Pengertian Observasi Menurut Para Ahli, Serta Fungsi, Tujuan Kelebihan dan Kekurangan

Diposting pada

Hallo sobat Murid Co ID kita bertemu kembali ini dengan kami, Pada artikel kali ini saya mau berbagi tentang pengetian Observasi Menurut para ahli. Untuk kalian yang ingin menacari tahu informasi tentang observasi mungkin kami sangat tepat tepat sebagai referensi anda, Oke langsung saja teman teman kita mulai pembahasannya, Pertama kali kita akan mencari tahu tentang pengertian atau definisi observasi menurut para ahli

Pengertian Observasi Menurut Para Ahli Secara Umum, Beserta Jenis Kelebihan & Kekurangan
Pengertian Observasi Menurut Para Ahli Secara Umum, Beserta Jenis Kelebihan & Kekurangan

12 Pengertian Observasi Menurut Para Ahli

1. Prof Heru

Suatu pengamatan menunjukkan sebuah studi atau pembelajaran yang dilaksanakan dengan sengaja, terarah, berurutan, dan sesuai tujuan yang hendak dicapai pada suatu pengamatan yang dicatat segala kejadian dan fenomenanya yang disebut dengan hasil observasi. Hasil tadi dijelaskan dengan rinci, teliti, tepat, akurat, bermanfaat dan objektif sesuai dengan pengamatan yang dilakukan.

 

2. Nawawi dan Martini

Menurut mereka, observasi adalah pengamatan sekaligus pencatatan secara urut yang terdiri dari unsur-unsur yang bermunculan dalam suatu fenomena-fenomena dalam objek penelitian. Hasil dari pengamatan akan dilaporkan dengan susunan yang sistematis dan sesuai kaidah yang berlaku.

 

3. Suharsimi Arikunto

Menurut beliau, observasi adalah pengamatan secara langsung terhadap suatu objek yang terdapat di lingkungan baik yang sedang berlangsung saat itu atau masih berjalan yang meliputi berbagai aktifitas perhatian terhadap suatu kajian objek dengan menggunakan pengindraan. Tindakan yang dilakukan dengan sengaja atau sadar dan sesuai urutan.

 

4. Burhan

Observasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja pancaindra mata serta dibantu dengan pancaindra lainnya.

 

5. Kartono

pengertian observasi adalah studi yang disengaja dan sistematis tentang fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan pengamatan dan pencatata.

 

6. Sudjana

observasi atau pengamatan sebagai alat penilaian banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan. Dengan kata lain, observasi dapat mengukur atau menilai hasil proses belajar mengajar misalnya tingkah laku siswa pada waktu belajar.

 

7. Mitchhell.M.H

Observasi adalah teknik yang dapat digunakan untuk mengurutkan judul dalam membuat keputusan dan kesimpulan tentang orang lain yang diamati, meskipun pengamatan ini tidak bisa berdiri sendiri, harus dilengkapi juga dengan penggunaan metode lain dari penilaian.

 

8. Gibson, R.L

Observasi adalah teknik yang dapat digunakan untuk mengurutkan judul dalam membuat keputusan dan kesimpulan tentang orang lain yang diamati, meskipun pengamatan ini tidak bisa berdiri sendiri, harus dilengkapi juga dengan penggunaan metode lain dari penilaian.

 

9. Patton

Observasi adalah sebuah metode yang akurat dan spesifik dalam melakukan pengumpulan data serta memiliki tujuan mencari informasi mengenai segala kegiatan yang sedang berlangsung untuk dijadikan objek kajian dalam sebuah penelitian.

 

10. Sevilla 1993

Observas/pengamatan dalam istilah sederhana adalah proses dimana peneliti atau pengamat melihat situasi penelitian. Metode ini sangat sesuai digunakan dalam penelitian yang meliputi pengamatan kondisi/interaksi belajar mengajar, tingkah laku bermain anak-anak dan interaksi kelompok.

 

11. Nurkancana 1986

Observasi adalah suatu cara untuk mengadakan penilaian dengan jalan mengadakan pengamatan secara langsung dan sistematis. Data-data yang diperoleh dalam observasi itu dicatat dalam suatu catatan observasi. Kegiatan pencatatan dalam hal ini adalah merupakan bagian daripada kegiatan pengamatan.

 

12. Syaodih

Observasi adalah teknik yang digunakan atau cara yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sudah berlangsung.

Observasi harus dilakukan pada saat kegiatan itu berlangsung. Pengamat terlebih dahulu harus menetapkan aspek aspek yang hendak akan di observasinya, kemudian dibuat pedoman yang dibuat sebenarnya bisa diisi secara umum dalam bentuk umum diantarany memberi tanda cek pada kolom hasil observasi yang telah disediakan.

 

Pengertian Observasi secara Umum

Setelah mengetahui beberapa pengertian tentang observasi sekarang kita bisa menyimpulkan menjadi pengertian yang lebih mendalam dari observasi itu sendiri, Berikut pengertian secara umumnya.

Pengertian Observasi Menurut Para Ahli Secara Umum, Beserta Jenis Kelebihan & Kekurangan
Pengertian Observasi Menurut Para Ahli Secara Umum, Beserta Jenis Kelebihan & Kekurangan

 

Observasi adalah aktivitas yang dilakukan untuk mengetahui sesuatu dari sebuah fenomena yang di landasi sumber pengetahuan dan gagasan yang bertujuan untuk memperoleh sebuah informasi yang terkait dengan suatu peristiwa yang sudah atau sedang terjadi dilingkunganya, yang mana informasi tersbut harus objektif atau nyata yang dapat dipertanggung jawabkan.

 

Fungsi dan Diadakan Tujuan Observasi

Fungsi Diadakan Dari Observasi

  • Untuk mengetahui kesesuaian pelaksanaan tindakan dengan rencana tindakan yang telah disusun sebelumnya.

 

  • Untuk mengetahui seberapa jauh pelaksanaan tindakan yang sedang berlangsung

 

  • Sebagai metode pembantu dalam penelitian yang bersifat eksploratif. Bila kita belum mengetahui sama sekali permasalahan, biasanya penelitian-penelitian pertama dilakukan melalui pengamatan di tempat-tempat gejala terjadi.

 

  • Sebagai metode pembantu dalam penelitian yang sifatnya sudah lebih mendalam. Dalam hal ini,biasanya observasi dijadikan sebagai metode pembantu untuk menunjang wawancara sebagai metode utama. Observasi akan membantu untuk mengontrol/memeriksa di lapangan, seberapa jauh hasil wawancara tersebut sesuai dengan fakta yang ada.

 

  • Sebagai metode utama dalam penelitian. Penelitian-penelitian yang menyangkut tingkah laku bayi maupun hewan akan mempergunakan metode observasi.

 

Tujuan Diadakan Observasi

Dalam melakukan pengamatan, konselor harus memiliki kriteria spesifik untuk melakukan observasi. Kita melakukan observasi untuk suatu tujuan, oleh karena itu kita melihat karakteristik individu untuk mencapai tujuan tersebut. Hal itu menjadi dasar untuk mengidentifikasi kriteria spesifik yang akan mengarahkan pada kita apa yang akan diamati.

 

  • Tujuan tersebut adalah:
    Observasi yang berarti pengamatan bertujuan untuk mendapatkan data tentang suatu masalah, sehingga diperoleh pemahaman atau sebagai alat re-checkingin atau pembuktian terhadap informasi / keterangan yang diperoleh sebelumnya

 

  • Mendeskripsikan kejadian, orang, kegiatan dan maknanya bagi mereka (bukan bagi observer).

 

  • Memperoleh data ilmiah yang akan digunakan untuk penelitian maupun untuk tujuan assesment.

 

  • Untuk dapat mendeskripsikan Setting yang akan dipelajari atau di teliti, dengan observasi ini juga kita dapat mengetahui siapa saja orang-orang yang terlibat dalam aktifitas yang di teliti, selain itu kita juga dapat mengetahui makna dari setiap kejadian yang terjadi.

 

  • Mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian dilihat dan perspektif mereka terlibat dalam kejadian yang diamati tersebut. Deskripsi harus kuat, faktual, sekaligus teliti tanpa harus dipenuhi berbagai hal yang tidak relevan.

 

Observasi perlu dilakukan karena beberapa alasan, yaitu:

  • Memungkinan untuk mengukur banyak perilaku yang tidak dapat diukur dengan menggunakan alat ukur psikologis yang lain (alat tes). Hal ini banyak terjadi pada anak-anak.

 

  • Prosedur Testing Formal seringkali tidak ditanggapi serius oleh anak-anak sebagaimana orang dewasa, sehingga sering observasi menjadi metode pengukur utama.

 

  • Observasi dirasakan lebih mudah daripada cara peugumpulan data yang lain. Pada anak-anak observasi menghasilkan informasi yang lebih akurat daripada orang dewasa. Sebab, orang dewasa akan memperlihatkan perilaku yang dibuat-buat bila merasa sedang diobservasi.

 

Manfaat Observasi

Manfaat dari Observasi adalah sebagai peneliti kita jadi lebih memahami suatu kejadian yang di teliti lebih baik dan lebih dalam, kadang peneliti juga manemui hal-hal baru dari penelitiannya tidak hanya membuktikan hal-hal yang sudah di perkirakan, hasil penelitian dari observasi biasanya deskriptif sehingga membuat peneliti menjadi lebih objektif dan terbuka terhadap permasalahan yang di teliti.

 

  • Mendapatkan pemahaman lebih baik tentang konteks yang diteliti atau yang terjadi.
    Peneliti lebih bersikap terbuka, berorientasi pada penemuan daripada pembuktian, dan mendekati masalah secara induktif.

 

  • Peneliti dapat melihat hal-hal yang oleh partisipan kurang disadari atau partisipan kurang mampu merefleksikan pemikiran tentang pengalaman itu.

 

  • Memperoleh data tentang hal-halyang tidak diungkapkan secara terbuka dengan wawancara.

 

  • Mengatasi persepsi selektif yang biasanya dimunculkan individu pada saat wawancara

 

  • Memungkinkan peneliti merefleksi dan bersikap introspektif terhadap penelitian yang dilakukan Impresi dan perasaan pengamat menjadi bagian untuk memahami fenomena

 

Berikut Beberapa Jenis Observasi Diantaranya

  • Pengamatan partisipasi
    Pada pengamatan jenis ini, pengamat(konselor) turut mengambil bagian dari situasi kehidupan dan situasi dari individu(peserta didik) yang diobservasi. Misalnya konselor ikut berpartisipasi dalam berbagai aktivitas yang dilakukan peserta didik disekolah, misalnya saat berolahraga, saat pramuka, dan sebagainya sehingga konselor dapatmengamati tingkah laku dan sifat-sifat peserta didik yang ingin diketahui saat diamati.

 

  • Pengamatan nonpartisipasi
    Pada pengamatan jenis ini, pengamat (konselor) tidak turut mengambil bagian secara langsung didalam situasi kehidupan dan situasi dari individu (peserta didik) yang diobservasi. Tetapi berperan sebagi penomton. Misalnya konselor mengamati peserta didik saat melakukan berbagai aktivitas di sekolah. Seperti saat peserta didik bermain dengan teman-temannya. Berolahraga, mengikuti pelajaran di kelas, mengikuti upacara, pramuka, dan lain sebagainya. Sehingga konselor dapat mengamati tingkah laku, relasi sosial dan sifat-sifat peserta didik yang ingin diketahui saat diamati

 

  • Pengamatan sistematis/terstruktur
    Pengamatan ini dilakukan dengan menggunakan kerangka rencana terlebih dahulu, dimana sudah ditetapkan tujuan pengamatan, individu yang akan diamati, waktu dan tempat pengamatan, frekuensi dilakukan pengamatan, apa yang akan diamati, metode pencatatan hasil pengamatan yang akan digunakan, siapa yang akan melakukan pengamatan, dan lain sebagainya.
    Pada pengamatan ini gejala, perilaku, atau sifat-sifat peserta didik yang akan diamati telah ditentukan kategorinya, sehingga pengamat tinggal melakukan pengecekan.

 

  • Pengamatan nonsistematis
    Pada pengamatan ini tetap dilakukan perencanaan, hanya saja materi atau fokus apa yang akan diamati belum dibatasi atau dikategorisasi. Sehingga gejala yang diamati geraknya lebih luas tidak terbatas pada hal-hal yang dikategorikan, kalau ada kategorisasi pengamat tinggal memberikan tanda cek, sedangkan pada jenis nonsistematis, pengamat bisa mencatat hal-hal yang dianggap penting dan menonjol pada proses pengamatan.

 

  • Free situation
    Pengamatan yang dilakukan pada situasi bebas, tidak dibatasi bagaimana jalannya pengamatan dan dalam situasi yang tidak terkontrol. Misalnya melakukan pengamatan terhadap berbagai aktivitas peserta didik selama di sekolah.

 

  • Manipulasi situasi
    Pengamatan yang situasinya sengaja diadakan, memasukan berbagai faktor atau variabel kondisi yang diperlukan untuk memunculkan perilaku yang diharapkan. Biasanya pengamatan ini lebih banyak dilakukan pada format eksperimen.

 

  • Percampuran antara dua situasi
    Merupakan percampuran antara situasi bebas dan manipulasi situasi , Sebagian situasi sengaja dikondisikan sehingga sifatnya terkontrol dan sebagian lagi tetap dalam situasi bebas

 

Kelebihan dan Kekurangan Observasi

Kelebihan Observasi :

a. Dapat Mencatat hal hal, prilaku pertumbuhan dan pada waktu kejadian berlangsung atau sewaktu kejadian itu terjadi.

b.Dapat memperoleh data subjektid secara langsung, baik secara verbal ataupun tidak.

 

Kekurangan Observasi :

Diperlukan memakan waktu yang lama untuk memperoleh hasil dari suatu kejadian. Adanya kegiatan yang tidak mungkin diamati,  misalnya kejadian yang bersifat pribadi.

Demikian penjelasan tentang pengertian Observasi Munurut para Ahli Secara umum beserta jenis jenis observasi beserta kelebihan dan kekurangannya, semoga bermanfaat.

Baca Juga Artikel lainnya :

Pengertian Observasi Menurut Para Ahli, Serta Fungsi, Tujuan Kelebihan dan Kekurangan
5 (100%) 6 vote[s]