembali ini dengan artikel kami ini, kali ini kita akan membahas tentang tumbuhan bryophyta  secara lengkap baik dari pengertian karakteristik, klasifikasi sampai ke habitat bryophita, untuk lebih jelasnya mari simak artikel kami kali ini sobat Murid.Co.Id.

Pengertian Bryophyta

Tanaman lumut (Bryophyta) adalah tanaman yang relatif kecil, di mana tubuh hanya beberapa milimeter. Hampir semua jenis tanaman lumut adalah tanaman darat, meskipun sebagian besar tanaman ini masih menyerupai tempat basah.

Tanaman Lumut

Tanaman lumut adalah kelompok tanaman tingkat rendah yang sifat filogenetiknya lebih tinggi daripada kelompok alga, karena dalam struktur tubuh telah ada adaptasi terhadap lingkungan di darat, gametangium dan sporangium adalah multiseluler dan perkembangan sporofit memiliki embrio terbentuk. .

Dalam siklus hidup lumut yang normal, generasi haploid (gametofit) dan generasi diploid (sporofit) sering digunakan. Penyimpangan dari siklus hidup normal dapat menyebabkan peristiwa apogami dan apospore. Sporofit yang terjadi sebagai akibat peristiwa apogami adalah haploid, sedangkan gametofit yang terjadi akibat peristiwa apospore adalah diploid dan juga menghasilkan gamet diploid.

Karateristik Bryophytha

  1. Sel – sel penyusun tubuhnya telah memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa.
  2. Daun lumut umumnya setebal satu lapis sel, kecuali ibu tulang daun, lebih dari satu lapis sel.
  3. Pada tumbuhan lumut hanya terdapat pertumbuhan memanjang dan tidak ada pertumbuhan membesar.
  4. Rizoid tampak seperti rambut atau benang – benang. Berfungsi sebagai akar untuk melekat pada tempat tumbuhnya dan menyerap air serta garam – garam mineral (makanan).
  5. Lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof
  6. Lumut tumbuh di berbagai tempat, yang hidup pada daun-daun disebut sebagai epifit.
  7. Akar dan batang pada lumut tidak mempunyai pembuluh angkut (xilem dan floem).
  8. Gerakan spermatozoid ke arah ovum berupakan Gerak Kemotaksis, karena adanya rangsangan zat kimia berupa lendir yang dihasilkan oleh sel telur.
  9. Jika kedua gametangia terdapat dalam satu individu disebut berumah satu (Monoesius). Jika terpisah pada dua individu disebut berumah dua (Dioesius).
  10. Pada tumbuhan lumut terdapat Gametangia (alat-alat kelamin) yaitu:
  • Alat kelamin jantan disebut Anteridium yang menghasilkan Spermtozoid
  • Alat kelamin betina disebut Arkegonium yang menghasilkan Ovum

Habitat Bryophyta

Lumut terutama terjadi di daerah yang agak terang, ringan dan lembab. Lumut biasa ditemukan di daerah yang berjajar pohon dan di tepi arus. Lumut juga ditemukan di bebatuan, jalan-jalan di kota-kota besar. Beberapa bentuk disesuaikan dengan keadaan yang ditemukan. Beberapa spesies dengan air, seperti Fontinalis antipyretica, dan Sphagnum hidup / menghuni rawa-rawa.

Klasifikasi Lumut

Klasifikasi pertama klasifikasi Bryophyta menurut Eichler (1883) didasarkan pada perbedaan dalam bentuk struktur tubuh dan perkembangan gametangium dan sporogonium, dibagi menjadi dua kelas, yaitu Hepaticae dan Musci. Pengembangan lebih lanjut dari klasifikasi menunjukkan bahwa menurut Howe (1899) Anthocerotales (anggota kelas Hepaticae) memiliki struktur gametofit dan sporogonium yang berbeda yang kemudian dikelompokkan dalam kelas yang terpisah, Anthocerotae, distribusi Bryophyta ke Hepaticae, Anthocerotae dan Musci . Karena nama takson yang disebutkan di atas tidak sesuai dengan persyaratan Kode Nomenklatur Tanaman Internasional, Rothmaler (1951) dan Proskauer (1957) mengubah nama takson ini menjadi Hepaticopsida, Anthocerotopsida, dan Bryopsida.

Ciri Ciri Bryophyta

Lumut memiliki klorofil, jadi autotrofik. Lumut tumbuh di berbagai tempat yang hidup di daun yang disebut epifit. Jika epifit ditemukan di banyak pohon hutan, hutan seperti itu disebut hutan lumut.

Akar dan batang dalam lumut tidak memiliki pembuluh pengangkut (xilem dan floem). Pada tanaman lumut terdapat Gametangia (alat kelamin), yaitu: organ genital pria yang disebut Anteridium yang menghasilkan spermatozoa. Alat kelamin wanita disebut Arkegonium, yang menghasilkan Ovum.

Jika kedua gametangia ditemukan dalam satu orang disebut satu rumah (Monoesius). Jika dipisahkan dari dua orang, itu disebut dua rumah (Dioesius). Pergerakan spermatozoa ke sel telur adalah pergerakan kemotaksis, karena stimulasi bahan kimia dalam bentuk lendir yang diproduksi oleh sel telur.

Sporogonium adalah

Sporogonium adalah tubuh penghasil spora, dengan bagian-bagian: – Vaginula (kaki) – Seta (batang) – Apofisis (ujung seta yang diperluas) – Kotak dengan spora: Kaliptra (tutup) dan Kolumela (jaringan dalam kotak dengan spora yang tidak membentuk spora). Spora lumut adalah haploid.

Sekian dahulu ya sobat pembahasan kami kali ini, terima kasih sudah berkunjung ke website kami ini

Baca Juga :

Pengertian Bryophyta: Ciri, Karakteristik dan Klasifikasi
5 (99.61%) 51 vote[s]