Pengertian Negara Maju : Ciri, Perekonomian, Penduduk dan Contohnya

Pengertian Negara Maju : Ciri, Perekonomian, Penduduk dan Contohnya
Pengertian Negara Maju : Ciri, Perekonomian, Penduduk dan Contohnya
Pengertian Negara Maju : Ciri, Perekonomian, Penduduk dan Contohnya

Pengertian Negara Maju

Kebanyakan negara-negara maju mengandalkan sektor perdagangan, industri, dan jasa sebagai penopang perekonomiannya. Oleh karena itu negara maju sering diidentikkan dengan negara industri. Hal ini sangat berbeda dengan negara berkembang yang mengandalkan perekonomiannya dari sektor agraris dan ekstraktif yang sangat bergantung pada alam. Kebanyakan negara-negara maju berada di Benua Eropa dan Amerika Utara. Negara-negara ini pada masa lalu telah mengembangkan sistem perekonomian kapitalis yang berorientasi pada pengembangan modal. Sebagian lainnya bahkan telah menjadi negara imperialis yang menguasai banyak sekali daerah-daerah jajahan di Asia dan Afrika, serta Amerika Latin, misalnya Inggris, Jerman, dan Belanda. Inggris adalah salah satu negara dengan daerah jajahan terluas di dunia sebelum meletusnya Perang Dunia.

Demikian luasnya daerah-daerah jajahan yang dikuasainya, sehingga berkembang semboyan “The sun never sets in the British Empire”. Angkatan Lautnya juga terkenal sangat kuat, sehingga muncul slogan “Britania Rules The Waves”. Jerman juga merupakan negara yang telah cukup lama bangkit sebagai negara maju. Heroisme bangsa Jerman bahkan cenderung berlebihan, sehingga dalam sejarah negara ini pernah berkembang menjadi negara fasis bersama bangsa Italia dan Jepang.

Kebanyakan negara-negara maju berada di belahan bumi Utara, oleh karena itu kelompok negara-negara maju sering dikenal sebagai “Negara-Negara Utara”. Tetapi tidak semua negara di belahan bumi Utara adalah negara maju.

 

Ciri Ciri Negara Maju

Pertumbuhan Penduduk Rendah

Negara maju umumnya mempunyai pertumbuhan penduduk yang rendah, rata-rata hanya sekitar 0,1% per tahun, sehingga hasil-hasil produksi bisa terdistribusikan pada penduduk secara lebih merata. Hal ini disebabkan percepatan pertumbuhan produksi di berbagai bidang lebih tinggi daripada percepatan pertumbuhan penduduknya.

Kegiatan Ekonomi Berbasis Perdagangan, Industri, dan Jasa

Salah satu keunggulan pengelolaan produksi di negara-negara maju adalah tingkat ketergantungan pada alam. Mereka mengandalkan pengembangan produksinya pada sektor perdagangan, industri, dan jasa. Hal ini sangat berbeda bila dibandingkan dengan yang dilakukan oleh negara-negara miskin dan berkembang yang masih tinggi tingkat ketergantungannya pada alam akibat pengembangan produksi sektor agraris dan ekstraktif.

Sebagian Besar Penduduk Tinggal di Perkotaan

Kemajuan suatu negara sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan kota. Kota-kota secara otomatis akan tumbuh seiring dengan kemajuan pembangunan yang dicapai suatu negara. Di negara-negara maju rata-rata penduduk yang tinggal di perkotaan sekitar 73%. Hal ini sangat berbeda dengan di negara berkembang yang hanya sekitar 40% penduduknya yang tinggal di perkotaan; masih di bawah rata-rata tingkat hunian penduduk dunia di perkotaan yang berkisar 46%.

Angka Harapan Hidup Tinggi

Angka harapan hidup berkaitan erat dengan tingkat kesehatan penduduk. Semakin tinggi tingkat kesehatan penduduk, maka rata-rata usia penduduk juga semakin tinggi. Di negara-negara maju rata-rata angka harapan hidup penduduknya sekitar 72 tahun, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara berkembang yang rata-rata angka harapan hidupnya hanya berkisar 63 tahun. Angka tersebut masih berada di bawah angka harapan hidup penduduk dunia, yaitu 65 tahun.

Pendapatan Nasional dan Pendapatan Perkapita Tinggi

Pendapatan nasional memengaruhi tingkat pendapatan perkapita penduduk. Tetapi tidak secara otomatis penduduk negara yang memiliki pendapatan nasional lebih tinggi akan memiliki tingkat pendapatan perkapita lebih tinggi pula, karena masih dipengaruhi oleh jumlah penduduknya. Peningkatan pendapatan perkapita penduduk harus dilakukan secara bersamaan antara peningkatan pendapatan nasional dengan pengendalian pertumbuhan penduduk.

Tingkat Pendidikan Penduduk Rata-Rata Tinggi

Tingkat pendidikan merupakan salah satu indikator penting kualitas penduduk suatu bangsa. Semakin tinggi rata-rata tingkat pendidikan penduduknya, maka kualitas bangsa itu semakin tinggi. Oleh karena itu setiap bangsa, tidak terkecuali Indonesia terus memacu peningkatan pendidikan penduduknya, baik dari segi angka partisipasi maupun kualitasnya. Di negara-negara maju, selain angka partisipasi belajar penduduknya tinggi juga memiliki sistem pendidikan yang lebih baik, sehingga seringkali menjadi bahan pembanding dan acuan bagi penerapan sistem pendidikan di negara-negara berkembang.

Angka Kematian Bayi Rendah

Angka kematian bayi berhubungan dengan tingkat kesehatan penduduk, yang juga merupakan salah satu indikator kualitas penduduk suatu bangsa.

Angka kematian bayi dihitung berdasarkan jumlah bayi (di bawah 1 tahun) yang meninggal dari setiap 1.000 bayi yang lahir hidup. Tingginya tingkat kesehatan penduduk di negara-negara maju memiliki pengaruh terhadap rendahnya tingkat kematian bayi. Di negara-negara maju rata-rata tingkat kematian bayi adalah 8 jiwa per 1.000 penduduk per tahun. Angka ini sangat kecil bila dibandingkan dengan di negara berkembang yang berkisar pada angka 61 jiwa per 1.000 penduduk per tahun, dan rata-rata di dunia sekitar 56 jiwa per 1.000 penduduk per tahun.

 

Contoh Negara Maju

Amerika Serikat

Amerika Serikat merupakan negara yang sangat terkenal. Kepopuleran negara ini meliputi berbagai bidang, mulai dari gedung-gedung pencakar langit, industri perfilman dengan “Hollywood”-nya, teknologi, sastra, dan sebagainya. Negara ini dikenal sebagai negara super power. Apalagi setelah Uni Soviet hancur, Amerika Serikat seolah-olah menjadi “penguasa tunggal” di jagad ini. Negeri ini juga dikenal dengan sebutan “Negeri Paman Sam”.

 

Keadaan Alam

Amerika Serikat terletak di antara 24°LU – 49°LU dan 30°BB – 66 1 °BB. Secara geografis Amerika Serikat terletak di kawasan Amerika Utara bersama dengan negara Kanada, yang juga merupakan negara maju di dunia. Wilayah Amerika Serikat terpisah menjadi tiga bagian, yaitu daratan Amerika Serikat, Alaska, dan Hawai.

Berikut  Batas Wilayah Daratan Amerika Serikat.

  1. Sebelah Utara   : Kanada
  2. Sebelah Barat    :  Samudra Pasifik
  3. Sebelah Selatan : Meksiko dan Teluk Meksiko
  4. Sebelah Timur   :  Samudra Atlantik

Iklim Amerika

Secara astronomis, Amerika Serikat memiliki iklim subtropis di bagian Selatan, iklim sedang di bagian tengah, dan iklim dingin di bagian Utara. Secara fisis, iklim Amerika Serikat dapat dibedakan sebagai berikut.

  1. Karena wilayah daratannya yang sangat luas, maka Amerika Serikat memiliki iklim kontinental (iklim darat), terutama di bagian tengah. Akibat dari iklim ini, beberapa wilayah Amerika Serikat bersifat kering, misalnya di Dataran Tinggi Kolorado dan Great Basin, serta central basin. Di tempat tertentu bahkan beriklim gurun, misalnya di Gurun Mojave.
  2. Wilayah pantai Barat, di sepanjang jalur pantai Lautan Pasifik, dan wilayah sepanjang pantai Timur di Pantai Atlantik beriklim laut.
  3. Daerah bagian Selatan dan tengah California beriklim mediteran, dimana hujan jatuh pada musim dingin.

 

Keadaan Alam Daratan Amerika Serikat Dari Barat ke Timur Bisa Dibagi Menjadi Lima Bagian.

  1. Dataran pantai Barat, yang ber- batasan langsung dengan Samudra Pasifik, merupakan wilayah pantai yang sempit.
  2. Di sebelah Timur dataran pantai Barat membentang kompleks Pegunungan Rocky yang cukup tinggi, sehingga menghalangi per- gerakan angin dari Samudra Pasifik.
  3. Di sebelah Timur kompleks Pe- gunungan Rocky merupakan daerah dataran yang cukup luas, yaitu daerah central plain dan great plain. Di wilayah ini mengalir sungai utama, yaitu Sungai Mississippi.
  4. Di bagian Timur wilayahnya berupa Pegunungan Alleghany dan Appala- chia yang relatif rendah.
  5. Di ujung Timur wilayahnya berupa Dataran Pantai Atlantik yang relatif subur. Daerah ini merupakan wilayah yang padat penduduk. Kota-kota tua awal kemunculannya juga dimulai dari wilayah ini.

Penduduk

Amerika Serikat merupakan negara dengan keadaan penduduk yang amat heterogen. Hampir semua bangsa dengan semua kepercayaannya ada di negeri ini. Oleh karena itu pertumbuhan penduduk Amerika Serikat tidak hanya disebabkan faktor kelahiran dan kematian saja, tetapi pengaruh para imigran juga sangat memengaruhi pertumbuhan penduduknya. Amerika Serikat adalah negara dengan jumlah penduduk sekitar 291.500.000 jiwa pada tahun 2003, menempati peringkat ketiga diantara negara-negara dengan jumlah penduduk terbanyak.

Meskipun demikian standar kesejahteraan penduduknya sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari pendapatan perkapita penduduknya yang mencapai 34.280 dolar Amerika Serikat. Wilayah Timur Amerika Serikat rata- rata memiliki kepadatan penduduk yang lebih tinggi dibandingkan dengan bagian- bagian wilayah lainnya. Penduduk asli Amerika Serikat adalah Indian. Selain itu juga terdapat penduduk kulit putih, negro, maupun etnis-etnis lainnya. Di Alaska penduduk aslinya adalah bangsa Eskimo, Indian, dan Alleut.

Perekonomian

Amerika Serikat dapat dikatakan sebagai raksasa ekonomi dunia. Semua sektor perekonomian dapat dikembangkan secara maksimal. Hal ini disebabkan karena selain kaya akan sumber daya alam, Amerika Serikat juga memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Bahan-bahan tambang untuk kepentingan industri hampir semua terdapat di Amerika Serikat dengan jumlah yang cukup banyak. Bahan-bahan tambang tersebut antara lain tembaga, batu bara, uranium, timah hitam, fosfat, minyak bumi, gas alam, bijih besi, seng, emas, bauksit, dan lain-lain. Tetapi meskipun demikian, Amerika Serikat tetap saja masih mengimpor bahan-bahan tambang, mengingat kebutuhan bahan tambang untuk industri juga cukup besar. Di sektor perindustrian, hampir semua jenis industri dikembangkan.

 

Berikut ini Beberapa Industri di Amerika Serikat

  1. Industri besi baja, di Pittsburg, Chicago, Youngstown, Detroit, Toledo, Cleveland, Erie, Buffalo, Wheeling, dan Gary.
  2. Industri tembaga di Montana.
  3. Industri tekstil di Boston dan New York.
  4. Industri minyak bumi, di Texas dan Oklahoma.
  5. Industri mesin pertanian di Waterivo (Iowa)
  6. Industri film di Hollywood, Los Angeles.
  7. Industri tepung di Chicago, St. Paul, Minneapolis, dan New York.
  8. Industri pengalengan daging di Chicago.

 

Di sektor perdagangan, Amerika Serikat menjalin kerja sama dengan berbagai negara. Barang-barang yang diimpor terutama adalah bahan-bahan baku (bahan mentah) untuk industri serta bahan-bahan tambang. Sedangkan ekspornya antara lain berupa mesin-mesin, mobil, alat-alat elektronik, pesawat terbang, kapal, senjata, bahan-bahan kimia, obat-obatan, makanan dan minuman kaleng, dan seba-gainya. Merek-merek dagang dunia banyak yang diidentikkan dengan Amerika Serikat, misalnya Mc Donald, Kentucky Fried Chicken, California Fried Chicken, Microsoft, Coca cola, dan sebagainya.

 

Pariwisata Juga Menjadi Primadona Perekonomian

Pariwisata juga menjadi primadona perekonomian. Objek-objek wisata banyak ditemukan di Amerika Serikat antara lain: Grand Canyon Colorado di Arizona, Yellowstone National Park yang terkenal karena geysernya, pemandangan- pemandangan alam di Jazirah Florida dan Jazirah California, Yosemite National Park dengan air terjun dan kayu raksasa (kayu mammout), Golden Gate Bridge di San Francisco, objek-objek alamiah di Kepulauan Hawai, dan sebagainya.

 

Sektor Pertanian

Meskipun Amerika Serikat tergolong negara maju, tetapi sektor pertanian masih dikembangkan secara optimal dengan sistem ekstensifikasi, mekanisasi, dan monokultur. Satu jenis tanaman budidaya dikembangkan khusus di areal yang sangat luas, yang dikenal beberapa istilah seperti berikut ini.

  1. Wheat belt, yaitu kawasan penanaman gandum yang dikembangkan antara lain di Dataran Mississippi, Kansas, Oklahoma, Missouri, dan Kentucky.
  2. Corn belt, yaitu kawasan penanaman jagung, antara lain dikembangkan di sekitar Sungai Ohio, Dakota, Minnesota, dan Iowa.
  3. Cotton belt, yaitu kawasan penanaman kapas, antara lain dikembangkan di sekitar Teluk Meksiko, terutama di negara bagian Texas, Arizona, dan Caro- lina Selatan.
  4. Tobacco belt, yaitu kawasan penanaman tembakau, antara lain dikembangkan di Virginia, Kentucky, dan Kalifornia.

 

Jerman

Jerman merupakan salah satu contoh negara maju. Negeri ini dalam sejarah, yakni pasca Perang Dunia II pernah mengalami perpecahan. Satu bagian wilayah dengan bagian wilayah lainnya dipisahkan oleh tembok yang membelah kota Berlin menjadi dua bagian, yaitu Berlin Barat dan Berlin Timur. Kini, Jerman telah mengalami unifikasi (penyatuan), dan terus menapak ke depan menuju negara maju yang disegani.

Keadaan Alam

Jerman terletak di antara 47°LU – 55°LU dan 6°BT – 15°BT. Secara geografis Jerman terletak di kawasan Eropa Barat.

 

Berikut  Batas Wilayah Jerman.

  1. Sebelah Utara   : Laut Utara, Denmark, Laut Baltik
  2. Sebelah Barat    : Belanda, Belgia, Prancis
  3. Sebelah Selatan : Swiss dan Austria
  4. Sebelah Timur   : Polandia dan Republik Ceko

Secara astronomis, Jerman memiliki iklim sedang. Jerman terletak di zona angin Barat beriklim sedang di antara Samudra Atlantik dan kawasan beriklim kontinental di Eropa bagian Timur. Perubahan suhu yang besar jarang terjadi. Ada empat musim dan hujan turun sepanjang tahun.

Dari Utara ke Selatan Jerman terbagi atas lima kawasan topografis.

  1. Dataran rendah di kawasan Utara, yang ditandai oleh rangkaian danau dan bukit kecil berpasir dan bertanah lempung yang diselingi tegalan dan rawa-rawa.
  2. Daerah ambang pegunungan, yang terletak di sebelah Selatan dataran rendah Utara. Di wilayah ini terdapat Dataran Tinggi Batu Tulis di sekitar Sungai Rhein dan terdapat juga Pegunungan Harz yang berdiri bagaikan pulau di tengah daratan.
  3. Barisan gunung berjenjang di bagian Barat Daya Jerman. Daerah ini men- cakup Dataran Rendah Rhein hulu dan Dataran Schwaben-Franken.
  4. Kawasan kaki Pegunungan Alpen di Jerman bagian Selatan yang mencakup Dataran Tinggi Schwaben- Bavaria dengan perbukitan dan danau-danau besar di sisi Selatan- nya, padang berbatu yang lebar, tanah berbukit di Bavaria Hilir, dan Lembah Sungai Donou.
  5. Kawasan Alpen Jerman, yang terbentang antara Danau Konstanz dan Berchtesgaden. Di daerah ini ditemukan danau-danau yang indah misalnya Konigssee dan tempat- tempat wisata yang indah misalnya Garmisch-Partenkirchen.

Penduduk

Jerman dihuni oleh sekitar 82,6 juta jiwa penduduk. Persebaran penduduk Jerman tidak merata. Konsentrasi penduduk umumnya terdapat di sekitar aliran Sungai Rhein dan Main, serta di daerah industri Rhein-Neckar. Kepadatan penduduk di bagian Barat Jerman lebih tinggi dibandingkan dengan bagian-bagian wilayah lainnya. Pertumbuhan penduduk Jerman tergolong lambat, bahkan tahun 2003 pertumbuhan- nya –0,1%. Pasca PD II terjadi peningkatan jumlah penduduk yang cukup tinggi akibat arus pendatang baru masuk ke Jerman.

Hampir 13 juta orang Jerman terusir atau melarikan diri dari bekas provinsi-provinsi Jerman di sebelah Timur dan dari Eropa Timur. Sampai saat rezim Jerman Timur membuat Tembok Berlin yang dijaga dengan ketat, arus pengungsian penduduk dari Jerman Timur ke Jerman Barat terus berlangsung. Kualitas penduduk Jerman tergolong baik, antara lain dapat dilihat dari usia harapan hidup mencapai 78 tahun, penduduk yang tinggal di perkotaan 86%, dan pendapatan perkapita mencapai 25.240 dolar AS.

Perekonomian

Industri merupakan tulang punggung perekonomian Jerman. Jenis-jenis industri utama yang dikembangkan antara lain: industri otomotif, industri mesin dan instalasi pabrik, industri kimia, dan industri elektronik. Kota-kota industri antara lain Solingen (penghasil pisau dan gunting), Assen (penghasil mesin-mesin pertanian), Wuppertal (penghasil tekstil), Hannover (penghasil gula), Chemuits (penghasil tekstil dan logam), Leipzig (pusat pembuatan alat-alat optik), dan Berlin (industri kimia, konveksi, dan barang-barang elektronik).

Pertambangan juga menjadi penyokong utama kegiatan perindustrian. Barang tambang yang paling dibutuhkan adalah batu bara dan besi. Batu bara dihasilkan di daerah Sungai Ruhr, Sungai Saar, dan daerah Aachen. Daerah penambangan bijih besi di daerah Ruhr. Penambangan timah hitam di Pegunungan Harz dan Pegunungan Eifel.

Jerman juga memerhatikan pengembangan sektor pertanian, dengan penggunaan teknologi modern untuk pembudidayaannya. Di daerah dataran rendah Jerman bagian Utara, yaitu di Lembah Sungai Salpater tanahnya subur. Di daerah Dataran Tinggi Bayern ditanam hop, yaitu bahan untuk membuat minuman bir yang terkenal di Eropa. Di berbagai tempat, antara lain di Bavaria pertanian tidak lagi menggunakan bajak dan cangkul, tetapi menggunakan teknologi tinggi, antara lain penggunaan mesin penabur benih. Sistem ini dinamakan Horsch (penanaman tanpa bajak). Penggunaannya digalakkan karena mengurangi tingkat erosi tanah, sehingga kesuburan tanah tetap terjaga.

Sebagai negara industri maju, Jerman menjalin perdagangan dengan berbagai negara. Pelabuhan Hamburg di Laut Utara merupakan salah satu pelabuhan terbesar di dunia. Barang-barang ekspor antara lain: mesin-mesin, mobil, kapal, bahan-bahan kimia, alat-alat optik, elektronik, dan perkakas rumah tangga. Sedangkan bahan-bahan impornya antara lain minyak bumi, bahan-bahan mentah, dan bahan-bahan makanan.

 

Berdasarkan sumber buku Ilmu Pengetahuan Sosial Lilis, Yuliati, Abdul Khamid, Pawijan, Edy Sutrisna, Widyastuti Pamungkas Th 2009, kami Murid.Co.ID ingin berbagi materi belajar tentang Pengertian Negara Maju : Ciri, Perekonomian, Penduduk dan Contohnya, mari simak artikel kami lainnya dan Berdasarkan dari sumber – sumber buku terpercaya, Baca Juga Artikel kami yang lainnya di bawah ini :

Negara Berkembang : Ciri, Keadaan Alam, Contoh dan Perekonomian

Negara Berkembang : Ciri, Keadaan Alam, Contoh dan Perekonomian
Negara Berkembang : Ciri, Keadaan Alam, Contoh dan Perekonomian
Negara Berkembang : Ciri, Keadaan Alam, Contoh dan Perekonomian

 

Umumnya Negara Berkembang di Benua Asia, Afrika, dan Amerika Latin

Pada umumnya negara berkembang terdapat di Benua Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Negara-negara di benua-benua ini pada masa lalu mengalami sejarah kelam sebagai negara terjajah. Faktor sejarah ini menjadi salah satu penyebab lambatnya perkembangan negara-negara di benua-benua tersebut. Negara-negara berkembang pada umumnya memiliki taraf hidup yang rendah, di bawah rata-rata taraf hidup penduduk dunia. Namun demikian ada juga negara-negara pada benua tersebut yang memiliki taraf kehidupan yang lebih baik, seperti Saudi Arabia, Singapura, Korea Selatan, dan Jepang.

Sebagian besar negara-negara berkembang berada di belahan bumi Selatan, oleh karena itu negara-negara berkembang sering pula disebut “Negara-Negara Selatan”. Meskipun demikian tidak dapat disimpulkan bahwa ketertinggalan pembangunan (kemajuan) yang dicapai negara-negara berkembang adalah karena mereka terletak di belahan bumi Selatan. Negara berkembang pada umumnya dicirikan dengan kompleksitas permasalahan.

Berikut Ini Ciri – Ciri Negara Berkembang.

Tingkat Kehidupan Yang Rendah

Negara berkembang antara lain ditandai dengan rata-rata kehidupan penduduknya yang rendah. Hanya sekelompok kecil penduduknya yang memiliki taraf kehidupan yang memadai. Kesenjangan ekonomi antara kelompok elit dan kelompok miskin sangat lebar. Rendahnya tingkat kehidupan masyarakat negara berkembang ini dapat dilihat dari tingkat pendapatan perkapita, keadaan perumahan, sarana kesehatan, tingkat pendidikan, angka kematian, tingkat harapan hidup, dan tingkat rasa putus asa masyarakatnya.

 

Tingkat Produktivitas Rendah

Rendahnya tingkat produktivitas ini merupakan efek lanjut dari rendahnya tingkat kehidupan. Penyebab rendahnya produktivitas ini antara lain karena rendahnya kualitas tenaga kerja, kurang modal, kurang sumber daya alam, etos kerja rendah, tingkat pendidikan rendah, dan manajemen yang kurang baik.

 

Tingkat Pertumbuhan Penduduk Tinggi

Sekitar dua per tiga penduduk dunia merupakan penduduk di negara berkembang. Penyebabnya adalah pertumbuhan penduduk di negara berkembang yang tinggi. Negara berkembang masih kesulitan untuk menekan angka kelahiran kasar hingga di bawah 20.

 

Angka Beban Ketergantungan Tinggi

Akibat dari pertumbuhan penduduk yang tinggi menyebabkan jumlah anak- anak semakin bertambah. Hal inilah yang menyebabkan tingginya angka ketergantungan (dependency ratio) di negara berkembang.

 

Angka Pengangguran Tinggi

Bentuk pengangguran di negara berkembang yang utama adalah pengangguran semu dan pengangguran terbuka. Pengangguran semu antara lain tampak dari adanya orang-orang yang bekerja kurang dari apa yang dapat mereka kerjakan dan orang- orang yang bekerja secara penuh tetapi produktivitasnya begitu rendah. Sedangkan pengangguran terbuka tampak dari banyaknya orang-orang yang ingin bekerja tetapi tidak ada pekerjaan yang tersedia untuk mereka.

 

Ketergantungan Pada Produksi Pertanian dan Ekspor Produksi Primer

Sekitar 80% penduduk negara berkembang tinggal di pedesaan (di negara maju hanya sekitar 30%). Jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian sekitar 69% (di negara maju hanya sekitar 18%). Sementara itu kontribusi sektor pertanian terhadap pendapatan nasional sekitar 30% (di negara maju hanya sekitar 5%). Nilai ekspor dari produksi primer (hasil-hasil pertanian dan pertambangan) mencapai 70% dari nilai ekspor keseluruhan. Negara-negara maju kegiatan ekspornya lebih banyak dari produksi sekunder dan tersier (perdagangan, industri, dan jasa).

 

Ketergantungan Dalam Hubungan Internasional

Ketimpangan yang mencolok di berbagai bidang antara negara maju dan negara berkembang menyebabkan negara maju bisa mengendalikan perekonomian negara-negara berkembang. Akibatnya negara-negara berkembang gampang didikte oleh negara-negara maju. Kehidupan negara-negara berkembang banyak yang tergantung dari pinjaman negara-negara maju. Sebagian besar negara-negara di dunia adalah negara miskin dan berkembang.

 

Contoh Negara Berkembang

India

India merupakan salah satu negara terkenal di Benua Asia. Banyak hal yang dapat diketahui tentang negara India, karena negara ini termasuk negara yang lahir dari kebudayaan yang cukup tua, yaitu kebudayaan Mahenjodaro dan Harappa atau kebudayaan Sungai Indus. Sungai-sungainya juga terkenal, antara lain Sungai Gangga, Sungai Brahmaputra, Sungai Indus, Sungai Godavari, dan Sungai Cauvery. Saat ini orang lebih mengenal India sebagai negara dengan industri film bollywood. Layar televisi Indonesia setiap hari selalu menampilkan film-film buatan

India. Kalau Amerika Serikat memiliki Hollywood, maka India punya Bollywood sebagai pusat pembuatan film-film India.

 

Keadaan Alam

India terletak di antara 8°LU – 37°LU dan 67 1 °BT – 98°BT. Secara geografis India terletak di kawasan Asia Selatan, membentuk sebuah semenanjung besar yang seolah terpisah dari Benua Asia oleh Pegunungan Himalaya. Oleh karena itu negara ini dinamakan Anak Benua Asia.

 

Berikut Ini Batas – Batas Wilayah Negara India.

  • Sebelah Utara     :  Nepal, Bhutan, dan RRC
  • Sebelah Barat     :  Pakistan dan Laut Arab
  • Sebelah Selatan  : Sri Lanka dan Samudra Hindia
  • Sebelah Timur   : Myanmar, Bangladesh, dan Teluk Benggala

Secara astronomis, India memiliki dua iklim, yaitu tropis di bagian Selatan dan subtropis di bagian Utara. Musim dingin jatuh pada bulan Oktober sampai Februari. Pada saat ini bertiup angin muson Timur Laut dari daratan Asia, yang menyebabkan terjadinya musim kemarau, kecuali di bagian Tenggara yang memperoleh sedikit hujan akibat angin muson melewati Teluk Benggala yang membawa uap air. Musim panas terjadi antara bulan Maret sampai Mei. Pada bulan ini masih bertiup angin muson Timur Laut yang kering, tetapi masih turun hujan walaupun sedikit. Daerah-daerah pantai dan ujung Selatan memperoleh curah hujan yang lebih tinggi. Musim hujan jatuh pada bulan Juni hingga September, sebagai akibat bertiupnya angin muson Barat Daya.

Keadaan alam India secara garis besar dibedakan menjadi tiga bagian.

  • Bagian Utara

Wilayah ini merupakan wilayah Pegunungan Himalaya yang merupakan pegunungan terbesar di dunia. Di bagian Barat bersambungan dengan Pegunungan Hindukush. Di Pegunungan Himalaya berhulu tiga sungai besar, yaitu Sungai Indus, Sungai Gangga, dan Sungai Brahmaputra.

  • Bagian Tengah

Bagian wilayah ini sebagian merupakan dataran rendah sungai-sungai besar, yaitu Dataran Rendah Sungai Indus, Dataran Rendah Sungai Gangga, dan Dataran Rendah Sungai Brahmaputra. Di wilayah ini juga terdapat dataran tinggi, yaitu Dataran Tinggi Assam.

  • Bagian Selatan

Bagian Selatan dari wilayah ini merupakan sebuah dataran tinggi, yaitu Dataran Tinggi Dekkan yang diapit oleh Pegunungan Ghat Barat di bagian Barat dan Ghat Timur di bagian Timurnya. Di sebelah Barat Ghat Barat terdapat Pantai Malabar, sedangkan di bagian Timur Ghat Timur terdapat Pantai Coromandel.

Penduduk

Dilihat dari segi jumlah, penduduk India menduduki urutan kedua negara- negara berpenduduk terbesar setelah RRC. Kini penduduk India telah melampaui angka 1 milyar. Secara garis besar penduduk India dibedakan menjadi empat kelompok, berikut ini.

  1. Bangsa Hindu kulit putih, sebagian besar tinggal di daerah Dataran Rendah Hindustan, dan lembah-lembah sungai yang subur.
  2. Bangsa Dravida, berkulit hitam, merupakan penduduk asli India, tinggal di Dataran Tinggi Dekkan.
  3. Bangsa Mongol, tinggal di Utara, yaitu di Dataran Tinggi Assam, Benggala, dan lereng Pegunungan Himalaya.
  4. Bangsa Munda, yang tinggal di daerah-daerah pegunungan dengan peradaban yang masih sangat sederhana.

Penduduk India Mayoritas Memeluk Agama Hindu

Penduduk India mayoritas memeluk agama Hindu (82,41%). Pemeluk agama lain antara lain Islam (11,67%), Kristen (2,32%), Sikh (1,99%), Buddha (0,77%), dan pemeluk agama lain (0,43%).Kota suci agama Hindu adalah Benares dan Allahabad yang terletak di daerah aliran Sungai Gangga. Peninggalan Islam yang terkenal adalah Taj Mahal yang terletak di kota Agra. Bangunan ini didirikan oleh Kaisar Syah Jehan dari Moghul. Kota suci agama Sikh adalah Amritsar. Di kota ini terdapat kuil emas yang digunakan sebagai pusat peribadatan umat Sikh.

Jumlah penduduk India yang sangat besar memicu munculnya berbagai permasalahan di bidang ke- pendudukan. Sebagian besar 72% penduduk India tinggal di pedesaan dengan kualitas penduduk yang tergolong rendah dan angka kemiskinan yang cukup tinggi. Rata-rata pendapatan perkapita penduduk sebesar US$ 2.820. Angka harapan hidup 63 tahun. Kota-kota di India juga masih menunjukkan ciri-ciri tuanya. Tingkat urbanisasi cukup tinggi yang berdampak pada munculnya pemukiman-pemukiman kumuh yang terbuat dari kaleng, bambu, dan karung goni.

 

Perekonomian

Pertumbuhan ekonomi India sesungguhnya cukup pesat. Sayangnya, pertumbuhan ekonomi tersebut kurang mampu mengimbangi laju pertumbuhan pendudukya. India merupakan negara agraris. Sekitar 75% penduduknya bekerja pada sektor pertanian. Setelah peristiwa kelaparan sekitar tahun 1960-an, India segera bangkit dengan mencanangkan “Revolusi Hijau”. Budidaya padi dan gandum dipacu. Akibatnya saat ini India telah surplus beras, dan bahkan telah menjadi negara pengekspor beras. Punjab merupakan lembah yang menjadi lumbung padi India. Hasil-hasil pertanian lainnya adalah gandum, teh, yute, kopi, kapas, lada, dan karet. Di sektor pertambangan, India memiliki cukup banyak kekayaan tambang.

Berikut ini Beberapa Hasil Tambang India.

  1. Batu bara dihasilkan di Lembah Sungai Damodar dan Dataran Tinggi Chota Nagpur.
  2. Bijih besi dihasilkan di bagian Timur Laut Semenanjung India, Goa, dan Misore.
  3. Minyak bumi dan gas alam dihasilkan di daerah Assam, lepas pantai Mumbay, dan Ahmadabad.
  4. Mika di Bihar.
  5. Tembaga dan Bauksit di Bihar dan Andra Pradesh.

Di sektor perindustrian, kini India tumbuh menjadi salah satu negara industri terkemuka di dunia. Berikut ini jenis-jenis industri yang ada di India.

  1. Industri tekstil, yang dimulai sejak tahun 1851. Pusat industri terletak di Bombay, Madras, dan Ahmad- abad.
  2. Industri yute (karung goni), pusat- nya di Calcutta. India merupakan penghasil yute terbesar kedua di dunia setelah Bangladesh.
  3. Industri besi baja, dipusatkan di Jamshedpur. Hasilnya antara lain berupa lokomotif, mobil, bus, sepeda motor, dan pesawat terbang.
  4. Industri kimia, antara lain pupuk, semen, kertas, dan gula.
  5. Industri perfilman (Bollywood), berpusat di kota Mumbay (Bombay). Di sektor perdagangan, mitra utama India adalah Jepang, Inggris, Jerman, Amerika Serikat, dan Iran. Ekspor India antara lain teh, mesin tekstil, goni, tekstil, dan gula. Sedangkan impornya antara lain gandum, pupuk, besi-baja, minyak bumi, dan alat-alat transportasi. Pelabuhan yang sangat mendukung kegiatan perdagangan antara lain Mumbay, Calcutta, dan Madras.

 

Mesir

Mesir merupakan salah satu negara tua di dunia yang juga masih tergolong negara berkembang. Peradabannya telah ditemukan sekitar 3000 tahun sebelum masehi. Negeri ini terkenal antara lain karena Sungai Nil-nya dan karena peninggalan-peninggalan bersejarahnya berupa piramida, sphinx, dan obelisk.

 

Keadaan Alam

Mesir terletak di antara 22°LU – 32°LU dan 24°BT – 38°BT. Secara geografis Mesir terletak di kawasan Afrika Utara, di sudut Timur Laut Benua Afrika.

Berikut ini batas-batas wilayah negara Mesir.

  1. Sebelah Utara    : Laut Tengah
  2. Sebelah Barat     : Negara Libia
  3. Sebelah Selatan : Negara Sudan
  4. Sebelah Timur   : Laut Merah dan Israel

Secara astronomis, Mesir hanya memiliki sedikit wilayah beriklim tropis di bagian Selatan, sisanya adalah daerah beriklim subtropis. Secara fisis, iklim utama Mesir adalah iklim mediteran yang terletak di tepi Laut Tengah. Hujan turun pada musim dingin antara bulan November sampai April dan musim kemarau terjadi pada bulan Mei -Oktober. Bagian tengah, Selatan, dan Barat beriklim gurun dengan amplitudo suhu harian yang tinggi.

Keadaan Alam Mesir Secara Garis Besar Dibedakan Menjadi Empat Bagian.

  1. Semenanjung Sinai, terletak di sebelah Timur Terusan Suez. Di sini terdapat pegunungan tandus dengan puncaknya di Jabel Katherine. Terusan Suez membentang dari kota Suez ke Port Said, yang memper- pendek jarak dari Eropa ke Asia karena terusan ini menghubungkan Laut Tengah dan Laut Merah. Terusan ini juga menjadi sumber devisa negara Mesir.
  2. Gurun Barat (Gurun Libya), luasnya meliputi 68% wilayah Mesir yang terletak di Mesir bagian Barat yang berbatasan langsung dengan Libya. Di sini terdapat Depresi Kontinental Qattara yang memiliki ketinggian 137 m di bawah permukaan air laut.
  3. Lembah dan Delta Sungai Nil, terletak di bagian tengah Mesir. Daerah ini merupakan satu-satuya daerah yang subur akibat lumpur yang dibawa oleh Sungai Nil. Oleh karena itu Herodotus menyebut Mesir sebagai Hadiah Sungai Nil.
  4. Gurun Timur (Gurun Arab), terletak di Mesir bagian Timur. Di sini terdapat pegunungan yang tandus terdiri atas batu pasir dan batu kapur, dengan puncaknya di Jabel Hamada.

Penduduk

Jumlah penduduk Mesir tahun 2003 sekitar 72.100.000 jiwa, dengan tingkat pertumbuhan 2,1% per tahun. Usia harapan hidup sekitar 68 tahun, dengan rata-rata pendapatan perkapita penduduk sebesar US$ 3.560. Penduduk yang tinggal di pedesaan sekitar 57%. Lebih dari 90% penduduk Mesir memeluk agama Islam, hanya sekitar 8% yang beragama Kristen. Bahasa resmi adalah bahasa Arab, tetapi mereka juga berbahasa Inggris.

Masyarakat Mesir dikenal mem- punyai kebudayaan yang tinggi sejak zaman purba. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya peninggalan-peninggalan bersejarah berupa piramida dan Sphinx di Giza. Piramida yang terbesar dibangun bagi Cheops atau Khufu pada tahun 27 sebelum Masehi. Piramida tersebut dijaga oleh Sphinx, yaitu bangunan patung berbadan singa berkepala manusia Piramida adalah Piramida adalah kuburan raja-raja Mesir Kuno.

 

Perekonomian

Mesir tergolong masih agraris. Hasil-hasil pertanian utama adalah gandum, beras, gula tebu, minyak zaitun, dan kapas. Pertanian dibudidayakan di sekitar Lembah Sungai Nil. Untuk meningkatkan produksi pertanian di daerah aliran Sungai Nil dibangun tiga waduk utama, yaitu Aswan, Assyut, dan Kairo.

Kegiatan industri juga berkembang baik, utamanya adalah industri tekstil dengan bahan katun dan wol. Industri kimianya antara lain pupuk dan semen. Kota-kota industri utama adalah Kairo, Iskandariah, dan sekitar Terusan Suez. Kota Iskandariah terkenal dengan pabrik rokok Camelnya.

Pariwisata juga menjadi salah satu andalan Mesir, karena negeri ini kaya dengan peninggalan-peninggalan kuno, seperti piramida, Sphinx, obelisk, dan huruf hyroglyph. Di sektor perdagangan, Mesir mengekspor kapas, padi, benang tenun, tekstil, dan rokok. Barang-barang yang diimpor antara lain mesin-mesin, batu bara, kayu lapis, dan bahan-bahan minuman. Pelabuhan terbesar adalah Iskandariah.

Pertambangan juga merupakan pilar ekonomi Mesir. Minyak bumi dihasilkan di daerah Qattarana dan El Alamien. Fosfat di daerah pantai Laut Merah, Mangan di pantai Barat Sinai, dan bijih besi dihasilkan di sebelah Timur Bendungan Aswan. Perekonomian Mesir berkembang pesat sejak dinasionalisasikannya Terusan Suez. Keberadaan Terusan Suez benar-benar menggelembungkan pendapatan nasional Mesir.

Berdasarkan sumber buku Ilmu Pengetahuan Sosial Lilis, Yuliati, Abdul Khamid, Pawijan, Edy Sutrisna, Widyastuti Pamungkas Th 2009, kami Murid.Co.ID ingin berbagi materi belajar tentang Negara Berkembang : Ciri, Keadaan Alam, Contoh dan Perekonomian, mari simak artikel kami lainnya dan Berdasarkan dari sumber – sumber buku terpercaya, Baca Juga Artikel kami yang lainnya di bawah ini :

Send this to a friend